Hizib Nashor Arab, Latin, dan Terjemahnya

Nama ratib/hizib: Hizib Nashor (atau Hizib Nashar, Hizb Nashr) Pengarang, penyusun: Syekh Abi Hasan as-Syadzili, pendiri tarekat Syadziliyah Bidang

Hizib Nashor Arab, Latin, dan Artinya

Nama ratib/hizib: Hizib Nashor (atau Hizib Nashar, Hizb Nashr) 
Pengarang, penyusun:   Syekh Abi Hasan as-Syadzili, pendiri tarekat Syadziliyah
Lahir: Tahun 593 H / 1196 M Ceuta (Sabta), Maroko utara, atau di Ghomara (wilayah pedalaman Maroko).
Wafat: Tahun 656 H / 1258 M, Humaythira (sebuah tempat di padang pasir timur Mesir, dekat Jalan ke Mekah), dalam perjalanan pulang dari haji.
Bidang: Tasawuf, tarekat, sufi.  

Daftar Isi

  1. Biografi Pengarang
  2. Profil Kitab Hizib Nashor
  3. Teks Hizib Nashar
  4. Download Hizib Nashar 
  5. Kitab Hizib Lain 

Biografi  Abu Hasan as-Syadzili (أبو الحسن الشاذلي)

Nama Lengkap dan Gelar  
Abu al-Hasan ‘Ali bin ‘Abdillah bin ‘Abd al-Jabbar al-Hasani wal-Husaini al-Shadhili  
(dikenal sebagai Syaikh al-Shadhili atau Imam Abu al-Hasan al-Shadhili).  
Ia adalah seorang ulama besar, sufi terkemuka, dan pendiri Tariqah Shadhiliyyah (salah satu tarekat sufi paling berpengaruh di dunia Islam).

Tahun Kelahiran dan Wafat  
- Lahir: Tahun 593 H / 1196 M (menurut sebagian besar sumber) di dekat Ceuta (Sabta), Maroko utara, atau di Ghomara (wilayah pedalaman Maroko).  
- Wafat: Tahun 656 H / 1258 M di Humaythira (sebuah tempat di padang pasir timur Mesir, dekat Jalan ke Mekah), dalam perjalanan pulang dari haji.

Nasab dan Latar Belakang  
Beliau termasuk keturunan Sayyid (Hasani-Husaini) melalui jalur Idrisi, yaitu keturunan dari Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma. Nasabnya sering disebutkan sebagai:  
‘Ali bin ‘Abdillah bin ‘Abd al-Jabbar bin Yusuf al-Hasani al-Shadhili.

Pendidikan dan Perjalanan Spiritual  
- Pada masa muda, beliau dikenal sebagai seorang yang sangat alim dalam ilmu syariat, hafal Al-Qur’an, dan ahli fikih.  
- Beliau kemudian meninggalkan duniawi dan mencari guru sufi. Ia bertemu dengan Syaikh Abu Madyan (secara tidak langsung) dan akhirnya menjadi murid Syaikh ‘Abd al-Salam bin Mashish (w. 622 H) di Jabal al-‘Alam, Maroko.  
- Pertemuan dengan Ibn Mashish menjadi titik balik spiritualnya. Ibn Mashish memberinya nasihat mendalam dan meramalkan bahwa murid ini akan menjadi Qutb (pemimpin spiritual) pada zamannya.  
- Setelah mendapat ijazah dari Ibn Mashish, beliau bermukim di Shadhilah (sebuah desa di Tunisia dekat Tunis), sehingga dijuluki al-Shadhili. Di sana ia mengalami khalwat (retret spiritual) dan mulai mengajar.

Perjalanan dan Dakwah  
- Dari Tunisia, beliau pindah ke Alexandria, Mesir (sekitar 642 H / 1244 M) setelah mendapat isyarat dalam mimpi bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.  
- Di Alexandria, beliau mendirikan zawiyah (pondok sufi) yang menjadi pusat pengajaran dan dzikir. Murid-muridnya sangat banyak, termasuk pejabat istana, ulama, dan orang awam.  
- Beliau menggabungkan ilmu syariat (fikih, hadits) dengan tasawuf yang bersih dari bid’ah, menekankan zuhud, tawakal, dzikir, dan cinta kepada Allah tanpa meninggalkan kewajiban duniawi.  
- Beliau ikut serta dalam Pertempuran Manshurah (648 H / 1250 M) melawan Tentara Salib (Perang Salib Ketujuh) meskipun sudah buta, dan membantu mempertahankan Mesir.  
- Beliau juga melakukan perjalanan ke Mekah untuk haji hampir setiap tahun.

