Ratib al-Kubra Arab dan Terjemah
Nama ratib/hizib/wirid: ٌRisalah Ratib al-Kubra (Rotib al-Kubro), Rotib Kubro
Pengarang, penyusun: Habib Toha bin Hasan bin Yahya
Lahir: Hadramaut, Yaman
Wafat: 1266 H/1850 M
Bidang: Tasawuf, tarekat, sufi.
Ratib al-Kubra
Daftar Isi
- Biografi Pengarang Rotib Kubro
- Profil Kitab Risalah Ratib al-Kubro
- Teks Risalah Rotib Kubro
- Download Risalah Rotib Kubro
- Ratib dan Hizib Lain
- Kitab Tasawuf
BIOGRAFI PENGARANG: HABIB TOHA BIN HASAN BIN YAHYA
Al-Habib Thaha bin Hasan bin Yahya (wafat 1266 H/1850 M) adalah sosok ulama besar, waliyullah, dan tokoh sentral dalam sejarah penyebaran Islam serta tarekat di Nusantara, khususnya di wilayah Jawa Tengah.1. Garis Keturunan dan Latar Belakang
Beliau berasal dari keluarga besar Ba 'Alawi (Sada), keturunan Rasulullah ﷺ melalui garis nasab Sayyidina Husein bin Ali. Garis keturunan beliau (Yahya) dikenal sebagai salah satu keluarga besar yang sangat berpengaruh dalam dakwah Islam di Indonesia.- Ayah: Al-Habib Hasan bin Yahya.
- Tempat Lahir: Sebagian catatan sejarah menyebutkan beliau berasal dari Hadramaut, Yaman, sebelum berhijrah ke Nusantara untuk berdakwah.
- Peran: Beliau adalah kakek dari Habib Luthfi bin Yahya (Pekalongan), yang saat ini menjadi salah satu ulama paling berpengaruh di Indonesia dan Rais 'Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN).
2. Perjuangan dan Dakwah
Habib Thaha bin Hasan bin Yahya dikenal sebagai sosok yang sangat teguh memegang prinsip syariat dan tasawuf. Dakwah beliau memiliki karakteristik:
- Pendekatan Tasawuf: Beliau menekankan pentingnya pembersihan hati (tazkiyatun nafs) sebagai fondasi beragama.
- Penyusunan Amalan: Beliau menyusun Rotib Kubro, sebuah kitab zikir yang panjang dan komprehensif. Rotib ini menjadi salah satu warisan spiritual terpenting beliau yang masih dibaca secara rutin di berbagai majelis taklim di tanah Jawa.
- Pengaruh Politik-Agama: Pada masanya, keluarga bin Yahya dikenal memiliki pengaruh luas di kalangan masyarakat dan seringkali menjadi rujukan moral di tengah tekanan kolonialisme Belanda.
3. Warisan Spiritual (Rotib Kubro)
Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, Rotib Kubro adalah karya monumental beliau. Jika dibandingkan dengan rotib lain (seperti Rotib Al-Haddad yang bersifat ringkas), Rotib Kubro memiliki susunan yang lebih mendalam dan spesifik dalam memohon perlindungan Allah SWT.Beberapa elemen utama dalam ajaran spiritual beliau meliputi:
- Istiqamah: Mengajarkan agar pengikutnya tidak mudah goyah dalam menjalankan zikir harian.
- Adab: Penekanan besar pada etika (adab) kepada guru dan para pendahulu (salafus shalih).
4. Pengaruh bagi Indonesia
Pengaruh Habib Thaha bin Hasan bin Yahya di Indonesia sangat nyata melalui
kesinambungan dakwah keluarganya. Beliau menanamkan benih tradisi keilmuan
Islam yang moderat, santun, dan berbasis pada tasawuf yang selaras dengan
Ahlussunnah wal Jamaah.
Keberadaan beliau di Jawa menjadi bukti
historis betapa eratnya hubungan antara ulama Hadramaut dengan masyarakat
Nusantara dalam membangun fondasi keislaman yang kuat hingga hari ini.
Catatan Admin alkhoirot.org: Informasi di atas belum diverifikasi dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan dan ketidakakuratan yang terjadi terkait fakta sejarah yang tertulis.
