12/01/2017

Akhlak Murid Pada Guru

Tags

Akhlak Murid Pada Guru
Akhlak dan budi pekerti murid pada guru. Kepada guru murid harus patuh kepada nasihat-nasihatnya dan tunduk kepada perintah-perintahnya, bukan karena takut hukuman, tetapi menjalankan kewajiban dengan ikhlas dari dalam hati.

Terjemah Akhlaq Lil Banin Juz 2
Penulis: Al – Ustadz Umar Baradja
Judul asli: Al-Akhlaq lil Banin Al-Juz 2
Judul lengkap: الأخلاق للبنين لطلاب المدارس الإسلامية بإندونيسيا
Judul versi terjemah: Bimbingan Akhlak Bagi Anak Jilid 2
Penerjemah:

Daftar Isi


17 Kisah-kisah nyata

1. Berkata mujahid, “aku sedang berada di tempat Abdullah bin umar. Ketika itu seorang sahayanya sedang menguliti kambing.”kemudian abdullah berkata kepadanya “ hai anak, jika engkau menguliti, mulailah dengan memberi tetangga kita orang yahudi.” Ia ucapkan itu berkali-kali maka aku berkata kepadanya “ berapa kali anda ucapkan itu?” Abdullah menjawa “ rasulullah saw. Selalu mewasiati kami mengenai tetangga hingga kami khawatir beliau menjadikannya mewarisi kami.”

2. Seorang laki-laki mengeluh atas banyaknya tikus dirumahnya. Maka dikatakan kepadanya, “ bagaimana seandainya engkau pelihara kucing?” orang itu menjawab, “aku khawatir tikus mendengar suara kucing, lalu lari kerumah para tetangga. Maka akupun tidak menyukai bagi mereka apa yang ku tidak sukai bagi diriku sendiri.”

3. Adalah imam abu hanifah ra mempunyai seorang tetangga yang dengki yang menggangunya dan mengunjingnya. Akan tetapi beliau bersabar terhadapnya. Apabila beliau melewatinya dan memberi salam kepadanya, Orang itu tiak membalas salamnya. Maka sebagian orang menengurnya atas ketabahan dan kesabarannya yang sangat terhadap tetangganya. Maka beliau berkata “ sesungguhnya tetangga itu mempunyai hak.”[alkhoirot.org]

18 Apa kewajiban terhadap gurumu?

Wahai anak yang beradab ! sebagaimana ayahmu yang telah memelihara tubuhmu mempeunyai hak besar padamu, maka begitu pula gurumu yang telah memelihara rohaniahmu dan mendidik akhlakmu serta menerangi pikiranmu dan mengajari ilmu yang berguna, ia mempunyai hak yang besar padamu, maka engkau wajib mencintai dan memuliakannya serta memperlakukannya dengan adab-adab ini :

1. Hendaklah engkau patuh kepada nasihat-nasihatnya dan tunduk kepada perintah-perintahnya, bukan karena takut hukuman, tetapi menjalankan kewajiban dengan ikhlas dari dalam hatimu. Sebagaimana seorang sakit yang patuh kepada dokter yang berbelas kasih. Maka hendaklah engkau menerima segala yang diberikannya kepadamu dengan pengertian yang baik, ucapan terima kasih dan kegembiraan. Hendaklah engkau bersikap rendah hati terhadapnya dan mencari pahala serta kemuliaan dengan mengabdi kepadanya. Hendaklah engkau menyadari bahwa engkau mendapat pemberian dari gurumu dan tidak dapat membalasnya, betapapun engkau berbuat baik kepadanya. Hendaklah engkau sangat berhati-hati agar tidak menentangnya atau membangkang kepadanya atau bersikap sombong terhadapnya. Dalam hadits : “ mencari muka (pujian) bukanlah termasuk akhlak seorang mukmin, kecuali dalam menuntut ilmu.” Berkata sayyidina ali Kw “aku adalah budak dari orang yang mengajariku satu huruf. Jika ia mau dijualnya dan jika ia mau dibebaskannya dan jika ia mau diperbudaknya.” Adapun kesombongan dan pembangkangan, keduanya menyebabkan manusia tidak mendapat ilmu.

Penyair berkata :
Ilmu itu menerangi seorang pemuda
Yang sombong
Seperti banjir membinasakan
tanah yang tinggi

murid yang beradab dan rendah hati, ia mendapat ilmu dan memanfaatkannya. Kebalikannya adalah murid yang kurang ajar dan sombong. Miskipun ia mendapat sedikit ilmu, namun ia tidak bisa memanfaatkannya bagi dirinya dan tidak pula memberi syafaat kepada orang lain. Bahkan ilmu itu membahayakannya dan menambah baginya kesombongan dan akhlak yang buruk.

