Tafsir al-Khazin dan Tafsir al Baidhawi

Tafsir al-Khazin dan Tafsir al Baidhawi Al-Khazin dalam tafsimya telah menempuh sistematika yang pertama (tartib mushafi) Al-Baidhawi menyebutkan

Tafsir al-Khazin dan Tafsir al Baidhawi

Nama kitab/buku: Kitab Tafsir dan Ulama Tafsir
Judul kitab asal: TAFSIR WAL MUFASSIRUN
Nama penulis: Dr. Muhammad Sofyan, MA
Editor: Syamsul Amri Sir,egar, S Th l
Lahir: Pulau banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat pada 3 November 1969
Wafat: Medan, Sumatera Utara, Maret 2018
Penerjemah ke Bahasa Indonesia: M Nur Prabowo S
Bidang studi: Ulum Al-Quran, Ilmu Tafsir

Daftar Isi  

  1. BAB V TAFSIR AL-KHAZIN       
  2.     A. Biografi al-Khazin     
  3.     B. Karakteristik Penafsiran     
  4.     C. Sistematika Penulisan      
  5.     D. Manhaj Penafsiran            
  6.     E.  Perhatian al Khazin terhadap Israiliyat    
  7. BAB VI TAFSIR AL BAIDHAWI    
  8.     A. Biografi Imam al Baidhawi     
  9.     B. Karya-Karya Imam al Baidhawi    
  10.     C. Sejarah Penulisan Tafsir al Baidhawi    
  11.     D. Corak Penafsiran al Baidhawi            
  12.     E. Metode Penafsiran al Baidhawi     
  13. Kembali ke: Tafsir wal Mufassirun (Kitab Tafsir dan Ulama Tafsir) 

BABV
TAFSIRAL KHAZIN


A    BIOGRAFI AL-KHAZIN
amalengkap al-Khazin adalah 'Ala' al-DinAb:u
H..·. asan ..·Abu. Muh··.·.amm. 1 a.·d.i·b·n·I·br·a.him·.·i...bn
marilmKhalilal-Syaikhi al-Baghdadi al-Syafri al-Khazin. BeliaulahirdiBaghdadpada tahwt 678 H. Dan wafattahun 741 H. DikotaHalb 1(Aleppo).1
Sesuatu yang merancukan ketika menelaa.h karya k1asik Islam adalahadanyaduanama al-keduanyamempuny.ll reputasi yang hand.al, yalmial-Khazin seorang mufussiryang hidupsampai adab kedelapan Hijri dan aMOmzinseoarang ahliastronomi besaryang hidup,sampai abad keempathij:riyah. Karena inilah, mungkin dalam First Encyclopedia of Islam

1 Jbn al-'lmad al-anbali, Syazarat al-zaab fl. al Akbar ma:n Zaa.b,
VI (Beirut al-Maktab al-Tijari, t.t.), h. 131.

Brill, al Khazin ahli astronomilah yangdicantumkan, sedang
al-EOi.aziynang konttibusanya rentang Tafsir tidak climuat.2
Dalam memperdalam ilmunya,.al-Khazinbergurukepada Ibn al-Dawalibi kedka masih di Baghdad. Kemudian ketika berada di Damaslros:beliau menimha il:mu kepada al-Qasim ibn Mudaffir dan Wazirah bin.ti 'Umar. Beliau sangat sibuk den,gan aktivitas-aktivtasilmiah,sehingga tidakmenghercmkan kalau kemudian pada akhir namanya diletak pr-edikat "al­ Khaziitt,,babkan dikalangan tokohmufasit; beliau lebih dikenal dengan nama a}.:Iaiazin daripada nruna sebenamya Halini tidaklainadalahkarenakapasttaskeilmuanaI.:Khazinmencakup berbagaimacam funu pengetahuan. Kenyataan ini dikuatkan oleh Ibn Qadi Syahbab, yang menegaskan al-Khazinsebagai ihnuan yang mempuni dalambanyakbidang di manaintegritas keilmuannya tampak nyata dalam karya.-kaiyanya.3
Di sa.mping itu, karya-kazya beliau yang ditinggalkan sudah barang tentu dapat dijadikan bukti.bahwa al-Khazin memang tennasuk ulama yang besar. Di antara karya-karya beliau adalab: Lubab al-TaWil.fi Ma ani al-Tanzi!. Juga Syarh 'Vmdahal-Ahkam danMaqbul al-Manqul, sebuahkitab da1am bidang hadis yang terdiri.dari sepuluhjilid Da1lam karyanya yang terakhir ini,al-Khazin mengumpulkan hadls-hadis yang terdapat dalamMusnad al-Syafi'i, MusnadAhmad binHanh Kutub al-sittah, al-Muwatta', dan Sunan.al,;laral-Qutni dengan disi:stematiskan urutannya bab demibab. Selain kmya.-katya

