Terjemah Kitab Safinatun Naja

Terjemah Matan Kitab Safinah (Safinatun Najah) karya Syekh Salim bin Samir Al-Hadhrami fiqih Madzhab Syafi'i . Salah satu kitab fikih yang populer

Terjemah Kitab Safinatun Najah

Nama kitab: Terjemah Safinatun Najah,
Judul asal: Safinatun Najah Safinah Al-Najah (متن سفينة النجا في ما يجب على العبد لمولاه)
Penulis: Syaikh Salim bin Samir Al-Hadrami
Bidang studi: Fikih madzhab Syafi'i
Penerjemah: 

Ingin belajar agama di Ponpes Terbaik? Kunjungi Pesantren Al-Khoirot Malang
Program utama:
1. Santri reguler (pendidikan formal dan madrasah diniyah); 2. Santri Dewasa; 3. Santri Kilat; 4. Tahfidz Quran; 5. Bahasa Arab modern dan klasik (kitab kuning).
Sistem: Salaf & Modern
Manhaj: Aswaja (NU)



Daftar Isi

  1. Download Safinatun Naja
  2. Pengantar Pengarang
  3. Rukun Islam
  4. Rukun Iman
  5. Pengertian Lafadz Lailaha Illallah
  6. Tanda-tanda Baligh (Dewasa)
  7. Bersuci Memakai Batu
  8. Fardhu dan Rukun Wudhu
  9. Pengertian Niat dan Tertib
  10. Air
  11. Perkara yang Mewajibkan Mandi
  12. Fardhu dan Rukun Mandi Junub
  13. Syarat-syarat Wudhu
  14. Perkara yang Membatalkan Wudhu
  15. Larangan Bagi yang Batal Wudhu
  16. Larangan Bagi Orang Junub
  17. Larangan Bagi Wanita Haid
  18. Sebab-Sebab Tayammum
  19. SyaratTayammum
  20. Rukun Tayammum
  21. Pembatal Tayammum
  22. Benda Najis yang Bisa Suci
  23. Macam-macam Najis
  24. Cara Menbasuh Najis
  25. Masa Haid
  26. Masa Nifas
  27. Udzurnya Shalat
  28. Syarat Shalat
  29. Hadas
  30. Aurat
  31. Rukun dan Fardhu Shalat
  32. Tingkatan Niat
  33. Syarat Takbiratul Ihram
  34. Syarat Membaca Al-Fatihah
  35. Tasydid Al-fatihah
  36. Waktu Sunnah Mengangkat Kedua Tangan
  37. Syarat Sujud
  38. Anggota Sujud
  39. Tasydid Tahiyat (Tasyahud)
  40. Tasydid Shalawat
  41. Paling Sedikitnya Salam
  42. Waktu-waktu Shalat Fardhu
  43. Waktu Haram Mengerjakan Shalat
  44. Diam yang Disunnahkan
  45. Rukun yang Wajib Tuma'ninah
  46. Sebab Sujud Sahwi
  47. Sunnah Ab'ad dalam Shalat
  48. Pembatal Shalat
  49. Kapan Niat Jadi Imam itu Wajib
  50. Syarat Jadi Makmum
  51. Syarat Sah Shalat Berjamaah
  52. Yang Tidak Sah Shalat Berjamaah
  53. Syarat Jamak Taqdim
  54. Syarat Jamak Ta'khir
  55. Syarat Shalat Qashar
  56. Syarat Shalat Jum’at
  57. Rukun Khutbah Jum’at
  58. Syarat Khutbah Jum’at
  59. Cara Mengurus Jenazah
  60. Cara Memandikan Jenazah
  61. Cara Mengkafani Jenazah
  62. Rukun Shalat Jenazah
  63. Cara Mengubur Jenazah
  64. Membongkar Kuburan
  65. Hukum Minta Bantuan dalam Bersuci
  66. Zakat
  67. Perkara yang Mewajibkan Puasa
  68. Syarat Sahnya Puasa
  69. Syarat wajib Puasa
  70. Rukun Puasa
  71. Sesuatu yang Mewajibkan Kafarah
  72. Wajib Imsak dan Qadha Puasa
  73. Pembatal Puasa
  74. Macam-macam Iftar
  75. Yang tidak membatalkan Puasa Walaupun Sampai ke Rongga
  76. Penutup (Khotimah) 
  77. Kitab Fikih lain
    1. Terjemah Matan Taqrib
    2. Terjemah Fathul Qorib
    3. Terjemah Minhajut Talibin
    4. Terjemah Fahul Muin
    5. Terjemah Safinatun Najah
    6. Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Naja
    7. Terjemah Kitab At Tahzhib Dalil Al-Quran dan Sunnah dari Matan Taqrib
    8. Terjemah Ibanatul Ahkam Syarah Bulughul Maram 
    9. Terjemah Uqudul Lujain 
    10. Terjemah Al-Umm Syafi'i
  78. Kitab Kaidah Fikih dan Ushul Fikih   
    1. Terjemah Al-Waraqat
    2. Terjemah Kitab Jam'ul Jawamik
    3. Terjemah Lubbul Ushul
  79. Kembali ke: Fiqih