PROFIL KITAB ROTIB KUBRO
Rotib Kubro adalah sebuah amalan doa dan zikir yang sangat masyhur di kalangan umat Islam, khususnya di lingkungan thariqah dan majelis-majelis taklim. Zikir ini disusun oleh seorang ulama besar dari Hadramaut, Yaman.
1. Penyusun (Muallif) Ratib al-Kubra
Penyusun Rotib Kubro adalah Al-Imam Al-Habib Thaha bin Hasan bin Yahya (wafat
sekitar tahun 1266 H / 1850 M). Beliau adalah kakek dari tokoh ulama besar
Indonesia, Habib Luthfi bin Yahya (Pekalongan).
2. Isi dan Kandungan Rotib Kubro
Berbeda dengan Rotib Al-Haddad atau Rotib Al-Attas yang cenderung lebih ringkas, Rotib Kubro (sesuai namanya "Kubro" yang berarti Besar) memiliki rangkaian zikir yang lebih panjang dan komprehensif. Isinya meliputi:
- Potongan Ayat Al-Qur'an: Diambil dari surat-surat pilihan yang memiliki fadhilah perlindungan.
- Istighfar dan Tahlil: Kalimat tauhid yang diulang dalam jumlah tertentu.
- Shalawat Nabi: Berbagai bentuk pujian kepada Rasulullah ﷺ.
- Asmaul Husna: Menyebut nama-nama Allah untuk bertawasul dalam doa.
- Doa-doa Perlindungan: Memohon keselamatan dari bala, penyakit, dan gangguan makhluk halus.
3. Tujuan dan Manfaat (Fadhilah) Ratib Kubro
Secara umum, pembacaan Rotib Kubro ditujukan untuk:
- Benteng Spiritual: Melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari marabahaya lahir maupun batin.
- Ketenangan Hati: Mengamalkan zikir secara istiqamah dipercaya dapat memberikan ketenangan jiwa.
- Keberkahan Rezeki: Banyak jamaah mengamalkannya dengan niat kelancaran urusan duniawi dan ukhrawi.
- Pembersih Jiwa: Menghapus dosa-dosa kecil melalui bacaan istighfar yang intens di dalamnya.
4. Waktu dan Cara Pengamalan Ratib al-Kubro
Meskipun bisa dibaca kapan saja, Rotib Kubro biasanya diamalkan pada waktu-waktu berikut:
- Setelah Shalat Subuh atau Setelah Shalat Maghrib/Isya.
- Dibaca secara berjamaah: Seringkali menjadi menu utama dalam acara "Majelis Rotib" yang dihadiri ratusan hingga ribuan orang.
Tradisi di Indonesia: Sangat populer di wilayah Jawa (seperti Pekalongan dan Cirebon) karena pengaruh dakwah keluarga bin Yahya.
TEKS RISALAH RATIB AL-KUBRA (ROTIB KUBRO) DAN TERJEMAHNYA
رسالة راتِب الكبْرَى
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ، الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ، اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang. Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah
kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah
kami ke jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri
nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang
yang sesat.
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ، هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ، هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
“Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang
nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dialah Allah tidak ada tuhan
selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga
Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang
Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia
memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih
kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana” (QS al-Hasyr:
22-24).
اَللّٰهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
“Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus
(makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur.
Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang
dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada
di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui
sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu
dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara
keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung” (QS al-Baqarah: 255).
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ، لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۚ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، هُوَ الْاَوَّلُ وَالْاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ، هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَاۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌۗ، لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ، يُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِۗ وَهُوَ عَلِيْمٌ ۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ"
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang
Mahaperkasa, Mahabijaksana. Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia
menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Dialah Yang
Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala
sesuatu. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian Dia
berkuasa atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang
keluar dari dalamnya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana.
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang
kamu kerjakan. Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dan hanya kepada Allah
segala urusan dikembalikan. Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan
siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati" (QS al-Hadid:
1-6).