2 outsman. dkk., First Encyclopedia.of Islam, (Leiden, New York E.J. Brill, 1987), h. 937-938.
3 Al Zaabi, cil-Tafsir.•. , I, h.310.

data.si, al-Khazinju a menyusun kumpulan tentang Sirah Nabawiyah yang diulasnya secara panjang lebru: Dengan demikiannmnaal..JGJazinmencuarbukanhanyakarena rafsimya saja, tetap1juga lewat karyanya.dalam d:isiplin ilmu Hadis, atau dengan kata lain al-Khazin adalah seorangu1ama besru; yang tidak hanya.mahir dalam biadng tafsir saja.

B.    KARAKfERISTIK PENAFSIRAN
Apabila kita membukakmyaal"'.R hazin,makapada covemya ki.ta akan membaca judul besar yang berbunyi;  jW..l (fafsir al-Khazin), .hingga secara selintas bias saja nama itu dianggap seba,gai nama resmi kitab tersebut. Barulah pada sub judul ldta menemukan bahwakitab tafsir tersebut bemama
j.---!.Jo H iJ·\-...a.I J - !J 1 y!_J dan:itulah nama yang
sebenamya. Hal ini lebih ditegaska.n al-Kbazin sendiri dalam muqaddimah taf.Simya:4 i;'----- iJ   ,611 L-....)1    J
J--u '· Dapatlah sekarang cliambil pemahaman bahwa nama resmi dari kitab tafsir karya al-Khazin adalah:  '-J pt i,J'l-.N .J J-iJLJI(Lubabal-Ta'wil.fiMa'anial-Tanzil). Sedang nama Tafsir al Khazi.n, itu kiranya bisa dipandang
sehagai suatu konversionalitasorangda1ain menyebut suatu karya atau karya lainnya, yang mungkin saja karena alas an praktis saja, dan mungkinjuga. untukmen,gkaitkannya dengan popularitas pengarangnya.



" Al-Kazin, Ta.fsir al-Kazin wa Biamisy Al-Bagaw jilid I, j112 I
(Mesir: Matba'a al-Taqaddum al-Ilmiya, t.t.), h 4.

C.    SIS1EM.ATIKA PENUUSAN
Ada tiga sistematika penulisan kitab ta.fsir yang dikenal di kalangan para ah1i tafsir: tartib mushafi (urutan ayat dan surat), tartib nuzul.i (urutan kronologi tunmnya surat-surat), dan tartib maudu'i (urutan sesuai tema).
Al-Khazin dalam tafsimya telah menempuh sistematika yang pertama (tartib mwhaj[)J yakni.menafsirkan aJ.-Qur'an menurut susunan urutannya dalam mushaf. Dalam kitab iniJ al-Khazintelah merampungkan penafsiran seluruh ayat al-Qm'an, dimulai dengan surat al Fatihah dan diakhiridengan. surat an-Nas. Cara seperti.ini sebelumnya telah ditempuh oleh ulama-ulama tafsir terdahulu.

