1/25/2018

Sifat Huruf Dhad, Zha, Mim, Nun, Tanwin

Sifat Huruf Dhad, Zha, Mim, Nun, Tanwin
Makhraj huruf dhad atau dlad (الضاد) adalah abjad Arab yang paling sulit pengucapannya karena unik tidak ada di abjad dan makhraj bahasa lain. Termasuk agak sulit adalah zha' (الظاء) yang mirip bunyi dzal namun lebih tebal. Cara mengucapkan mim dan nun sukun juga perlu diperhatikan.

Daftar Isi

  1. Download Terjemah dan Matan
  2. Download Syarah Al-Jazariyah
  3. Huruf Dhad (الضاد) dan Huruf Zha (الظاء)
  4. Mim dan Nun Tasydid dan Mim Sukun
  5. Hukum Tanwin dan Nun Sukun
  6. Kembali ke: Matan Al Jazari

Download (pdf):
- Terjemah Al-Jazariyah
- Matan Al-Jazariyah (Arab)
- Matn Al-Jazariyah (teks Arab berwarna)

Download Syarah Al-Jazariyah (pdf):
- Al-Raudoh Al-Nadiyah Syarah Matn Al-Jazariyah (الروضة الندية شرح متن الجزرية)
- Syarah Al-Muqaddimah Al-Jazariyah fi Ilm Al-Tajwid li Zakariya Al-Anshari (شرح المقدمة الجزرية في علم التجويد)

Baca juga: Terjemah Tuhfatul Athfal



باب الضاد والظاء

52 وَالـضَّـادَ بِسْتِـطَـالَـةٍ وَمَـخْـرَجِ *** مَيِّـزْ مِـنَ الـظَّـاءِ وَكُلُّـهَـا تَـجِـي
53 فِي الظَّعْنِ ظِـلُّ19 الظُهْـرِ عُظْمُ الْحِفْـظِ *** أيْقِـظْ وَأنْظِـرْ عَظْـمَ20 ظَـهْـرِ اللَّـفْـظِ
54 ظَاهِـرْ لَظَـى شُـوَاظُ21 كَـظْـمٍ ظَلَمَـا *** اُغْلُـظْ ظَـلامَ ظُفْـرٍ انْتَـظِـرْ ظَـمَـا
55 أَظْفَـرَ ظَنًّـا كَيْـفَ جَـا وَعِـظْ22 سِوَى *** عِضِيـنَ ظَـلَّ النَّحْـلِ زُخْـرُفٍ سَـوَى23
56 وَظَـلْـتَ ظَلْـتُـمْ وَبِـرُومٍ ظَـلُّـوا *** كَالْحِـجْـرِ ظَـلَّـتْ شُـعَـرَا نَـظَـلُّ
57 يَظْلَلْـنَ مَحْـظُـورًا مَـعَ المُحْتَـظِـرِ *** وَكُـنْـتَ فَـظًّـا وَجَمِـيْـعَ24 الـنَّـظَـرِ
58 إِلاَّ بِـوَيْـلٌ25 هَـلْ وَأُولَـى نَـاضِـرَهْ *** وَالْغَيْـظُ26 لاَ الرَّعْـدُ وَهُــودٌ قَـاصِـرَهْ
59 وَالْحَـظُّ لاَ الْحَـضُّ27 عَـلَـى الطَّعَـامِ *** وَفِــي ضَنِـيْـنٍ28 الْـخِـلاَفُ سَـامِـي
60 وَإِنْ تَـلاَقَـيَــا الـبَــيَــانُ لاَزِمُ *** أَنْـقَـضَ ظَـهْـرَكَ يَـعَـضُّ الظَّـالِـمُ
61 وَاضْطُـرَّ مَـعْ وَعَظْتَ مَـعْ أَفَضْـتُـمُ *** وَصَــفِّ هَــا جِبَاهُـهُـم عَلَـيْـهِـمُ

Huruf Dhad dan Huruf Zha

52 Dan huruf Dhad dengan sifat Istithalah-nya bedakanlah dengan huruf Zha dalam mengucapkan keduanya. Karena sebagian pembaca Al-Quran tidak bisa membedakan keduanya. Bahkan, karena sulitnya mengucapkan huruf Dhad, begitu banyak orang yang menggantinya –selain dengan huruf Zha- juga kadang menggantinya dengan Zay, Dal, atau Shad yang tercampur dengan Zay. Begitu pula huruf Zha, mesti jelas jangan sampai tercampur dengan suara selain huruf Zha, seperti Dzal, Zay, atau
selainnya. Dan seluruh huruf Zha dalam Al-Quran terdapat pada kalimat berikut:

