Terjemah Tafsir Ibnu Katsir

Terjemah Tafsir Ibnu Katsir (Ibn Kathir) Judul asal: Tafsir Al-Quran Al-Azhim (تفسير القرأن العظيم) Penulis: Ismail ibnu Katsir Tafsir Al-Quran

Terjemah Tafsir Ibnu Katsir
Ibnu Katsir, penulis Tafsir Ibnu Kathir (Ibn Kathir), adalah seorang ulama murid dari Ibnu Taimiyah yang berakidah Atsariyah atau Ahlul Hadits. Bukan Aqidah Asy'ariyah atau Maturidiyah, oleh karena itu, pembaca Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) hendaknya berhati-hati dalam menyikapi penafsiran Ibnu Katsir dalam soal sifat musyabihat Allah. Dan itu juga sebabnya tafsir ini disukai kalangan Wahabi Salafi karena ada kemiripan dengan akidah Wahabi. Namun demikian, secara fikih Ibnu Kathir bermazhab Syafi'iyah.

Nama kitab: Terjemah Tafsir Ibnu Katsir
Judul asal: Tafsir Al-Quran Al-Azhim (تفسير القرأن العظيم)
Penulis: Ismail ibnu Katsir
Penerjemah:
Bidang studi: Tafsir Al-Quran

Daftar Isi

  1. Profil Tafsir Ibnu Katsir
  2. Profil Ismail ibnu Katsir
  3. Mukaddimah
  4. Download Terjemah Ismail ibnu Katsir
  5. Download Ismail ibnu Katsir versi Arab 
  6. Kitab Tafsir Lain
    1. Terjemah Tafsir Tabari 
    2. Terjemah Tafsir al-Qurtubi
    3. Terjemah Tafsir Jalalain
    4. Terjemah Tafsir Ibnu Katsir
    5. Terjemah Tafsir al-Munir Wahbah Zuhaili 
    6. Terjemah Tafsir Fathul Qadir al-Syaukani
    7. Terjemah Tafsir Fi Zhilalil Quran Sayid Qutub 
    8. Tafsir al-Mishbah Quraish Shihab
    9. Tafsir Al-Azhar Hamka
    10. Tafsir An-Nur Hasbi Ash-Shiddieqy 
    11. Tafsir al-Ibriz Bisri Mustofa 
    12. Tafsir al-Quran Kemenag 
    13. Tafsir Quran Karim Mahmud Yunus
    14. Terjemah Al-Quran berdasar Juz
  7. Terjemah Tafsir Al-Quran Lain

PROFIL KITAB TAFSIR IBNU KATSIR

Ibnu Katsir memiliki metode sendiri yang digunakan untuk menulis tafsirnya, yakni:

- Tafsir Alquran dengan Alquran sendiri.
- Selanjutnya bila penafsiran Alquran dengan Alquran tidak didapatkan, maka Alquran harus ditafsirkan dengan hadis Nabi Muhammad, sebab menurut Alquran sendiri Nabi Muhammad memang diperintahkan untuk menerangkan isi Alquran.
- Jika yang kedua tidak didapatkan, maka Alquran harus ditafsirkan oleh pendapat para sahabat karena merekalah orang yang paling mengetahui konteks sosial turunnya Alquran.
- Jika yang ketiga juga tidak didapatkan, maka pendapat dari para tabiin dapat diambil.

Perlu diketahui bahwa walaupun Ibnu Katsir secara fikih bermadzhab Syafi'i, namun secara aqidah tidak mengikuti akidah Asy'ariyah melainkan akidah Atsariyah atau Ahlul Hadits. Oleh karena itu, cara tafsir ini dalam menyikapi sifat musyabihatnya Allah juga berdasarkan pada akidah Atsariyah yakni menyerahkan sepenuhnya pada Allah tidak menakwilkannya sebagaimana cara Asy'ariyah dan Maturidiyah. Tapi juga tidak memakai cara mujassimah yang menyamakan sifat Allah dengan makhluknya sebagaimana penafsiran gurunya, Ibnu Taimiyah.

