4/08/2019

Terjemah Musnad Ahmad

Terjemah Musnad Ahmad
Musnad Ahmad bin Hanbal adalah kitab kumpulan hadits Nabi yang diriwayatkan dan disusun oleh Imam Ahmad pendiri madzhab Hanbali. Kitab ini menduduki urutan ketujuh dalam Kutubus Sab'ah (Kitab Hadits yang Tujuh)

Nama kitab: Terjemah Musnad Ahmad
Judul asal yang populer: Musnad Ahmad (مسند أحمد)
Judul lengkap: Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal (مسند الإمام أحمد بن حنبل)
Penyusun: Ahmad bin Hanbal
Nama lengkap: Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal Al-Syaibani Al-Dzahli (أبو عبد الله أحمد بن محمد بن حنبل الشيباني الذهلي).
Lahir: 164 H/ 780 M
Tempat lahir: Baghdad, Irak
Etnis: Arab
Wafat: 241 H/ 855 M, Baghdad, Irak.
Bidang studi: Hadits Nabi (Al Sunnah)
Penerjemah:

Daftar Isi


Download Terjemah Musnad Ahmad bahasa Indonesia

- Jilid 1

Download Musnad Ahmad dalam Bahasa Inggris (English)
Three volumes in pdf format

- Volume 1
- Volume 2
- Volume 3

Download Musnad Ahmad versi Arab (Hasyiyah Sindi)

- Juz 1

Biografi Ahmad bin Hanbal

Beliau adalah Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asad bin Idris bin Abdullah bin Hayyan bin Abdullah bin Anas bin ‘Auf bin Qasith bin Mazin bin Syaiban bin Dzuhl bin Tsa‘labah adz-Dzuhli asy-Syaibaniy. Nasab beliau bertemu dengan nasab Nabi pada diri Nizar bin Ma‘d bin ‘Adnan. Yang berarti bertemu nasab pula dengan nabi Ibrahim.

Ketika beliau masih dalam kandungan, orang tua beliau pindah dari kota Marwa, tempat tinggal sang ayah, ke kota Baghdad. Di kota itu beliau dilahirkan, tepatnya pada bulan Rabi‘ul Awwal -menurut pendapat yang paling masyhur- tahun 164 H.

Ayah beliau, Muhammad, meninggal dalam usia muda, 30 tahun, ketika beliau baru berumur tiga tahun. Kakek beliau, Hanbal, berpindah ke wilayah Kharasan dan menjadi wali kota Sarkhas pada masa pemeritahan Bani Umawiyyah, kemudian bergabung ke dalam barisan pendukung Bani ‘Abbasiyah dan karenanya ikut merasakan penyiksaan dari Bani Umawiyyah. Disebutkan bahwa dia dahulunya adalah seorang panglima.

Masa Menuntut Ilmu

Imam Ahmad tumbuh dewasa sebagai seorang anak yatim. Ibunya, Shafiyyah binti Maimunah binti ‘Abdul Malik asy-Syaibaniy, berperan penuh dalam mendidik dan membesarkan beliau. Untungnya, sang ayah meninggalkan untuk mereka dua buah rumah di kota Baghdad. Yang sebuah mereka tempati sendiri, sedangkan yang sebuah lagi mereka sewakan dengan harga yang sangat murah. Dalam hal ini, keadaan beliau sama dengan keadaan syaikhnya, Imam Syafi‘i, yang yatim dan miskin, tetapi tetap mempunyai semangat yang tinggi. Keduanya juga memiliki ibu yang mampu mengantar mereka kepada kemajuan dan kemuliaan.

Beliau mendapatkan pendidikannya yang pertama di kota Baghdad. Saat itu, kota Bagdad telah menjadi pusat peradaban dunia Islam, yang penuh dengan manusia yang berbeda asalnya dan beragam kebudayaannya, serta penuh dengan beragam jenis ilmu pengetahuan. Di sana tinggal para qari’, ahli hadits, para sufi, ahli bahasa, filosof, dan sebagainya.

Setamatnya menghafal Alquran dan mempelajari ilmu-ilmu bahasa Arab di al-Kuttab saat berumur 14 tahun, beliau melanjutkan pendidikannya ke ad-Diwan. Beliau terus menuntut ilmu dengan penuh azzam yang tinggi dan tidak mudah goyah. Sang ibu banyak membimbing dan memberi beliau dorongan semangat. Tidak lupa dia mengingatkan beliau agar tetap memperhatikan keadaan diri sendiri, terutama dalam masalah kesehatan. Tentang hal itu beliau pernah bercerita, “Terkadang aku ingin segera pergi pagi-pagi sekali mengambil (periwayatan) hadits, tetapi Ibu segera mengambil pakaianku dan berkata, ‘Bersabarlah dulu. Tunggu sampai adzan berkumandang atau setelah orang-orang selesai shalat subuh.’”

Perhatian beliau saat itu memang tengah tertuju kepada keinginan mengambil hadits dari para perawinya. Beliau mengatakan bahwa orang pertama yang darinya beliau mengambil hadits adalah al-Qadhi Abu Yusuf, murid/rekan Imam Abu Hanifah.

Imam Ahmad tertarik untuk menulis hadits pada tahun 179 saat berumur 16 tahun. Beliau terus berada di kota Baghdad mengambil hadits dari syaikh-syaikh hadits kota itu hingga tahun 186. Beliau melakukan mulazamah kepada syaikhnya, Hasyim bin Basyir bin Abu Hazim al-Wasithiy hingga syaikhnya tersebut wafat tahun 183. Disebutkan oleh putra beliau bahwa beliau mengambil hadits dari Hasyim sekitar tiga ratus ribu hadits lebih.

Pada tahun 186, beliau mulai melakukan perjalanan (mencari hadits) ke Bashrah lalu ke negeri Hijaz, Yaman, dan selainnya. Tokoh yang paling menonjol yang beliau temui dan mengambil ilmu darinya selama perjalanannya ke Hijaz dan selama tinggal di sana adalah Imam Syafi‘i. Beliau banyak mengambil hadits dan faedah ilmu darinya. Imam Syafi‘i sendiri amat memuliakan diri beliau dan terkadang menjadikan beliau rujukan dalam mengenal keshahihan sebuah hadits. Ulama lain yang menjadi sumber beliau mengambil ilmu adalah Sufyan bin ‘Uyainah, Ismail bin ‘Ulayyah, Waki‘ bin al-Jarrah, Yahya al-Qaththan, Yazid bin Harun, dan lain-lain. Beliau berkata, “Saya tidak sempat bertemu dengan Imam Malik, tetapi Allah menggantikannya untukku dengan Sufyan bin ‘Uyainah. Dan saya tidak sempat pula bertemu dengan Hammad bin Zaid, tetapi Allah menggantikannya dengan Ismail bin ‘Ulayyah.”

Demikianlah, beliau amat menekuni pencatatan hadits, dan ketekunannya itu menyibukkannya dari hal-hal lain sampai-sampai dalam hal berumah tangga. Beliau baru menikah setelah berumur 40 tahun. Ada orang yang berkata kepada beliau, “Wahai Abu Abdillah, Anda telah mencapai semua ini. Anda telah menjadi imam kaum muslimin.” Beliau menjawab, “Bersama mahbarah (tempat tinta) hingga ke maqbarah (kubur). Aku akan tetap menuntut ilmu sampai aku masuk liang kubur.” Dan memang senantiasa seperti itulah keadaan beliau: menekuni hadits, memberi fatwa, dan kegiatan-kegiatan lain yang memberi manfaat kepada kaum muslimin. Sementara itu, murid-murid beliau berkumpul di sekitarnya, mengambil darinya (ilmu) hadits, fiqih, dan lainnya. Ada banyak ulama yang pernah mengambil ilmu dari beliau, di antaranya kedua putra beliau, Abdullah dan Shalih, Abu Zur ‘ah, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, al-Atsram, dan lain-lain.

Pujiandan Penghormatan Ulama Lain Kepadanya

Imam Syafi‘i pernah mengusulkan kepada Khalifah Harun ar-Rasyid, pada hari-hari akhir hidup khalifah tersebut, agar mengangkat Imam Ahmad menjadi qadhi di Yaman, tetapi Imam Ahmad menolaknya dan berkata kepada Imam Syafi‘i, “Saya datang kepada Anda untuk mengambil ilmu dari Anda, tetapi Anda malah menyuruh saya menjadi qadhi untuk mereka.” Setelah itu pada tahun 195, Imam Syafi‘i mengusulkan hal yang sama kepada Khalifah al-Amin, tetapi lagi-lagi Imam Ahmad menolaknya.

Suatu hari, Imam Syafi‘i masuk menemui Imam Ahmad dan berkata, “Engkau lebih tahu tentang hadits dan perawi-perawinya. Jika ada hadits shahih (yang engkau tahu), maka beri tahulah aku. Insya Allah, jika (perawinya) dari Kufah atau Syam, aku akan pergi mendatanginya jika memang shahih.” Ini menunjukkan kesempurnaan agama dan akal Imam Syafi‘i karena mau mengembalikan ilmu kepada ahlinya.

Imam Syafi‘i juga berkata, “Aku keluar (meninggalkan) Bagdad, sementara itu tidak aku tinggalkan di kota tersebut orang yang lebih wara’, lebih faqih, dan lebih bertakwa daripada Ahmad bin Hanbal.”

Abdul Wahhab al-Warraq berkata, “Aku tidak pernah melihat orang yang seperti Ahmad bin Hanbal”. Orang-orang bertanya kepadanya, “Dalam hal apakah dari ilmu dan keutamaannya yang engkau pandang dia melebihi yang lain?” Al-Warraq menjawab, “Dia seorang yang jika ditanya tentang 60.000 masalah, dia akan menjawabnya dengan berkata, ‘Telah dikabarkan kepada kami,’ atau, “Telah disampaikan hadits kepada kami’.”Ahmad bin Syaiban berkata, “Aku tidak pernah melihat Yazid bin Harun memberi penghormatan kepada seseorang yang lebih besar daripada kepada Ahmad bin Hanbal. Dia akan mendudukkan beliau di sisinya jika menyampaikan hadits kepada kami. Dia sangat menghormati beliau, tidak mau berkelakar dengannya”. Demikianlah, padahal seperti diketahui bahwa Harun bin Yazid adalah salah seorang guru beliau dan terkenal sebagai salah seorang imam huffazh. [alkhoirot.org]

Terjemah Sunan Ibnu Majah

Terjemah Sunan Ibnu Majah
Sunan Ibnu Majah adalah kitab kumpulan hadits Nabi keenam yang termasuk dalam Kutubus Sittah atau Kitab Hadits Nabi yang Enam.