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمٰتِ وَالنُّوْرَ ەۗ ثُمَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُوْنَ، هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ طِيْنٍ ثُمَّ قَضٰٓى اَجَلًاۗ وَاَجَلٌ مُّسَمًّى عِنْدَهٗ ثُمَّ اَنْتُمْ تَمْتَرُوْنَ، وَهُوَ اللّٰهُ فِى السَّمٰوٰتِ وَفِى الْاَرْضِۗ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُوْنَ
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi
Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang,
namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan
sesuatu. Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal
(kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun
demikian kamu masih meragukannya. Dan Dialah Allah (yang disembah), di langit
maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu
nyatakan dan mengetahui (pula) apa yang kamu kerjakan" (QS al-An'am: 1-3).
لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ، فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
"Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat
terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan
(keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap
orang-orang yang beriman. Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka
katakanlah (Muhammad), 'Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia.
Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy
(singgasana) yang agung'" (QS at-Taubah: 128-129).
اٰمَنْتُ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَبِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. صَدَقَ اللهُ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ ×٢
Aku beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para
rasul-Nya, serta Hari Akhir dan ketentuan baik dan buruk dari Allah. Mahabenar
Allah dan rasul-Nya.
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad dan
keluarganya.
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ وَأَمْسَيْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ وَأَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ
Ya Allah, sesungguhnya aku di pagi dan sore hari ini aku menjadikan-Mu sebagai
saksi, dan aku juga menjadikan saksi para pemikul ‘Arsy-Mu, para malaikat-Mu
dan seluruh makhluk-Mu, bahwa Engkaulah Tuhan, tidak ada Tuhan selain Engkau
dengan keesaan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, dan sesungguhnya Baginda Muhammad
adalah hamba dan nabi-Mu.
رَضِيْنَا بِاللهِ رَبًّـــا، وَ بِالْإِسْلَامِ دِيْنًـا، وَبِسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً ×٣
Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad ﷺ sebagai
nabi dan rasul.
اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ، وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ، الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ، وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ، فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ، اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ، فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ، وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ
“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)? Kami pun telah menurunkan
bebanmu darimu, yang memberatkan punggungmu, dan Kami tinggikan sebutan
(nama)mu bagimu. Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,
sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila engkau telah
selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang
lain), dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap” (QS al-Insyirah: 1-8).
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا"
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai
orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam
dengan penuh penghormatan kepadanya" (QS al-Ahzab: 56).
لَبَّيْكَAku
sambut panggilan-Mu
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ×١/×٣
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muḫammad dan kepada keluarga Nabi
Muḫammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan
keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muḫammad dan bagi
keluarga Nabi Muḫammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi
Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta
Engkau Maha Terpuji dan Mahaagung.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ، الصَّادِقِ الْأَمِيْنِ، حُجَّةُ اللّٰهِ وَرَحْمَةٌ لِلْعَــــالَمِيْنَ، وَاٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْأَكْرَمِيْنَ، وَأَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَذُرِّيَّتِهِ وَأَهْلِ بَيْتِهِ الطَّاهِرِيْنَ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Baginda Muhammad yang
merupakan hamba-Mu, nabi-Mu, rasul-Mu; nabi yang ummi (tidak membaca
kitab-kitab sebelumnya), jujur terpercaya, pembela agama Allah, dan menjadi
rahmat bagi seluruh makhluk. Limpahkanlah pula rahmat dan keselamatan kepada
keluarga, sahabat-sahabat mulia beliau, para istri beliau “ibu kaum mukmin”,
keturunan dan keluarga beliau yang suci. (Ya Allah) limpahkanlah rahmat,
keselamatan, dan keberkahan kepada mereka semua, dengan rahmat yang
terus-menerus sampai hari Pembalasan. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh
keberadaan.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ ×٣
Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan, dan keberkahan kepada Baginda
Muhammad yang merupakan hamba-Mu, nabi-Mu, rasul-Mu; nabi yang ummi. Juga
kepada keluarga dan sahabatnya.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَـمَّدٍ، عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَـــــةِ ذَاتِكَ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ ×٣
Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan, dan keberkahan kepada Baginda
Muhammad yang merupakan hamba-Mu, nabi-Mu, rasul-Mu; nabi yang ummi; juga
kepada keluarga dan sahabatnya, dengan keselamatan seagung Dzat-Mu sepanjang
zaman.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ ࣙالنَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ، عَدَدَ مَا عَلِمْتَ وَزِنَةَ مَا عَلِمْتَ وَمِلْءَ مَا عَلِمْتَ ×٣
Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan, dan keberkahan kepada Baginda
Muhammad yang merupakan hamba-Mu, nabi-Mu, rasul-Mu; nabi yang ummi; juga
kepada keluarga dan sahabatnya, dengan anugerah sebanyak ilmu-Mu, sebanyak
ilmu-Mu, dan sepenuh ilmu-Mu (yang tak terbatas).