D.    MANHAJ PENAFSIRAN
Al Khazin dalam trafsimya mengikuti manhaj tahlili, yaknimanhaj yang berusahamenjelaskan seluruh aspek yang dikandung oleh ayat-ayat al-Qur'an dan mengungkapkan segenap pengerti.an yan,g ditujunya. Dalam hal ini, al-Khazin yang mengikatkan diri pada sistematika tarif mushafi. da1am menjelaskan al-Qur'an ayat d.emi ayat d.an surat demi swat,, menyikap segi peratuI'an (munasabah) dan memanfaatkan bantuan asbab al-nuzul., hadis-had.is nabi dan riwayat-riwayat para sahabat dan tabi'in dalam mengungkapkan petunjuk ayat. Kadang.kala semua ini d.ipadukan pula dengan hasil pemildr.in dan.keahliannya dankadang pula dikuliti dengan kupasan bahasa.
Corak dan orientasi yang mewarnai manhaj tahlili dalam

Tafsir al I<hazinadalah tafsir bial ra}1.-syang mahmud.Bapijak dari realita bahwa Tafsir al Khazin merupakan resume tafsir bil al-ma'sur, al-Khazinjuga banyak memasukkan riwayat israiliyat Dengan demildan.1 tafsir al-Khazin pada dasamya merupakan tafsir bilra'yiyang cendrung·matsur ­ kannya suatu kitab tafsir dalam corak bil ra'yi tidak berarti menutup kemungkinan si mufasirtlll!tukmemasukkan riwayat da1ampenafsinmnya, karena mengklasifikasik ayat tersebut hanyalahmin bab al-tagh.lib.

E.    PERHATIAN AL-KHAZIN TERHADAP
CERITA ISRAILIYAT
Dimensiyang telah m.engundang kritik tajam atas Taftir Lubab al-TaWil ji.Ma'ani al-Tanzi/. adalah dalam masalah c-erita lsrailiyat Kelemahanyang banyakdisorotiyangterdapatdalam tafsir ini adalah kurang kritisnya al-Khazindalam menukil cerita Israiliyat Ketika menukil cerita-cerita Israiliyat dalam melengkapi penafsirannya terhadap ayat-ayat al-Qur'an,, al-Khazin seringkali tidak menyebutlra.n dari mana swnbemya atau silsilah penyampai riwayat tersebut. Ia seringkali pula tidak mengemukakan komentar ataupun alasam terhadap informasi cerita cerita Israiliyat yang jelas-jel.as berten:cangan dengan rasio Misalnya pena.fsir.annya terhadap Qs. Al-Anhlya' 83-84 tentangldsahNabiAyyub; Qs..Af.:Kahfi 10 tentang kisah Ashab al-Kahfi; Qs. Sad.21-24 tentang Nabi Dawud dan. lain-lainnya.

! Ibid

BAB VI
TAFSIR AL-BAIDHAWI
.    BIOGRAFI IMAM    -BAIDHAWI
ama.l·engkap.·ny.aadalahN shiru., ddin.A·.b. u.-:.i-
Kharr Abdullah bm Umar bm Muhanunad bm
Alial..;BaidhawiAl-Syairazi. Beliau berasal dari sebuah desa hemamaBaidho'bagi.andari Negara Persia.(Iran). Dia adalah bakim di kota Syairaz dan sekaligus abli tafsir al­ Quran, menyusun banyak ilmu pengetahuan, dan dengan mudahmeraihpangkatitu setelah.kajadianyangmembuktikan kepandaian clan kejeniu.sannya Disamalahmula-mula ilmu beliau tumbuh dan berkembang. Dan di.sanapu]abeliaumulai bersentuhan denganilmu fiqihclan Ushul fiqh, manthiq, filsafat;, kalam dan adab dan memasukkan ilmu-ilmu bahasa Arab dan Sastta kepada ilmu ilmu Syara' dan Hukum.1

