5/19/2017

Hijrah Rasulullah ke Madinah

Tags

Hijrah Rasulullah ke Madinah
Hijrah Rasulullah ke Madinah awal Tahun Hijriah

Setelah selamat dari usaha pembunuhan, Nabi Muhammad bersama Abu Bakar akhirnya hijrah (berimigrasi) ke Madinah yang dulunya bernama Yasrib (Yatsrib). Hijrah ini ini terjadi pada tahun 622 Masehi dan menjadi tahun pertama kalender Islam yang disebut dengan kalender Hijriah. Di mana hitungan hari dan bulan memakai hitungan bulan (qomariyah). Di Madinah Nabi mendirikan Masjid Quba sebagai masjid pertama dalam Islam dan sekaligus shalat Jum'at pertama dalam sejarah Islam.

Nama kitab: Terjemah Khulasoh Nurul Yaqin fi Sirah Sayyid Al-Mursalin (Ringkasan dari kitab Nurul Yaqin Sejarah Rasulullah)
Jilid: 1
Penulis ringkasan: Umar Abdul Jabbar
Penerjemah:
Kitab asal: Nurul Yaqin fi Sirati Sayyidil Mursalin Muhammad saw
Penulis kitab asal: Muhammad bin Afifi Al-Bajuri dikenal dengan nama Syaikh Al-Khudri Bek
Wafat: 1345 H
Bidang studi: Sejarah Islam
Download kitab asal: di sini (pdf)

Daftar Isi

(42) Hijrah Rasulullah saw

– Rasulullah saw menemui Abu Bakar ra dan memeberi tahu kabar dari Allah swt yaitu agar beliau untuk menemani Rasul saw, dan Abu Bakar ra menjawab ‚ya‛

– Kemudian keduanya menyiapkan dua kendaraan untuk perjalanan mereka dan
mempercayakan kendaraan itu kepada seorang penunjuk jalan

– Dan menyuruh penunjuk jalan tadi untuk membawa Rasul saw dan Abu Bakar ra ke Gua
Hiraa’ (1)

– Pada malam hari Rasul saw memutuskan untuk keluar dari kediaman Beliau saw, ketika itu Rasul saw melihat banyak sekali para pemuda mengelilingi rumah Beliau saw

– Ketika Rasulullah saw hendak keluar disuruhlah anak paman Beliau Ali bin Abi Thalib untuk tidur di tempat tidur Nabi saw, untuk mengelabui musuh (2) dan Beliau saw juga memerintahkan Ali bin Abi Thalib ra untuk mengembalikan barang-barang titipan yang ada pada Nabi saw (3)

– Kemudian Nabi saw keluar dari kerumunan orang (4), dengan cara Allah menjadikan
mereka tertidur, dengan demikian tak seorangpun meliat Nabi saw. Setelah itu Nabi saw menemui Abu Bakar ra kemudian mereka berjalan hingga ke Gua Hiraa’ dan bersembunyi di dalamnya

Note:

(1) Kemudian Nabi saw berpisah dan bersepakat untuk bertemu kembali di luar kota Makkah

(2) Sesekali mereka para pemuda memantau kondisi kamar Nabi saw untuk memastikan Rasulullah saw ada di dalamnya

(3) Para penduduk Makkah biasa menitipkan barang ke Nabi saw agar aman, mereka takut kehilangan barang tersebut maka dititipkannya di rumah Nabi saw

(4) Rasulullah saw sambil menbaca ayat surah Yasin:9
‚Dan kami jadikan dihadapan mereka dan dibelakang mereka sekatan, Lalu kami tutupi mereka sehingga mereka tidak bisa melihat‛

Ringkasan

Rasululah saw dan Abu Bakar ramengambil keputusan untuk berhijrah dan keduanya menyiapkan kendaraan, ketika Nabi saw keluar dari rumahnya mereka tidak mengetahui hal tersebut. Sampai dengan Nabi saw dan Abu Bakara ra sampai di Gua Hiraa’ dan bersemunyi di sana.

