About

Perihal Situs Terjemah Kitab Kuning

Infak Pembagunan Pesantren Al-Khoirot
Website www.alkhoirot.org adalah situs yang berisi terjemah kitab kuning alias kitab klasik aka kitab turos. Kitab kuning adalah kitab-kitab studi Islam yang ditulis dalam bahasa Arab klasik dan meliputi berbagai bidang studi keislaman seperti tafsir, ilmu tafsir, hadits, ilmu hadits, fikih atau syariah Islam, ushul fiqih, sejarah atau tarikh, ilmu hisab dan ilmu falak, tajwid, siyasah (politik), aqidah atau tauhid atau ilmu kalam, dan lain-lain. Situs ini dikelola oleh bagian Litbang Pondok Pesanten Al-Khoirot Malang.

Bagi yang ingin berinfaq atau donasi untuk pembangunan gedung sekolah dan asrama santri putra dan putri Pondok Pesantren Al-Khoirot, silahkan transfer melalui rekening bank yang ada di gambar sebelah kiri. Untuk perkembangan pembanguna secara detail, lihat: Donasi Pembagunan Ponpes Al-Khoirot

Daftar Isi

Semua kitab kuning yang dimuat di situs ini adalah terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Tujuannya adalah agar ia bisa diakses dan dibaca oleh kalangan yang lebih luas baik kalangan non-santri maupun kalangan santri yang belum menguasai bahasa Arab secara fasih dan lebih merasa nyaman membaca versi terjemahannya.

Situs ini dikelola oleh Pustaka Al-Khoirot, yaitu lembaga penerbitan independen yang berada di bawah Yayasan Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang.

Buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud

Buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud dapat di-install di HP Android dan dapat dibeli melalui Google Play Store atau Google Books. Anda juga dapat membelinya secara langsung pada penerbit Pustaka Al-Khoirot dengan cara transfer via rekening bank atau transfer pulsa Indosat. Daftar buku dan detailnya dapat dilihat di tabel di bawah.

Versi Digital

Lokasi Pembelian
  No   Judul Buku  Harga Google Play Store Google Books Langsung ke Penerbit
1 Pendidikan Islam: Cara mendidik Anak Saleh, Smart dan Pekerja Keras 20.000 Link Link Via email info@alkhoirot.com atau SMS ke: 0815-5325-6855 Pembelian via:
Transfer pulsa ke 0815-5325-6855
atau transfer bank:
BRI: 3152-01-001060-50-6
Mandiri: 144-00-145-6541-7
BCA: 3170-4020-64 Semua atas nama Chusnia K. Saadah
2 Kebangkitan Islam dengan Pendidikan 20.000 Link Link
3. Keluarga Sakinah: Cara membina rumah tangga harmonis, bahagia dan berkualitas   20.000 Link Link
4. Merajut Rumah Tangga Bahagia 20.000 Link Link
5. Meneladani Akhlak Rasul dan Para Sahabat 20.000 Link Link
6.  Pribadi Akhlakul Karimah (Akhlak Mulia) 20.000 Link Link
7. Wanita Salihah, Wanita Modern 15.000 Link Link
8. Bahasa Arab Modern bagi Pemula 20.000 Link Link
9. Dasar-dasar Jurnalistik: Cara mudah menulis, membuat buletin, majalah dan mading 20.000 Link Link

MEMILIH NILAI IDEAL UNTUK DIRI SENDIRI, CARI HUKUM YANG MUDAH UNTUK MENILAI ORANG LAIN
Sikap ideal seorang Muslim
Sikap ideal seorang muslim adalah dengan cara memilih aqidah dan hukum yang paling berhati-hati untuk diri sendiri, dan memilih hukum yang paling mudah dalam menilai orang lain.

Sebagai contoh, seorang muslim yang baik akan memilih aqidah Asy'ariyah atau Maturidiyah sebagai pedoman dalam masalah keimanan. Karena kedua akidah ini diikuti oleh para Imam Ahlul Haq yakni para Ahli Hadits seperti Imam Bukhari dan Muslim, dan imam madzhab yang Empat. Sedangkan dalam berfiqih, bagi yang bermadzhab Syafi'i maka ia akan memilih hukum yang paling dianggap unggul (rajih) dalam madzhab ini.

