Tafsir Jalalain dan Tafsir Zamakhsyari
Nama kitab/buku: Kitab Tafsir dan Ulama Tafsir
Judul kitab asal: TAFSIR WAL MUFASSIRUN
Nama penulis: Dr. Muhammad Sofyan, MA
Editor: Syamsul Amri Sir,egar, S Th l
Lahir: Pulau banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat pada 3 November 1969
Wafat: Medan, Sumatera Utara, Maret 2018
Penerjemah ke Bahasa Indonesia: M Nur Prabowo S
Bidang studi: Ulum Al-Quran, Ilmu Tafsir
Daftar Isi
- BAB III TAFSIR JALALAIN
- A. Biografi Jalalain
- B. Bentuk Metode Corak Tufsir JaJalain
- C. Karakteristik Tafsir Jalalain
- D. Penutup
- BAB IV TAFSIR ZAMAKHSYARI '
- A. Biografi Zamakhsyari
- B. Karya-Karya Zamakhsyari
- C. Metode dan Corak Penafsiran
- Kembali ke: Tafsir wal Mufassirun (Kitab Tafsir dan Ulama Tafsir)
BAB III TAFSIR JALALAIN
A. BIOGRAFI JALALAIN
itabiDi dikarang olehduaorang Imam yang agung, yakni J.alaluddi.nal-M_ahalli an Jalaluddin al Suyutbi. Jalaluddin al-Mahalli bemama lengkap
Muhammad binAhmadbinMuhammadbinlbrabim.binAhmad al-Imam al Alla.mah Jalaluddin al-Mahalli I..ahir pada tahun 7911-{11389 Mdi Kairo, Me# Ialebih dikenal dengan sebu.tan al .Mahalli yang dinisbahkan pa.da kampung kefabirannya. Lokasinya terletak disebelah barat Ka:iro, takjauh dari sungai Nil.
Sejak kecil tanda-tanda kecerdasan sudah men.corong pada diriMaballi. fa ulet menyadap aneka ilmu, misalnya tafsU; ushtd fikih, teologij fikih. nahwu dan logika. Mayoritas ilmu tersebut dipelajarinya secara otoclidak, hanya sebagian kecil
yang d:ise:rap dari ulama ulama salaf pada masanya, seperti al-Badri Muhammad bin al-Aqsari, Bur ban al Baijuri, .Nfa al-.Bukhari dan Syamsuddin bin al-Bisati.1 Al-Mahalli wafat padaawal tahun 864Hbertepatandengan tahUll 1455 M 2
Sedangkan al-Suyuthi bemama lengkap Abu al-fadhl Abdurrahman.bin.Ahi Balcr bin Muhammad al-Suyuthi al Syafi'L Beliau dilahirkan pada bulan Rajah tahun 849H dan ayahnya meninggal saat beliau berusia lima tahun tujuh bulan. Be.liau sudah hafal al-Qw'an di luar kepaiapada usia delapan tahun dan mampu menghafal banyak hadis. Beliauj:uga mem punyaiguruyangsangat banyak. Dimana menurtttperbitungan murid.nya, al-Dawudi, mencapai 51 orang. Demikianjuga karangan beliauyangmenrapai 500karangan.3·Beliaumeninggal padamalamJum,at19 JumadilAwal 9'11 H dirumahnya 4
B BENTIJK,.M_ETODE DAN CORAKTAFSIR
JALALAIN
Istilah bentuk penafsiran tidak dijumpai dalam kirab kitab 'ulum al-Qw-'an (ihnu taisir) pada abad..abad yangsi1am bahkan sampai periode modem sekalipun tidak ad.a u1ama tafsir yang menggtmakannya. Olehkarenanya tidak aneh bila dalam ld.tab-kitab klasiksemisal al-Burhanfi Vlwn al-Qur'an
1 Saiful Amin. Gofw; Profil Para MU.fa.sir al-Qur'a-n, Yogyakarta,
Puataka Insan Madani, 2008, h.110.
l ibid., h. 111.
3 Muammad u.sain al-Dzaabi, al-Tafsir wa ctl-Mufa.ssinm juz l, Beirut, 1976, h. 25 -252.
4 Ibid., h. 252.
karanganal-Zar a/.-Jcqan.fi Vhunal-Qlrankaryaal-Suyu.tbi,
dan lain-lain tidak dijumpai term tersebuts.