PROFIL PENULIS: IBNU KATSIR

Nama: Ibnu Katsir (ابن كثير ), Ismail ibnu Kathir.
Nama lengkap: Abu al-Fida' Imadud Din Isma'il bin 'Umar bin Kathir al-Qurashi Al-Busrawi (إسماعيل بن عمر بن كثير القرشي الدمشقي أبو الفداء عماد الدين
Tempat lahir: Busra, Kesultanana Mamluk, Kairo, sekarang di Suriah.
Tanggal lahir: 1300 M / 701 H
Wafat: 18 Februari 1373 M/ 26 Sya'ban 774 H
Tempat wafat: Damaskus, Kesultanana Mamluk (Kairo), sekarang di Suriah.
Madzhab fikih: Madzhab Syafi'i
Aqidah: Atsariyah (Ahlul Hadis)
Terpengaruh oleh: Nawawi, Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Al-Dzahabi.
Karya tulis:
- Tafsīr al-Qurʾān al-ʿaẓīm (Tafsir Ibn Kathir)
- Al-Bidāya wan Nihāya (“Yang awal dan yang akhir"), 14 jilid sejarah Islam.
- Kitāb al-jāmiʿ, kumpulan hadis.
- Al-Baa'ith al-Hatheeth (الباعث الحثيث) adalah ringkasan dari Muqaddimah oleh Ibnu al-Salah tentang terminologi hadits.
- At-Takmil fi Ma`rifat Ath-Thiqat wa Ad-Du'afa wal Majdhil
Al-Fitan, (كتاب الفتن والملاحم الواقعة في آخر الزمان)
Al-Sira Al-Nabawiyya,(السيرة النبوية), Empat jilid.
Qisas Al-Anbiya, (قصص الأنبياء) "Kisah para Nabi".


MUKADDIMAH


بسم الله الرّحمن الرّحيم

[مقدمة المؤلف]

(قَالَ الشَّيْخُ الْإِمَامُ الْأَوْحَدُ، الْبَارِعُ الْحَافِظُ الْمُتْقِنُ، عماد الدين أبو الفداء: إسماعيل ابن الخطيب أبي حفص عمر بن كثير، الشَّافِعِيُّ، رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى وَرَضِيَ عَنْهُ) .

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي افْتَتَحَ كِتَابَهُ بِالْحَمْدِ فَقَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ. الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. مالِكِ يَوْمِ الدِّينِ [الْفَاتِحَةِ: 2- 4] وَقَالَ تَعَالَى: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلى عَبْدِهِ الْكِتابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجاً. قَيِّماً لِيُنْذِرَ بَأْساً شَدِيداً مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْراً حَسَناً ماكِثِينَ فِيهِ أَبَداً. وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَداً. مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلا لِآبائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْواهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِباً
[الْكَهْفِ: 1- 5] وَافْتَتَحَ خَلْقَهُ بِالْحَمْدِ فَقَالَ تَعَالَى: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّماواتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُماتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ [الْأَنْعَامِ: 1] وَاخْتَتَمَهُ بالحمد فقال بعد ما ذِكْرِ مَآلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَأَهْلِ النَّارِ وَتَرَى الْمَلائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ [الزمر: 75] ولهذا قال تَعَالَى: وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولى وَالْآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ [القصص: 70] كما قال تعالى: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّماواتِ وَما فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ [سبأ: 1] فَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ أَيْ فِي جَمِيعِ مَا خَلَقَ وَمَا هُوَ خَالِقٌ، هُوَ الْمَحْمُودُ فِي ذَلِكَ كُلِّهِ كَمَا يَقُولُ الْمُصَلِّي «اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الحمد، ملء السموات وَمِلْءَ الْأَرْضِ، وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ» وَلِهَذَا يُلْهَمُ أَهْلُ الْجَنَّةِ تَسْبِيحَهُ وَتَحْمِيدَهُ كَمَا يُلْهَمُونَ النَّفَسَ أَيْ يُسَبِّحُونَهُ وَيَحْمَدُونَهُ عَدَدَ أَنْفَاسِهِمْ، لِمَا يَرَوْنَ مِنْ عَظِيمِ نِعَمِهِ عَلَيْهِمْ، وَكَمَالِ قُدْرَتِهِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِهِ وَتَوَالِي مِنَنِهِ وَدَوَامِ إحسانه إليهم كَمَا قَالَ تَعَالَى:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمانِهِمْ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ. دَعْواهُمْ فِيها سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيها سَلامٌ وَآخِرُ دَعْواهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ [يُونُسَ: 9، 10] .

S egala puji bagi Allah, Rabb sekalian alam. Shalawat dan salam
semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad UI, ke-
luarga dan para sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti mereka sampai
hari kiamat.

Kajian serta upaya memahami dan memahamkan al-Qur'an, belajar
dan mengajarkannya kepada orang lain termasuk tujuan amat luhur dan sasaran
yang sangat mulia. Dan ilmu tentang al-Qur'an yang paling sempurna adalah
ilmu tafsir.