53 Pada kata (الظَّعْنِ) artinya rihlah/ berjalan, terdapat pada satu tempat yakni QS.
An-Nahl 16:80. Pada kata (الظِـلُّ) artinya naungan, terdapat pada 22 tempat, di
antaranya QS. Al-Baqarah 2:57 Kata (الظُهْـرِ) artinya zhuhur (siang hari), terdapat pada 2 tempat, di antaranya Qs. An-Nuur 24:58 [َوَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ الظَّهِيرَةِ]. Kata (الُعُظْمُ) artinya
besar/ dahsyat. Terdapat pada 103 tempat, di antaranya QS. Al-Baqarah, 2:7 [وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ]. Kata (الْحِفْـظِ) artinya menjaga, terdapat pada 42 tempat, salah satunya QS. Al-Baqarah, 2: 238 [َحَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ].

Kata (أيْقِـظْ) artinya bangun/ terjaga. Terdapat pada satu tempat yakni QS. Al-Kahfi 18:18 [وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظًا]. Kata (الإنظار) artinya penangguhan, terdapat pada 20 tempat,
di antaranya QS. Al-Baqarah 2:162 [َلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنظَرُونَ]. Kata (َالعَظْم ) artinya
tulang, terdapat pada 15 tempat, di antaranya QS. Al-Baqarah, 2: 259 [وَانظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا]. Kata (الظَهْـرِ) artinya punggung, terdapat pada 16 tempat, salah satunya QS. Al-
Baqarah, 2: 101 [َوَرَاءَ ظُهُورِهِمْ كَأَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ]. Kata (اللَّـفْـظ) artinya lafazh (ucapan), terdapat
pada satu tempat yakni QS. Qaaf, 50:18 [مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ ]

54. Kata (َظَاهِرَ) artinya zhahir (fisik), terdapat pada banyak tempat dalam Al-Quran, salah satunya QS. Al-An’aam, 6: 120 [وَذَرُوا ظَاهِرَ الْإِثْمِ وَبَاطِنَهُ]. Kata (لَظَـى) artinya api yang menyala-nyala, terdapat pada 2 tempat, salah satunya QS. Al-Ma’arij, 70: 15 [كَلَّا ۖ إِنَّهَا لَظَىٰ]. Kata (شُـوَاظُ) nyala/ kobaran, terdapat pada satu tempat yakni QS. Ar-Rahman, 55:35 [يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ]. Kata (كَـظْـمٍ) artinya menahan, terdapat pada 6 tempat, salah satunya QS. Ali ‘Imran, 3:134 [وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ]. Kata (الظلم) artinya zhalim, terdapat pada 288 tempat, di antaranya QS. Al-Baqarah, 2: 35 [وَلَا تَقْرَبَا هَـٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ].

Kata (الغلظ) artinya kasar/ keras, terdapat pada 13 tempat, di antaranya QS. Ali ‘Imran, 3: 159 [ْوَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ ]. Kata (الظلَام), artinya kegelapan, terdapat pada 26 tempat, di antaranya QS. Al-Baqarah, 2: 17 [َوَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ لَّا يُبْصِرُونَ]. Kata (ْظفر) artinya kuku/ cakar, terdapat pada satu tempat, yakni QS. Al-An’am, 6: 146 [وَعَلَى الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِي ظُفُرٍ ]. Kata [الإنتظار] artinya menanti/ menunggu, terdapat pada 26 tempat, di antaranya QS. AL-Baqarah, 2: 210 [هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا أَن يَأْتِيَهُمُ اللَّـهُ]. Kata (َالظمأ) artinya haus, terdapat pada 3 tempat, di antaranya QS. At-Tawbah, 9:120 [لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلَا نَصَبٌ].

55 Kata (الظفَر ) artinya kemenangan, terdapat pada satu tempat, yakni QS. Al-Fath, 48: 24 [ْمِن بَعْدِ أَنْ أَظْفَرَكُمْ عَلَيْهِمْ]. Kata (الظن), artinya prasangka (bagaimana pun bentuknya dalam Al-Quran), terdapat pada 69 tempat, di antaranya, QS. Al-Ahzaab, 33:10 [وَتَظُنُّونَ بِاللَّـهِ الظُّنُونَا]. Kata (َالوَعْظ) artinya nasihat, terdapat pada 24 tempat, di antaranya QS. Al-Baqarah, 2: 66 [وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ ] kecuali kata (عِضِيْن). QS. Al-Hijr, 15: 91 Dibaca dengan “Dhad”.