Namun menurut Nashruddin Baidan, dapatdisimpulkan bahwa penafsiran yang cliterapkan olah para mufasir sejak pada masa Nabisampai dewasa ini dapat dikerucurkanmenjadi dua macam,,yakni tafsir bi al-ma1tsur dan bi al-ray.6
Tafsir Jalalain merupakan tafsir yang menggunakan
bentuk bi al-ray.Karena dalam menaf-sirkan ayat demi ayat
menggunakan basil pemiltiran a.tau ijtihad para mufasir (meskipun tid.ak menafikan riwayat). Sebagai contoh ketika al-jaialain menafsirkan penggalan ayat berikut ini:
"'1.J-i oJJ:.;.i.; f JJU..\ ( ·· J ) r'rl( I '}-45 'lJ)
C,s.:.)1 r J I JL. Lr' ¥.I ..l>.f 0"" I), L..5"'
7 ...... \....
Di sinikelihatan dengan J°elas bahwa.ketika mena:tsi:rkan penggalan ayat tersebut al-Suyuthi mumi menggunakan pemikirannya tanpa menyebut riwayat. Itka kita bandingkan dengan tafsir lbnu katsir berikut ini, akan l1ebih jelas per bedaannya.
5 Nas-ruddin Baidan, Wawasan Baru Ilmu Ta.fsir, Yogyakarta,
Pustaka Pelajat, 2005, h.. 368.
6 Ibid., h. 369.
1 Jalaluddin al-Suyuti dan Jalaluddin al-Maalli, Ta.fsir a!-Qur'cm
al- dzim, Dar Iya' al-Ku·rub al-t\rahiya, r.t, h. 70.
Di sitri Ibnu Katsir menggunakan bentuk bi al-mattsur. Beliau ketib mena.fsirkan penggalan ayat tersebut la:ngSlJilg merujukriwayat dari.al-Tsauri1 Sa'id dan lain-lain. Sehingga seakan akan beliau ddak punya pendapat sendiri tentang hal tersebut.
Adapunmengenai metode yangdigunakan tifsirJalalain metode.gmali{global) sebagaiimana diungkapbn oleh al-Suyuthi bahwa beliau menafsirkan sesuai dengan me:code yang dipakai oleh al-Mahalli yakni berangka dar:i qoul yang kuat,,I'rab lafadz yang dibutuhkan saja, perhatian terha.dap Qiraatya:ng berbeda dengan ungkapan yang s1Inpel dan padat se:rta meninggalkan ungkapan ungkapan yang terlalu panjang dan tidak perlu.9
Mufasir yang menggunakan metode ini biasanya men jelaskan ayat-ayat al-Qur'an secara ringkas dengan bahasa populer dan mudah climengerti. Ia akan mena.fsirkan al-Qmian se.cara sistematis dari awal hingga akhir.llo Di samping itu1
! Ibnu Katsir al-Dfmasyqy,,Taj.sir a.l-Qur'an al-fa\ckim, juz 1, Beirot, Makt:aba a.1-Nur al-Ilmia,19'91, h. 425.
Jalaluddin al-Su'.lflllti dan Jalaludclin al-Mahalli, Tafsir ... , h. 2.
10 Saiful Amin Gofui; Profil ... , h. 18.
penyajiannya diupayakan tidak terlalujauh dari gaya (uslub) bahasaal-Qutan.sehingga pendengardan pernbacanyaseakan akanmasih tetapmendengar al-Quran., padahal yangdidengar nya adaJah tafsimya.n
Berbeda denganmetod.e yangdigunakan oleh Ibnu Katsir
sebagaimana terlihat dalam oontoh. Dari contoh tersebut
.IbnuKatsi:t me:nggunakan. metod.e Tahiili (analitis)...Perbedaannya terletak pada tergetyang ingin dkapai. J:ika yangdfu1gjnkan adalah hanya untuk meng·etahui makna kosa kata, tidak memerlukan uraian yang luas maka cukup menggu:nakan metode Ijmali seperti Tai.sir Ja1alain. Tetapijika target yang ingin dicapai adalah suatu penafsiran yan,g luas tetapi ddak. menuntaskan pernabaman yangterkandmigdalam ayatsecara lromprehensi:t maka metode yang cocok adalah metode Tahlili (analitis), sebagaimana tafsimya Ibnu Katsir.