Yang ada di hadapan pembaca sekarang ini adalah tafsir seorang ulama,
faqih, juga seorang ahli hadits, Imaduddin Abu al-Fida' Ismail bin Umar bin
Katsir ad-Dimasyiqi al-Qurasyi asy-Syafi'i. Lahir pada tahun 700 H dan mening-
gal dunia pada tahun 774 H. Ia terkenal sebagai seorang yang sangat menguasai
ilmu pengetahuan-, khususnya di bidang ilmu tafsir, hadits, dan sejarah. Sangat
banyak buku yang telah beliau tulis dan dijadikan rujukan oleh para ulama,
huffadz dan ahli bahasa.

Tafsirnya ini merupakan tafsir terbesar dan mengandung manfaat yang
luar biasa banyaknya. Sebuah tafsir yang paling besar perhatiannya, terhadap
manhaj tafsir yang benar, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Katsir sendiri
dalam mukadimah yang disampaikannya, "Metode penafsiran yang paling
benar, yaitu penafsiran al-Qur'an dengan al-Qur'an. Jika anda tidak dapat me-
nafsirkan al-Qur'an dengan al-Qur'an, maka hendaklah anda menafsirkannya
dengan hadits. Dan jika tidak menemukan penafsirannya di dalam al-Qur'an
dan hadits, maka hendaklah merujuk pada pendapat para sahabat, karena me-
reka lebih mengetahui berdasarkan konteks dan kondisi yang hanya merekalah
yang menyaksikannya, selain itu mereka juga memiliki pemahaman yang sem-
purna, pengetahuan yang benar, dan amal shalih. Namun jika tidak ditemukan
juga, maka kebanyakan para imam merujuk kepada pendapat para tabi'in dan
ulama sesudahnya."


DOWNLOAD TERJEMAH TAFSIR IBNU KATSIR

Berdasarkan Jilid Kitab (Lengkap)

- 1 Tafsir Ibnu Katsir 1 a
- 2 Tafsir Ibnu Katsir 1 b
- 3 Tafsir Ibnu Katsir 1 c
- 4 Tafsir Ibnu Katsir 1 d

- 5 Tafsir Ibnu Katsir 2.1
- 6 Tafsir Ibnu Katsir 2.2
- 7 Tafsir Ibnu Katsir 2.3
- 8 Tafsir Ibnu Katsir 2.4

- 9 Tafsir Ibnu Katsir 3.1
- 10 Tafsir Ibnu Katsir 3.2
- 11 Tafsir Ibnu Katsir 3.3
- 12 Tafsir Ibnu Katsir 3.4

- 13 Tafsir Ibnu Katsir 4.1
- 14 Tafsir Ibnu Katsir 4.2
- 15 Tafsir Ibnu Katsir 4.3
- 16 Tafsir Ibnu Katsir 4.4

- 17 Tafsir Ibnu Katsir 5.1
- 18 Tafsir Ibnu Katsir 5.2
- 19 Tafsir Ibnu Katsir 5.3
- 20 Tafsir Ibnu Katsir 5.4

- 21 Tafsir Ibnu Katsir 6.1
- 22 Tafsir Ibnu Katsir 6.2
- 23 Tafsir Ibnu Katsir 6.3
- 24 Tafsir Ibnu Katsir 6.4
- 25 Tafsir Ibnu Katsir 6.5

- 26 Tafsir Ibnu Katsir 7.1
- 27 Tafsir Ibnu Katsir 7.2
- 28 Tafsir Ibnu Katsir 7.3
- 29 Tafsir Ibnu Katsir 7.4
- 30 Tafsir Ibnu Katsir 7.5

- 31 Tafsir Ibnu Katsir 8.1
- 32 Tafsir Ibnu Katsir 8.2
- 33 Tafsir Ibnu Katsir 8.3
- 34 Tafsir Ibnu Katsir 8.4
- 35 Tafsir Ibnu Katsir 8.5
- 36 Tafsir Ibnu Katsir 8.6 (Keutamaan2 al-Qur'an)

DOWNLOAD TAFSIR IBNU KATHIR VERSI ARAB

- Tafsir Ibnu Katsir versi Arab 0
- Tafsir Ibnu Katsir versi Arab 1a
- Tafsir Ibnu Katsir versi Arab 1b
- Tafsir Ibnu Katsir versi Arab 2
- Tafsir Ibnu Katsir versi Arab 3
- Tafsir Ibnu Katsir versi Arab 4
- Tafsir Ibnu Katsir versi Arab 5
- Tafsir Ibnu Katsir versi Arab 6
- Tafsir Ibnu Katsir versi Arab 7
- Tafsir Ibnu Katsir versi Arab 8
LihatTutupKomentar