(43) Kaum Quraisyi Mancari Nabi saw

– Ketika mereka sadar yang didapatinya adalah bukan Rasul saw, mereka sangat marah karena merasa dibodohi

– Mereka memerintahkan setiap pemuda dengan membawa pedang untuk mencari Beliau saw
ke segala penjuru kota

– Mereka bersedia member hadiah 100 unta betina bagi yang mendapatkan Nabi saw atau
menujukkan kemana Rasul saw berada

– Mereka periksa sampai ke gua dimana Rasul saw bersembunyi, secara logika sangatlah mudah menemukan Rasul saw dan Abu Bakar ra, tapi Allah melindungi mereka

– Abu Bakar ra melihat mereka dan Ia menangis kemudian Rasul saw bersabda: ‚Janganlah engkau bedukacita, sesungguhnya Allah swt bersama kita‛. Allah saw tutup penglihatan mereka sehingga mereka kembali dengan tanpa hasil

Ringkasan:

Waktu pagi hari kaum Quraisyi mencari keduanya sampai ke gua dimana Nabi saw dan Abu Bakar ra bersembunyi, jarak kaum musyrik dengan Baliau saw sangat dekat tapi Allah swt melindungi mereka sehingga orang musyrik kembali dengan tangan hampa. Saking gencarnya pencarian, mereka menjanjikan hadiah 100 onta bagi yang tahu dimana Rasul saw berada.

(44) Nabi Keluar dari Gua

– Setelah berhenti pencarian terhadap Rasulullah saw, kemudia Rasul saw dan Abu Bakar ra keluar dari gua tersebut setelah berdiam selama 3 malam di dalamnya

– Abdullah bin Abu Bakar (1) datang kepada Rasul saw dan Abu Bakar ra di sore hari dan memberi kabar perihal orang Quraisyi

– Saudaranya Asma’ membawa makanan kepada keduanya secara sembunyi-sembunyi takut
akan ancaman kaum Musyrikin

– Ketika itu di pagi hari hari ketiga, penunjuk jalan tersebut membawa keduanya dengan dua kendaraan menuju Madinah

– Di perjalanan Rasulullah saw dan Abu Bakar ra bertemu Suraqoh (2), dia bermaksud
membunuh Rasul saw tetapi malahan Suroqoh menjadi ketakutan melihat Nabi saw

Note:

(1) Beliau ra tinggal di Makkah seolah-olah tidur bersama Quraisy. Ketika ia mendengar kabar dari kaum Musyrik tentang Nabi saw dan Abu Bakar ra datanglah ia pada malam hari untuk menemui keduanya, ia kabarkan hal itu dan bermalam di tempat keduanya

(2) Ia penah mendengar tentang hadiah yang diadakan kaum Quraisyi, bertemulah ia dengan Rasul saw (mengancam Beliau saw untuk dibunuh) jaraknya sangat dekat, lalu tergelincirlah kuda dan suroqoh jatuh bersamanya. Lalu ia bangun lagi sampai sangat dekat dengan Nabi saw sampai ia mendengar ucapan Rasulallah saw tapi ia tak menghiraukannya. Jatuh lagi kaki kuda dengan dia ke pasir gurun sulit untuk dikeluarkan, sampai bertaburan debu-debu akibat usaha suroqoh untuk keluar dari jeratan pasir itu. Namun usahanya tadi sia-sia tanpa hasil, mengingat kondisi yang kritis ini suroqoh memanggil Rasul saw dan Abu Bakar ra untuk meminta jaminan keamanan (ditolong) dari keduanya, suroqoh kembali tanpa hasil dan tidak disakiti sedikitpun.

Ringkasan

Setelah 3 malam keluarlah Nabi saw dan Abu Bakar ra dari gua, Keluarga Abu Bakar datang kepada keduanya membawa makanan dan kabar berkaitan rencana kaum Musyrikin.
Keduanya kemudian pergi dengan seorang penunjuk jalan untuk keluar dari Makkah, dan
diikuti oleh Suroqoh bin Malik, akan tetapi usaha suroqoh tak membuahkan hasil.

(45) Singgah di Quba (Permulaan pembangunan Masjid kaum Muslimin)

– Rasulullah saw sampai ke Quba’ pada hari kedua Rabiul Awwal atau 30 September 622
Masehi (1)

– Beliau saw tinggal di Makkah selama 13 tahun dengan segala keterbatasan dan penganiayaan dan tekanan yang sangat dalam menyiarkan agama Islam

– Nabi saw tinggal di Quba’ selama 22 malam bersama dengan para sahabat Muhajirin dan Anshor dengan aman dan tentram

– Di masa itu Beliau saw mendirikan masjid Quba’ yang Allah swt sifatkan dengan masjid

‚yang didirikan untuk berbakti‛

Note:

(1) Inilah dalam permulaan sejarah kelahiran Islam, sesudah Hijriyah. Dengan sejarah ini sempurnalah bagi Rasulullah saw perjalanan para Nabi sebelumnya. Dikarenakan tak ada seorangpun Nabi yang setiap saat dihina, disakiti, diganggu yang menyebabkan Beliau saw berhijrah dari negri nya sendiri dari Nabi Ibrahim as sampai Nabi Isa as.

Ringkasan

Pada 2 Rabiul Awwal Nabi saw dan Abu Bakar ra sampai di Quba’ dengan selamat dan
tinggal di sana selama 22 hari, dan di waktu itu pula Rasul saw mendirikan Masjid Quba’

‚Masjid yang didirikan untuk berbakti‛

(46) Sampai ke Madinah, Awal Sholat Jumat dan Khutbah Jumat dalam Islam

– Ketika Rasul saw keluar dari Quba’ menuju Madinah Beliau saw dikerumuni para sahabat Anshor yang dalam keadaan bersuka cita

– Dalam perjalanan itu tibalah saat nya waktu Jumat kemudian Beliau saw shalat bersama kaum Muslimin. Di sinilah bermula shalat dan khutbah Jumat pertama dalam Islam

– Para warga Madinah berkumpul menemui Beliau saw, mulai dari para perempuan, anak-anak mengucapkan syair:
‛Bulan purnama telah terbit atas kita‛
‚Dari Kampung Tsaniyatul Wada’ ‛
‚Kita wajib bersyukur atas hal ini‛
‚Selamanya kepada Allah orang berdoa‛
‚Wahai utusan kepada kaum kita‛
‚Dengan membawa perintah‛
‚Engkau telah tiba‛

Ringkasan

Keluarlah Rasul saw dari Quba’ menuju Madinah dan Beliau saw dikerumuni oleh kaum
Anshor dan Muhajirin. Nabi shalat dan berkhutbah Jumat dalam perjalanannya. Beliau
diterima oleh kaum Muhajirn dengan sangat meriah penuh suka cita.

(47) Masuk dan Singgahnya Nabi saw di Madinah, Cintanya kaum Anshor kepada Kaum
Muhajiriin / Persaudaran Islam

– Ketika Rasulullah saw mesuk ke Madinah, ketika itu juga Rasul saw melihat rumah kaum Anshor mereka meminta kepada Rasulullah untuk singgah di rumah mereka
(1)

– Nabi saw singgah di rumah sahabat ayyub al Anshori, dirumah yang awal masuk ke
Madinah supaya kaum Muslimin mudah untuk berziarah kepada Beliau saw (2)

– Kaum Anshor gembira atas kedatangan kaum Muhajirin bahkan mereka menyambutnya
dengan sambutan yang luar biasa sampai-sampai mereka berebut. Dengan hal ini untuk
mencegahnya dilakukan pengundian (tak seorangpun kaum Muhajirin tinggal di rumah
kaum Anshor melaikan melalui undian)

– Kemudian Rasulullah saw menjadikan mereka bersaudara dalam ikatan persaudaraan Islam yang di ibaratkan sebagai satu kesatuan / benda

Note:

(1) Mereka memegang pengikat onta yang dinaiki Nabi saw, lalu Nabi saw berkata: ‚Biarkanlah ia, karena ia diperintah‛. Tetapi onta itu terus dan berhenti di rumah Abi Ayyub al Anshori (2) Awalnya sahabar Ayyub menolaknya karena letak rumahnya rendah dari rumah yang lain dan memohon dan menyarankan Rasulullah saw untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi

Ringkasan

Rasulullah saw singgah di rumah Abi Ayyub al Anshori dan mempersaudarakan antara
kaum Muhajirin dengan kaum Anshor dalam persaudaraan Islam.

Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini.. Konsultasi agama, kirim via email: alkhoirot@gmail.com

Untuk Konsultasi Agama kirim ke: alkhoirot@gmail.com
Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini!

EmoticonEmoticon