Corak penafsiran ialah suatu wa.nro,, arah. atau kecen derungan pemikiron atau ide ,tertentuyangmendominasisebuah karya tafsir.Jacli kata kuncinya adalah terletakpada dominan atau tidaknya sebuah perniki.ran ide1ersebut.12 Bila sebuah Id.tab tafsir mengandung banyak corak (m:inhnal tiga c:orak) dan kesemuanya tidak ada yang dominan karena porsinya sama, maka inilah yang disebut corak umum.13
Adapun tafsir JaJ.alain karena uraiannya sangat singka.t
11 Nasruddin Baidan, Metode Penafsf.ra.n. Al-Qur'an:, Yogyalrarta, Pustaka Pelaj 2.002, h. 67.
u Nasruddin Baidan, Wawasan ..., h. 388.
lJ Ibid.
dpadat dnan tidak tampak gagasan i.de-ide atau konsep konsep yang menonjol dari muf:asimya makajelas sekali sulit untukmemberikanlabel pemildran.tertentu terhadap coraknya Karena itu pemakatian corak umum haginya terasa sudah tepat kerena memangbegitulahyangdijumpai dalam tafsiran yang diberikan dalarnkitab tersebut.14 Ituartinya bahwa dalam tafsimya tidak didominasi oleh pemikiran-pemikiran tertentu melainkan menafsirkan ayat-ayat al-Qutan sesuai dengan kandungan maknanya.
C. KARAKTERISTIK TAFSIR JALALAIN
Kitab ini terbagi atas duajuz. Juz yang pertama berisi tafsir surat al-Baqarah sampai surat al-Isra1 yang disusun oleh Jalaluddin al-Suyuthi, sedangkanjuz yang kedua berisi tafsir surat al-Kahfi sampai surat al-Naas ditamhah den,gan tafsir surat al-Fatihah yang disusun olehJalaluddin al-Maha.lli.
Secara um.um tidak ad.a perbedaan anw-a me ode yang dipakaioleh al-Mahalli denganal-Suyuthi.Keduanyamenamkan dengansingkatdan.padat Sanpai sampaihampirtidakditemukan perbedaan antara keduanya, kecuali pada t,empat-tempat
tertentu. Di antaranya adalah:
•!• Pada surat Shad v )t al-Mahalli mengartibn 1<ruh.'1 sebagai
sebuah jisim yang lernbut yang mana manusia dapat hidup denganmemasukkan ruhitu ke dalamnya. Pendapat ini awalnya dilkuti oleh al-Suyuthi dalam surat al-Hijr.
t4 fbid., h. 399.
Kitab tafsir inimema.ng sangat ringkas dan padat. Antara al-Qutan dengan tafsirannya hampir sama. Sampai-sampai, menurutpengarang kitab Kasyf al-DzununJ ada sebagian ulama Yaman yang mengatakan bahwa hitungan huruf al Qutan dengan tafuirannya sampai surat al-Muzzammil adala:h sama. Baru pada surat al·Muddatstsir dan seterusnya tafsir ini melebihi al-Qur'an.16
Yang menarik dari kitab ini adaiah penempatan tafsir Surat al fatihah yangdiletakkan paling al<hiL Kedua mufassir juga tidak berbkara tentang basmalah sebagaimana tafsir tafm"la:innya. Tidakada keterangan yang menyebutkan tentang alasan tidak ditafsirkannya basmalah. Namun dalam tafsir ini, kalau tidak mau disebut sebagai .suatu kelemahan, ayat ayatyang berada dalatn satu surat tidakmenggunakannomor atau minimal pembatas. Sehingga orang sedikit kesulitan jika ingin merujukke ayat-ayat tertentn.
15 Jalaluddin al-Suyuti dan Jalaludclin al·Maalli, TafsiF ..., h.
238. Al-Dzaabi, ,al-Tajsir • h 336-337.
16 Mustafa bin. Abdilla al-Qustu:n1anni, KiJsyf al-Dzunun,. juz l, Beirut, Dar al-Kutub al-"Ilmiya. 1992, h. 445.
D. PENlITUP
Budaya tafsir-menafsirmerupakan bagian dari.peradaban Islam. Budaya ·ini yang menjad:ikan int-elektual Islam menjadi terangkat namanya dalamkancah intemasional. Salah satu tafsir yang populer di Indonesia adalah tafsir J:alalain..Tafsir ini begitu populemya, .semngga hukunmya "wajib" mengkaji t:afmini dikalangan pesantten. K emuanya itu takterlepas dari isi tafsir itu sencli:riyangisinya singkat dan pad.at serta para mufassirnya yang begitu karismatik.