Kata (َّظل), artinya menjadi, terdapat pada 9 tempat, di antaranya pada An-Nahl (58) dan Az-Zukhruuf (17) [ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ],

56. Dan juga pada bentuk-bentuk berikut: Kata (ْظَـلَّـتْ) pada QS. Thaaha (97) [ ظلت عليه عاكفا]. Kata (ْظَلْـتُـمْ) pada QS. Al-Waaqi’ah (65) [فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ]. Dan pada QS. Ar-Ruum (51)dengan bentuk (لَّظَلُّوا مِن بَعْدِهِ يَكْفُرُونَ] juga pada QS. Al-Hijr (14) [ُ فَظَلُّوا فِيهِ يَعْرُجُونَ]. Dan dengan bentuk (ظلَّت) pada QS. Asy-Syu’ara (4) [َ فَظَلَّتْ أَعْنَاقُهُمْ لَهَا خَاضِعِينَ] dan bentuk (ََنَظَلُ) pada ayat (71) [ فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِينَ]

57. Dan dengan bentuk (َيَظْلَلْـنَ) pada QS. Asy-Syuura (33) [فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهْرِهِ]

Kata (الحظر) artinya terhalang, terdapat pada satu tempat, yakni QS. Al-Isra, 17:20 [وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا]. Kata (مَحْظُورًا), artinya pohon dan duri-duri kering yang dijadikan kandang binatang, terdapat pada satu tempat, yakni QS. Al-Qamar (31) [فَكَانُوا كَهَشِيمِ الْمُحْتَظِرِ ]. Kata [ظا] terdapat pada Ali ‘Imran (159) [وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ]. Dan seluruh kata (النَّظر) yang artinya menyaksikan, terdapat pada 86 tempat, di antaranya QS. Al-Baqarah, 2:50 [وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ]

58. Kecuali pada: “Waylun” (QS. Al-Muthaffifiin) [نَضْرَةَ النَعِيْم],“Hal” (QS. Al-Insaan)
[وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا]. Dan awal pada kata (نَّاضِرَةٌ) dalam QS. Al-Qiyaamah [ وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ], semuanya dibaca dengan “Dhad”.

Kata (الْغَيْـظُ) artinya marah/ dengki, terdapat pada 11 tempat, salah satunya QS. Ali ‘Imran, 3:119 [عَضُّواْ عَلَيْكُمُ الانامل مِنَ الغيظ ] selain pada: QS. Ar-Ra’du (8) [وَمَا تَغِيضُ الْأَرْحَامُ] dan QS. Huud (44) [ُوَغِيضَ الْمَاءُ]. Maka keduanya dibaca dengan “Dhad”.

59. Dan semua al-hazhzhu (الْحَـظُّ) yang artinya balasan, terdapat pada 7 tempat, salah satunya QS. Ali ‘Imraan, 3: 176 [يُرِيدُ اللَّهُ أَلَّا يَجْعَلَ لَهُمْ حَظًّا فِي الْآخِرَةِ]. Semuanya dengan Zha kecuali jika disandingkan dengan (ٱلطعَام), yakni pada kalimat berikut: [وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ] QS. Al-Fajr ayat 18, Al-Haaqqah 34, dan Al-Maa’uun 3, semuanya dengan Dhad.

Dan pada kata (بِضَنِـيْـنٍ) pada QS. At-Takwir terjadi perbedaan pendapat di antara para
Qurra' (ahli tajwid), apakah dengan Dhad atau Zha.

60. Dan jika keduanya (Dhad dan Zha) bertemu, maka wajib membaca keduanya dengan jelas (izhhar), seperti: (أَنْقَضَ ظَهْرَكَ) dan (يَعَضُّ الظَّالِمُ)

61. (Begitu juga wajib dibaca dengan jelas) pada pertemuan Dhad dan Tha seperti: kata (َّوَاضْطُـرَّ). Zha dengan Ta' seperti: (وَعَظْتَ) dan Dhad dengan Ta seperti: (ُأَفَضْـتُـمُ). Dan
perjelas juga huruf Ha seperti pada lafadz (ُجِبَاهُـهُـم ) dan (ُعَلَـيْـهِـمُ).