Karya dan Warisan  
- Beliau tidak banyak menulis buku panjang, tetapi meninggalkan beberapa hizb (wirid/doa) dan doa terkenal, di antaranya:  
  - Hizb al-Bahr (Litani Laut) — doa perlindungan yang sangat terkenal hingga kini.  
  - Hizb al-Kabir, Hizb al-Akbar, dan beberapa surat serta nasihat kepada murid.  
- Murid utamanya adalah Abu al-‘Abbas al-Mursi (w. 686 H), yang melanjutkan tarekatnya, dan Ibn ‘Atha’illah al-Iskandari (penulis al-Hikam).  
- Tariqah Shadhiliyyah kemudian menyebar luas ke Afrika Utara, Timur Tengah, hingga Asia Tenggara (termasuk Indonesia melalui jalur Hadhrami).

Wafat  
Pada tahun 656 H, saat dalam perjalanan haji terakhirnya, beliau sakit dan wafat di Humaythira (sebuah tempat di padang pasir Mesir). Makamnya kini menjadi tempat ziarah terkenal di Mesir (Masjid dan Makam Syaikh Abu al-Hasan al-Shadhili di Humaythira).

Karakter dan Julukan  
- Dikenal sebagai Qutb al-Ghawth (pemimpin spiritual agung), Hujjah al-Sufiyyah (hujjah para sufi), dan ‘Alim al-Muhtadin (ulama yang memberi petunjuk).  
- Ciri khasnya: zuhud tinggi, tawakal, cinta ilmu, dan mengajarkan tasawuf yang seimbang antara syariat dan hakikat.

Semoga Allah meridhai beliau dan menjadikan ilmunya bermanfaat bagi umat.  
Tariqah Shadhiliyyah hingga kini tetap hidup dan menjadi salah satu tarekat paling banyak pengikutnya di dunia Islam.

Profil Hizib Nashor 

Profil Hizib Nashar (Hizb an-Nashr / حزب النصر)

Penyusun  
Hizib Nashar (atau Hizb an-Nashr) disusun oleh Imam Abu al-Hasan ‘Ali bin ‘Abdillah al-Shadhili (w. 656 H / 1258 M), pendiri Tariqah Shadhiliyyah. Beliau adalah seorang qutub (pemimpin spiritual agung) dan sufi besar asal Maroko yang kemudian bermukim di Mesir (Alexandria). Hizib ini merupakan salah satu wirid/doa terkenal beliau selain Hizb al-Bahr (Litani Laut).

Ada juga varian Hizib Nashar yang disusun atau diadaptasi oleh Imam ‘Abdullah bin ‘Alwi al-Haddad (w. 1132 H / 1720 M), seorang ulama besar Hadhramaut dan tokoh Shadhiliyyah-Haddadiyyah. Versi al-Haddad sering disebut Hizib Nashr al-Haddad, yang lebih dikenal di kalangan masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara.

Makna dan Tujuan  
- Nashr berarti pertolongan/kemenangan dari Allah SWT.  
- Hizib ini adalah doa permohonan pertolongan Allah, perlindungan dari musuh (baik yang tampak maupun yang samar seperti jin, setan, sihir, hasad/dengki), dan kekuatan dalam menghadapi kesulitan.  
- Doa ini sering dibaca untuk:  
  - Memohon kemenangan atas musuh (al-a‘da’).  
  - Perlindungan diri dan keluarga dari kejahatan.  
  - Membantu dalam perjuangan (dakwah, usaha, jihad fi sabilillah secara syar’i).  
  - Menghilangkan hambatan dan kesulitan hidup.