Nama kitab: Terjemah Sunan Ibnu Majah
Judul asal yang populer: Sunan Ibnu Majah (سنن ابن ماجة)
Judul lengkap: Kitab As-Sunan atau Sunan Ibni Majah
Penyusun: Imam Ibnu Majah
Nama lengkap: Abu Abdillah Muhammad bin Yazid ibn Majah Al-Qazwini (محمد بن يزيد بن ماجه القزويني أبو عبد الله).
Lahir: 209 H/ 824 M
Tempat lahir: Qazwin, Iran
Etnis: Persia
Wafat: 273 H/ 887 M
Bidang studi: Hadits Nabi (Al Sunnah)
Penerjemah:

Daftar Isi


Download Terjemah Sunan Ibnu Majah

- Jilid 1
- Jilid 2
- Jilid 3
- Jilid 4
- Jilid 5

Download Sunan Ibnu Majah dalam Bahasa Inggris (English)
Six volumes in pdf format

- Volume 1
- Volume 2
- Volume 3
- Volume 4
- Volume 5

Download Sunan Ibnu Majah versi Arab

- Juz 1
- Juz 2
- Juz 3
- Juz 4
- Juz 5
- Juz 6
- Cover kitab

BAB IMAN DAN KEUTAMAAN SAHABAT DAN ILMU

افتتاح الكتاب في الإيمان وفضائل الصحابة والعلم

بسم الله الرحمن الرحيم
(وصلى الله على سيدنا محمد وآله وصحبه ومحبيه)

1 - حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا شَرِيكٌ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَخُذُوهُ، وَمَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا»

2 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ذَرُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ، فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِسُؤَالِهِمْ وَاخْتِلَافِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ، فَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَيْءٍ فَخُذُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، وَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَانْتَهُوا»

3 - حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، وَوَكِيعٌ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ»

4 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ عَدِيٍّ، عَنِ ابْنِ الْمُبَارَكِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُوقَةَ، عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ قَالَ: كَانَ ابْنُ عُمَرَ «إِذَا سَمِعَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثًا لَمْ يَعْدُهُ، وَلَمْ يُقَصِّرْ دُونَهُ»

5 - حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ الدِّمَشْقِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى بْنِ الْقَاسِمِ بْنِ سُمَيْعٍ قَالَ: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْأَفْطَسُ، عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْجُرَشِيِّ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَنَحْنُ نَذْكُرُ الْفَقْرَ وَنَتَخَوَّفُهُ، فَقَالَ: «آلْفَقْرَ تَخَافُونَ؟ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَتُصَبَّنَّ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا صَبًّا، حَتَّى لَا يُزِيغَ قَلْبَ أَحَدِكُمْ إِزَاغَةً إِلَّا هِيهْ، وَايْمُ اللَّهِ، لَقَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى مِثْلِ الْبَيْضَاءِ، لَيْلُهَا وَنَهَارُهَا سَوَاءٌ»
قَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ: صَدَقَ وَاللَّهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَرَكَنَا وَاللَّهِ عَلَى مِثْلِ الْبَيْضَاءِ، لَيْلُهَا وَنَهَارُهَا سَوَاءٌ»

6 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي مَنْصُورِينَ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ»

7 - حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَلْقَمَةَ نَصْرُ بْنُ عَلْقَمَةَ، عَنْ عُمَيْرِ بْنِ الْأَسْوَدِ، وَكَثِيرِ بْنِ مُرَّةَ الْحَضْرَمِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: قَالَ: «لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي قَوَّامَةً عَلَى أَمْرِ اللَّهِ، لَا يَضُرُّهَا مَنْ خَالَفَهَا»

8 - حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا الْجَرَّاحُ بْنُ مَلِيحٍ قَالَ: حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ زُرْعَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا عِنَبَةَ الْخَوْلَانِيَّ، وَكَانَ قَدْ صَلَّى الْقِبْلَتَيْنِ، مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَا يَزَالُ اللَّهُ يَغْرِسُ فِي هَذَا الدِّينِ غَرْسًا يَسْتَعْمِلُهُمْ فِي طَاعَتِهِ»

9 - حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ كَاسِبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ نَافِعٍ قَالَ: حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قَامَ مُعَاوِيَةُ، خَطِيبًا فَقَالَ: أَيْنَ عُلَمَاؤُكُمْ؟ أَيْنَ عُلَمَاؤُكُمْ؟ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا وَطَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى النَّاسِ، لَا يُبَالُونَ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلَا مَنْ نَصَرَهُمْ»

10 - حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ بَشِيرٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ، عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ، عَنْ ثَوْبَانَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يزالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ مَنْصُورِينَ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ»

11 - حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ، قَالَ: سَمِعْتُ مُجَالِدًا يَذْكُرُ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَطَّ خَطًّا، وَخَطَّ خَطَّيْنِ عَنْ يَمِينِهِ، وَخَطَّ خَطَّيْنِ عَنْ يَسَارِهِ، ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ فِي الْخَطِّ الْأَوْسَطِ، فَقَالَ: «هَذَا سَبِيلُ اللَّهِ» ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ: {وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ} [الأنعام: 153] "

بَابُ تَعْظِيمِ حَدِيثِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَالتَّغْلِيظِ عَلَى مَنْ عَارَضَهُ

12 - حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ قَالَ: حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ جَابِرٍ، عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ معْدِ يكَرِبَ الْكِنْدِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " يُوشِكُ الرَّجُلُ مُتَّكِئًا عَلَى أَرِيكَتِهِ، يُحَدَّثُ بِحَدِيثٍ مِنْ حَدِيثِي، فَيَقُولُ: بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ كِتَابُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَمَا وَجَدْنَا فِيهِ مِنْ حَلَالٍ اسْتَحْلَلْنَاهُ، وَمَا وَجَدْنَا فِيهِ مِنْ حَرَامٍ حَرَّمْنَاهُ، أَلَّا وَإِنَّ مَا حَرَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ "

13 - حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ فِي بَيْتِهِ، أَنَا سَأَلْتُهُ، عَنْ سَالِمٍ أَبِي النَّضْرِ، ثُمَّ مَرَّ فِي الْحَدِيثِ قَالَ: أَوْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " لَا أُلْفِيَنَّ أَحَدَكُمْ مُتَّكِئًا عَلَى أَرِيكَتِهِ، يَأْتِيهِ الْأَمْرُ مِمَّا أَمَرْتُ بِهِ، أَوْ نَهَيْتُ عَنْهُ، فَيَقُولُ: لَا أَدْرِي، مَا وَجَدْنَا فِي كِتَابِ اللَّهِ اتَّبَعْنَاهُ "

14 - حَدَّثَنَا أَبُو مَرْوَانَ مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ الْعُثْمَانِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ»

15 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحِ بْنِ الْمُهَاجِرِ الْمِصْرِيُّ قَالَ: أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ، حَدَّثَهُ: أَنَّ رَجُلًا مِنَ الْأَنْصَارِ خَاصَمَ الزُّبَيْرَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِي شِرَاجِ الْحَرَّةِ الَّتِي يَسْقُونَ بِهَا النَّخْلَ، فَقَالَ الْأَنْصَارِيُّ: سَرِّحِ الْمَاءَ يَمُرُّ، فَأَبَى عَلَيْهِ، فَاخْتَصَمَا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اسْقِ يَا زُبَيْرُ، ثُمَّ أَرْسِلِ الْمَاءَ إِلَى جَارِكَ» فَغَضِبَ الْأَنْصَارِيُّ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَنْ كَانَ ابْنَ عَمَّتِكَ؟ فَتَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَالَ: «يَا زُبَيْرُ، اسْقِ، ثُمَّ احْبِسِ الْمَاءَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى الْجَدْرِ» قَالَ: فَقَالَ الزُّبَيْرُ: وَاللَّهِ، إِنِّي لَأَحْسِبُ هَذِهِ الْآيَةَ، نَزَلَتْ فِي ذَلِكَ: {فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا} [النساء: 65]

Terjemah Sunan Nasa'i

Terjemah Sunan Nasa'i
Terjemah kitab Sunan Nasa'i Kitab Sunan Nasa'i adalah kitab hadits kelima dalam hirarki Kutubus Sittah (Kitab hadits yang enam). Namun demikian, dari segi kualitas hadits, ia menempati urutan ketiga setelah Sahih Bukhari, Sahih Muslim menurut sebagian pendapat ulama. Kitab sunan Nasai yang dapat didownload tersedia dalam bahasa Indonesia, bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Nama kitab: Terjemah Sunan Nasa'i
Judul asal yang populer: Sunan Al-Nasa'i (سنن النسائي)
Judul lengkap: Al-Mujtaba min Al-Sunan Al-Kubro atau Al-Sunan Al-Sughro li An-Nasa'i (المجتبى من السنن الكبرى = السنن الصغرى للنسائي)
Penyusun: Imam Nasa'i
Nama lengkap: Abu Abdurrahman Ahmad bin Syuaib bin Ali bin Sinan bin Bahar bin Dinar Al-Khurosani An-Nasa'i (أبو عبد الرحمن أحمد بن شعيب بن علي بن سنان بن بحر بن دينار النسائي).
Lahir: 209 H/ 829 M
Tempat lahir: Nasa, Khurasan (sekarang, Turkmenistan)
Etnis: Persia
Wafat: 303 H/915 M di Ramalah, Palestina atau Makkah (menurut sebagian pendapat)
Bidang studi: Hadits Nabi (Al Sunnah)
Penerjemah:

Daftar Isi


Download Terjemah Sunan Nasa'i

- Jilid 1
- Jilid 2
- Jilid 3
- Jilid 4
- Jilid 5
- Jilid 6
- Jilid 7
- Jilid 8
- Jilid 9
- Jilid 10
- Jilid 11
- Jilid 12
- Jilid 13
- Jilid 14
- Jilid 15

Download Sunan Nasai dalam Bahasa Inggris (English)
Six volumes in pdf format

- Volume 1
- Volume 2
- Volume 3
- Volume 4
- Volume 5
- Volume 6

Download Sunan Nasa'i versi Arab

- Cover kitab
- Juz 1
- Juz 2
- Juz 3
- Juz 4
- Juz 5
- Juz 6
- Juz 7
- Juz 8
- Juz 9
- Juz 10
- Juz 11
- Juz 12

KITAB TAHARAH (BERSUCI)

كِتَابُ الطَّهَارَةِ

تَأْوِيلُ قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ: {إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ} [المائدة: 6]

1 - أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُمَّ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ، فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي وَضُوئِهِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ»

بَابُ السِّوَاكِ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ

2 - أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ جَرِيرٍ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ»

بَابُ كَيْفَ يَسْتَاكُ

3 - أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا غَيْلَانُ بْنُ جَرِيرٍ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ: " دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَسْتَنُّ وَطَرَفُ السِّوَاكِ عَلَى لِسَانِهِ وَهُوَ يَقُولُ: عَأْ عَأْ "

بَابُ هَلْ يَسْتَاكُ الْإِمَامُ بِحَضْرَةِ رَعِيَّتِهِ؟

4 - أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، حَدَّثَنَا يَحْيَى وَهُوَ ابْنُ سَعِيدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا قُرَّةُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ هِلَالٍ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ: أَقْبَلْتُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعِي رَجُلَانِ مِنَ الْأَشْعَرِيِّينَ: أَحَدُهُمَا عَنْ يَمِينِي، وَالْآخَرُ عَنْ يَسَارِي. وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَاكُ فَكِلَاهُمَا سَأَلَ الْعَمَلَ. قُلْتُ: وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ نَبِيًّا مَا أَطْلَعَانِي عَلَى مَا فِي أَنْفُسِهِمَا، وَمَا شَعَرْتُ أَنَّهُمَا يَطْلُبَانِ الْعَمَلَ، فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى سِوَاكِهِ تَحْتَ شَفَتِهِ قَلَصَتْ. فَقَالَ: «إِنَّا لَا - أَوْ لنْ - نَسْتَعِينَ عَلَى الْعَمَلِ مَنْ أَرَادَهُ، وَلَكِنِ اذْهَبْ أَنْتَ». فَبَعَثَهُ عَلَى الْيَمَنِ، ثُمَّ أَرْدَفَهُ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا

بَابُ التَّرْغِيبِ فِي السِّوَاكِ

5 - أَخْبَرَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، عَنْ يَزِيدَ وَهُوَ ابْنُ زُرَيْعٍ قَالَ: حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي عَتِيقٍ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ: سَمِعْتُ عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ»

الْإِكْثَارُ فِي السِّوَاكِ

6 - أَخْبَرَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ، وَعِمْرَانُ بْنُ مُوسَى قَالَا: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ الْحَبْحَابِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «قَدْ أَكْثَرْتُ عَلَيْكُمْ فِي السِّوَاكِ»

الرُّخْصَةُ فِي السِّوَاكِ بِالْعَشِيِّ لِلصَّائِمِ

7 - أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ»

السِّوَاكُ فِي كُلِّ حِينٍ

8 - أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عِيسَى وَهُوَ ابْنُ يُونُسَ، عَنْ مِسْعَرٍ، عَنِ الْمِقْدَامِ وَهُوَ ابْنُ شُرَيْحٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قُلْتُ لِعَائِشَةَ بِأَيِّ شَيْءٍ كَانَ يَبْدَأُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ؟ قَالَتْ: «بِالسِّوَاكِ»

ذِكْرُ الْفِطْرَةِ

الِاخْتِتَانُ

9 - أَخْبَرَنَا الْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ، عَنِ ابْنِ وَهْبٍ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " الْفِطْرَةُ خَمْسٌ: الِاخْتِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْإِبْطِ "

تَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ

10 - أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ: حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ قَالَ: سَمِعْتُ مَعْمَرًا، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ: قَصُّ الشَّارِبِ، وَنَتْفُ الْإِبْطِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَالْخِتَانُ "

نَتْفُ الْإِبْطِ

11 - أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ: الْخِتَانُ، وَحَلْقُ الْعَانَةِ، وَنَتْفُ الْإِبْطِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَأَخْذُ الشَّارِبِ "

حَلْقُ الْعَانَةِ

12 - أَخْبَرَنَا الْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ، عَنِ ابْنِ وَهْبٍ، عَنْ حَنْظَلَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " الْفِطْرَةُ: قَصُّ الْأَظْفَارِ، وَأَخْذُ الشَّارِبِ، وَحَلْقُ الْعَانَةِ "

قَصُّ الشَّارِبِ

13 - أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ: أَنْبَأَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ، عَنْ يُوسُفَ بْنِ صُهَيْبٍ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «مَنْ لَمْ يَأْخُذْ شَارِبَهُ فَلَيْسَ مِنَّا»

التَّوْقِيتُ فِي ذَلِكَ

14 - أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ: حَدَّثَنَا جَعْفَرٌ هُوَ ابْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: «وَقَّتَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَصِّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ، وَحَلْقِ الْعَانَةِ، وَنَتْفِ الْإِبْطِ، أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ يَوْمًا» وَقَالَ مَرَّةً أُخْرَى: «أَرْبَعِينَ لَيْلَةً»

إِحْفَاءُ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحَى

15 - أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى هُوَ ابْنُ سَعِيدٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، أَخْبَرَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَحْفُوا الشَّوَارِبَ، وَأَعْفُوا اللِّحَى»

Terjemah Sunan Tirmidzi

Terjemah Sunan Tirmidzi
Kitab Sunan Tirmidzi menduduki posisi keempat dari enam kitab hadits (Kutubus Sittah) menurut Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani.

Nama kitab: Terjemah Sunan Tirmidzi
Judul asal yang populer: Sunan Al-Tirmidzi atau Al-Jamik Al-Kabir
Judul lengkap: Al-Jamik Al-Mukhtashor min Al-Sunan 'an Rasulillah wa Makrifat Al-Shahih wal Ma'lul wa Ma alaihi Al-Amal (الجامع المختصر من السنن عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ومعرفة الصحيح والمعلول وما عليه العمل)
Penyusun: Imam Tirmidzi
Nama lengkap: Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin Al-Dahhak Al-Sulami Al-Tirmidzi, Abu Musa (محمد بن عيسى بن سَوْرة بن موسى بن الضحاك، السلمي الترمذي، أبو عيسى).
Lahir: 209 H/ 824 M
Tempat lahir: Tirmidz/Termez, Uzbekistan
Etnis: Persia
Wafat: 279 H/ 892 M
Bidang studi: Hadits Nabi (Al Sunnah)
Penerjemah:

Daftar Isi


Terjemah Sunan Tirmidzi Lengkap

- Profil
- Jilid 1 (1-1000)
- Jilid 2 (1001-2000)
- Jilid 3 (2001-3000)

Download Sunan Tirmidzi in English (Bahasa Inggris)
Six volumes in pdf format

- Volume 1
- Volume 2
- Volume 3
- Volume 4
- Volume 5
- Volume 6

Download Sunan Tirmidzi versi Arab
Enam jilid lengkap

- Cover kitab
- Jilid 1
- Jilid 2
- Jilid 3
- Jilid 4
- Jilid 5
- Jilid 6

Tempat Belajar

Negri-negri yang pernah beliau masuki adalah;

Khurasan
Bashrah
Kufah
Wasith
Baghdad
Makkah
Madinah
Ar Ray

Guru-guru Tirmidzi

Qutaibah bin Sa’id
Ishaq bin Rahuyah
Muhammad bin ‘Amru As Sawwaq al Balkhi
Mahmud bin Ghailan
Isma’il bin Musa al Fazari
Ahmad bin Mani’
Abu Mush’ab Az Zuhri
Basyr bin Mu’adz al Aqadi
Al Hasan bin Ahmad bin Abi Syu’aib
Abi ‘Ammar Al Husain bin Harits
Abdullah bin Mu’awiyyah al Jumahi
‘Abdul Jabbar bin al ‘Ala`
Abu Kuraib
‘Ali bin Hujr
‘Ali bin sa’id bin Masruq al Kindi
‘Amru bin ‘Ali al Fallas
‘Imran bin Musa al Qazzaz
Muhammad bin aban al Mustamli
Muhammad bin Humaid Ar Razi
Muhammad bin ‘Abdul A’la
Muhammad bin Rafi’
Imam Bukhari
Imam Muslim
Abu Dawud
Muhammad bin Yahya al ‘Adani
Hannad bin as Sari
Yahya bin Aktsum
Yahya bun Hubaib
Muhammad bin ‘Abdul Malik bin Abi Asy Syawarib
Suwaid bin Nashr al Marwazi
Ishaq bin Musa Al Khathami
Harun al Hammal.


Murid-murid Imam Tirmidzi

Kumpulan hadits dan ilmu-ilmu yang di miliki imam Tirmidzi banyak yang meriwayatkan, diantaranya adalah;

Abu Bakr Ahmad bin Isma’il As Samarqandi
Abu Hamid Abdullah bin Daud Al Marwazi
Ahmad bin ‘Ali bin Hasnuyah al Muqri`
Ahmad bin Yusuf An Nasafi
Ahmad bin Hamduyah an Nasafi
Al Husain bin Yusuf Al Farabri
Hammad bin Syair Al Warraq
Daud bin Nashr bin Suhail Al Bazdawi
Ar Rabi’ bin Hayyan Al Bahili
Abdullah bin Nashr saudara Al Bazdawi
‘Abd bin Muhammad bin Mahmud An Safi
‘Ali bin ‘Umar bin Kultsum as Samarqandi
Al Fadhl bin ‘Ammar Ash Sharram
Abu al ‘Abbas Muhammad bin Ahmad bin Mahbub
Abu Ja’far Muhammad bin Ahmad An Nasafi
Abu Ja’far Muhammad bin sufyan bin An Nadlr An Nasafi al Amin
Muhammad bin Muhammad bin Yahya Al Harawi al Qirab
Muhammad bin Mahmud bin ‘Ambar An Nasafi
Muhammad bin Makki bin Nuh An Nasafai
Musbih bin Abi Musa Al Kajiri
Makhul bin al Fadhl An Nasafi
Makki bin Nuh
Nashr bin Muhammad biA Sabrah
Al Haitsam bin Kulaib

BAB TAHARAH (BERSUCI)

أَبْوَابُ الطَّهَارَةِ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

بَابُ مَا جَاءَ لاَ تُقْبَلُ صَلاَةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ

- حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ: أَخْبَرَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ (ح) وحَدَّثَنَا هَنَّادٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: لاَ تُقْبَلُ صَلاَةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلاَ صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ.
قَالَ هَنَّادٌ فِي حَدِيثِهِ: إِلاَّ بِطُهُورٍ.
هَذَا الْحَدِيثُ أَصَحُّ شَيْءٍ فِي هَذَا الْبَابِ وَأَحْسَنُ.
وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ، عَنْ أَبِيهِ، وَأَبِي هُرَيْرَةَ، وَأَنَسٍ.
وَأَبُو الْمَلِيحِ بْنُ أُسَامَةَ اسْمُهُ عَامِرٌ، وَيُقَالُ: زَيْدُ بْنُ أُسَامَةَ بْنِ عُمَيْرٍ الْهُذَلِيُّ.

- بَابُ مَا جَاءَ فِي فَضْلِ الطُّهُورِ

- حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُوسَى الأَنْصَارِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَعْنُ بْنُ عِيسَى الْقَزَّازُ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ (ح) وحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ، أَوِ الْمُؤْمِنُ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَتْ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ، أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ، أَوْ نَحْوَ هَذَا، وَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَتْ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ، أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ، حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنَ الذُّنُوبِ.
هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ , وَهُوَ حَدِيثُ مَالِكٍ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ.

وَأَبُو صَالِحٍ وَالِدُ سُهَيْلٍ هُوَ أَبُو صَالِحٍ السَّمَّانُ، وَاسْمُهُ ذَكْوَانُ، وَأَبُو هُرَيْرَةَ اخْتُلِفَ فِي اسْمِهِ، فَقَالُوا: عَبْدُ شَمْسٍ، وَقَالُوا: عَبْدُ اللهِ بْنُ عَمْرٍو، وَهَكَذَا قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، وَهَذَا الأَصَحُّ.
وَفِي الْبَابِ عَنْ عُثْمَانَ، وَثَوْبَانَ، وَالصُّنَابِحِيِّ، وَعَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ، وَسَلْمَانَ، وَعَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو.
وَالصُّنَابِحِيُّ هَذَا الَّذِي رَوَى عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ، لَيْسَ لَهُ سَمَاعٌ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاسْمُهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عُسَيْلَةَ، وَيُكْنَى أَبَا عَبْدِ اللهِ، رَحَلَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُبِضَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الطَّرِيقِ، وَقَدْ رَوَى عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَادِيثَ.
وَالصُّنَابِحُ بْنُ الأَعْسَرِ الأَحْمَسِيُّ صَاحِبُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يُقَالُ لَهُ: الصُّنَابِحِيُّ أَيْضًا، وَإِنَّمَا حَدِيثُهُ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: إِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ فَلاَ تَقْتَتِلُنَّ بَعْدِي

3 - بَابُ مَا جَاءَ أَنَّ مِفْتَاحَ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ

3 - حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، وَهَنَّادٌ، وَمَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، قَالُوا: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ سُفْيَانَ (ح) وحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، عَنْ مُحَمَّدِ ابْنِ الْحَنَفِيَّةِ، عَنْ عَلِيٍّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ.
هَذَا الْحَدِيثُ أَصَحُّ شَيْءٍ فِي هَذَا الْبَابِ وَأَحْسَنُ.
وَعَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ هُوَ صَدُوقٌ، وَقَدْ تَكَلَّمَ فِيهِ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ قِبَلِ حِفْظِهِ.
وسَمِعْت مُحَمَّدَ بْنَ إِسْمَاعِيلَ، يَقُولُ: كَانَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَالْحُمَيْدِيُّ، يَحْتَجُّونَ بِحَدِيثِ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، قَالَ مُحَمَّدٌ: وَهُوَ مُقَارِبُ الْحَدِيثِ.
وَفِي الْبَابِ عَنْ جَابِرٍ، وَأَبِي سَعِيدٍ.

