Ratib Samman

Nama ratib/hizib: Ratib Samman (Saman) Pengarang, penyusun: Syekh Muhammad Samman, Muhammad bin Abdul al-Karim al-Madani al-Syafi'i al-Samman Lahir

Ratib Samman
Nama ratib/hizib: Ratib Samman (Saman)

Pengarang, penyusun:  Syekh Muhammad Samman, Muhammad bin Abdul al-Karim al-Madani al-Syafi'i al-Samman

Lahir: Madinah, tahun 1132 Hijriyah (sekitar tahun 1718 M).

Wafat: 1189 H / 1775 M

Bidang: Tasawuf, tarekat, sufi. 

Daftar Isi 

  1. Biografi Pengarang
  2. Profil Ratib Saman 
  3. Ratib Samman
  4. Ratib dan Hizib Lain 
    1. Ratib Al-Rifa'i
    2. Ratib Syaikhona Kholil 
    3. Ratib Haddad 
    4. Ratib Alatas (Al-Athos) 
    5. Hizib Nashar (Nashor) 
  5. Kembali ke: Kitab Tasawuf 

Biografi Pengarang

Syekh Samman dijelaskan sebagai tokoh sufi yang berhasil memadukan antara syariat dan
tarekat (dikenal sebagai al-Jami' bina al-Syari'ah wa al-Thariqah) dalam kitab Manaqib Syekh
al-Waliy al-Shahir. Keunikan dari tarekat yang dipimpinnya terletak pada pengikutnya yang
mempraktikkan wahdatul wujud (kesatuan wujud) yang dianggap sejalan dengan hukum syariah.
Selain itu, tarekat ini merupakan gabungan dari beberapa tarekat, seperti al-Qadiriyah dan
Naqsyabandiyah, yang membuatnya memiliki karakteristik tersendiri dalam tradisi sufi.( Fitri
Aulia Bakri, 2020 ).

Tarekat Samaniyah didirikan oleh Syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Samani al-Hasani
al-Madani al-Qadiri al-Quraisyi, yang lahir di Madinah pada tahun 1132 Hijriyah (sekitar tahun
1718 M). Pendiri tarekat ini menandai dimulainya praktik Ratib Saman. Keluarganya berasal dari
suku Quraisy, yang menjadi bagian penting dari latar belakang dan identitasnya. Syekh Saman
pertama kali belajar di Damaskus di bawah tarekat Khalwatiyyah. Dia akhirnya mulai membacakan
zikir, wirid, dan ajaran sufi lainnya di depan umum. Beliau menciptakan suatu metode untuk
mendekatkan diri kepada Allah SWT yang kemudian diberi nama Tarekat Samaniyah. Menurut
pendapat yang lain, Tarekat Samaniyah merupakan bagian dari Khalwatiyyah.

Keagungan Syekh Muhammad Saman diakui sebagai tokoh tarekat yang karamahnya besar.
Sosok Syekh Samman terungkap baik dalam Hikayat Syekh Muhammad Samman maupun kitab
Manaqib Syaikh al-Waliy asy-Syahir Muhammad Samman. Syekh Muhammad Samman, seperti
halnya para pengajar sufi besar, terkenal karena kesucian, ketelitian, dan kesalehan beliau. Ia
dilaporkan memiliki karakter yang luar biasa.( Helmina, 2016 ).

Referensi 

Fitri Aulia Bakri, Living Qur’an : Tradisi Ratib Samman Dalam Tarekat Naqsabaniyah Di Yayasan
Syekh Abdul Wahab Rokan Pekanbaru Dalam Prespektif Al-Qur’an , Skripsi: 2020.

Helmina, Eksistensi Ratib Saman Sebagai Kearifan Lokal Dalam Mempengaruhi Sosial Budaya
Keberagamaan Masyarakat Tanjung Pauh Pada Era Modern, Jurnal Islamika, Volume 16:
2016. 

Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia, (Jakarta: PT Mahmud Yunus wa Dzurriyah, 2015) 

Martin Van Bruinesses, Tarekat Naqsabandiyah di Indonesia, (Bandung: Mizan, 1992) 

Muhammad Ibnu al-Karim Quraisy al-Madani al-Samani. Manuskrip: Ratib Samman. (Jakarta:
Perpustakaan Nasional, 1913) 

Rani Lestari, Kampung Tarekat Naqsabandiyah Babussalam, Besilam dalam Lintas Sejarah
(JUSPI. Vol. I: 2017 )

Rhoni Rodin. 2013.Tradisi Tahlilan dan Yasinan. Ibda‟( Jurnal Kebudayaan Islam ) 

Profil Rotib (Ratib) Samman (Saman)

 Ratib Saman, sejenis Ratib yang merupakan amalan tarikat Saman ( ajaran Abd. Karim al-Saman ). Cara membawakannya sama dengan ratib tetapi dilakukan dengan duduk bersama secara berjamaah. Ratib Saman dipimpin oleh seorang imam, kotik atau bilal.