Sejarah dan Konteks  
- Menurut riwayat, Imam al-Shadhili menyusun hizib ini pada masa Perang Salib (sekitar Pertempuran Manshurah tahun 648 H / 1250 M), ketika umat Islam menghadapi serangan Tentara Salib di bawah Raja Louis IX dari Prancis.  
- Hizib ini disebut juga Hizb as-Saif as-Shadhili (Pedang Shadhili) karena kekuatannya dalam “memotong” kejahatan musuh.  
- Beliau mengajarkan hizib ini kepada murid-muridnya sebagai benteng spiritual di masa fitnah dan peperangan.

Keutamaan dan Faedah (Menurut Ulama dan Pengamal)  
- Perlindungan dari musuh (dzahir maupun batin, termasuk hasad, sihir, gangguan jin).  
- Mendatangkan pertolongan Allah dalam segala urusan yang sulit.  
- Menghancurkan tipu daya orang zalim dan yang melampaui batas (dengan izin Allah).  
- Membantu dalam perjuangan (dakwah, usaha, atau menghadapi kezaliman).  
- Memperkuat hati dan menghilangkan rasa takut serta kelemahan.  
- Banyak pengamal merasakan efek “panas” atau kuat energi setelah istiqamah membacanya (sebagian menyebutnya sebagai tanda aktifnya perlindungan spiritual).

Cara Mengamalkan (Umum)  
Cara amalan bervariasi tergantung ijazah dari guru/mujiz (orang yang memberikan izin). Beberapa cara yang populer:

1. Wirid harian (pagi dan sore):  
   - Baca Hasbunallahu wa ni‘mal wakil 450 kali (atau 100–450 kali).  
   - Lalu baca Hizib Nashar 1–3 kali.  
   - Diakhiri dengan Hasbunallahu lagi 100 kali.

2. Untuk hajat khusus (misalnya menghadapi musuh atau kesulitan besar):  
   - Baca Hasbunallahu wa ni‘mal wakil 100–450 kali.  
   - Baca Hizib Nashar 3 kali.  
   - Ulangi siklus tersebut beberapa kali (tergantung niat dan petunjuk guru).

3. Syarat penting (menurut ulama):  
   - Niat ikhlas hanya untuk Allah, bukan untuk dendam pribadi atau kezaliman.  
   - Jangan ditujukan kepada orang yang tidak berhak (bisa balik kepada diri sendiri).  
   - Lebih utama dibaca setelah mendapat ijazah dari guru yang bersambung sanad ke Imam al-Shadhili atau al-Haddad.  
   - Baca dengan khusyuk, penuh keyakinan, dan tawakal kepada Allah.

Catatan Penting  
- Ulama seperti KH. Hasyim Muzadi dan Gus Baha menekankan: Keselamatan hanya dari Allah, bukan karena hizib itu sendiri. Hizib hanyalah sarana doa, bukan jaminan mutlak.  
- Banyak yang mengamalkan Hizib Nashar di Indonesia (khususnya kalangan Nahdlatul Ulama dan pengikut tarekat Shadhiliyyah/Qadiriyyah-Naqsabandiyyah) sebagai benteng spiritual sehari-hari.  
- Teks Arab lengkap, transliterasi, dan terjemahan bisa ditemukan di kitab-kitab wirid Shadhiliyyah atau aplikasi seperti “Hizib Nashar Asy-Syadzili” di Play Store.

Semoga bermanfaat. Jika Anda ingin teks Arab lengkap atau terjemahan doanya, beri tahu saya untuk saya bantu cari atau susun secara lengkap.  
Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.