1 Nasruddin Al-Baidawi, Ta/sir Al-Baidawi. Juz X dalam program. CD al-Maktaba al-Syamila, versi 3.1

Sela.in itu, menW'tlt Qadhi Syuhbab dalam karyanya, beliau memiliki banyak karangan seorang 'alim ulama di Azerbaijan, dan seorang gum besar di daerah itu. Beliau juga meajabat sebagai Qadbi (hakim) di Syairaz..Al-Baidhawi hidup dalam. suasana politik yang tldak menentu. Sultan Abu Bah yang memegang tampuk kekuasaan di Syiraz saat itu sangat lemah., tidak memiliki kekuatan yang cukup wttuk membangun tatanan masyarakat yang baik. Bukan hanya supermasi keadilanyaQglemah,.namunpara eliryang berkuasa pun hidup dlalam budaya yang boros. Int:ervensi penguasa terhadap peradilan pun dem.ikian kuatttya, sehingga banyak fuqaha yang mengkhawat:irkan k.emungkinan diperintah untukmen,geluarkan fatwa yangbertent:ang3n dengan symi'at Islam.2
Mungkin, karena pe:rtimbangan irillah-setelahmengilruti saran guru spititualnya, Syaikh Muhammad Al Khata'i yang memintanya kcluar daripemerintahan-yangmenyebabkan al-Baidharw:i mengundurkan diridari jabatan haldm. Selepas mengundurkandiridarljabatmmya sebagai hakim, al-Baidhawi mengembara ke Tibriz hingga akhir hayatnya. Di kota inilah beliauberhasilmemilissalah satub!yamonum.entalnyaberupa tafsiryangbetjudul Anwar Al Tanzil wa Asrar Al;r"a'wil,,yang menjadi perhatian ruJisan ini. Mengenai tahun meninggalnya, tidak adakesepakatan di anmra ularna. Manuru:c Ibnu Katsir

Abu Syuba. Muammad ibn Muamm.ad, al-lsn1. 'il{Y.ydt wa al­
Mawdil'ac fi Kurub al-Ta.Mr. (Mesir: Maktaba al-Swma, 1408 ), oet.
rv.

dan yanglainnya, beliauwafat pada tahun 685 M, sedangkan
.menurut Al-Subkiy dan Al-Nawawiywafat pada tahun 691 M.

B.    KARYA-KARYAIMAMAL-BAIDHAWI
Sebagai seorang ulama, sebag,aimana telah disebutkan, beliau m.emiliki pengetahuan yang cukup luas,.bukan hanya dabm bidang tafsir me1ainkanjuga dalam bidang uslml fiqh, fiqh, teologi, nahwu, mantlriq, dan sejarah. Katya karya beliau pnn meliputi bidang tersebut Dari berpultth..;puJuh ka:ryanya bisa disebut antara lain Anwar Al-Tanzil wa Asrar Al-Ta'wil (Wsir).Syarah Masyabih. (hadirs), TawaliAl-Anwai;Al-Misbah fi Al-UshulAl-Din, AMdah fiAI-UshwAl-Din (teologi),.Syarah Al Mahsul,SyarahAl-Muntakhab, MirsyadAl-Itbamila Mabadi Al-Kalam, Syarah Minhaj Al-WushulJ Minhaj Al-Wushul ila Al-Ushul (ushulfiqh) SyarahAl-Tanbih, Al-GbayahAl-Quswa fi DirasatAl Fatawa (fiqh), Syarah Kifayah fi .Al-Nahw, Al­ Lubb fi Al-Nahw (Nahwu), Kitab Al-Manthiq (manthiq), Al­ Tuhdnbwa.Al.Afddaq (tasawuf), danN1ZamAl-Tuwarikh(51$rah). Dari kitab-kitab tersebut m.enurut Al-Dzahabiy, hanya tiga karya yangcukup dikenalpara ulama, yaitll, Minhaj Al-Wushul ilaAl-UshuldanS:yarh-nya (ushUiqh), Tawali.Al-Anwar (teologi), danAnwar Al-Tanzil waAsrar Af.;Tatwil (tafsir).3



3 Mamud, Mani' Abd alim Mecodologi Tafsir: .kajian kanprehensi.f
metode pan1 Ali ta/sir. Jakarta : PT Raja Grafin.do Persada, 2006.