Terjemah Sunan Abu Dawud

Terjemah Sunan Abu Dawud
Kitab terjemah Sunan Abu Dawud salah satu dari kitab hadits yang enam (kutubus sittah). Kitab Sunan Abu Daud adalah kumpulan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud salah satu dari perawi hadits utama. Sunan Abu Dawud berada pada peringkat ketiga dari Kitab Hadits yang enam setelah Bukhari dan Muslim berdasarkan urutan Ibnu Hajar Asqolani.

Nama kitab: Terjemah Sunan Abu Dawud
Judul asal: Sunan Abu Dawud (سنن أبي داود)
Penyusun: Imam Abu Daud Sulaiman bin Al-Asy'ats Al-Sajistani) (أبو داود سليمان بن الأشعث بن إسحاق بن بشير بن شداد بن عمرو الأزدي السَِّجِسْتاني)
Lahir: 202 H/ 817 M
Tempat lahir: Sigistan
Etnis: Persia
Wafat: 275 H / 889 M
Bidang studi: Hadits Nabi (Al Sunnah)
Penerjemah:

Daftar Isi


Download Terjemah Sunan Abu Dawud

- Terjemah Sunan Abu Dawud 1
- Terjemah Sunan Abu Dawud 2
- Terjemah Sunan Abu Dawud 3
- Terjemah Sunan Abu Dawud 4
- Terjemah Sunan Abu Dawud 5
- Terjemah Sunan Abu Dawud 6
- Terjemah Sunan Abu Dawud 7
- Terjemah Sunan Abu Dawud 8

Download Sunan Abu Dawud in English and Arabic
in Five Volumes

- Vol. 1
- Vol. 2
- Vol. 3
- Vol. 4
- Vol. 5

Download versi Arab Lengkap

- Muqaddimah
- Juz 1: Taharah - Shalat
- Juz 2: Shalat
- Juz 3: Zakat - Talak
- Juz 4: Shaum - Kharaj - Fai' - Imarah
- Juz 5: Janaiz - At'imah
- Juz 6: Al-Tib - Al-Diyat
- Juz 7: Al-Sunnah - Al-Adab
- Juz 8

1. Kitab: Thaharah

سم الله الرحمن الرحيم

كِتَابُ الطَّهَارَةِ

1.01- Bab: Menyendiri saat buang hajat

بَابُ التَّخَلِّي عِنْدَ قَضَاءِ الْحَاجَةِ

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ الْقَعْنَبِيُّ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ -يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ-، عَنْ مُحَمَّدٍ -يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو-، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا ذَهَبَ الْمَذْهَبَ أَبْعَدَ
1- Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab al Qa’nabi telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz yakni bin Muhammad dari Muhammad yakni bin Amru dari Abu Salamah dari Al Mughirah bin Syu’bah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila hendak pergi untuk buang hajat, maka beliau menjauh. [Hasan Shahih]

حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ ، نَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، ثنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَرَادَ الْبَرَازَ انْطَلَقَ حَتَّى لَا يَرَاهُ أَحَدٌ

2- Telah menceritakan kepada kami Musaddad bin Musarhad telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus telah mengabarkan kepada kami Isma’il bin Abdul Malik dari Abu az Zubair dari Jabir bin Abdullah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila hendak buang hajat, maka beliau pergi hingga tidak ada seorang pun yang melihatnya. [Shahih]

1.02 Bab: Seseorang Mencari tempat untuk kencing

بَابُ الرَّجُلِ يَتَبَوَّأُ لِبَوْلِهِ

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ ، نَا حَمَّادٌ، أَنَا أَبُو التَّيَّاحِ، [قَالَ]: حَدَّثَنِي شَيْخٌ قَالَ: لَمَّا قَدِمَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبَّاسٍ الْبَصْرَةَ ، فَكَانَ يُحَدَّثُ عَنْ أَبِي مُوسَى ، فَكَتَبَ عَبْدُ اللَّهِ إِلَى أَبِي مُوسَى يَسْأَلُهُ عَنْ أَشْيَاءَ ، فَكَتَبَ إِلَيْهِ أَبُو مُوسَى : إِنِّي كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ ، فَأَرَادَ أَنْ يَبُولَ فَأَتَى دَمِثًا فِي أَصْلِ جِدَارٍ ، فَبَالَ ، ثُمَّ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يَبُولَ فَلْيَرْتَدْ لِبَوْلِهِ مَوْضِعًا

3- Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Hammad telah mengabarkan kepada kami Abu At Tayyah dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Seorang Syaikh dia berkata; ketika Abdullah bin Abbas datang ke Bashrah, dia mendapatkan hadits dari Abu Musa, lalu Abdullah menulis surat kepada Abu Musa untuk menanyakan kepadanya tentang beberapa hal. Maka Abu Musa menulis surat kepadanya (sebagai jawaban), sesungguhnya saya pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari, lalu beliau ingin buang air kecil, maka beliau mendatangi tempat yang bertanah lunak di bagian bawah dinding, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian hendak buang air kecil, maka hendaklah dia mencari tempat yang bertanah lunak untuk kencingnya.”
[Dla’if, karena ada rawi yang majhul, tidak dikenal]

1.03. Bab: Apa yang diucapkan seseorang saat masuk WC

بَابُ مَا يَقُوْلُ الرَّجُلُ إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ

حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ ، ثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ وَعَبْدُ الْوَارِثِ ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ -قَالَ عَنْ حَمَّادٍ- قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ- وَقَالَ : عَنْ عَبْدِ الْوَارِثِ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ – مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
قَالَ أَبُو دَاوُد : رَوَاهُ شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ
وَقَالَ مَرَّةً : أَعُوذُ بِاللَّهِ
و قَالَ وُهَيْبٌ : فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ

4. Telah menceritakan kepada kami Musaddad bin Musarhad telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dan Abdul Warits dari Abdul Aziz bin Shuhaib dari Anas dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila hendak masuk WC -dia (Musaddad) meriwayatkan dari Hammad- beliau mengucapkan: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu” -sedangkan yang dia riwayatkan dari Abdul Warits- beliau mengucapkan: “Aku berlindung kepada Allah dari setan jantan dan setan betina.” [Shahih]
Abu Dawud mengatakan; Syu’bah meriwayatkan dari Abdul Aziz (dengan lafazh); “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu”, [Shahih] dalam kesempatan lain dia meriwayatkan (dengan lafazh); “Aku berlindung kepada Allah”, dan Wuhaib menyebutkan; “Hendaklah dia berlindung kepada Allah.” [Riwayat ini syadz]

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَمْرٍو -يَعْنِي السَّدُوسِيَّ-، قال: ثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ -هُوَ ابْنُ صُهَيْبٍ-، عَنْ أَنَسٍ، بِهَذَا الْحَدِيثِ، قَالَ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ
وَقَالَ شُعْبَةُ : وَقَالَ مَرَّةً : أَعُوذُ بِاللَّهِ

5. Telah menceritakan kepada kami al-Hasan bin Amru, yakni As Sadusi telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Syu’bah dari Abdul Aziz, yaitu Ibnu Shuhaib dari Anas dengan lafazh hadits ini, dia berkata; “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu.”
Syu’bah mengatakan; suatu kali (Abdul Aziz) berkata; “Aku berlindung kepada Allah.”

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مَرْزُوقٍ، أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ النَّضِرِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ الْخَلَاءَ فَلْيَقُلْ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

6. Telah menceritakan kepada kami Amru bin Marzuq telah mengabarkan kepada kami Syu’bah dari Qatadah dari an Nadhr bin Anas dari Zaid bin Arqam dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya tempat buang hajat itu dihadiri oleh setan-setan, maka apabila salah seorang dari kalian mendatangi WC, hendaklah dia mengucapkan; ‘Aku berlindung kepada Allah dari setan laki-laki dan setan wanita.” [Shahih]

1.04 Bab: Makruhnya menghadap kiblat saat buang hajat

بَابُ كَرَاهِيَةِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ عِنْدَ قَضَاءِ الْحَاجَةِ

حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ، ثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ الْأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ سَلْمَانَ، قَالَ: قِيلَ لَهُ: لَقَدْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ كُلَّ شَيْءٍ حَتَّى الْخِرَاءَةَ! قَالَ: أَجَلْ لَقَدْ نَهَانَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ، وَأَنْ لَا نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِينِ، وَأَنْ لَا يَسْتَنْجِيَ أَحَدُنَا بِأَقَلَّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ، أَوْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيعٍ أَوْ عَظْمٍ

7. Telah menceritakan kepada kami Musaddad bin Musarhad telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari al A’masy dari Ibrahim dari Abdurrahman bin Yazid dari Salman dia berkata; dikatakan kepadanya; “Sungguh Nabi kalian telah mengajarkan kepada kalian segala sesuatu hingga urusan buang hajat?” Salman menjawab; “Benar, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang kami menghadap kiblat pada saat buang air besar atau buang air kecil, agar kami tidak beristinja dengan tangan kanan, agar salah seorang dari kami tidak beristinja dengan kurang dari tiga buah batu, atau beristinja dengan kotoran binatang atau tulang.” [Shahih]

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ النُّفَيْلِيُّ، قَالَ : ثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ، عَنْ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا أَنَا لَكُمْ بِمَنْزِلَةِ الْوَالِدِ أُعَلِّمُكُمْ فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ الْغَائِطَ فَلَا يَسْتَقْبِلْ الْقِبْلَةَ وَلَا يَسْتَدْبِرْهَا وَلَا يَسْتَطِبْ بِيَمِينِهِ، وَكَانَ يَأْمُرُ بِثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ وَيَنْهَى عَنْ الرَّوْثِ وَالرِّمَّةِ

8- Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad an Nufaili telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak dari Muhammad bin Ajlan dari al-Qa’qa’ bin Hakim dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku bagi kalian hanyalah seperti kedudukan orang tua, aku ajarkan kepada kalian; apabila salah seorang dari kalian mendatangi tempat buang air (untuk buang air), janganlah dia menghadap kiblat, jangan pula membelakanginya, dan jangan beristinja dengan tangan kanannya.” Dan beliau juga menyuruh untuk beristinja dengan tiga batu, serta melarang beristinja dengan kotoran binatang dan tulang basah. [Hasan] [alkhoirot.org]

Terjemah Hadits Arbain Nawawi

Terjemah Hadits Arbain Nawawi
Nama kitab asal: Al-Arbaun An-Nawawiyah (الأربعون النووية)
Penulis: Yahya bin Syaraf An-Nawawi atau Imam Nawawi ( يحيى بن شرف النووي)
Judul terjemah: Terjemah Matan Hadits Arbain Nawawi
Lahir: Nawa, 631 H/1233 M
Wafat: Damaskus, 676 H/ 1277 M.
Bidang studi: Hadits Nabi


DAFTAR ISI

Hadits ke-1 Amal Tergantung Niat

عَنْ أَمِيرِ المُؤمِنينَ أَبي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِىءٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوله فَهِجْرتُهُ إلى اللهِ وَرَسُوُله، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَو امْرأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ»
رواه إماما المحدثين أبو عبدالله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَرْدِزْبَه البخاري، وأبو الحسين مسلم بن الحجَّاج ين مسلم القشيري النيسابوري، في صحيحيهما اللَذين هما أصح الكتب المصنفة.