Bacaan  Hizib Nashor 

وَقَالَ مُوسَى إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لاَ يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ.
اللّهُمَّ بِسَطْوَةِ جَبَرُوتِ قَهْرِكَ, وَبِسُرْعَةِ إغَاثَةِ نَصْرِكَ,
وَبِغَيْرَتِكَ  ِلانْتِهَاكِ حُرْمَاتِكَ,
وَبِحِمَايَتِكَ لِمَنِ احْتَمَى بِآيَاتِكَ, نَسْئَلُكَ يَا أللهُ يَا أللهُ يَا أللهُ يَا سَمِيْعُ
يَاقَرِيْبُ يَامُجِيْبُ يَاسَرِيْعُ,  يَامُنْتَقِمُ يَاقَهَّارُ, يَاشَدِيْدَ الْبَطْشِ يَاجَبَّارُ,
يَاعَظِيْمَ الْقَهْرِ, يَامَنْ لاَيُعْجِزُهُ قَهْرُالجَبَابِرَةِ,  وَلاَ يَعْظُمُ عَلَيْهِ هَلاَكُ الْمُتَمَرِّدَةِ,
مِنَ الْمُلُوْكِ وَاْلأَكَاسِرَةِ, وَاْلأَعْدَاءِ الْفَاجِرَةِ,
أَسْئَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كَيْدَ مَنْ كاَدَنَا فِى نَحْرِهِ, وَمَكْرَ مَنْ مَكَرَ بِنَا عَائِدًا عَلَيْهِ,
وَحُفْرَةَ مَنْ حَفَرَلَنَا  حُفْرَةً وَاقِعًا فِيْهَا, وَمَنْ  نَصَبَ لَنَا شَبَكَةَ الْخِدَاعِ,
اِجْعَلْهُ يَاسَيِّدِى مُسَاقًا إِلَيْهَا, وَمُصَادًا فِيْهَا وَأَسِيْرًا لَدَيْهَا.

Waqaala muusaa innii ‘udztu birabbii warab-bikum min kulli mutakabbirin laa yukminu biyaumil hisaab. Alloohumma bisathwati jaba-ruuti qahrik, wabisur’ati ighaa-tsati nashrik. Wabighairatika lintihaaki hurumaa-tik. Wabihi-maayatika limanih-tamaa bi aayaatik, nas-aluka yaa Allah, yaa Allah, yaa Allah, yaa samii’u. 

Yaa qariibu yaa mujiibu yaa sarii’u yaa muntaqimu yaa qahhaar, yaa syadiidal bathsyi yaa jabbaar. Yaa ‘azhiimal qahri yaa man laa yu’jizuhuu qahrul jabaabirah, walaa ya’zhumu ‘alaihi halaakul mutamarridah. Minal muluuki wal akaasirah, wal a’daa-il faajirah.  As-aluka antaj’ala kaida man kaadanaa fii nahrih, wa makra man makara binaa ‘aa-idan ‘alaiih.

Wahufrata man hafara lanaa hufratan waaqi’an fiihaa, waman nashaba lanaa syabakatal khi-dzaa’. Ij’al-hu yaa sayyidii musaaqan ilaihaa, wamushaadan fiihaa wa asiiran ladaihaa.

Artinya: Dan Musa berkata: "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab". (QS al-Mukmin : 27).
Yaa Allah! Dengan perantaraan kekuatan kekua-saan penaklukan-Mu; dengan perantaraan kece-patan datangnya pertolongan-Mu; dengan peranta-raan kecemburuan-Mu bagi pelanggaran terhadap larangan-larangan-Mu; dengan perantaraan perlindungan-Mu terhadap orang yang memohon perlindungan dengan ayat-ayat-Mu, kami memohon kepada-Mu, Ya Allah,Ya Allah, Ya Allah, Yaa Sami’ (Wahai Yang Maha Mendengar), Ya Qariib (Maha Dekat), Ya Mujib (Pengabul doa), Ya Sari’ (Maha Cepat), Ya Muntaqimu (Penuntut Balas), ya Qahhar (Maha Perkasa), wahai Yang Keras siksaan-Nya, wahai Maha Kuasa, wahai Yang Agung penundukan-Nya, wahai Dzat Yang penaklukan para penguasa tidak mampu melumpuhkan-Nya dan tidak sulit atas-Nya menghancurkan orang yang durhaka dari kalangan para raja, kaisar dan musuh yang kurangajar.

Aku memohon kepada-Mu, kiranya Engkau jadikan persekongkolan orang yang bermaksud jahat kepada kami mengakibatkan ia terbantai sendiri, (jadikan) kemakaran orang yang makar kepada kami kembali kepada dirinya, (Jadikan) galian orang yang menggali lubang untuk kami membuatnya jatuh sendiri kedalamnya. Dan orang yang memasang jaring tipuan kepada kami, jadikan ia, wahai Tuhanku,  terjerumus kedalamnya, binasa didalamnya dan menjadi tawanannya."