C.    SEJARAH PENULIS.ANTAFSIRAL­
BAIDHAWI
lGtabtafsir al-Baidhawi dinamainya sendirldengan.Anwar Al-Tamil Wa Asrar Al·TaWil. Halini tampak dalam dari per­ nyataan beliausendiri sebasaimana terdapat dalam pengantar tafSmya sebagaimana dilcut:ip ,olehAl-Dzababii:'"Setelahmela­ kukanshalat istikharal\,saya memutuskan unruk melakukan apa yang telah saya niatkan1yaitu mulai menulis dan menye le.saikan apa.yangtelahsaya harapkan. Saya akan menamakan buku ini, setelah selesai penulisannya, dengan Anwar Al­ Tanzil Wa Asrar Al-TaWil"'.4
Al-Baidha.wi menyebut:kan.dua alasanyangmendesaknya mituk mennlis bu:ku ini. Pertama, bagi al-Baidhawi, tafsir dianggap sebagai ilmu yang tertinggi di antara ilmu-ilmu agamayang lain.Kedua,.melaksanakan apayangtelah diniatkan sejak lama yangberlsi tentang fildran-fikiran terbaik. Setelah me.rasa mampu melakukan dta-cita iru, mulailah dituli.s kitab tafsir Anwar .Al-Tanzi! WaAsrarAl TaWil tersebut. Dalam penulisan tafsirnya, beliau dibimbing oleh guruniya, Syaikh MuhammadAl-I<har.a'i, u1ama yangmenyarankan al Baidha\Yi untuk mundur dari jabatannya sebagai hakim. Penulisan kitab tafsir inipun dilakukan secara ringkas, tanpa. mengurai­ kannya secara panjang 1ebar. Menurut Montgomeri Watt,, haJ.Jni dilakUkanal-Baidhawikarenabuku. tersebutdimaksudkan sebagai buku pedoman untuk pengajaran di sekolah tinggi

4 Muammad usayn Al·Dzaabi, al-Tufsfr wa al-Mtifa.ssirtln, Jilld
4. dalam program CD a.I-Maktaba al-Syamila, versi 3.1.

atau sekolah Mesjid sehingga memberikan secara ringkas semua yangpalingbaikdan paling masukakal daripenjela.san­ penjelasan yang dikemukakan para ulama dan mufassir sebelumnya.5
Beberapa penilaian terhadap tafsir al-Baidbawi menyim­ pulkan bahwa sang pengarang memilild ketergantungan padakitab-kitabtafs:ir terdahul sehingga ada beberapa orang yang menganggap tafsir ini sebagai mukhtashax dari tafs:ir Af-Kasysyaf karyaA1-Zamakhsyari, disarikan dalam hali'rabJ ma'ani·dan bayan, MafatihAl-Ghaibi karya FakhruddlnAl Razi, disarikan dalamhalfilsafut clan teolozit d.an dariAl-Raghih Al-Asiahaniy disarikan dalamhalasal-usul kata. Terlepas dari penilaian diatas, dalammuqaddimah- al-Baidhawimenge­ mukakan bahwa ada dua macam sumber yang digunakan sebagm rujukan dalammenulis tafsimya.    komentar daripara sahabat, tabfin, clan para ulama salaf yangtermasuk
dalam periode normatif. Kedua, komentar yang terdapat
dalam kitab-kitab ramsebelum al-Baidhawi Mengenai periode
yangpertama, sebagrumanadikutipiilsufRahman darlWmand Fell dalam karyanya Indices ad Beidhawi Commentarium in Coranwn,.nama Ibnu Abbas ad.ala.h yang paling dikutip oleh al-Baidhawi. Sementara dari Ibnu MaSu.d dilrutip sebanyak
14 kali. Ubay bin Ka'ab 4 kali, Abdullah bin Zubair 4 kalL Abu
MusaAl-Asy'ari 2kalidan Zaid binTsabit 1 kali.Darikalangan
tabfin al-Baidhawi mengutip Mujahid S kali, Al-Dahhak 3


s    Nasruddin Al-Bai rlawi, Tafsir .Al Baidcrwi. Juz V. dalam program CD al-Maktaba al-Syrunila, versi 3.1.