باب الميم والنون المشددتين والميم الساكنة

62 وأَظْهِـرِ الغُنَّـةَ مِـنْ نُــونٍ وَمِــنْ *** مِـيْـمٍ إِذَا مَــا شُــدِّدَا وَأَخْـفِـيَـنْ
63 الْمِـيْـمَ إِنْ تَسْـكُـنْ بِغُـنَّـةٍ لَــدَى *** بَـاءٍ عَلَـى المُخْتَـارِ مِـنْ أَهْــلِ الأدَا
64 وَأظْهِرَنْهَـا عِـنْـدَ بَـاقِـي الاحْـرُفِ *** وَاحْـذَرْ لَـدَى وَاوٍ وَفَــا أنْ تَخْتَـفِـي

Mim dan Nun Tasydid dan Mim Sukun

62. Dan jelaskanlah sifat ghunnah yang ada pada huruf Nun dan Mim saat keduanya bertasydid, karena pada saat keduanya berada pada posisi tasydid, maka mereka berada pada tingkatan ghunnah yang paling sempurna. Lalu, samarkanlah (ikhfa-kan)...

63. Huruf Mim yang sukun disertai ghunnah saat berhadapan dengan huruf Ba, menurut pendapat yang terpilih di kalangan para Ulama Ahli Qiraah.

64. Kemudian jelaskanlah Mim sukun saat berhadapan dengan sisa hurufnya (selain Ba dan Mim), serta berhati-hatilah jangan sampai menyamarkan suara Mim sukun saat berhadapan dengan Wawu dan Fa karena dekat dan kesamaan makhrajnya.



باب حكم التنوين والنون الساكنة

65 وَحُـكْـمُ تَنْـوِيْـنٍ وَنُـونٍ يُـلْـفَـى *** إِظْـهَـارٌ ادْغَــامٌ وَقَـلْـبٌ إخْـفَــا
66 فَعِنْـدَ حَـرْفِ الحَلْـقِ أَظْهِـرْ وَادَّغِـمْ *** فِـي الـلاَّمِ وَالــرَّا لاَ بِغُـنَّـةٍ لَــزِمْ
67 وَأَدْغِـمَـنْ بِغُـنَّـةٍ فِـي يُـومِــنُ *** إِلاَّ بِكِـلْـمَـةٍ كَـدُنْـيَـا عَـنْـوَنُــوا
68 وَالقَلْـبُ عِـنْـدَ الـبَـا بِغُـنَّـةٍ كَـذَا *** لاخْفَـا لَـدَى بَاقِـي الحُـرُوفِ أُخِــذَا

Hukum Tanwin dan Nun Sukun

65. Dan hukum Tanwin dan Nun sukun itu ada empat, yakni izh-har (dibaca jelas huruf Nun-nya), idgham (huruf Nun melebur ke huruf setelahnya), qalb (huruf Nun berubah ke huruf Mim), dan ikhfa (huruf Nun disamarkan dan lidah sudah bersiap-siap
mengucapkan huruf setelahnya).

66. Dan bila Nun sukun bertemu dengan huruf-huruf halq, yakni huruf-huruf yang keluar dari makhraj al-halq (Hamzah, Ha, ‘Ain, Ha, Ghain, dan Kha), maka jelaskanlah huruf Nun-nya. Lalu idgham-kanlah bila Nun sukun bertemu dengan huruf Lam dan Ra, yakni suara huruf Nun dianggap tidak ada dan langsung dibaca huruf Lam dan Ra dengan bertasydid serta wajib tanpa menyisakan ghunnah saat membacanya. Ini merupakan bacaan pada riwayat Imam Hafsh jalur Syathibiyyah.

67. Dan idgham-kanlah huruf Nun sukun dengan disertai sifat ghunnah saat membacanya bila bertemu dengan huruf “yuuminu” (Ya, Wawu, Mim, dan Nun). Kecuali bila pertemuan kedua huruf tersebut berada pada satu kata, seperti kata “Dun- ya” dan yang semisalnya, sepert “Qin-wan”, “Shin-wan”, dan “Bun-yan”. Semuanya mesti dibaca dengan jelas (disebut dengan istilah izh-har muthlaq).

68. Dan ubahlah huruf Nun menjadi huruf Mim (Qalb) saat bertemu dengan huruf Ba disertai ghunnah saat membacanya. Lalu ikhfa-kan (samarkanlah) huruf Nun saat bertemu dengan sisa huruf selain izh-har, idgham, dan qalb.[alkhoirot.org]

Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini.. Konsultasi agama, kirim via email: alkhoirot@gmail.com

Untuk Konsultasi Agama kirim ke: alkhoirot@gmail.com atau info@alkhoirot.net
Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini!

EmoticonEmoticon