اللَّهُمَّ بِحَقِّ كهيعص كهيعص كهيعص إِكْفِنَا هَمَّ الْعِدَا
وَلَقِّهِمُ الرَّدَى, وَاجْعَلْهُمْ لِكُلِّ حَبِيْبٍ فِدَا,
وَسَلِّطْ عَلَيْهِمْ عَاجِلَ النِّقْمَةِ فِى الْيَوْمِ وَاْلغَدَا

Allahumma bihaqqi kaaf haa yaa ‘aiin shaad, kaaf haa yaa ‘aiin shaad, kaaf haa yaa ‘aiin shaad, ikfinaa hammal ‘idaa. Walaqqihimur-radaa, waj’alhum likulli habiibin fidaa.Wasallith ‘alaihim ‘aajilan-niqmati fil yaumi wal ghadaa.

Artinya: "Ya Allah! Berkat kebenaran Kaaf haa yaa ‘aiin shad (3x) tolonglah kami dari maksud/rencana musuh. Lemparkan mereka kedalam kebinasaan. Jadikan mereka sebagai korban bagi setiap orang yang dicintainya. Kuasakan atas mereka segera menda-patkan balasan pada hari ini dan esok."

اللّهُمَّ بَدِّدْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ, اللّهُمَّ أَقْلِلْ عَدَدَهُمْ,
اللّهُمَّ فُلَّ حَدَّهُمْ, اللّهُمَّ أجْعَلِ الدَّائِرَةِ عَلَيْهِمْ, اللّهُمَّ أَرْسِلِ الْعَذَابَ إِلَيْهِمْ

Allahumma baddid syamlahum wafarriq jam’a-hum. Allahumma aqlil ‘adadahum. Allahumma fulla haddahum. Allahummaj’alid-daa-irata ‘alai-him. Allahumma arsilil ‘adzaaba ilaihim.

Artinya: "Ya Allah! Cerai beraikan persatuan mereka dan pisah-pisahkan jamaah/organisasi mereka. Ya Allah! Sedikitkan jumlah mereka. Ya Allah! Buatlah batas-batas (barisan) mereka menjadi kocar kacir. Ya Allah! Jadikan lingkaran/melapetaka atas mereka. Ya Allah! Turunkan azab siksaan kepada mereka."

اللَّهُمَّ أَخْرِجْهُمْ عَنْ دَائِرَةِ الْحِلْمِ وَاللُّطْفِ,
وَاَسْلُبْهُمْ مَدَدَ اْلإِمْهَالِ, وَغُلَّ أَيْدِيَهُمْ إِلَى أَعْنَاقِهِمْ,
وَارْبُطْ عَلَى قُلُوبِهِمْ, وَلاَ تُبَلِّغْهُمُ اْلآمَالَ

Allahumma akhrijhum ‘an daa-iratil hilmi walluthfi. Waslubhum madadal imhaali, waghulla aidiyahum ilaa a’naaqihim. Warbuth ‘alaa qu-luubihim, walaa tuballighhumul aamaal.

Artinya: "Ya Allah!Usirlah mereka dari kawasan sifat Penyantun dan Kelamahlembutan-Mu. Rampaslah dari mereka bantuan keramahan. Kuncilah tangan-tangan mereka pada leher-lehernya dan ikatlah pada hati-hati mereka, Serta jangan sampaikan/sukseskan angan-angan mereka."

اللَّهُمَّ قَلِّبْ  تَدْبِيْرَهُمْ, وَقَرِّر  تَدْمِيْرَهُمْ, وَاقْطَعْ  دَابِرَهُمْ, وَخُذْهُمْ أَخْذَ عَزِيْزٍ  مُقْتَدِرٍ

Allahumma qallib tadbiirahum, waqarrir tadmii-rahum, waqtha’ daabirahum, wakhudz-hum akh-dza ‘aziizin muqtadir.

Artinya: "Ya Allah! Ubahlah langkah mereka, tentukan penghancuran terhadap mereka, berantaslah  mereka, dan siksalah mereka dengan siksaan yang sangat pedih."