kali, Qatadah 3kali; lkrimah3 kali, danAbuAVAliyah sebanyak
1 kali.6

D.    BENTUK DAN CORAK PENAFSIRAN AL­
BAIDHAWI
Tafsir karangan al-Baidhawi ini termasuk tafsir yang berukuran menengah. Isinya menooba memadubn antara tafsir dan takwil sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa dan syara', atau dengan kata ainJ memadukan tafsir secara bi al-ma1tsur clan bi al-ray.i sekaligus. Artinya bahwa al Baidhawi tidak hanya memasukkan riwayat-riwayat dari Naibi dan para sahabat dalam menafsirkan Al-Quf.an, yang menjadi
c_ lrlk_ ha_ s_ da_ lamp_ en-i£1Q,.l.l.c:t-.-n:b:i al-ma_'re""uLL'tl:"J ,-'J.K.U..._.1.....!.u_ n J't1.!-!iga. m en·g. -
gnnakan ijtihad nntuk memperjelas analisisnya atau mem­
perkuat argumentasinya.
Dikata1ranbahvva mfsirinimerupabnringkasan (ikht:ishar) darl ra.fsrr Al-Kasysyaf dalam hal i'rab, ma'aniy, dan bayan, dandarit.afsirAf-Kablr atau yang diken.al dengan tafsir Mafatih al-Ghaibi dalam halfilsafat dan teologi. serta dari tafsir al­ Ragbib al"'.Asfahaniy dalam.hal asal-usul kata. Dari tafsir al­ Kasysyaf karya al-Zamakhsyari, al-Baidhawi dipengaruhi dalam hal pendekatan ketika menjela.skan lafadht tarakiib, dan nakl al-balaghah.1


Ei Muammad usayn Al-Dzaabi, al-Tq{sfr wa al"Mufa.ssinln, J"llid
4, dalam program CD al-Maktaba al Syfunila, versi 3.l.
1 Mamud Baswri Fauda, Tafeir-Ta.fi;i.r Al-Qur'cm: Perkenal:m:z dmgan
Metodol.ogi Ta.feir. Bandung: Penetbir Pustaka, 1987.

Dalam hal penetapan hukum, tafsimya dipengarubi olehteologi ahlus-swm.ah, yaknidipengaruhi olehtafsirMafatih al-Ghaihi karya ImamFakhruddht ar-Raziy. Walaupwi begitu tafsi:r ini merupakan.ringkasan dari tafsirAl namun
beliaumeninggalkan -aspekkemuktazilahannya Namun kadang da1am beberapa halJ beliau sependapat juga dengan pendapat penulis al-Kasysyaf. Seperti halnya ketika beliau menafsirkan surat Al-Baqarah: 275;
 
.....
 
..f.t. ,.
 
':''I2\... ":r. JII
 
••• f...,r--' •I ·    i:.f----

Kadang pula; beliau mengemukakan pandangan kaum mul<tazilabJ namwipadaaldrimya beliau mentarjili pandangan madzhab ablus Sepertihalnyaketika beliaumenafsitkan surat Al-Baqarah:2·3:


Artinya : Sebagai p.etunjuk bqgi orang-orang yang b·e:rtaqwa, yaitu orang yang percaya kepadn.yang ghaib, men­ dirikan shalat dan menafhlhkan sebagian rizki.yang Kami anugerahkan kepada mereka.n.

Setelah memberikan penjelasan secukupnya mengenai ayat tersebut, al Baidhavvi mencoba untuk mengernukakan makna••iman' dan 1munafik" menurut pandangan madzhab

ahlus-sunnah, mtftazilah, dankbawarij. Namunpada akhimya beliau m.entarjih pandangan masdzhab Ahlus-s,unnah.
Dalammenafsirkan ayat-ayat Al-Quran, aleBaidhawi sebenamya tidakmemilikikecenderungankhusus untukmeng­ gunakan satu corak yang spesifik secara muthlak, misalnya fiqh1 aqidah atau yang lainnya
K.azyanya ini justru mencakup berbagai corak, baik keba basaan, akidah, filsafat, fiqh,,bahkan tasawuf. Tentunya ini didukung oleh ha.sis awal keilmuan beliau danjuga aspek­ aspek yang mempengaruhi beliau dalam penafsiran, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Yangjelas, sebagaiseo:rang Sunni, penafsiran al-Baidhawi memang cend.erung kepada madzhab yangdianutcya tersebut. Dan secara otomatis, kitab tafsir ini lebih kental nuansa teologisnya.
Disampingiru,alBaic:lliawimernberikanperhatian terha.dap ayat-ayat alamseme.sta (ayat al kauniyyah) Ketikameajwnpai ayat-ayat semacam itu, beliau tidak sampai membiarkannya 1tanpamemberikanpenjela.san yang panjanglebarunrukmene­ rangkan hal hal yang menyangkut a1am semesta dan ilmu­ ilmu kealaman. Hal inilah yang menguatkan perkiraan al Dzahabil bahwa dalam halseperti ini al-Baidhawi teipengaruh oleh penafsiran Fakhruddin ar-Raziy.
Sebagai contoh ketikabeliau menafsirkan Qs.Al-Shaffat:
10;