BAB IV
TAFSIR ZAMAKHSYARI
A. BIOGRAFI ZAMAKHSYARI
ebagaimana tertulis dalam t::afsir al- nama
l.engkap al-Zamakhsyan.· ' adalah.. ' bd al-Qa
Mahmud.fun Muhammadibn 'Umar al.-Zamakh.syari. Tet:api ada juga yang menulis Muhammad ibn 'Umar ibn Muhammad al-Khawarizmi al-Zamakhsyari.1 Ia dilahirk:an di Z.amakhsya.t; sebuah kota kecil di Kh.awarizmi2 pada hari rabu27Rajab 467H. Atau 18Maret1075 M,3 darisebuah
1 Abu al- bas Syam.s al-Din A.mad ibn. Muammad ibn Abi Bili ibn Kallikan. Wqfayat al Ayan wa Anba al-Zaman, jilid 5 (Beirut: Dar Sadii; t.t),· h. 168.,
2· Syiab al-din ibn. bd Alla Yaqut al-amawi, Mu'jam al-Bu.ldan,
jilid 3 (Beirut. Dar Sa t.t), h.148.
3 M.otsma, et.al.. (ed.), First Encyclopedia of Islam 191.3-1936,
jilid 8 (Leiden; E.J. Brill, 1993), h. 1205.
keluarga rniskin, tetapi alim dan taat beragama.4 Dilihat dari masa tersebut, ia lahir pada masa pemerintahan Sultan Jalal alRDinAhlal-Fath Maliksyah dengan wazimya Nizam al-Mulk. wa.Zirini terkenalsebagaiorangyang aktif dalampengembangan dan kegiatan lkeilmuan. Dia mempunyai 1'kelompok diskusi" yang terkenal maju danse1alu penuh dihadiri olehpara ilmuan dari berhagai kalangan. 5
Al Zarnakbsymidikenalsebagaiyangberambisimeperoleh kedudukan di pemerintahan. Setela:h merasa tidak lberhasil dan kecewa melihat orang-orang yang dari segi ilmu dan akhlaklebih rend.ah dmi dirinya diberijabatan-jabatan yang tinggioleh sementaraiasendiriti.dakmendapatkamnya walaupun tefah mempromosikan oleh guru yang sangat dih.onnatinya., Abu Mudar. Keadaan.itu memaksanya un:tuk pindah ke Khurasan dan memperoieh sambutan baik serta pujian dari blan,gan pejabat pemerintahan Abu al-Fath ibn al-Husain al-Ardastani dankemuclian 'Ubaidillah Nizam al· Mulk. Di. sana, ia diangkat menjadi sekretaris (katib)1 tetapi karena tidak puas dengan jabatan tersebut, ia pergi ke pusat pemerintahan Daulah Bani Saljuk, ya.kni kota Isfahan.6
Setidaknyaadaduakemungltinanmengapaal- S·elaJu gagal dalam mevvujudkan kemginannya duduk di pemerinrahan. Kemungkinan pertama, karena ia bukan saja
" Mustafa·al-Sawi al"'Juwaini, Man.aj al-Zamak.syari fi. Tafeiral
Qw''an, (Mesir: dar al-Ma'arif, t.t.J, h. 25-26.
s Ibid, h. 23-24.
5 Syiab al-Din ibn bd Aila Yaqut a1-amawi, Mu]am al-Buldan,
j.ilid 19, h. 123.
dariahli babasa dan.sastra.Arabsaja, tetapijuga .seorang tokoh Mu1tazilahyangsam.,gatdemonstratifdalam.menyebar-luaskan faham.nya, dan ini membawa dampak kurang disenangi oleh beberapa kalangan yang tidak berafiliasi pada mu'tasilah.. Kedu mungkin juga karena kurang dudukung kondisi jasmaninya.7·
B. KARYA-KARYAAL-ZAMAKHSYARI
Seperti telah disebutkan di atas bahwa karya-karya al
Zamakhsyari meliputi berbagai bidang, antara lain:
a.. Bidang Tafsir.: al-Kasy:af 'an .Ha,q aiq al-Tan.zi.l wa'Uyun
al-Aqawilfi.Wujub al-TaWil.
b. BidangHadis: al-Fa'iqfi.Garib ,al-hadis.