اللّهُمَّ مَزِّقْهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ مَزَّقْتَهُ لأَعْدَائِكَ, إِنْتِصَارًا ِلأَنْبِيَائِكَ وَرُسُلِكَ وَأَوْلِيَائِكَ

Allahumma mazziqhum kulla mumazzaqin mazzaqtahuu li-a’daa-ika, intishaaran li-anbiyaa-ika warusulika wa auliyaa-ika.

Artinya:"Ya Allah! Cabik-cabiklah mereka, sebagaimana Engkau mencabik-cabik para muruh-Mu untuk membantu para Nabi, Rasul dan auliya’-Mu."

اَللَّهُمَّ انْتَصِرْلَنَا اِنْتِصَارَكَ  ِلأَحْبَابِكَ عَلَى أَعْدَائِكَ (3×).

Allahummantashir lanantishaaraka li-ahbaabi ka ‘alaa a’daa-ika (Dibaca 3 x)
Artinya:"Ya Allah! Menangkanlah kami, seperti kemenangan yang Engkau berikan kepada para kekasih-Mu."

اللَّهُمَّ لاَ تُمَكِّنِ اْلأَعْدَاءَ فِيْنَا وَلاَمِنَّا, وَلاَ تُسَلِّطْهُمْ عَلَيْنَا بِذُنُوبِنَا (3×)

Allahumma laa tumakkinil a’daa-a fiinaa walaa minnaa, walaa tusallith-hum ‘alainaa bidzunuu-binaa. (Dibaca 3 x)

Artinya: "Ya Allah! Jangan Engkau kokohkan para musuh pada kami dan dari kami dan jangan Engkau berikan kekuasaan pada mereka untuk menguasai kami disebabkan dosa-dosa kami."

حم حم حم حم حم حم حم.  حُمَّ  اْلأَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرُ فَعَلَيْنَا لاَ يُنْصَرُونَ (7×)

Haamiim, Haamiim, Haamiim, Haamiim, Haa-miim, Haa miim, Haa miim. Hummal-amru wa jaa-annashru fa’alainaa laa yunsharuun. (Dibaca 7x)
Informasi penting disajikan secara kronologis

Artinya: "Haa miim (7x). Telah ditakdirkan suatu urusan dan telah datang pertolongan, sehingga mereka tidak mampu mengalahkan kami."

حمعسق حِمَايَتُنَا مِمَّا نَخَافُ, اَللَّهُمَّ بِحَقِّ طَهَ وَقَافِ, وَسُورَةِ اْلأَحْقَافِ, بِلُطْفِكَ يَاخَفِيَّ اْلأَلْطَافِ, نَجِّنَا مِمَّا نَخَافُ,

Haa miim ‘aiin siin qaaf himaayatunaa mimmaa nakhaafu. Alloohumma bihaqqi thaahaa wa qaaf wa suuratil-ahqaaf, biluthfika yaa khafiyyal al-thaaf, najjinaa mimmaa nakhaaf.

Artinya: "Haa miim ‘aiib siin qaaf adalah perlindungan kami dari apa saja yang kami takuti. Ya Allah! Berkat Thaha, Qaf dan surat al-Ahqaf, berkat kelemah-lembutan-Mu, wahai Yang Samar kelemah lembutannya, selamatkan kami dari apa saja yang kami takuti."

اللّهُمَّ قنِاَ شَرَّ اْلأَسْوَى, وَلاَ تَجْعَلْنَا مَحَلاًّ لِلْبَلْوَى, اللّهُمَّ أَعْطِنَا أَمَلَ الرَّجَاءِ وَ فَوْقَ اْلأَمَلِ

Allahumma qinaa syarral aswaa, walaa taj’a-lnaa mahallan lilbalwaa. Allahumma a’thinaa amalar-rajaa-i wafauqal amal.

Artinya: "Ya Allah Lindungi kami dari kejahatan yang paling buruk dan jangan Engkau jadikan kami sebagai tempat sasaran balak-bencana. Ya Allah! Anugerahilah kami pengharapan dan di atas harapan."

يَاهُوَ يَاهُوَ يَاهُوَ, يَامَنْ بِفَضْلِهِ لِفَضْلِهِ نَسْئَلُكَ, إِلَهِى الْعَجَلَ الْعَجَلَ الْعَجَلَ, إِلَهِى اْلإِجَابَةَ  اْلإِجَابَةَ اْلإِجَابَةَ

Yaa huu, Yaa huu, Yaa huu, Yaa man bifadhlihii lifadhlihii nas-al, ilaahil’ajalal ‘ajal, ilaahil ijaabatal ijaabatal ijaabah.