Namun, dalam menilai orang lain, hendaknya kita bermurah hati untuk tidak menganggap sesat siapapun yang berbeda dengan kita dalam beraqidah. Misalnya, mereka yang ikut aqidah Ibnu Taimiyah atau Muhammad bin Abdul Wahab atau yang biasa disebut pengikut Wahabi atau Salafi. Walaupun ada pendapat yang menganggap aqidah mereka adalah bid'ah. Atau gerakan Hizbut Tahrir yang aqidahnya juga dianggap sesat oleh sebagian ulama.

Begitu juga, dalam perpektif fiqih. Apa yang dilakukan orang lain hendaknya dinilai dari sudut pandang fiqih yang paling ringan untuk menghindari menyalahkan mereka selagi ada pendapat yang membolehkan. Misalnya, dalam madzhab Syafi'i kodok dan bekicot adalah haram. Namun ada pendapat dalam madzhab Maliki yang menghalalkan. Maka digunakan pendapat terakhir ini untuk menilai mereka.

Mulla Ali Al-Qari dalam Syarah Al-Syifa, hlm. 2/499 berkata:

قال علماؤنا إذا وجد تسعة وتسعون وجها تشير إلى تكفير مسلم ووجه واحد إلى إبقائه على إسلامه فينبغي للمفتى والقاضي أن يعملا بذلك الوجه، وهو مستفاد من قوله عليه السلام: ادرءوا الحدود عن المسلمين ما استطعتم، فإن وجدتم للمسلم مخرجا فخلوا سبيله، فإن الإمام لأن يخطئ في العفو خير له من أن يخطئ في العقوبة. رواه الترمذي والحاكم

"Ulama kami (madzhab Hanafi) menyatakan: Apabila ada 99 pendapat yang mengindikasikan kafirnya seorang muslim namun ada satu pendapat yang menyatakan keislamannya maka hendaknya bagi mufti dan hakim untuk mengambil pendapat yang satu tersebut. Ini berdasarkan pada sabda Nabi: ‘Hindari memberi had (hukuman) semampumu. Apabila terdapat jalan keluar, maka bebaskan dia. Imam yang salah dalam memaafkan itu lebih baik daripada salah dalam menghukum."

Oleh karena itu, hindari menilai buruk kepada sesama muslim. Terutama jangan sampai mudah menyesatkan, membid'ahkan, mengkafirkan atau mensyirikkan pada sesama muslim. Hukumnya haram. Nabi bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُه وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا" وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِن الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ أخرجه أحمد (2/277 ، رقم 7713) ، ومسلم (4/1986 ، رقم 2564) . وأخرجه أيضًا: البيهقي (6/92 ، رقم 11276).

Artinya: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, dia tidak boleh menzhalimi saudaranya, tidak boleh menipunya, tidak boleh memperdayanya dan tidak boleh meremehkannya. Takwa itu ada di sini (Nabi memberi isyarat pada dadanya tiga kali). Termasuk perbuatan tercela adalah menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain haram darah, harta dan dirinya”.

MUSLIM YANG BAIK TIDAK MUDAH PERCAYA BERITA PROVOKATIF

Pada waktu yang sama, hindari mudah percaya kepada suatu berita yang menyudutkan atau merugikan sesama muslim atau non-muslim, pejabat negara atau tokoh publik atau orang biasa; merugikan kelompok muslim atau non-muslim, organisasi swasta atau negara. Walaupun si pembawa berita adalah tokoh yang dihormati.

Tidak mudah percaya pada suatu berita bukan berarti su'udzon (berprasangka buruk), tapi justru mengamalkan firman Allah dalam QS Al-Hujurat 49:6 “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti (tabayun) agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

KITAB FIQIH

- Terjemah Matan Taqrib
- Terjemah Safinatun Najah
- Terjemah Sullamut Taufiq


BAHASA ARAB: NAHWU SHOROF

- Terjemah Matan Ajurumiyah
- Terjemah Nazham Imrithi


AL-QURAN

- Terjemah Al-Quran Lengkap
- Terjemah Al-Quran
- Terjemah Tajwid Tuhfatul Atfal


HADITS

- Terjemah Arbain Nawawi


AKHLAQ DAN TASAWUF

- Terjemah Akhlaq lil Banin (Budi Pekerti untuk Anak) Juz 1.
- Terjemah Sullamut Taufiq


SEJARAH ISLAM

- Terjemah Khulasoh Nurul Yaqin Juz 1


AQIDAH

- Terjemah Aqidatul Awam
- Terjemah Matan Sanusiyah
- Terjemah Sullamut Taufiq
- Terjemah Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah