Sifat Huruf Ra' dan Lam

Sifat-sifat huruf lam dan huruf ra' menurut ilmu tajwid yang mana ucapan huruf ra' dalam banyak kondisi dibaca tarqiq atau tipis. Sedangkan dalam sebagian kecil kasus dibaca tebal (tafkhim). Adapun huruf lam umumnya dibaca tebal, dan dalam kasus lain dibaca tipis.
Sifat Huruf Ra' dan Lam
Sifat-sifat huruf lam dan huruf ra' menurut ilmu tajwid yang mana ucapan huruf ra' dalam banyak kondisi dibaca tarqiq atau tipis. Sedangkan dalam sebagian kecil kasus dibaca tebal (tafkhim). Adapun huruf lam umumnya dibaca tebal, dan dalam kasus lain dibaca tipis.

Daftar Isi
  1. Download Terjemah dan Matan
  2. Download Syarah Al-Jazariyah
  3. Huruf Ra'
  4. Huruf Lam
  5. Kembali ke: Matan Al Jazari


Download (pdf):
- Terjemah Al-Jazariyah
- Matan Al-Jazariyah (Arab)
- Matn Al-Jazariyah (teks Arab berwarna)

Download Syarah Al-Jazariyah (pdf):
- Al-Raudoh Al-Nadiyah Syarah Matn Al-Jazariyah (الروضة الندية شرح متن الجزرية)
- Syarah Al-Muqaddimah Al-Jazariyah fi Ilm Al-Tajwid li Zakariya Al-Anshari (شرح المقدمة الجزرية في علم التجويد)

Baca juga: Terjemah Tuhfatul Athfal



باب الراءات

41 وَرَقِّــقِ الــرَّاءَ إِذَا مَـا كُـسِـرَتْ *** كَـذَاكَ بَعْـدَ الْكَسْـرِ حَيْـثُ سَكَـنَـتْ
42 إِنْ لَمْ تَكُـنْ مِنْ قَبْـلِ حَـرْفِ اسْتِعْـلاَ *** أَوْ كَانَـتِ الكَسْـرَةُ لَيْـسَـتْ أَصْــلاَ
43 وَالْخُلْـفُ فِـي فِـرْقٍ لِكَسْـرٍ يُوجَـدُ *** وَأَخْـــفِ تَـكْـرِيْـرًا إِذَا تُـشَــدَّدُ

Huruf Ra'

41 Dan tipiskanlah suara huruf Ra bila berharakat kasrah. Begitu pula tipiskan huruf Ra bila berada pada posisi sukun dan huruf sebelumnya kasrah (atau Ya).

42 Huruf Ra yang berada pada posisi sukun dan sebelumnya kasrah (atau Ya) itu dibaca tipis bila huruf Ra-nya tidak berada sebelum huruf Isti’la. Adapun bila setelah huruf Ra-nya adalah huruf Isti’la, maka Ra dibaca tebal.

Begitu pun bila setelah huruf Ra-nya bukan huruf Isti’la, namun kasrah yang ada sebelum huruf Ra sukunnya bukanlah kasrah asli, melainkan kasrah ‘aridh (palsu) atau Hamzah washal, maka Ra dibaca tebal bukan tipis.

43 Dan para Ulama berbeda pendapat pada kata “firqin” bila dibaca bersambung (washal). Apakah ia dibaca tebal atau tipis. Karena walaupun di sana setelah huruf Ra- nya terdapat huruf Isti’la (Qaf), namaun huruf Isti’la tersebut berada pada posisi kasrah, dimana ia berada pada derajat tafkhim yang sangat lemah.
Dan sembunyikanlah sifat takrir pada huruf Ra saat ia ditasydidkan. Jadi mengucapkan huruf Ra yang bertasydid bukanlah dengan memperbanyak getarannya seperti menahan huruf “R” dalam bahasa Indonesia, melainkan dengan menyembunyikan getarannya.



باب اللامات

44 وَفَخِّـمِ الــلاَّمَ مِــنِ اسْــمِ الـلَّـهِ *** عَـنْ فَتْـحٍ اوْ ضَــمٍّ كَعَـبْـدُ الـلَّـهِ16
45 وَحَـرْفَ الاسْتِعْـلاَءِ فَخِّـمْ وَاخْصُصَـا *** الاطْبَـاقَ أَقْـوَى نَحْـوُ17 قَـالَ وَالْعَـصَـا
46 وَبَيِّـنِ الإِطْبَـاقَ مِـنْ أَحَـطـتُّ مَـعْ *** بَسَطـتَّ وَالخُـلْـفُ بِنَخْلُقْـكُـمْ وَقَــعْ
47 وَاحْرِصْ عَلَـى السُّكُـونِ فِـي جَعَلْنَـا *** أَنْعَمْـتَ وَالمَغْضُـوبِ مَــعْ ضَلَلْـنَـا
48 وَخَلِّصِ انْفِتَـاحَ مَـحْـذُورًا عَـسَـى *** خَـوْفَ اشْتِبَاهِـهِ بِمَحْظُـورًا عَـصَـى
49 وَرَاعِ شِـــدَّةً بِــكَــافٍ وَبِـتَـا *** كَشِـرْكِـكُـمْ وَتَـتَـوَفَّـى فِـتْـنَـتَـا18
50 وَأَوَّلَيْ مِـثْـلٍ وَجِـنْـسٍ إنْ سَـكَـنْ *** أَدْغِـمْ كَـقُـلْ رَبِّ وَبَــلْ لاَ وَأَبِــنْ
51 فِي يَوْمِ مَـعْ قَالُـوا وَهُـمْ وَقُـلْ نَعَـمْ *** سَبِّـحْـهُ لاَ تُــزِغْ قُـلُـوبَ فَلْتَـقَـمْ