Artinya: "Wahai Dia, wahai Dia, wahai Dia! Wahai Dzat yang dengan kelebihan-Nya bagi kelebihan-Nya, kami memohon, wahai Tuhanku, segera (kabulkan), segera (kabulkan), segera (kabulkan). Tuhanku, semoga terkabul, semoga terkabul, semoga terkabul."

يَامَنْ أَجَابَ نُوحًا فِى قَوْمِهِ, يَامَنْ نَصَرَ إِبْرَاهِيْمَ عَلَى أَعْدَائِهِ,
يَامَنْ رَدَّ يُوسُفَ عَلَى يَعْقُوبَ, يَامَنْ كَشَفَ الضُّرَّ عَنْ أَيُّوبَ,
يَامَنْ أَجَابَ دَعْوَةَ زَكَرِيَّا, يَامَنْ قَبِلَ تَسْبِيْحَ يُونُسَ ابْنِ مَتَّى,

Yaa man ajaaba nuuhan fii qaumih. Yaa man nashara Ibraahiima ‘alaa a’daa-ih. Yaa man radda yuusufa ‘alaa ya’quub. Yaa man kasyafadh-dhurru ‘an ayyuub. Yaa man ajaaba da’wata zakariyyaa. Yaa man qabila tasbiiha yuunusabni matta.

Artinya: "Wahai Dzat Yang mengabulkan doa Nabi Nuh dalam masalah kaumnya. Wahai Tuhan Yang menolong Nabi Ibrahim atas para musuhnya. Wahai Tuhan Yang mengembalikan Nabi Yusuf kedalam pangkuan Nabi Ya’qub. Wahai Tuhan Yang menghilangkan penderitaan (bahaya) dari Nabi Ayyub. Wahai Tuhan Yang mengabulkan doa Nabi Zakariyya. Wahai Tuhan Yang menerima tasbihnya Nabi Yunus bin Matta."

نَسْئَلُكَ اللَّهُمَّ بِأَسْرَارِ أَصْحَابِ هَذِهِ الدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَاتِ,
أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنَّا مَابِهِ دَعَوْنَا, وَأَنْ تَعْطِيَنَا مَاسَأَلْنَاكَ,
أَنْجِزْ لَنَا وَعْدَكَ الَّذِى وَعَدْتَهُ لِعِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ,
بِالنَّصْرِ وَالظَّفَرِ وَالْفَتْحِ الْمُبِيْنَ,
لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتَ مِنَ الظَّالِمِيْنَ,

Nas-alukallahumma bi-asraari ashhaabi haadzihid-da’awaatil musta-jaabaat. An tataqab-bala minnaa maa bihii da’aunaaka, wa an tu’thiyanaa maa sa-alnaaka. Anjiz lanaa wa’dakalladzii wa’adtahuu li’ibaa-dikas-shaali-hiin. Binnashri wazh-zhafari walfat-hil mubiin. Laa ilaaha illaa anta sub-haanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.

Artinya: "Kami memohon kepada Engkau, Ya Allah, dengan perantaraan berbagai rahasia para pendoa yang terkabul tersebut. Kiranya Engkau menerima dari kami apa saja yang kami mintakan kepada-Mu dan kiranya Engkau memberikan kepada kami apa saja yang kami mohonkan kepada-Mu. Wujudkan untuk kami janji-Mu yang telah Engkau janjikan kepada para hamba-Mu yang shalih. Janji berupa bantuan, pertolongan dan kemenangan yang gemilang. Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Aku sungguh termasuk golongan orang-orang yang zhalim."

إِنْقَطَعَتْ آمَالُنَا وَعِزَّتِكَ إلاَّ مِنْكَ, وَخَابَ رَجَاؤُنَا وَحَقِّكَ إلاَّ فِيْكَ (3×)

Inqatha’at aamaalunaa wa’izzatika illaa minka, wakhaaba rajaa-unaa wahaqqika illaa fiika. (Dibaca 3 x)

Artinya: "Terputus angan-angan kami, Demi Kemuliaan-Mu, selain yang berasal dari-Mu. Gagal harapan kami, Demi Hak-Mu, selain yang ada pada-Mu."

