Proses Gerhana Matahari

Proses Gerhana Matahari Matahari dalam bahasa Inggris disebut Sun merupakan bintang terdekat dengan Bumi dengan jarak rata-rata 149,600,000 km atau d

Proses Gerhana Matahari

Judul buku: Ilmu Falak Praktik
Penulis dan Penerbit:
Sub Direktorat Pembinaan Syariah Dan Hisab Rukyat
Dibrektorat Urusan Agama Islam & Pembinaan Syariah
Direktokrat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Kementerian Agama Republik Indonesia
Bidang studi: Ilmu falak,
Nama lain dari ilmu falak: ilmu hisab, ilmu rashd, ilmu miqat, ilmu haiah.

Daftar isi

  1. Proses Gerhana Matahari 
  2. Referensi dan Catatan
  3. Kembali ke buku: Ilmu Falak dan Hisab Praktis

3. Proses Gerhana Matahari

Matahari dalam bahasa Inggris disebut Sun merupakan bintang
terdekat dengan Bumi dengan jarak rata-rata 149,600,000 km atau
dinamakan satu satuan astromonis (1 Astronomic Unit). Matahari dan
sembilan buah planet[160] membentuk sistem tata surya. Matahari
mempunyai diameter 1.391.980 km, dengan suhu permukaan 5.500 'C
dan suhu teras 15 juta “C. Matahari dikelaskan sebagai bintang terkecil
jenis G. Cahaya dari Matahari memakan waktu 8 menit untuk sampai
ke Bumi dan cahaya yang terang ini bisa mengakibatkan siapapun
yang memandang terus kepada Matahari, menjadi buta.

Matahari merupakan satu bola plasma dengan ukuran sekitar 2
x 1030 kg. Untuk terus bersinar, Matahari yang terdiri dari gas panas
menukar unsur hidrogen kepada helium melalui tindak balas
gabungan nuklear pada kadar 600 juta dan dengan itu kehilangan
empat juta dalam ukuran setiap saat. Matahari dipercayai terbentuk
pada 5000 juta tahun lalu. Pada ukuran Matahari adalah 1,41
berbanding dengan ukuran air. Jumlah tenaga Matahari yang sampai
ke permukaan Bumi dikenali sebagai perantara sampai 1,37 KW satu
meter persegi.

Gerhana Matahari berlaku apabila kedudukan Bulan terletak di
antara Bumi dan Matahari sehingga menutup cahaya Matahari.
Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi
cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan dengan jarak rata-rata
384.400 km adalah lebih dekat kepada Bumi berbanding Matahari
yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 km.

Gerhana Matahari dapat dibagi menjadi tiga yaitu, pertama,
gerhana total atau sempurna atau kulliy terjadi manakala antara posisi
bulan dengan bumi pada jarak yang dekat, sehingga bayangan kerucut
(umbra) bulan menjadi panjang dan dapat menyentuh permukaan
bumi, serta Bumi-Bulan-Matahari pada satu garis lurus.

Gambar 25.
Posisi Astronomis Saat Gerhana Matahari Total

Kedua, gerhana cincin atau halgiy, terjadi manakala antara posisi
bulan dengan bumi pada jarak yang jauh, sehingga bayangan kerucut
(umbra) bulan menjadi pendek dan tidak dapat menyentuh
permukaan bumi, serta Bumi-Bulan-Matahari pada satu garis lurus.
Ketika itu diameter bulan lebih kecil daripada diameter Matahari,
sehingga ada bagian tepi piringan Matahari yang terlihat dari bumi.

Gambar 26.
Posisi Astronomis Saat Gerhana Matahari Cincm

Ketiga, gerhana sebagian atau disebut ba'dliy, terjadi manakala
antara posisi bulan dengan bumi pada jarak yang dekat, sehingga
bayangan kerucut (umbra) bulan menjadi panjang dan dapat
menyentuh permukaan bumi, tetapi Bumi-Bulan-Matahari tidak tepat
pada satu garis lurus,

Gambar 27.
Posisi Astronomis Saat Gerhana Matahari Sebagian

Pada dasarnya perhitungan gerhana matahari adalah
menghitung waktu, yakni kapan atau jam terjadinya gerhana
matahari,

Untuk gerhana matahari sempurna atau total dan cincin maka
terjadi empat kali kontak yakni:

1. Kontak pertama adalah ketika piringan bulan mulai menyentuh
piringan matahari, Pada posisi ini mulai menyentuh gerhana.

2, Kontak kedua adalah ketika seluruh piringan bulan sudah
menutupi piringan matahari. Pada posisi ini waktu mulai total.

3. Kontak ketiga adalah ketika piringan bulan mulai menyentuh
untuk mulai keluar dari piringan matahari. Dan posisi ini waktu
akhir total.

4. Kontak keempat adalah ketika seluruh piringan bulan sudah
keluar lagi dari piringan matahari. Pada posisi ini waktu gerhana
berakhir.

Sedangkan pada gerhana matahari sebagian hanya dua kali
kontak yaitu:

l. Kontak pertama adalah ketika piringan bulan mulai menyentuh
piringan matahari. Pada posisi ini waktu mulai gerhana.

2. Kontak kedua ketika piringan bulan sudah keluar lagi dari
piringan martahari. Pada posisis waktu ini gerhana sebagian berakhir

Referensi dan Catatan

160 Matahari, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Satunus, Uranus, Neptunus, Pluto,
Bulan, Planet minor.

LihatTutupKomentar