Huruf Lam
makhraj huruf lam
44 Dan tebalkanlah suara huruf Lam pada lafazh “Allaah”, bila sebelum lafazh tersebut terdapat huruf yang berharakat fathah atau dhammah, seperti pada kata “’Abdullahi”. Adapun bila sebelumnya berharakat kasrah, maka huruf Lam dibaca tipis.

45 Dan huruf-huruf Isti’la, tebalkanlah suaranya, karena kondisi asal mereka adalah tebal (tafkhim), lebih khusus lagi adalah huruf-huruf Ithbaq, maka mereka mesti lebih tebal lagi dan lebih kuat daripada huruf Isti’la yang bukan Ithbaq, contohnya seperti pada kata “Qaala” (huruf Isti’la yang bukan Ithbaq) dan “’Ashaa” (huruf Ithbaq).

46 Bila huruf-huruf Ithbaq bertemu dengan huruf-huruf Infitah, maka jelaskanlah ketebalan sifat Ithbaq-nya, seperti pada kata “Ahath-tu” dan “Basath-ta”. Adapun pada kata “Nakhlukkum” maka terdapat perbedaan pendapat dimana sebagian Ulama membawakan riwayat dengan membacanya “Nakhlukkum” dan sebagian lagi membacanya “Nakhluqkum”.

47 Dan jaga baik-baik kejelasan huruf dan kesempurnaan sifat-sifatnya saat sukun, seperti pada kata “Ja’alnaa”, “An’amta”, “Al-Maghdhuub”, dan “Dhalalnaa”.

48 Lalu sempurnakanlah kejelasan sifat Infitah pada kata “Mahdzuuran” dan “‘Asaa”, khawatirnya akan menyerupai kata “Mahzhuuran” dan “‘Ashaa”. Maknanya, perjelas perbedaan antara huruf Dzal dengan Zha dan huruf Sin dengan Sha, juga huruf- huruf lain yang mirip agar maksud dan kandungan Al-Quran tidak berubah.

49 Dan peliharalah baik-baik sifat Syiddah yang terdapat pada huruf Kaf dan Ta. Jangan sampai Hams pada keduanya terlalu mendominasi sehingga menghilangkan sifat Syiddah pada keduanya. Sebagaimana dalam kalimat “Syirkikum”, jangan dibaca “Syirkhikhum”, “Tatawaffa” jangan dibaca “Cacawaffa”, dan “Fitnata” jangan dibaca “Ficnaca”.

50 Dan apabila ada dua huruf yang sama, atau sama makhrajnya namun beda sifatnya bertemu, dimana huruf yang pertama berada pada posisi sukun dan yang kedua berharakat, maka idgham-kanlah, yakni huruf pertama melebur kepada huruf yang kedua, seperti pada kata “Qul-Rabbi” yang dibaca “Qurrabbi” dan “Bal-la” yang dibaca “Balla”. Namun, izh-har-kanlah, maksudnya perjelas bunyi dari kedua huruf tersebut...

51 Bila huruf yang pertamanya adalah huruf Mad, seperti pada kata “Fii Yaum” tidak dibaca “Fiy Yaum”, juga kata “Qaalu Wahum” tidak dibaca “Qaaluw Wahum”. Begitu pun bila terjadi pertemuan antara huruf Lam dalam sebuah fi’il (kata kerja) dengan kata yang awal hurufnya berdekatan makhrajnya seperti pada kata “Qul Na’am” tidak dibaca “Qun Na’am”.

Perjelas juga suara kedua huruf yang berdekatan makhrajnya bila bertemu, seperti huruf Ha dan Ha pada kata “Sabih-hu” tidak dibaca “Sabbihhu”. Juga huruf Ghain dan Qaf seperti pada kata “Laa tuzigh quluuba” tidak dibaca “Laa tuziq quluuba”. Begitu pula bila huruf Lam yang terdapat pada kata kerja salam satu kata, mesti dibaca jelas, seperti pada kata “Iltaqam” tidak dibaca “Ittaqam”.[alkhoirot.org]
LihatTutupKomentar