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan niatnya. Maka, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin diraih atau wanita yang ingin dinikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia berhijrah kepadanya.”
Diriwayatkan oleh dua imam ahli hadits: Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Bukhari dan Abul Husain Muslim bin Hajjaj bin Muslim al-Qushairi an-Naisaburi di kedua kitab Shahihnya yang merupakan dua kitab paling shahih yang pernah disusun. Shahih al-Bukhari (no. 1, 54, 2529, 3898, 5070, 6689, 6953), Shahih Muslim (no. 1907),


Hadits ke-2: Pengertian Islam, Iman, dan Ihsan

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيضاً قَال: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ، إَذْ طَلَعَ عَلَيْناَ رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثّياب، شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنا أحَدٌ حَتى جَلَسَ إلَى النبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذِيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الإِسْلاَم! فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إلَه إلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُولُ الله، وَتُقِيْمَ الصَّلاَة، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ البيْتَ إِنِ اِسْتَطَعتَ إِليْهِ سَبِيْلاً»

قَالَ: صَدَقْتَ. فَعجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرِنيْ عَنِ الإِيْمَانِ! قَالَ: «أَنْ تُؤمِنَ بِالله، وَمَلاِئكَتِه، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَومِ الآَخِر، وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ»

قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ فَأخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ! قَالَ: «أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ» قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ! قَالَ: «مَا الْمَسئُوُلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ» قَالَ: فَأخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِها! قَالَ: «أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا، وَأَنْ تَرى الحُفَاةَ العُرَاةَ العَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي البُنْيَانِ» ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثتُ مَلِيَّاً ثُمَّ قَالَ: «يَا عُمَرُ! أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلُ؟» قُلْتُ: اللهُ وَرَسُوله أَعْلَمُ قَالَ: «فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلَّمُكُمْ دِيْنَكُمْ» رواه مسلم.

Dari ‘Umar radhiyallahu ‘anhu juga, berkata: pada suatu hari kami duduk di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang kepada kami seseorang yang sangat putih pakaiannya, sangat hitam rambutnya, tidak nampak kalau sedang bepergian, dan tidak ada seorang pun dari kami yang mengenalnya. Kemudian dia duduk menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menyandarkan lututnya kepada lutut beliau, dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas paha beliau. Dia bertanya, “Ya Muhammad! Kabarkan kepadaku tentang Islam.” Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam adalah Anda bersyahadat lâ ilâha illâllâh dan muhammadur rasûlûllâh, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah jika Anda mampu menempuh jalannya.” Lelaki itu berkata, “Engkau benar.” Kami heran terhadapnya, dia yang bertanya sekaligus yang mengoreksinya. Lelaki itu bekata lagi, “Kabarkanlah kepadaku tentang iman!” Beliau menjawab, “Anda beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari Akhir, dan Anda beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” Lelaki itu menjawab, “Engkau benar.” Dia bekata lagi, “Kabarkan kepadaku tentang ihsan!” Beliau menjawab, “Anda menyembah Allah seolah-olah melihatnya. Jika Anda tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat Anda.” Dia berkata lagi, “Kabarkan kepadaku tentang hari Kiamat!” Beliau menjawab, “Tidaklah yang ditanya lebih tahu daripada yang bertanya.” Dia berkata lagi, “Kabarkan kepadaku tentang tanda-tandanya.” Beliau menjawab, “Jika seorang budak wanita melahirkan majikannya, dan jika Anda melihat orang yang tidak beralas kaki, tidak berpakaian, miskin, dan penggembala kambing saling bermegah-megahan meninggikan bangunan.”

Kemudian lelaki itu pergi. Aku diam sejenak lalu beliau bersabda, “Hai ‘Umar! Tahukah kamu siapa yang bertanya itu?” Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya dia Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.” Diriwayatkan oleh Muslim.
[Shahih: Shahih Muslim (no. 8).

DOWNLOAD TERJEMAH DAN SYARAH HADITS NAWAWI

- Terjemah Indonesia Hadis Arbain Nawawi
- Terjemah Bahasa Inggris
- Matan Arbain Nawawi (Arab)
- Syarah Arbain
- Al-Wafi fi Syarh Al-Arbain An-Nawawiyah karya Dr. Mustofa Daib Al-Bigha & Dr. Muhyiddin Mastu
- Al Ta'yin fi Syarhil Arbain 1
- Al Ta'yin fi Syarhil Arbain 2

SYARAH ARBAIN YANG LAIN

الإمام النووي المتوفى 676 هـ صاحب المتن.
تقي الدين أبي الفتح محمد بن علي بن وهب المصري القشيري الشهير بابن دقيق العيد المتوفى 702 هـ.
نجم الدين سليمان بن عبد القوي بن عبد الكريم الطوفي الحنبلي المتوفى 716 هـ.
تاج الدين عمر بن علي اللخمي الفاكهاني المتوفى 734 هـ.
سعد الدين مسعود بن عمر التفتازاني المتوفى 791 هـ.
زيد الدين أبي الفرج عبد الرحمن بن أحمد بن عبد الرحمن السلامي البغدادي ثم الدمشقي الحنبلي الشهير بابن رجب المتوفى 795 هـ.
أبي حفص عمر بن علي بن أحمد الأنصاري الشافعي المعروف بابن الملقن المتوفى 804 هـ.
محمد بن العز الحجازي فرغ من تأيف الشرح سنة 912 هـ.
أحمد بن حجر الهيتمي المكي المتوفى 974 هـ.
أحمد بن حجازي الفشني المتوفى 978 هـ.
أبي الفضل محمد ولي الدين بن علي سالم الشبشيري المتوفى 989 هـ.
إبراهيم بن مرعي بن عطية الشبرخيتي المتوفى 1106 هـ.
ملا علي بن سلطان بن محمد القاري الهروي المكي الحنفي المتوفى 1114 هـ.
محمد حياة السندي المتوفى 1163 هـ.
عبد الله بن محمد النبرواي الشافعي المتوفى 1275 هـ.
إسماعيل بن محمد الأنصاري المتوفى 1317 هـ.
محمد بن عبد الله الجرداني الدمياطي الشافعي المتوفى 1331 هـ.
عبد الوهاب بن مصطفى بن محمد الكفردا علي الحلبي الشهير بابن طلس المتوفى 1335 هـ
عبد المجيد الشرنوبي الأزهري المالكي المتوفى 1348 هـ.
محمد صالح فرفور المتوفى 1407 هـ.

Terjemah Nazham Maqsud

Nama kitab: Terjemah Nazham Maqsud (Nadhom Maqshud)
Judul kitab asal: Nazham Maqsud fi Ilm Al-Sharf ( نظم المقصود في علم الصرف)
Pengarang: Ahmad bin Abdurrohim Al-Tahtawi
Bidang studi: Ilmu Sharaf (Morfologi) Gramatika Bahasa Arab
Penerjemah: M.Asyrofi Fadlly S.Pd.I

Daftar Isi


Download

- Terjemah Bahasa Indonesia
- Matan Maqsud (Arab0
- Syarah Maqshud

PENGANTAR DAN TEKS ARAB

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

1- يَقُوْلُ بَعْدَ حَـمْـدِ ذِي الجَـلاَلِ ** مُـصَـلِّـيًـا عَلَـى النَّـِبيْ وَ الآلِ

2- عَـبْـدٌ أَسِـيْـرُ رَحْمَةِ الـكَرِيمِ ** أَيْ أَحْـمَدُ بْنُ عَابِـدِ الـرَّحِيْــم ِ

أبواب الفعل الثلاثي

3- فِعْلٌ ثـُلاَثِـيٌّ إِذَا يُجَــــرَّدُ ** أَبْوَابُـهُ سِـتٌّ كَمَا سَــتُسْــرَدُ

4- فَالعَيْنُ إِنْ تُفْـتَحْ بِمَاضٍ فَاكْسِـرِ ** أَوْ ضُمَّ أوْ فَافْـتَحْ لَـهَا فِي الغَـابِـرِ

5- وَإِنْ تُـضَمَّ فَاضْمُـمَنْـهَا فِـيْهِ ** أوْ تَـنْـكَسِرْ فَافْتَحْ وَكَسْرًا عِـيْـهِ

6- وَلاَمٌ اوْ عَيْنٌ بِـمَا قَـدْ فُـتِحَـا ** حَلْقِيْ سِوَى ذَا بِالشُّذُوذ ِ اتَّضَحَـا

فصل في أبواب الرباعي المجرد والملحق به

7- ثُمَّ الــرُّبَاعِىُّ بِبَــابٍ وَاحِدِ ** وَ الْحِقْ بِـهِ سِتـًّا بِغَـيْرِ زَائِـدِ

8- فَـوْعَـلَ فَعْوَلَ كَذَاكَ فَـيْعَـلاَ ** فَعْـيَلَ فَـعْلَى وَ كَذَاكَ فَـعْـلَـلاَ

9- زَيْـدُ الثُّلاَثِيْ أَرْبَـعٌ مَعْ عَشْـرِ ** وَهْيَ لِأَقْسَـامٍ ثَـلاَثٍ تَـجْــرِي

فصل في أبواب الثلاثي المزيد

10- أَوَّلُـهَا الرُّبَـاعِ مِثْلُ أَكْرَمَــا ** وَفَعَّـلَ وَ فَـاعَلاَ كَـخَاصَمَـــا

11- وَاخْصُصْ خُمَاسِيًّا بِذِي الأَوْزَانِ ** فَـبَـدْؤُهَا كَـا نْكَـسَرَ وَ الثَّـانِي

12- اِفْـتَعَلَ اِفْـعَلَّ كَذَا تَفَــعَّلاَ ** نَــحْوُ تَعَــلَّمَ وَزِدْ تَفَاعَـــلاَ

13- ثُمَّ السُّدَاسِيْ استَفْعَلاَ وَ افْعَوْعَـلاَ ** وَافْعَــوَّلَ افْعَـنْلَى يَـلِيهِ افْعَنْلَـلاَ

14- وَافْعَالَ مَا قَدْ صَاحَبَ الَّلاَمَينِ ** زَيْـدُ الرُّبَاعِـيِّ عَلَـى نَوْعَــيْنِ

15- ذِي سِتَّةٍ نَحْوُ افْعَلَلَّ افْعَنْلَـلاَ ** ثُـمَّ الـخُـمَاسِيْ وَزْنُـهُ تَفَعْلَـلاَ