Artinya : "Maka ia diburu oleh bola apiyang m.enyala-nyala
serta. me.nyilaukan1'

Dalam ha1in:i beliau memberikan penjelasan tentang apayang disebut dengan syiliab (bola api) dalam.ayattersebut AbBaidhawimenyebutkan bahwa 'Dikataka:n bahwa bola api itu adalah uap yang mengnap kemudian menyala.
Darisegisistematika penyusunan, kitab tafsir    cHawa1i dengan menyebutb.Il b    t-ahmid, penjelasan tentnag lremultjizatanAl an,,signifikansi ilmu tafsh; latar g penulisanki1ab,barokemudiandiuraikanpenafsirannyaterhadap Al-Qutan. Diakbirkitabm-Baidhawiberupaya untuk ''mempramosikan"kennggulan dan kehebatan tafsimya yang dilremas denganmenggunakanbahasa yangsingkatdanpraktis dengan hararpan agar dapat clikonsumsi secara muclah oleh parapemabaca. Bacaan tahmid danshaknvatmenjadipenutup· kitab tafsir ini.Tafsir ini memperlihatkan kepenguasaan dan kedalaman ilmu pengarangnya. tetapijuga bercorak ringkas. Bellim tidakmencantumkansatu kata punjika tanpa adanya pe:rtirnhangan_Karenaitubanyakclituliscamtanpinggir 1    ) untukmenerangkmkepelikan-kepelikarmya danmengt.trajkan rumusan rumus-m:mya Diantaracata:tan mtanpinggirrersebut adalah catatan pinggir IInamSylliab al-Khalaj .hasyiyah Zadab,
"' -).,., "".'"..'.I..A.1- •l'O'IAn u,,.,,,... L:n;....    rn.;:.n...W...    111"1.
Ul:1L.L y.1y ""''""''"" J.K&J.]l:ll\:l.ll)''""·'"""'JJ.JOJ.J.llU.u J.
sangat ringkasnya kitab tafsir al-Baidhawi inis.





8 Mnhammad Yusuf Dkk, Studi Kitab Tafsir Menyuarakan Teks
Yang Bisu. Yogyak.a:rta: Penerbit TERAS, 2004.

E.    METODE PEN.AFSI    AL-BAIDHAWI
Kitab Anwar Af-Tanzil wa Asrar AJ.:Ta,wil sebagaimana kitab-kitab tafsir .saat ini., menggunakan.metodologi tahlili (ana.lisis) yang berupaya menafsirkan ayat-ayat Al-Quran dariberbagai seginya secara berurutan sesuai dengan urutan mushaf usmani1 dari ayat ke ayat serta dari surat ke surat mulai s.urat:Al-Fatihab hlngga surat Al-Nas.
DalammenafsirkanAl-Ow"an,al:-BaidbawimemanfBatkan berbagai sumbet Yait:u, ayatAl-Quran. hadits Nabi, pendapat para sahabat dantabfin, dan pandang.an ulama sebelumnya. Penggunaan tata bahasa dan q:ira'at menjadi bagian yang sangat penting untuk memperkuat analisis dan penafsiran yang dilakukan al-Baidhawi.
Demikian pula bell.au memfungsikan akal filtirannya lal!u menyisipkannya secara mahir dan mengagumkan dan menyimpulkan secara teliti dalam susunan kata yang ringkas dan ungkapan yangkadang sulit difu.hami dan samar kecuali oleh orang yang memiliki fikiran yang tajam dan akal yang cemerlang.
Dalam mengoperasikan penafsiramiya, langkah pertama. yangdilakukanal-Baidhawiadalahmenjelaskantempatturunnya surat makkiy atau madaniy danjwnlah ayat darisuratyang sedang ditafsirkan tezsebut Setelah·itu, al-Baidhawimenjelaskan makna ayat satu persatu persatu bail< dengan menggunak.an analisis kebahasaan, menyitir hadits-hadits nabi maupun qira'ah.
Menafsirkan ayatAl Qutan dengan menghubungkannya