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِكَ أَنْ تُصَلِّيَ وَتُسَلِّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى سَآئِرِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اٰلِهِمْ وَصَحْبِهِمْ أَجْمَعِيْنَ وَأَنْ تَغْفِرَ لِيْ فِيْمَا مَضَى وَتَحْفَظَنِيْ فِيْمَا بَقِيَ ×٣
Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu agar melimpahkan rahmat dan keselamatan
kepada Baginda Nabi Muhammad dan seluruh para nabi dan para rasul; beserta
keluarga mereka dan seluruh sahabat mereka. Ampunilah dosa-dosaku yang telah
lewat, dan peliharalah di sisa usiaku ini.
غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ، لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَاۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
"Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali. Allah
tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat
(pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari
(kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah
Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami,
janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau
bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau
pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami,
ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah
kami menghadapi orang-orang kafir'," (QS al-Baqarah: 285-286).
لَا إلٰهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ×٣
Tiada tuhan yang haq disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu baginya.
Hanya milikinya segala kerajaan dan hanya milikinya segala puji, Dzat yang
menghidupkan dan yang mematikan. Dialah Dzat yang kuasa atas segala
sesuatu.
سُبْحَانَ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ ×٣
Mahasuci Allah. Segala puji bagi Allah. Tiada tuhan yang layak disembah
kecuali Allah. Allah Mahabesar.
سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللّٰهِ الْعَظِيْمِ ×٣
Mahasuci Allah dengan segala puji bagi-Nya. Mahasuci Allah yang Mahaagung.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ، وَصَلِّ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Baginda Muhammad yang
merupakan hamba-Mu dan rasul-Mu. Limpahkanlah pula rahmat kepada kaum
mikminin-mukminat, muslimin-muslimat.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ ×٣/×٧
Ya Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku, kaum mukminin-mukminat,
muslimin-muslimat, baik yang hidup maupun yang mati.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ فَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ سَيِّدِنَا أَحْمَدَ، اَللّٰهُمَّ اجْبُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَسَلَّمَ ×٣
Ya Allah, ampunilah umat Baginda Nabi Muhammad. Ya Allah, sayangilah umat
Baginda Nabi Muhammad. Ya Allah, damaikanlah umat Baginda Nabi Muhammad. Ya
Allah, tutuplah (aib) umat Baginda Nabi Muhammad. Ya Allah, lapangkanlah
urusan umat Baginda Nabi Muhammad.
اَللّٰهُمَّ أَصْلِحِ الْإِمَامَ وَالْأُمَّةَ، وَالرَّاعِيَ وَالرَّعِيَّةَ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَادْفَعْ شَرَّ بَعْضِهِمْ عَنْ بَعْضٍ ×٣
Ya Allah, damaikanlah imam dan umat, pemimpin dan rakyat. Lunakkan hati
mereka. Cegah mereka dari saling berbuat buruk.
أَصْلَحَ اللّٰهُ أُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ، صَرَفَ اللّٰهُ شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ ×٣
Semoga Allah membenahi urusan kaum muslimim dan menghindarkan (mereka) dari
kejahatan orang-orang yang gemar menyakiti.
يَا عَلِيُّ يَا كَبِيْرُ، يَا عَلِيْمُ يَا قَدِيْرُ، يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْرُ، يَا لَطِيْفُ يَا خَبِيْرُ ×٣
Wahai Yang Mahatinggi, wahai Yang Mahabesar, wahai Yang Maha Mengetahui, wahai
Yang Mahakuasa, wahai Yang Maha Mendengar, wahai Yang Maha Melihat, wahai Yang
Mahalembut, wahai Yang Maha Mengetahui Rahasia.
فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ ×٧
“Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad),
‘Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku
bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang
agung’,” (QS at-Taubah: 129).
حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ ×٧
Cukuplah Allah (menjadi penolong) kami dan Allah-lah sebaik-baik yang diserahi
urusan.
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَوْدِعُكَ نَفْسِيْ وَدِيْنِيْ وَأَهْلِيْ وَأَوْلَادِيْ وَمَالِيْ، وَجَمِيْعَ مَا أَنْعَمْتَ بِهِ عَلَيَّ، أَسْتَوْدِعُ اللّٰهَ دِيْنِيْ وَأَمَانَتِيْ وَخَوَاتِمَ عَمَلِيْ ×٣
Ya Allah, sungguh aku titipkan kepada-Mu jiwaku, agamaku, keluargaku,
anak-anakku, hartaku, dan seluruh karunia yang engkau berikan kepadaku. Aku
titipkan kepada Allah agamaku, amanat yang kutanggung, dan amal yang baik di
akhir hayatku.
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ×٣
Aku berlindung kepada Kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan
makhluk-Nya.
بِسْمِ اللّٰهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ×٣
Dengan menyebut nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada satu pun di bumi dan
langit yang sanggup memberi bencana. Dialah Yang Maha Mendengar dan Maha
Mengetahui.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، صَلَاةً أَنْ تَكْفِيْنَا بِهَا شَرًّا مِّمَّا نَخَافُ وَنَحْذَرُ ×٣
Ya Allah, limpahkan rahmat kepada Baginda Nabi Muhammad dan keluarga Baginda
Nabi Muhammad, dengan rahmat yang mampu mencegah kami dari kejahatan yang kami
takuti dan khawatirkan.
حَسْبُنَا اللّٰهُ لِدِيْنِنَا، حَسْبُنَا اللّٰهُ لِمَا أَهَمَّنَا، حَسْبُنَا اللّٰهُ لِمَنْ بَغَى عَلَيْنَا، حَسْبُنَا اللّٰهُ لِمَنْ حَسَدَنَا، حَسْبُنَا اللّٰهُ لِمَنْ كَادَنَـــا بِسُوْءٍ، حَسْبُنَا اللّٰهُ عِنْدَ الْمَوْتِ، حَسْبُنَا اللّٰهُ عِنْدَ الْمَسْأَلَةِ فِيْ الْقَبْرِ، حَسْبُنَا اللّٰهُ عِنْدَ الْمَسْأَلَةِ فِيْ الْمِيْزَانِ، حَسْبُنَا اللّٰهُ عِنْدَ الْحِسَابِ، حَسْبُنَا اللّٰهُ عِنْدَ الصِّرَاطِ، حَسْبِيَ اللّٰهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ، عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيْبُ
Cukuplah Allah bagi kami (menjadi penolong) bagi agama kami. Cukuplah Allah
untuk (menghadapi) apa pun yang menyusahkan kami. Cukuplah Allah bagi kami
untuk (menghadapi) siapa pun yang menzalimi kami. Cukuplah Allah bagi kami
untuk (menghadapi) siapa pun yang dengki pada kami. Cukuplah Allah bagi kami
untuk (menghadapi) siapa pun yang merencanakan keburukan pada kami. Cukuplah
Allah bagi kami (menjadi penolong) saat kematian. Cukuplah Allah bagi kami
(menjadi penolong) saat ada persoalan di alam kubur. Cukuplah Allah bagi kami
(menjadi penolong) saat ada persoalan kala penimbangan amal. Cukuplah Allah
bagi kami (menjadi penolong) saat penghitungan amal. Cukuplah Allah (menjadi
penolong) saat melewati jembatan (shirath mustaqim). Cukuplah Allah bagiku,
tiada tuhan selain Dia. Aku bertawakal kepada-Nya, dan kepada-Nya aku
kembali.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ ࣙالنَّبِيِّ الْأُمِّيِّ، الْحَبِيْبِ الْعَالِيْ الْقَدْرِ الْعَظِيْمِ الْجَاهِ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ ×٣/×١٠/×١٠٠
Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan, dan keberkahan kepada Baginda
Muhammad, nabi yang ummi, kekasih yang berkedudukan tinggi, kuat, dan agung.
Limpahkanlah pula kepada keluarga dan sahabat beliau.
يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، أَمِتْنَا عَلَى دِيْنِ الْإِسْلَامِ ×٧
Wahai Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Wafatkan kami dalam keadaan
memeluk agama Islam.
اَللّٰهُمَّ سَلِّمْنَا وَأَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا وَأَبْنَائَنَا وَذُرِّيَّتَنَا وَنَسْلَنَا فِيْ يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ، يَوْمٌ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُوْنَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، سُبْحٰنَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ
Ya Allah, selamatkan kami, keluarga kami, anak-anak kami, anak-cucu kami,
famili kami, dan keturunan kami pada hari semua orang dibangkitkan, hari
ketika harta dan anak-anak tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap
Allah dengan hati yang bersih. Tiada tuhan kecuali Engkau. Mahasuci Allah,
sungguh aku termasuk golongan orang-orang yang zalim.
فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـنْجِى الْمُؤْمِنِيْنَ
"Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan
demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman" (QS al-Biya': 88)
وَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَّلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ جَاۤءُوْكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللّٰهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللّٰهَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا
"Dan sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu
(Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan
ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat, Maha
Penyayang" (QS an-Nisa': 64).
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةًۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
"(Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada
kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah
kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi',” (QSAli
Imran: 8).
رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ
"Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang
beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat)',” (QS Ibrahim: 41).
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
"Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman
lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati
kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha
Penyantun, Maha Penyayang” (QS al-Hasyr: 10).
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ ×٣
Ya Allah, sungguh kami memohon ridha-Mu dan surga. Kami berlindung kepada-Mu
dari murka-Mu dan neraka.
يَا لَطِيْفُ ×١٦/×١٢٩
Wahai Yang Mahalembut
يَا لَطِيْفًا بِخَلْقِهِ، يَا عَلِيْمًـــــا بِخَلْقِهِ، يَا خَبِيْرًا بِخَلْقِهِ، اُلْطُفْ بِنَا يَا لَطِيْفُ يَا عَلِيْمُ يَا خَبِـــــيْرُ ×٣
Wahai Yang Mahalembut terhadap makhluk-Nya. Wahai Yang Maha Mengetahui atas
makhluk-Nya. Wahai Yang Maha Mengetahui (rahasia) makhluk-Nya.
Berlemah-lembutlah pada kami, wahai Yang Mahalembut, wahai Yang Maha
Mengetahui, wahai Yang Maha Mengetahui (rahasia).
يَا لَطِيْفًـا لَّمْ يَزَلْ اُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلْ، إِنَّكَ لَطِيْفٌ لَّمْ تَزَلْ اُلْطُفْ بِنَـــا وَالْمُسْـــلِمِيْنَ ×٣
Wahai Yang selalu Mahalembut. Berlemah-lembutlah pada kami atas segala
ketentuan-Mu. Sungguh Engkau selalu Mahalembut. Berlemah-lembutlah pada kami
dan kaum muslimin.
لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، اَلْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ ×١٠/×٥٠/×١٠٠
Tiada tuhan yang layak disembah selain Allah Yang Maha Menguasai lagi
Mahabenar lagi Mahanyata.
مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ، صادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ، صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ
Muhammad adalah utusan Allah, yang benar janjinya lagi terpercaya. Semoga
Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada beliau, keluarga, dan para
sahabatnya.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ، اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ، وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَـــــدٌ ×٣
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah
(wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah Dzat yang menjadi tumpuan
segala permohonan. Ia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada
siapa pun yang sebanding dengan-Nya (QS Al-Ikhlas). (3x)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ، مِنْ شَرِّ مَـــا خَلَقَۙ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah
(wahai Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang menciptakan cahaya subuh.
Dari kejahatan makhluk-makhluk yang Ia ciptakan. Dari kejahatan malam apabila
telah gelap gelita. Dari (ahli-ahli sihir) yang menghembus pada simpul-simpul
ikatan. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan
kedengkiannya (QS Al-Falaq).
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ، مَلِكِ النَّـــاسِۙ، اِلٰهِ النَّاسِۙ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ، الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّــاسِ
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung kepada Tuhan pemelihara manusia. Yang Menguasai manusia. Tuhannya manusia. Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam. Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia. Dari kalangan jin dan manusia” (QS An-Nas).