2. Diantara nasihat-nasihat guru : hendaklah engkau berniat untuk menuntut imu demi mendapat ridha allah dan negri akhirat, menghidupkan agama dan memberi manfaat bagi kaum muslim serta bersyukur atas nikmat akal dan kesehatan badan. Janganlah engkau bermaksud mencari pujian dan kedudukan di antara orang banyak atau mengumpulkan kesenangan duniawi.

Diantara nasihat-nasihatnya ialah hendaklah engkau berjuang dengan keras dalam mencari ilmu. Maka hafalkanlah semua pelajaranmu dan hendaklah mempelajarinya dirumah. Janganlah menyia-nyiakan waktumu dengan percuma, karena ia lebih mahal daripada permata yang berharga. Apabila luput, maka ia tidak pernah kembali. Hendaklah engkau perhatikan kebersihan buku-buku dan alat-alatmu serta pengaturannya pada tempatnya hendaklah engaku selalu hadir setiap hari pada waktu yang telah ditentukan dan jangan terlambat,, kecuali dengan alasan yang benar. Hendaklah engkau mendengarkan pelajaran-pelajaran yang diberikannya dengan penuh perhatian hingga engkau memahaminya dengan cepat dan tidak memayahkan gurumu dengan banyak mengulang. Maka kerjakanlah nasihat-nasihat yang berguna itu.

3. Termasuk sopan santun terhadap guru adalah engkau berdiri menyambutnya jika engkau duduk demi menghormati dan mengagungkannya. Janganlah duduk hingga ia mengizinkan engkau duduk. Kemudian engkau duduk didepannya dengan sopan dan jangan mendahuluinya berbicara atau memutus pembicaraannya atau menyuruh dan melarang seorang didepannya. Jika engkau tidak mengerti suatu masalah, maka hendaknya engkau ajukan pertanyaan kepadanya dengan lembut dan penghormatan. Yaitu engkau angkat jarimu lebih dulu dan jangan berbicara hingga ia mengizinkanmu bicara. Apabila ia bertanya kepadamu tentang sesuatu, maka hendaklah engkau bangkit berdiri dan menjawab pertanyaannya dengan baik. Janganlah mendahuluinya menjawab, jika ia mengajukan pertanyaan kepada orang lain.

4. Hendaklah engkau memberi salam kepadanya dan menjabat tangannya setiap hari disekolah dan menghadapinya dengan wajah tersenyum. Engkau lakukan itu pula jika menjumpainya dijalan dan menjenguknya dirumahnya, terutama pada waktu hari raya atau jika ia sakit. Engkau tanyakan kepadanya tentang kesehatannya dan hendaklah mendakan kesembuhannya. Engkau bantu dia dalam memnuhi kebutuhannya dan bermusyawarahlah dengannya dalam urusan-urusanmu serta mengerjakan apa yang diperintahnya janganlah memanggilnya dengan namanya tetapi dengan kata guru. Janan berjalan didepannya atau membelakanginya dengan punggungmu. Janganlah duduk ditempatnya atau mengambil bukunya tanpa izinya. Janganlah banyak bicara kepadanya dan jangan menyebarkan rahasianya. Janganlah menggujingkan seseorang dihadapannya. Janganlah berkata kepadanya, “si fulan mengata: kebalikan dari perkataannya.”

5. Janganlah malu menegaskan yang sebenarnya jika ia bertanya kepadamu tentang pengertian suatu masalah yang mana engkau tidak memahaminya agar supaya engkau tidak berdosa karena berdusta dan agar bisa memahami masalah itu. Janganlah engkau marah jika ia menegurmu, tetapi hendaklah engkau diam dan gembira atas hal itu karena, ia tidak menegurmu kecuali karena cinta kepadamu agar engkau menunaikan kewajibanmu. Kelak engkau akan berterima kasih atas teguran itu bila engkau sudah besar termasuk kesalahan besar adalah bila engkau menyangka bahwa gurumu membencimu karena ia menegurmu. Tidaklah berburuk sangka kepada gurunya kecuali murid yang kurang ajar dan tidak berilmu.

6. Termasuk kesetiaan kepada gurumu adalah engkau tidak melupakan kebaikannya sepanjang hidupmu, walaupun engkau telah keluar dari sekolah atau gurumu telah berhenti dari sana atau bepergian kenegri lain misalnya. Maka hendaklah engkau hubungi ia dengan surar menyurat trutama pada pristiwa-pristiwa menentu. Begitu pula jika ia berpindah kealam kekal, hendaklah engkau mendoakannya agar mendapat rahmat dan ampunan serta bersedekah untuknya.[alkhoirot.org]

Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini.. Konsultasi agama, kirim via email: alkhoirot@gmail.com

Untuk Konsultasi Agama kirim ke: alkhoirot@gmail.com atau info@alkhoirot.net
Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini!

EmoticonEmoticon