dengan ayatyang lain artau sering disebut den_gan "hubungan inremaln merupabn bagian penting dalam tafsir al-Baidbawi. Metode ini dilaikukan dengan cara menghubungkan kata
,    dalarn ayat yang sedang ditafsirkan dengan ayat lain dalam
surat yang sama, ata:u mencarlmakna kandungan ayat yang
sedang ditafsirkan dengan melihat pada ayar dan surat Yan&
fain.dari Al-Qw>an.
Fenggunaan "hubunganintemal" (munasabah) ini tampak sangat sering dalam tafSir al-Baidhawi. Diakhir hampir setiap sura al-Baidhawi menyertakanhadits-badits yangmenjeiaskan. tentang keutamaan suratyang barn saja ditafsirkan dan pahala bagioran,gyangmembacasuratitusebagaimanayangdilak:ukan oleh Zamakl:IB)13!ri daJam tafsim:ya..9 Nam daWn penggunaan had.its tersebut beliau tidak menjelaskan derajat hadits itu apakah shahih, hasan, dha'it:,atau maudhu'. Babkan dalaln halini,.Al-Dzahabi menyatakan bahwa hadits itu .maudhu' menurut kesepakatan ulama had.its.
Walaupun begitu adanya, al-Baidbawi memberikan porsi yangsangatb€sar kepada had.its Nabi SAWdalam menafsirka!i Al-Qur'an. Se1ain hadits--haditsyanglebihbersi:fu.t Wltukmemm­ jukkan keutamaan surat-suratyang ditafsirkan cl.an pahala bagi pembacanya sebagaimana disebutkan di ata.s, menuru Muhammad Yusut: hadits-hadits tersebut dikate.gorikanjuga sebagai penjelas ayatyang sedang ditafsirkan dan sebagai asbab al nuzul dari suatu ayat atau surat.

9 Ma.mud, Mani' Abd allin, Metodologi Tufsir; kajimt kon.prehensij metod'e para ,a,lf ro.jsir. Jakarta : PT Raja Goifindo Persada, 2006.

Kisah-lsrailiyatyangmenjadibagian pentin,g dalam. kitab-kirab sebelumnya. dalam tafsir al-Baidhawi dhninimalisll: Kalaupun mengutipkisah-kisah tersebm, al-Baidhawimenyebut­ kannya. dengan menggunakan istilah ruwQ!a (diriwayatkan) atau qila (dikatakan). MenurutAl-Dzahabi, penggunaan kedua isdlah itu menunjukkan bahwa al-Baid.hawi meng-· isyaratkan a1Gm. kelemahan kualitas kisah-kisah Israiliyat tersebutyangtidakbisadkerimaoleh aka! danlogika Contobnya adalah ketika beliau menafsirkan surat Al-Naml:22;



TidaklamakemudiandatanglahHud-hud seraya berkata: Aku telah menemukan sesuatu yang tidak kamu kecahui. Alm datang dari negeri Saba1 dengan rnembawa berita yang meyakinkarr'. Dalam ha.I im, setelah menafsirkan secarringk.as ayat tersebut dan meng:emukakan macam-macam bacaan dari lafa.dh makaksa,sabsena bacaan tajwid pada beberapa. kata, all-Baidhawi mengemukakan, ·1'Diriwayatkan bahwa Nabi Sulaiman As setelah menyelesa:ikan bangunan Bait Al Maqdis, lalu bersiap.siap untuk menunaikan ibadah haji11•. Setelahmengutip sebuah kisabisrailiyat tentang gembaraan Nabi.Sulaiman dari Makkab ke Sana'a tanpa menyebutkan kualitas riw:ayat ternebut danjuga tidak menafikannya beliau berkata: "Barangkali di antara keajaiban kekuasaan Allah yangdikhususkan bagi hamba-hamba-Nya terdapat perkara-

perkarayang lebih besar darinya, yang menyebahkan orang orangyangmengetBhuik:ekuasaan-Nyaakan mengagungkan­ Nya, chmsebaliknya, orang-orangyan.g mengingkarinya akan menolalmya". Sebagaimana telah clisebutkan bahwa peng­ guna.an tata bahasa dan qira'at menjadi bagian yang sangat penting untuk memperknat  analisis dan penafsiran Yant
 

LihatTutupKomentar