يَاوَاحِدُ يَاعَلِىُّ يَاحَلِيْمُ, وَحَسْبُنَا الَّلهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ,
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالَّلهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ,
سَلاَمٌ عَلَى نُوحٍ فِى الْعَالَمِيْنَ, إِسْتَجِبْ لَنَا آمِيْن آمِيْن آمِيْن.

Yaa waahidu yaa ‘aliyyu yaa haliimu, hasbunalloohu wani’mal wakiil. Walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Salaamun ‘alaa nuhin fil ‘aalamiin. Istajib lanaa aamiin aamiin aamiin.

Artinya: "Wahai Yang Maha Esa, wahai Yang Maha Tinggi, wahai Yang Maha Penyantun. Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah. Salam sejahtera atas Nabi Nuh di alam semesta. Kabulkan doa kami. Aamiin. Aamiin. Aamiin."

فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
وَصَلىَّ اللَّهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ  سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ, وَعَلَىآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Faquthi’a daabiral qaumilladziina zhalamuu fa-ashbahuu laa yuraa illaa masaakinuhum, walham-dulillaahi rabbil ‘aalamiin. Wa shallallahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin sayyidil mursaliin, wa’alaa aalihii washahbihii ajma’iin.

Artinya: "Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Sehingga jadilah mereka tidak diperlihatkan selain tempat-tempat tinggal mereka Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Semoga Allah melimpahkan rahma ta’zhim kepada junjungan kami, Muhammad yang menjadi penghulu para Rasul, beserta keluarga dan sahabatnya seluruhnya."

اللّهُمَّ أَنْتَ تَعْلَمُ أَعْدَائَنَا عَدَدًا, فَبَدِّدْ شَمْلَهُمْ بِدَدًا, وَلاَ تُبْقِ مِنْهُمْ أَحَدًا, إِنَّكَ أَنْتَ الْبَاقِى سَرْمَدًا.

Allahumma anta ta’lamu a’daa-anaa ‘adadaa, fabaddid syamlahum bidadaa, wala tubqi minhum ahadaa, innaka antal baaqii sarmadaa.

Artinya: "Ya Allah! Engkau mengetahui pusuh-musuh kami berbilang-bilang, cerai beraikan persatuan mereka dengan sungguh-sungguh dan jangan Engkau sisakan dari mereka seorang pun, karena Engkau adalah Dzat Yang Maha Kekal abadi."

وَمَكَرُوا مَكْرًا وَمَكَرْنَا مَكْرًا وَهُمْ لاَ يَشْعُرُونَ.
فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ مَكْرِهِمْ أَنَّا دَمَّرْنَاهُمْ وَقَوْمَهُمْ أَجْمَعِينَ.
فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةً بِمَا ظَلَمُوا.

Wamakaruu makran wamakarnaa makran wa hum laa yasy’uruun. Fanzhur kaifa kaana ‘aaqi-batu makrihim annaa dammarnaahum wa qauma-hum ajma’iin. Fatilka buyuutuhum khaawiyatan bimaa zhalamuu.

Artinya: "Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari. Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka." (QS an-Naml : 50)

تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّهَا فَأَصْبَحُوا لاَ يُرَى إِلَّا مَسَاكِنُهُمْ .

Tudammiru kulla syai-in bi-amrirabbihaa fa-ashbahuu laa yuraa illaa masaakinuhum.
Artinya: "Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka." (QS al-Ahqaf : 25)

فَهَلْ تَرَى لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ. وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا. فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Fahal taraa lahum min baaqiyah. Wahiya khaawiyatun ‘alaa ‘uruu-syihaa. 
Faquthi’a daabirul qaumilladziina zhalamuu walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

Artinya: "Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka. (QS al-Haaqqah : 8)
Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." (QS al-An’am : 45)

Download Kitab Hizib Nashar

  1. Hizib Nashor Arab, Latin dan Terjemah  
  2. Hizib Nashor Arab
  3. Nuzhat al-Nazhar fi Sharh Hizb al-Nashr 
LihatTutupKomentar