1. Syekh Ahmad bin Abdurrohim seorang hamba yang menjadi tawanan rohmat Alloh setelah memuji Alloh yang Maha Agung

2. seraya membaca sholawat dan salam untuk Nabi dan semua keluarganya

BAB FI’IL TSULASI

3. Fi’il tsulasi mujarrod ( fi’il yang terdiri dari 3 huruf asal dan tanpa ( sunyi ) huruf tambahan (ziyadah ) itu babnya itu ada 6 yang akan diterangkan dengan tertib

4. Apabila ‘ain fi’il dari fi’il madli itu dibaca fathah [فَعَلَ ] maka ‘ain fi’il dari fi’il mudlori’ itu boleh wajah 3 yaitu :
1) kasroh [فَعَلَ يَفْعِلُ]
2) dhomah [فَعَلَ يَفْعُلُ]
3) fathah [فَعَلَ يَفْعَلُ]

5. Apabila ‘ain fi’il dari fi’il madli itu dibaca dlomah [فَعُلَ] maka ‘ain fi’il dari fi’il mudlori’ itu hanya dibaca dlomah saja [يَفْعُلُ] dan apabila ‘ain fi’il dari fi’il madli itu dibaca kasroh [فَعِلَ] maka ‘ain fi’il dari fi’il mudlori’ itu boleh dibaca fathah [يَفْعَلُ] dan kasroh [يَفْعِلُ]

6. Fi’il tsulasi mujarrod yang ikut wazan [فَعَلَ يَفْعَلُ] itu disyaratkan ‘ain fi’il atau lam fi’ilnya harus berupa salah satu huruf halqi yang ada 6 [ء، غ،ع، ح، خ، ه] dan jika tidak berupa huruf halqi maka hukumnya syad ( menyimpang dari qoidah yang telah ditentukan )

FASAL BAB RUBA’I DAN RUBA’I MULHAQ

7. Fi’il ruba’i mujarrod ( fi’il yang huruf asalnya ada 4 dan tanpa huruf tambahan ) itu babnya ada satu yaitu [فَعْلَلَ - يُفَعْلِلُ],sedangkan fi’il ruba’i mulhaq mujarrod ( fi’il yang huruf asalnya ada 3 dan di tambah satu huruf untuk disamakan dengan ruba’i mujarrod ) itu babnya ada 6 yaitu :

8.
1. [فَوْعَلَ - يُفَوْعِلُ];
2. [فَعْوَلَ - يُفَعْوِلُ];
3. [فَيْعَلَ - يُفَيْعِلُ];
4. [فَعْيَلَ - يُفَعْيِلُ];
5. [فَعْلَي - يُفَعْلِي];
6. [فَعْلَلَ - يُفَعْلِلُ].


BAB TSULASI MAZID

9. Fi’il tsulasi mazid ( fi’il yang terdiri dari 3 huruf asal lalu menerima huruf tambahan ) itu babnya ada 14 dan terbagi menjadi 3 yang akan diterangkan pada bait berikut

10. Yang pertama adalah fi’il tsulasi mazid ruba’i ( fi’il yang terdiri dari 3 huruf asal lalu ditambah satu huruf ) adapun babnya itu ada 3 yaitu :
1. [أَفْعَلَ - يُفْعِلُ] seperti [أَكْرَمَ - يُكْرِمُ]
2. [فَاعَلَ - يُفَاعِلُ] seperti [خَاصَمَ - يُخَاصِمُ]
3. [فَعَّلَ - يُفَعِّلُ] seperti [فَرَّحَ - يُفَرِّحُ]

11. Yang kedua adalah fi’il tsulasi mazid khumasi ( fi’il yang terdiri dari 3 huruf asal lalu mendapat dua huruf tambahan ) adapun babnya itu ada 5

12. yaitu
1. [اِنْفَعَلَ - يَنْفَعِلُ] seperti [اِنْكَسَرَ - يَنْكَسِرُ]
2. [اِفْتَعَلَ - يَفْتَعِلُ] seperti [اِجْتَمَعَ - يَجْتَمِعُ]
3. [اِفْعَلَّ - يَفْعَلُّ] seperti [اِحْمَرَّ - يَحْمَرُّ]
4. [تَفَعَّلَ - يَتَفَعَّلُ] seperti [تَعَلَّمَ - يَتَعَلَّمُ]
5. [تَفَاعَلَ - يَتَفَاعَلُ] seperti [تَخَاصَمَ - يَتَخَاصَمُ]

13. Yang ketiga adalah fi’il tsulasi mazid sudasi ( fi’il yang terdiri dari 3 huruf asal lalu mendapat tiga huruf tambahan ) adapun babnya itu ada 6 yaitu :

14.
1. [اِسْتَفْعَلَ - يَسْتَفْعِلُ] seperti [استغفر - يستغفر]
2. [اِفْعَوْعَلَ - يَفْعَوْعِلُ] seperti [اعشوشب - يعشوشب]
3. [اِفْعَوَّلَ - يَفْعَوِّلُ] seperti [اجلوذ - يجلوذ]
4. [اِفْعَنْلَي - يَفْعَنْلِي] seperti [اسلنقي - يسلنقي]
5. [اِفْعَنْلَلَ - يَفْعَنْلِلُ] seperti [اقعنسس - يقعنسس]
6. [افعَالَّ - يَفْعَالُّ] seperti [اِحْمَارَّ - يَحْمَارُّ]

BAB FI'IL RUBA'I MAZID

Fi’il ruba’i mazid ( fi’il yang terdiri dari 4 huruf asal lalu mendapatkan tambahan huruf ) itu ada 2 macam :

15. 1 ) Fi’il ruba’i mazid khumasi ( fi’il yang terdiri dari 4 huruf asal lalu
mendapatkan tambahan satu huruf ) yang babnya ada satu yaitu : [تَفَعْلَلَ - يَتَفَعْلَلُ] seperti [تدخرج - يتدخرج]

2 ) Fi’il ruba’i mazid sudasi ( fi’il yang terdiri dari 4 huruf asal lalu
mendapatkan tambahan dua huruf ),sedangkan wazannya ada 2 yaitu:
1. [اِفْعَلَلَّ - يَفْعَلِلُّ] seperti [اقشعر - يقشعر]
2. [اِفْعَنْلَلَ - يَفْعَنْلِلُ] seperti [اخرنجم - يخرجم]

KITAB SYARAH MAQSHUD

Ada tiga kitab syarah Nadhom Maqshud yang cukup populer yaitu:

1. Hallul Ma'qud min Nazhmil Maqshud karya Muhammad Ulaish Al-Maliki
2. Aunul Ma'bud Syarah Nazhmil Maqshud karya Abdurrohman Ibrahim Al-Suraihi.
3. Fathul Wadud Syarah Al-Lu'lu' Al-Mandhud karya Ahmad Jabir Jabran.

Terjemah Matan Imrithi

Terjemah Matan Imrithi
Nama kitab: Terjemah Matan Imrithi Nazham Ajurumiyah
Judul asli kitab: Al-Durrotul Bahiyah Nazhmul Ajurumiyah (الدرة البهية نظم الآجرومية)
Pengarang: Yahya bin Musa bin Ramadhan Al-Imriti Al-Syafi'i (w. 890 H).
Penerjemah: Muwafiqus Shobri
Genre: Ilmu gramatika bahasa Arab Nahwu
Untuk kitab Ajurumiyah versi prosa lihat: Terjemah Matan Ajurumiyah
Daftar Isi

Download

- Terjemah Matan Nazham Imrithi (Indonesia)
- Matan dan Syarah Imrithi (Arab)


المقدمة

1. اَلحْـَــمْدُللهِ الَّــــــــذِى قَــــدْ وَفَقَ *** لِلْعِلْمِ خَيْرَ خَــــــــلْقِهِ وَللِتُّقَى

2. حَتَّى نَحَتْ قُلُـــــــوْبــُهُمْ لِنَـــحْوِهِ *** فَمِنْ عَظِيْمِ شَأْنِهِ لَمْ تَــــــحْوِهِ

3. فَاُشْرِبَتْ مَعْنَى ضَمِيْرِ الشَّانِ*** فَأُعْرِبَتْ فِى اْلحَانِ بِاْلاَلْحَانِ

4. ثُمَ الــصَّلا َ ةُ مَعْ سَـــلاَمٍ لاَئِـــــقِ *** عَلَى النَّبِيِّ اَفْصَـــــــحِ اْلخَلاَئِقِ

5. مُحَمَّـــدٍ وَالاَلِ وَاْلاَصْـــحَابِ *** مَــنْ َاتْقَنُوا الْقُرْاَنَ بِاْلاِعْـــــرَابِ

6. وَبَعْدُ فَاعْلَمْ اَنهُ لمَــَّا اقْتَـــصَـرْ*** جُلُّ اْلوَرَى عَلىَ اْلكَلاَمِ مُخْتَصَر

7. وَكَانَ مَطْلُـــوْباً اَشَدَّ الطَّـلَبِ *** مِنَ اْلوَرَىْ حِــفْظُ الِّسَانِ اْلعَرَبِى

8. كَىْ يَــــفْهَمُوْا مَعَانِيَ اْلــــقُرْاَنِ *** وَالـــسُّنَةِ الــدَّقِـيْــقَةِ اْلمَـــــــعَانِى

9. وَالنَّحْوُ اَوْلَى اَوّلاً اَنْ يُـعْلَمَا *** اِذِ اْلكَـــــلاَمُ دُوْنَـــــهُ لَنْ يُــــــفْهَمَا

10. وَكَانَ خَيْرُ كُــتْبِهِ الصَّغِيْرَةْ *** كُرَّسَةً لَـــــطـِيْفَـــــةً شَـــــــهِيْـــرَةْ

11. فِى عُرْبِهَا وَعُجْمِهَا وَالرُّوْمِ *** اَلـَّفَــــــــهَا الْحَـــــبـْرُ ابْنُ اَجُــرُوْمِ

12. وَانْتَفَعَتْ اَجِلَةٌ بِـــــــعْلِمِهَا*** مَعْ مَاتَرَاهُ مِنْ لَطِـــــيْفٍ حَجْمِهَا

13. نَظَمْتُهَانَظْمًا بَدِيــــْـعًا مُقْتَدِى*** بِاْلاَصْلِ فِى تَقْرِيْبِهِ لِلْمُبْتَدِى

14. وَقَدْ حَذَفْتُ مِنْهُ مَا عَنْهُ غِنَى*** وَزِدْتُهُ فَوَائِدًا بِهَـــــــا اْلغِنــَى

15. مُتَمِّمًا لِغَـــالِبِ اْلاَبْــــــــــــــــوَابِ*** فَجَاءَ مِثْلَ الشَّرْحِ لِلْكِــتاَبِ

16. سُئِلْتُ فِيْهِ مِنْ صَدِيْقٍ صَادِقِ*** يَفْهَمُ قَوْلِى لاِقْتِقَادٍ وَاثِـــــقِ

17. اِذِ اْلفَتَى حَسْبَ اعْتِـــقَادِهِ رُفِع*** وَكُلُّ مَنْ لـَمْ يَعْتَقِدْ لَـمْ يَنْتَفِعْ

18. فَــنَسْـــــأَلُ الْمَنَّانَ اَنْ يُــــــجِيـْرَنَا*** مِنَ الرِّياَ مُضَاعِفًا اُجُوْرَناَ