Download Terjemah Safinatun Naja:

-- Terjemah Bahasa Indonesia
- Safinatun Najah versi Arab

Download Syarah Safinatun Najah

-- Kasyifatus Saja ( كاشفة السجا شرح سفينة النجا)
-- Ghayatul Muna (غاية المنى بشرح سفينة النجا)

PENGANTAR


متن سفينة النجا في اصول الدين والفقه للشيخ العالم الفاضل : سالم بن سمير الحضرمي على مذهب الامام الشافعي

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين ، وبه نستعين على أمور الدنيا والدين ،وصلى الله وسلم على سيدنا محمد خاتم النبيين ،واله وصحبه أجمعين ، ولاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم ،


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Segala puji hanya kepada Allah Tuhan semesta alam, dan kepadaNya jualah kita memohon pertolongan atas segala perkara dunia dan akhirat. Dan shalawat serta salamNya semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW Penutup para nabi, juga terhadap keluarga, sahabat sekalian. Dan tiada daya upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Perkasa.


Rukun Islam ada lima perkara, yaitu:

فصل أركان الإسلام

(فصل) أركان الإسلام خمسة : شهادة أن لاإله إلاالله وأن محمد رسول الله وإقام الصلاة ، وإيتاء الزكاة , و صوم رمضان ، وحج البيت من استطاع إليه سبيلا .


1. Bersaksi bahwa tiada ada tuhan yang haq kecuali Alloh Subhaanahu wa Ta'aala dan Nabi Muhammad Sholalloohu 'Alayhi wa Sallam adalah utusanNya.
2. Mendirikan sholat (lima waktu).
3. Menunaikan zakat.
4. Puasa Romadhan.
5. Ibadah haji ke baitullah bagi yang telah mampu melaksanakannya.



فصل أركان الإيمان

(فصل ) أركان الإيمان ستة: أن تؤمن بالله ، وملائكته، وكتبه ، وباليوم الآخر ، وبالقدر خيره وشره من الله تعالى .


Rukun iman ada enam, yaitu:

1. Beriman kepada Alloh Subhaanahu wa Ta'aala.
2. Beriman kepada sekalian Mala’ikat
3. Beriman dengan segala kitab-kitab suci.
4. Beriman dengan sekalian Rosul-rosul.
5. Beriman dengan hari kiamat.
6. Beriman dengan ketentuan baik dan buruknya dari Alloh Subhaanahu wa Ta'aala.


PENGERTIAN LAFADZ LAILAHA ILLALLAH

(فصل ) ومعنى لاإله إلاالله : لامعبود بحق في الوجود إلا الله .

Adapun arti “La ilaha illah”, yaitu: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dalam kenyataan selain Alloh.

Tanda-tanda Baligh (Dewasa)

(فصل ) علامات البلوغ ثلاث : تمام خمس عشرة سنه في الذكروالأنثى ، والاحتلام في الذكر والأنثى لتسع سنين ، و الحيض في الأنثى لتسع سنين .

Adapun tanda-tanda balig (mencapai usia remaja) seseorang ada tiga, yaitu:
1. Berumur seorang laki-laki atau perempuan lima belas tahun.
2. Bermimpi (junub) terhadap laki-laki dan perempuan ketika melewati sembilan tahun.
3. Keluar darah haidh sesudah berumur sembilan tahun .


Bersuci Memakai Batu

(فصل) شروط إجزاء الحَجَرْ ثمانية: أن يكون بثلاثة أحجار ، وأن ينقي المحل ، وأن لا يجف النجس ، ولا ينتقل ، ولا يطرأ عليه آخر ، ولا يجاوز صفحته وحشفته ، ولا يصيبه ماء ، وأن تكون الأحجار طاهرة.

Syarat boleh menggunakan batu untuk beristinja ada delapan, yaitu:
1. Menggunakan tiga batu.
2. Mensucikan tempat keluar najis dengan batu tersebut.
3. Najis tersebut tidak kering.
4. Najis tersebut tidak berpindah.
5. Tempat istinja tersebut tidak terkena benda yang lain sekalipun tidak najis.
6. Najis tersebut tidak berpindah tempat istinja (lubang kemaluan belakang dan kepala kemaluan depan) .
7. Najis tersebut tidak terkena air .
8. Batu tersebut suci.


Fardhu dan Rukun Wudhu

(فصل ) فروض الوضوء ستة: الأول:النية ، الثاني : غسل الوجه ، الثالث: غسل اليدين مع المرفقين ، الرابع : مسح شيء من الرأس ، الخامس : غسل الرجلين مع الكعبين ، السادس :الترتيب .