c. Bidang Fiqh: al-Ra1idfi al-Fara'id.
d Bidang Ilmu Bumi: al-Jibal wa al-Amkinah.
e. Bida:n.g Akhlaq: Mutasyabih Asma1 al-Ruwat, al Kalim al-Nabaugfi al-Mawa'iz, al-Nasa1ibal-Kibar al-Nasa'ih al-Sigar, Maqamatfi al.-Mawa'iz, Kitab fiManaqib al-Immn Abi Hanifah.
f Bidang Sastra: Diwan .Rll.Sa'it Diwan al-Tamsil, Tasaliyat
al-Darir.
g. Bidang llmu Nahwu: ,al-n.amuzajfi. al-Nah Syarh al ki.tab1Sibawaih, Syarah al-Mufassal.fi al-Nahw.
7 Ibid.
h. Bidang Bahasa: A.sas al-Balaghah, Jawahir al-Lughah,
dl.-Ajnas,.Muqadimah al-Adabfi .al.-Lughah.8
C. 1xl.ETODE HANCORAKPENAFSIRAN
Tafsir al-Kasysy.af clisusun dengan tartib mushafi yaitu berdasarkan mutan surat d.an ayat dalam Mushaf 'Usmani, yang terdiri dari 30juz berisi 144surat, dimulai deng.an surat al-Fathihali dan diakhiri dengan surat aJ. Nas. Setiap surat diawali dengan basmallahJ kecuali surat al-Taubah.9
Dalam ·menafsirkan al-Qur'an, al-Zamakhsyari l·ebih dahulu menuliskan ayat al-Qur''an yang akan ditafsirkan, kemudian memulai penafsirarmya d.engan mengemukakan pemikiranrasionalyangdidukung dengan dalil-.dalil dari riwayat (hadis) atau ayat al-Qutan, baikyangberhubungan dengan sabab al-nuzul.6Uatu.ayataraudalamhalpenafsiratiayar.MeSkipun demildan. ia tidak terikat oleh riwayat dalam penafsirannya. Dengan kata lain, kalau ada riwayat yang mendukung penaf sirannya ia akan mengambihiya, dankalau tidak ada riwayat, ia akan tetap melakukan penafsirannya.10
Jika diteliti dengan cermat, ayat demi ayat, surat demi surat; maka nampaklah denganjelas bahwa metode yang dipergunakan al-Zamakhsyari dalam penafsirannya adalah
8 Hanm Nasution, Akal dan Wahyu dalam Islam (Jakarta; UI Press. 1986),,h. 34. Mustafa al-Sawi al..Juwaini, Manqf al-Zamabym-i •
h. 51.
9 Af-Zamaksyari, al-Ka.sysyaf....• jilid rv, . 25.
10 Nasiruddin Baidan, Metodologi. Penajsimn al-Qur'an. (Yogyakarra:
Pustaka Pelajar. 1998), h. 50.
metode tahli1i, yaitu meneliti makna kata9kata clan kalimat kalimat dengan cennat.Iajugamenyingkap aspekmunasabah1 yaitu hubungan antara satu ayat dengan ayat lainnya atau antara satu surat dengan surat lainnya, sesuai dengan tertib susunansurat-suratdalamMushafVsmani.Untukmembantu mengungkapkan makna ayat-ayat, ia juga menggunakan
.riwayat riwayatdaripadasahabardanparatab dankemudian mengambil konldusi dengan pandangan atau pentlkirannya sendiri.
Karena sebagian besarpenafsirannya berorientasi kepada rasio (ra)tu), maka tafsir al Kasyzyqf dapatdikategorikan pada tafsir ibial-ra'yi,meskipun pada.beberapa penafsirannya meng gunakan dalil naql (na.s al--Qur'an clan hadis). Contobbentuk penafsiran bi al-r:a)ri dengan metode tahlili dalam tafsir.al Kasysyaf dapat dillhat pada penafsiran Qs. Al-baqarah (2): 115 berikut ini:
Artinya : "dan kepunyaanAllah-lah Timur dan Borat maka ke manapun kamu menghruiap disitl.ilnh. waj'ah.Allnlt SesungguhnyaAllah maha luas (rahmatNya) lagi maha mengetahui"..1l'
n DepartemenAgama.Rep1.1bliklndonesia, al-Ql.n-'an clan Tujemahnya
(Semarang: CV. Toa.Putta, 1989), h. 31.