19. وَاَنْ يَكُــوْنَ نَافـِــعًا بِعِــــــــلْمِهِ*** مَنِ اعْتَنىَ بِحِفْــــــظِهِ وَفَهْمِهِ
Pendahuluan

Segala puji bagi Alloh yang Maha  Penolong mahluq dengan ilmu dan taqwa

Hingga hatinya menuju kepadaNya  Tanpa dapat memuat kebesaranNya

Kalimat tauhid dimasukkan hatinya  Lalu hati bergembira sepenuhnya

Sholawat salam tercurah pada Nabi  Yang berpredikat Afshohil kholaiqi

Muhammad, Keluarga dan sahabatnya  Mereka mengkaji al-Qur’an kitabya

Walau sulit ringkasan ini terbukti  Menjaga lisan arab, ya..dari Ahli

Supaya dapat memahami artinya  Al-Qur’an dan sunnah dengan sebenarnya

Ilmu nahwu lebih utama dikaji  Tanpanya, Qur’an – sunnah tak dipahami

Kitab ini kecil namun yang terbaik  Goresan yang lembut, terkenal dan unik

Ibnu A-Jurumi pengarang dasarnya  Terkenal di Arab dan Manca negara

Bagi pemula, Rangkaian kitab ini  Tampak indah sesuai dengan yang asli

Mengurangi kata kadang kulakukan  Serta menambah faidah kulakukan

Karena menyempurnakan macamnya bab  Maka terbit seperti syarahnya kitab

Mengarang kitab ini terdorong teman  Mereka paham karena keyakinan

Pemuda tergantung tekadnya yang kuat  Tanpa tekad jelas tak dapat manfaat

Semoga mendapat manfaat ilmunya  Orang yang sungguh menghafal memahamnya.


باب الكلام

20. كَلاَمُهُمْ لَفْظٌ مُفِيْدٌ مُسْــــــنَدُ *** وَاْلكلــِمَةُ اللَّفْظُ اْلمُفِيْدُ اْلمُفْرَدُ

21. لاِسْمٍ وَفِعْلٍ ثُمَّ حَرْفٍ تَنْقَسِمْ*** وَهَــــــذِهِ ثَـــــلاَثُهَا هِىَ اْلكَلِمْ

22. وَاْلقَوْلُ لَفْظٌ قَدْ اَفَادَ مُــطْلَقَا*** كَــقُمْ وَقَـــدْ وَاِنَّ زَيْدَا نِارْتَقَى

23. فاَلاْسْمُ بِالتَّنْوِيْنِ وَالْخَفْضِ عُرِفْ *** وَحَرْفِ خَفْضٍ وَبِــــــلاَمٍ وَاَلِفْ

24. وَاْلفِعْلُ مَعْرُوْفٌ بِقَدْ وَالسِّيْنِ*** وَتَاِءتَأْنِيْثٍ مَعَ التَّـــسْكِــــــيْنِ

25. وَتَا فَعَلْتَ مُطْلقًا كَجِئْتَ لِى*** وَالنُّوْنِ وَاْليَا فِى افْعَلَنَّ وَافْعَلِى

26. وَاْلحَرْفُ لمَ ْيَصْلُحْ لَهُ عَــــلاَمَةْ*** اِلاَّ انْــــتِــفَا قُـــبُوْلِــهِ اْلـــــعَلاَمَةْ
BAB AL-KALAM (Kalimat Sempurna)

Kalam nahwu : lafadl mufid serta musnad  Kilmah adalah lafadl mufid yang mufrod

Isim, fi’il serta huruf; bagiannya  Ketiganya terkenal kalim namanya

Qaul adalah lafadl mufid yang mutlaq  Seperti : اِنَّ زَيْدَا نِاْنطَلَقْ , قد , قم

Tanda-tanda isim : Tanwin dan huruf jer  Kemudian Alif-lam dan mutlaqnya jer

سين , قدdan تأ تأنيث mati tanda fi’il Dalam menandai bersikaplah adil

Fi’il dengan ta’ فعلت ditandai  Kemudian nun ِافْعَلَنْ , ya ِافْعَـلِى

Huruf adalah kalimat tanpa tanda  Dalam kalimat isim dan fi’il juga


باب الاعراب

27. اِعْرَابُهُمْ تَغْيِيْرُآخِـــــــرِ اْلـكَلِمْ *** تَقْدِيْرًا اَوْلَفْظًا لِـــــــــعَامِلٍ عُلِمْ

28. اَقْسَامُهُ اَرْبَعَةٌ فَاْلـــــتُعْتَـــــــبَرْ*** رَفْعٌ وَنَصْبٌ وَكَذَا جَزْمٌ وَجَرْ

29. وَاْلكُلُّ غَيْرَ اْلجَزْمِ فِى اْلاَسْمَا يَقَعْ*** وَكُلُّهَا فِى اْلفِعْلِ وَاْلخَفْضِ امْتَنَعْ

30. وَسَائِرُ اْلاَ سْمَاءِ حَيْثُ لاَشِبَهْ*** قَرَّبَهَا مِنَ الْحُرُوْفِ مُـــعْرَبَةْ

31. وَغَيْرُ ذِى اْلاَسْمَاءِ مَبْنِيٌّ خَلاَ*** مُضَارِعٍ مِنْ كُلِّ نُوْنٍ قَدْ خَلاَ
Bab I'rob

I’rob Ahli nahwu : Perubahan pada  Akhir kalimat sebab amil berbeda

Dalam perkiraan ataupun lafadlnya  Rafa’, Nashob, jer dan Jazem bagiannya

Selain jazem I’rob isim semua  Dan selain jer I’rob fi’il semua

Isim dapat dihukumi mu’rob bila  Dengan huruf dekatnya tidak serupa

Fi’il ( lain mudhore’ ) mabni hukumnya  Serta mudhore’ ( يفعلن , يفعلن )


باب علامات الرفع

32. لِلرَّفْعِ مِنْهَا ضَمَّـــــــةٌ وَاوٌ اَلِفْ*** كَذَاكَ نُوْنٌ ثَابِتٌ لاَمُنْحَذِفْ

33. فَالضَّمُّ فِى اسْمٍ مُـــفْرَدٍ كَأَحْمَدُ*** وَجَمْــــعِ تَكْسَيْرٍ كَجَاءَ اْلاَعْبُدُ

34. وَجَمْعِ تَأْنِيْثٍ كَـــــــــــمُسْلِمَاتِ*** وِكُــــلِّ فِعْلٍ مُـــعْرَبٍ كَيَأْتِى

35. وَاْلوَاوُ فِى جَـــــــمْعِ الذُّكُوْرِ السَّالِمِ*** كَالصَّالِحُوْنَ هُمْ اُولُو اْلمَكَارِمِ

36. كَما اَتـَتْ فِى اْلخَمْسَةِ اْلاَسْمَاءِ*** وَهْىَ الَّتِى تَأْتِى عَلَى اْلوِلاَءِ

37. اَبٌ اَخٌ حَمٌ وَفُـــــوْ وَذُو جَــــرَى*** كُلٌّ مُضَافًا مُفْرَدًا مُـــــكَبَّرًا

38. وَفِى اْلمُثَنَّى نَـــحـْوُ زَيْدَا نِ اْلاَلِفْ*** وَالنُّوْنُ فِى اْلمُضَارِعِ الَّذِى عُرِفْ

39. بِيَفْعَلاَنِ تَفْــــــعَـــلاَنِ اَنـْـتُــمَـا*** وَيَفْعَلُوْنَ تَــفـْــــعَـلُوْنَ مَعْــــــهُمَا

40. وَتَفْعَلِيْنَ تَرْحَــــــــمِيْن حَالِى*** وَاشْتَهَرَتَ بِالْخَمْسَةِ اْلاَفْعَالِ
Tanda I'rob Rofa'

Tanda-tanda I’rob rofa’ ada empat  Dhommah, wawu, alif, serta nun yang tetap

Dhommah bertempat pada isim yang mufrod  Dan jamak taksir seperti yang dimurod.

Dan jamak ta’nis, contoh :مسلماتُ  Serta fi’il mudhore’ contoh : يَسْكُتُ

Jama’ mudzakar salim, Wawu rofa’nya  Seperti جاءَ الصَّالِحُوْنَ contohnya

Juga bertempat pada Asma’ul khomsah  ذو , فو , حم , اخ , اب Jangan salah

Semua berlaku hanya dengan dasar  Syarat; mudhof, mufrod dan juga mukabbar

Isim tasniyah, Rofa’nya dengan alif  Tanda nun di fi’il mudhore’ yang ta’rif

Ya’ni lafadl يفعلان , تفعلان 

Dan lafadlتَفْعَلِيْنَ yang sangat mudah  Terkenal dengan nama Af’alul khomsah.


باب علامات النصب

41.ِ للنَّصْبِ خَمْسٌ وَهْيَ فَتْحَةٌ اَلِـــــفْ*** كَسْرٌ وَياَءٌ ثُمَّ نُوْنٌ تَـنْحَذِفْ

42. فَانْصِبْ بِفَتْحٍ مَا بِــــضَمٍّ قَدْ رُفِــعْ*** ِالاَّ كَــــهِنْدَاتِ فَفَتْحُهُ مُنِعْ

43. وَاجْـــعَلْ لِنَصْبِ الْخَمْسَـــــةِ اْلاَسْماََ اَلِفْ*** وَانْصِبْ بِكَسْرٍ جَمْعَ تَأْنِيْثٍ عُرِفْ

44. والنَصْبُ فِى الاِسْمِ الذِى قَدْ ثُنِيَا*** وَجَمْعِ تَذْكِيْرٍ مُصَحَحٍ بِيَا

45. وَاْلخَمْسَةُ اْلاَفْعَالِ حَيْثُ تَنْتَصِبْ*** فَحَذْفث النُّوْنِ الرَّفْعِ مُطْلَقًا يَجِبْ
Tanda I'rob Nashob

Tanda I’rob nashob lima tanpa kurang  Fathah, alif, kasroh, ya’, nun yang terbuang

Yang rofa’nya dhommah, Nashob dengan fathah Kecualiهندات dicegah fathah

Asma’ul khomsah dengan Alif nashobnya  Jama’ muannas salim, Kasroh nashobnya.

Huruf ya’ tanda nashob isim tastniyah  Dan jamak mudzakar salim tanpa salah

Af’alul khomsah, Nashobnya ditandai  Dengan membuang nun rofa’ yang terjadi

Terjemah Matan Jurumiyah

Terjemah Matan Jurumiyah
Terjemah Matan Al-Ajurumiyah (Jurmiyah) kitab ilmu Nahwu. Kitab ilmu nahwu atau kaidah bahasa Arab paling populer di pesantren salaf untuk pelajaran bahasa Arab tingkat dasar dan dipelajari di Madrasah Diniyah Al-Khoirot Kelas Ula 2.