Rukun wudhu ada enam, yaitu:

1. Niat.
2. Membasuh muka
3. Membasuh kedua tangan serta siku.
4. Menyapu sebagian kepala.
5. Membasuh kedua kaki serta buku lali.
6. Tertib. [alkhoirot.org]

(Fasal Empat) Niat adalah menyengaja suatu (perbuatan) berbarengan (bersamaan) dengan perbuatannya didalam hati.

Adapun mengucapkan niat tersebut maka hukumnya sunnah, dan waktunya ketika pertama membasuh sebagian muka.

Adapun tertib yang dimaksud adalah tidak mendahulukan satu anggota terhadap anggota yag lain (sebagaimana yang telah tersebut).

(Fasal Lima) Air terbagi kepada dua macam;

  •  Air yang sedikit.
  •  Dan air yang banyak.


Adapun air yang sedikit adalah air yang kurang dari dua qullah . Dan air yang banyak itu adalah yang sampai dua qullah atau lebih.

Air yang sedikit akan menjadi najis dengan sebab tertimpa najis kedalamnya, sekalipun tidak berubah. Adapun air yang banyak maka tdak akan menjadi najis 

(Fasal Enam) Yang mewajibkan mandi ada enam perkara, yaitu:
1- Memasukkan kemaluan (kepala dzakar) ke dalam farji (kemaluan) perempuan.
2- Keluar air mani.
3- Mati.
4- Keluar darah haidh [datang bulan].
5- Keluar darah nifas [darah yang keluar setelah melahirkan].
6- Melahirkan.

(Fasal Tujuh) Fardhu–fardhu (rukun) mandi yang diwajibkan ada dua perkara, yaitu:
1- Niat mandi wajib.
2- Menyampaikan air ke seluruh tubuh dengan sempurna.

(Fasal Delapan) Syarat– Syarat Wudhu` ada sepuluh, yaitu:
1- Islam.
2- Tamyiz (cukup umur dan ber’akal).
3- Suci dari haidh dan nifas.
4- Lepas dari segala hal dan sesuatu yang bisa menghalang sampai air ke kulit.
5- Tidak ada sesuatu disalah satu anggota wudhu` yang merubah keaslian air.
6- Mengetahui bahwa hukum wudhu` tersebut adalah wajib.
7- Tidak boleh beri`tiqad (berkeyakinan) bahwa salah satu dari fardhu–fardhu wudhu` hukumnya sunnah (tidak wajib).
8- Kesucian air wudhu` tersebut.
9- Masuk waktu sholat yang dikerjakan.
10- Muwalat .
Dua syarat terakhir ini khusus untuk da`im al-hadats .

(Fasal Sembilan) Yang membatalkan wudhu` ada empat, yaitu:
1- Apa bila keluar sesuatu dari salahsatu kemaluan seperti angin dan lainnya, kecuali air mani.
2- Hilang akal seperti tidur dan lain lain, kecuali tidur dalam keadaan duduk rapat bagian punggung dan pantatnya dengan tempat duduknya, sehingga yakin tidak keluar angin sewaktu tidur tersebut
3- Bersentuhan antara kulit laki–laki dengan kulit perempuan yang bukan muhrim baginya dan tidak ada penghalang antara dua kulit tersebut seperti kain dll.
”Mahram”: (orang yang haram dinikahi seperti saudara kandung).
4- Menyentuh kemaluan orang lain atau dirinya sendiri atau menyentuh tempat pelipis dubur (kerucut sekeliling) dengan telapak tangan atau telapak jarinya.

Larangan bagi orang yang berhadats kecil ada tiga, yaitu:
1- Shalat, fardhu maupun sunnah.
2- Thowaaf (keliling ka`bah tujuh kali).
3- Menyentuh kitab suci Al-Qur`an atau mengangkatnya.

Larangan bagi orang yang berhadats besar (junub) ada lima, yaitu:
1- Sholat.
2- Thowaaf.
3- Menyentuh Al-Qur`an.
4- Membaca Al-Qur`an.
5- I`tikaf (berdiam di masjid).

Larangan bagi perempuan yang sedang haidh ada sepuluh, yaitu:
1- Sholat.
2- Thowaaf.
3- Menyentuh Al-Qur`an.
4- Membaca Al-Qur`an.
5- Puasa
6- I’tikaf di masjid.
7- Masuk ke dalam masjid sekalipun hanya untuk sekedar lewat jika ia takut akan mengotori masjid tersebut.
8- Cerai, karena itu, di larang suami menceraikan isterinya dalam keadaan haidh.
9- Jima`.
10- Bersenang – senang dengan isteri di antara pusar dan lutut.

LihatTutupKomentar