Nama kitab: Terjemah Kitab Matan Ajurumiyah (Jurmiyah)
Judul kitab asal: Matn Al-Ajurumiyah (متن الآجرومية)
Pengarang: Muhammad bin Muhammad bin Dawud Al-Shonhaji Abu Abdillah
Nama pengarah dalam bahasa Arab: محمد بن محمد بن داود الصنهاجي أبو عبد الله
Penerjemah:
Bidang studi: Ilmu Nahwu (Gramatika Bahasa Arab)

DAFTAR ISI

Download:
- Terjemah Indonesia (pdf)
- Terjemah Inggris (pdf)
- Versi Arab (pdf)
- Kafrawi Syarah Ajurumiyah (pdf)


متن الأجرومية

الكلامُ : هو اللفظُ المُرَكَّبُ المُفيدُ بالوَضْع،
وأقسامُه ثلاثة: اِسمٌ ، وفعلٌ، وحَرفٌ جاءَ لمَعنى
فالاسم يُعرَفُ بالخَفضِ، والتنوينِ ،ودخولِ الألف واللام، وحروفِ الخَفضِ وهي: مِن، واِلى ،وعَن، وعلى، وفِي ، ورُبَّ، والباءُ، والكافُ، واللامُ، وحروفِ القَسَم وهي:الواو، والباء، والتاء.
والفعلُ يُعرَفُ بقد، والسِّين، وسَوف،وتاء التأنيث الساكنة.
والحرفُ ما لا يَصلُحُ معه دليلُ الاسم ولا دليل الفعل.

PENGERTIAN KALAM / KALIMAT SEMPURNA

Artinya: Kalam[1] adalah susunan kata yang sempurna menurut standar bahasa Arab.

Kalam terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu isim (kata benda), fi'il (kata kerja) dan huruf yang bermakna.

Isim (kata benda) dapat diketahui dengan (a) jer, (b) tanwin, (c) alif laf (al).
Huruf jer adalah min, ila, 'an, 'ala, fi, rubba, ba', kaf, lam, huruf sumpah yaitu wawu, ba', ta'.

Fi'il (kata kerja) dapat diketahui dengan qad, sin, sawfa, tak ta'nits yang sukun.

Huruf adalah kata yang tidak ada tanda isim dan fi'il.

----------------
[1] Kalam dalam bahasa Indonesia adalah kalimat sempurna yaitu kumpulan kata-kata yang minimal terdiri dari subyek dan predikat (SP) atau subyek, predikat, obyek (SPO).


PENGERTIAN I'RAB (I'ROB)


باب الإعراب

الإعراب : هو تغيير أواخرِ الكَلِم،لاختلافِ العوامل الداخلة عليها لفظا أو تقديرا،
وأقسامُه أربعة : رَفع، ونَصب ، وخَفْض ، وجَزْم.
فللأسماء من ذلك الرفع،والنصب، والخفض، ولا جزم فيها.
وللأفعالِ من ذلك : الرفع ، والنصب، والجزم ولا خَفضَ فيها.

I'rab adalah perubahan akhir kata karena perbedaan amil yang masuk padanya baik perubahan secara jelas (lafdzi) atau dikira-kira.

I'rab adalah perubahan akhir kata karena perbedaan amil yang masuk padanya baik perubahan secara jelas (lafdzi) atau dikira-kira.

JENIS I'ROB

I'rab ada 4 (empat): rafa', nashab, jer (khafadh), jazm.

I'ROBNYA ISIM (KATA BENDA)

I'rab dari kata benda (isim) adalah rafa', nashab, jer (khafadh)


I'ROBNYA FI'IL (KATA KERJA)

I'rab dari kata kerja (fi'il) adalah rafa', nashab, jazm.


I'RAB RAFAK

i'rob rofak


للرفع أربعُ علامات: الضمة ،والواو، والألف، والنون.

فأما الضمة فتكون علامة للرفع في أربعة مواضع : في الاسم المُفرد، وجَمع التكسير، وجمع المؤنث السالم، والفعل المضارع الذي لم يتصل بآخره شيء.
وأما الواو فتكون علامة للرفع في موضعين: في جمع المذكر السالم، والأسماء الخمسة، وهي: أبوك وأخوك وحَمُوك وفُوكَ وذو مالٍ .
وأما الألف فتكون علامة للرفع في تَثْنِيَة الأسماء خاصة.
وأما النون فتكون علامة للرفع في الفعل
المضارع إذا اتصل به ضمير تثنية، أو ضمير جمع، أو ضمير المؤنَّثَة المُخَاطَبَة.

BAB TANDA I'ROB ROFA'

TANDA I'ROB RAFA'
I'rab rafa' mempunyai 4 (empat) tanda: harkat dhammah, huruf wawu, huruf alif, huruf nun. Terjemah kitab Matan Jurumiyah

I'rab rafa' mempunyai 4 (empat) tanda: harkat dhammah, huruf wawu, huruf alif, huruf nun.

HARKAT DHOMMAH SEBAGAI TANDA I'ROB RAFA'
Harkat dhammah menjadi tanda i'rab rafa' dalam 4 (empat) tempat: isim mufrad (kata benda tunggal), jamak taksir (kata benda jamak tak beraturan), jamak mu'annats salim (kata benda jamak perempuan), fi'il (kata kerja) mudharik yang akhirnya tidak bertemu sesuatu.

HURUF WAWU SEBAGAI TANDA I'ROB RAFA'
Huruf wawu menjadi tanda i'rab rafa' dalam 2 (dua) tempat: jamak mudzakkar salim (kata benda jamak beraturan untuk laki-laki), asma'ul khamsah (kata benda yang lima) yaitu أبوك وأخوك وحَمُوك وفُوكَ وذو مالٍ

HURUF ALIF SEBAGAI TANDA I'ROB RAFA'
Huruf alif menjadi tanda i'rab rafa' pada isim tasniyah atau kata benda yang menunjukkan arti dua.

HURUF NUN SEBAGAI TANDA I'ROB RAFA'

Huruf nun menjadi tanda i'rab rafa' pada fi'il (kata kerja) mudharik yang akhirnya bertemu dengan dhamir tasniyah (kata ganti dua orang), dhamir jamak (kata gantijamak), dhamir mu'annats mukhatabah (kata ganti perempuan tunggal).

TANDA I'ROB NASHAB/NASHOB


وللنصب خمس علامات: الفتحة ، والألف، والكسرة ، والياء، وحذف النون.

فأما الفتحةُ فتكون علامةً للنصب في ثلاثة مواضع: في الاسم المفرد ، وجمع التكسير، والفعل المضارع إذا دخل عليه ناصِبٌ ولم يَتَّصل بآخره شيء.
وأما الألف فتكون علامة للنصب في الأسماء الخمسة نحو:رأيتُ أباكَ وأخاكَ ، وما أشبَهَ ذلك.
وأما الكسرة فتكون علامة للنصب في جمع المؤنث السالم. وأما الياء فتكون علامة للنصب في التثنية والجمع.
وأما حذفُ النُّون فيكون علامة للنصب في الأفعال الخمسة التي رفعها بثَبَاتِ النون.

I'rab nashab mempunyai 5 (lima) tanda yaitu harkat fathah, huruf alif, harkat kasrah, huruf ya', membuang huruf nun.
Terjemah ilmu nahwu kitab matan Al-Jurumiyah

I'rab nashab mempunyai 5 (lima) tanda yaitu harkat fathah, huruf alif, harkat kasrah, huruf ya', membuang huruf nun.

HARKAT FATHA SEBAGAI TANDA I'ROB NASHAB

Harkat fathah menjadi tanda i'rab nashab dalam 3 (tiga) tempat yaitu isim mufrad (kata benda tunggal), isim jamak taksir (kata benda jamak tak beraturan), fi'il mudharik yang kemasukan amil nashab dan akhirnya tidak bertemu sesuatu.

HURUF ALIF SEBAGAI TANDA I'ROB NASHAB

Huruf alif menjadi alamat nashab dalam asma'ul khamsah (isim yang lima). Contoh, رأيتُ أباكَ وأخاكَ

HARKAT KASRAH SEBAGAI TANDA I'ROB NASHAB

Harkat kasrah menjadi tanda i'rab nashab dalam isim jamak muannats salim (kata benda jamak untuk perempuan).


HURUF YA' SEBAGAI TANDA I'ROB NASHAB

Huruf ya' menjadi tanda i'rab nashab dalam isim tasniyah (kata benda arti dua) dan jamak mudzakkar salim (kata benda jamak beraturan untuk laki-laki).

MEMBUANG HURUF NUN SEBAGAI TANDA I'ROB NASHAB

Membuang huruf nun menjadi tanda i'rab nashab dalam af'alul khamsah (fi'il mudharik yang lima) yang rafa'-nya memakai nun.


TANDA I'ROB JAR (KHAFADZ)


وللخفضِ ثلاثُ علامات: الكسرة، والياء ، والفتحة.

فأما الكسرةُ فتكونُ علامةً للخفضِ في ثلاثة مواضع، في الاسم المفرد المُنصَرِف، وجمع التكسير المُنصَرِف، وجمع المؤنث السالم.
وأما الياء فتكون علامة للخفض في ثلاثة مواضع: في الأسماء الخمسة، وفي التثنية والجمع.
وأما الفتحة فتكون علامة للخفض في الاسم الذي لا ينصَرِف.


Tanda I'rab jer/jar (khafadh) ada 3 (tiga) yaitu harkat kasrah, huruf ya', harkat fathah.
Terjemah kitab ilmu nahwu matan Al-Jurumiyah

Tanda I'rab jer (khafadh) ada 3 (tiga) yaitu harkat kasrah, huruf ya', harkat fathah.

HARKAT KASRAH SEBAGAI TANDA I'ROB JAR

Harkat kasrah menjadi tanda i'rab jar (khafadh) dalam 3 (tiga) tempat yaitu isiam mufrad munsharif (kata benda tunggal yang munsharif), jamak taksir munsharif (kata benda jamak yang munsharif) dan jamak mu'annats salim (kata benda jamak untuk perempuan).

HURUF YA' SEBAGAI TANDA I'ROB JAR

Huruf ya' menjadi tanda i'rab jar (khafadz) dalam 3 (tiga) tempat: asma'ul khamsah (isim yang lima), isim tasniyah (kata benda arti dua), jamak mudzakkar salim (kata benda jamak untuk laki-laki).

HARKAT FATHAH SEBAGAI TANDA I'ROB JAR

Harkat fathah menjadi tanda i'rab jar (khafadh) dalam isim (kata benda) yang tidak munsharif.[alkhoirot.org]


TANDA I'ROB JAZM


وللجَزمِ علامتان: السُّكُون والحَذف،

فأما السكون فيكون علامة للجزم في الفعل المضارع الصحيح الآخر.
وأما الحذف فيكون علامة للجزم في الفعل المضارع المُعتَلِّ الآخِر، وفي الأفعال الخمسة التي رَفْعُهَا بثَبَات النون.

I'rab jazam mempunyai 2 (dua) tanda yaitu sukun dan membuang (hadzf)

TANDA I'RAB JAZM ADA 2 (DUA)

I'rab jazam mempunyai 2 (dua) tanda yaitu sukun dan membuang (hadzf)

SUKUN SEBAGAI TANDA I'RAB JAZM)

Sukun menjadi tanda i'rab jazam pada fi'il mudharik (kata kerja waktu sekarang atau akan datang) yang sahih akhir.

MEMBUANG HURUF SEBAGAI TANDA I'RAB JAZM)

Membuang huruf (al-hadzfu) menjadi alamat i'rab jazm dalam (a) fi'il mudharik yang mu'tal akhir dan (b) dalam af'alul khamsah (fi'il yang lima) yang rafa'nya dengan tetapnya nun.[alkhoirot.org]