Sebelum pelaksanaan ratif Saman, berbagai perlengkapan tasbih, cendana dan gaharu, korek api dan sebuah lilin, dan air putih dipersiapkan terlebih dahulu. Biasanya dilakukan pada malam jum’at. Para peserta yang berusia diatas 30 tahun akan duduk dan membentuk sebuah lingkaran ( mulai dari kanan dan kiri pimpinan upacara.

Ketika semuanya sudah duduk dengan sempurna ( menyerupai posisi duduk dalam “ tahiyatul akhir” yang dilakukan dalam sholat ), pimpinan upacara menjelaskan bahwa apa yang dilakukan bukan untuk memuja Syeh Saman, melainkan kepada Allah SWT agar meridhoi ratib dan menurunkan malaikat beserta jin putih ( Jin Muslim ) untuk memerangi dan mengusir Setan.

Kemudian pimpinan upacara memberi penjelasan tentang aturan mengucapkan zikir “ Lailalaha illallah”. Karena pengucapannya harus mengikuti aturan tertentu. Sebelum mengucapakan kata “Lailalaha illallah” nafas harus ditarik dalam-dalam, selanjutnya kata “hail” diucapkan sambil kepala diputar ke bahu bagian kiri, diteruskan pengucapan “Lah” ( kepala diputar ke bahu kanan ), sampai akhirnya pengucapan “Lah” yang disertai dengan tundukan kepala ke rusuk kanan.

Pengucapan kalimat “Laillahaillallah” sambil melakukan gerakan-gerakan tersebut, dimaksudkan agar peserta senantiasa mengingat Allah, hidung yang menarik udara, menurut keyakinan mereka, merupakan sumber masuknya penyakit dan masuknya Jin jahat yang mengganggu tubuh manusia. Dengan ditariknya udara dan dihembuskan kembali sembari mengucapkan “Lailahaillallah” diharapkan segala penyakit akan ikut terbuang.

Beberapa Pantangan yang tidak boleh dilanggar selama ritual adalah :

  1. Tidak boleh membawa mayat masuk ke dalam desa karena Jin hitam akan kembali masuk ke Desa dengan menempel pada tubuh mayat.
  2. Tidak boleh memikul sampan melintasi jalan desa karena akan digunakan Jin hitam sebagai kendaraan untuk kembali masuk desa
  3. Tidak boleh menjemur pakaian didepan pagar rumah bagian depan karena pakaian tersebut dikhawatirkan masih belum bebas dari najis sehingga dapat mengundang datangnya jin hitam.

Do’a yang selalu diucapakan dalam ritual Ratif Saman diantaranya adalah :

  1.     Shalawat yang dilakukan selama kurang lebih 5 menit. Shalawat ini merupakan pengantar untuk membaca dan me-ratif-kan kalimat-kalimat suci Al-Qur’an yang terdapat pelaksanaan Ratif Saman.
  2.     Pembacaan surat Al Fatihah sejumlah 10 kali
  3.     Pembacaan surat Al Ikhlas sejumlah 10 kali
  4.     Pembacaan Ayat Qursi
  5.     Pembacaan surat At Tobat sejumlah 10 kali
  6.     Pembacaan Do’a nabi yunus
  7.     Pembacaan Kalimat “Astaghfirullah Al Azim. Allazi Laillaha illah Hua alhayyul Qalyum Waatubu ilaik” sebanyak 100 kali
  8.     Pembacaan Shalawat Nikmat ( Nikmat Rasul )
  9.     Pembacaan Surat Jumat
  10.     Pembacaan kalimat “Lailaha illallah” sebanyak 300 kali ( pada saat kalimat tersebut dibacakan sebanyak 220 kali, muazin berdiri azan.

Pada saat azan, pemimpin upacara ikut berdiri dan membaca surat “alamnasyroh” sebanyak 7 kali

    Pembacaan “Lakalhamdu ya Qudus La ilaha illa Allah sebanyak 50 kali
    Zikir “Antal Hadi Antallah, Laisal Hadi ilahu, sebanyak 50 kali
    Zikir “Ya Hayyun. Ya Kayyum, Ya Allah sebanyak 50 kali
    Zikir “Ya latif, Ya habir, Ya allah sebanyak 50 kali
    Zikir “Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Allah sebanyak 50 kali
    Zikir “Allah Hayyi” sejumlah 50 Kali
    Zikir “ Hayyi” sebanyak 50 Kali
    Zikir “Allah, Allah, Allah Hu sebanyak 50 Kali
    Zikir “Hu” sebanyak 50 Kali
    Pembacaan “Allah Allah Allah Saiunillah Salatullah Salamullah…..
    Selanjutnya pemimpin Upacara membacakan Surat Jumat, beberapa shalawat dan surat

Teks Ratib Samman 

راتب سمّان

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ ×١٦ 

Aku memohon ampunan kepada Allah.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ

Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, dari seluruh dosa, baik yang tampak maupun tersembunyi. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِأَصْحَابِ الْحُقُوْقِ عَلَيَّ وَلِمَشَايِخِي وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ ×۳

Aku memohon ampunan kepada Allah yang Mahaagung, untuk diriku sendiri, kedua orang tuaku, orang-orang yang memiliki hak atasku, orang-orang muslim laki-laki maupun perempuan, dan orang-orang mukmin lak-laki maupun perempuan, baik yang ‎masih hidup ataupun yang telah wafat.

إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ الْكِرَامِ الْفَاتِحَةُ

Kepada yang terhormat Nabi Muhammad ﷺ, segenap keluarganya, sahabat yang mulia, Alfatihah...

إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْأَوَّلِيْنَ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْاٰخِرِيْنَ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِي الْمَلَأِ الْأَعْلَى إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى جَمِيْعِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، وَعَلَى جَمِيْعِ عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِيْنَ مِنْ أَهْلِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَاضِيْنَ وَرَضِيَ اللّٰهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ سَادَتِنَا ذَوِالْقَدْرِ الْجَلِيِّ أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ سَائِرِ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللّٰهِ أَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَاحْشُرْنَا وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، يَا اللّٰهُ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ يَا اَللّٰهُ يَا رَبَّنَا يَا وَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah, limpahkan rahmat dan keselamatan untuk junjungan kami Baginda Muhammad bersama orang-orang yang awal, limpahkan rahmat dan keselamatan untuk junjungan kami Baginda Muhammad bersama orang-orang yang akhir, limpahkan rahmat dan keselamatan untuk junjungan kami Baginda Muhammad pada segala macam waktu dan keadaan, limpahkan rahmat dan keselamatan untuk junjungan kami Baginda Muhammad di alam yang tinggi sampai datangnya hari kiamat, , limpahkan rahmat dan keselamatan untuk semua para nabi dan rasul, malaikat muqarrabin, dan semua hamba-hamba Allah saleh yang ada di langit maupun bumi, semoga Allah SWT meridlai baginda kami yang mempunyai takdir yang jelas, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan seluruh sahabat Rasulullah, serta tabi‘in, tabi‘t tabi‘in, bagi mereka perilaku baik sampai hari kiamat. Ya Allah kumpulkanlah kamu, sayangilah kami serta mereka dengan rahmat-Mu Wahai Sang Maha Penyayang, Ya Allah Wahai Zat Yang Mahahidup dan Mahamandiri, tidak ada tuhan selain Engkau Ya Allah, Wahai Tuhan kami Yang Mahaluas dalam memberikan ampunan, Wahai Sang Maha Penyayang.

أَفْضَلُ الذِّكْرِ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ ×۳

Dzikir yang paling utama: Lâ ilâha illallâhu (Tidak ada tuhan selain Allah).

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ ×۳٠٠

Tidak ada tuhan selain Allah.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُولُ اللّٰهِ حَقًّا وَصِدْقًا وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى جَمِيْعِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Tidak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad utusan Allah dengan sebenar-benarnya. Semoga rahmat dan keselamatan tercurahkan kepada para nabi dan rasul, dan segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. لَقَدْ جَاءَ كُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ. اٰمَنْتُ بِاللّٰهِ صَدَقَ اللهُ مَوْلَانَا الْعَظِيْمُ. الْفَاتِحَة

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Yang tidak tahan melihat penderitaan yang kalian alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), katakanlah (Nabi Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan pemilik ‘Arasy (singgasana) yang agung. Aku beriman kepada Allah, Mahabenar Allah junjunan kami yang Mahaagung.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Muhammad, dan juga kepada keluarganya, serta sahabatnya.

اَلصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا حَبِيْبَ اللّٰهِ

Rahmat dan keselamatan untukmu wahai Kekasih Allah.

اَلصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ

Rahmat dan keselamatan untukmu wahai Utusan Allah.

اَلصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا نَبِيَّ اللّٰهِ

Rahmat dan keselamatan untukmu wahai Nabi Allah.

اَلْعَظَمَةُ لِلّٰهِ تَكْبِيْرًا اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

Keagungan hanya milik Allah, dengan membaca Takbir, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Tidak ada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, dan segala pujian hanya milik Allah.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا يَا كَرِيْمُ يَا رَحْمٰنُ يَا رَحِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى جَمِيْعِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maafkan dan ampunilah kami, wahai Yang Mahamulia, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dengan rahmat-Mu Wahai Sang Maha Penyayang. Karuniakan rahmat dan keselamatan kepada seluruh nabi dan rasul. Dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.

الْفَاتِحَةَ إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ وَأَهْلِ بَيْتِهِ وَكَافَّةِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَإِلَى أَبِيْنَا اٰدَمَ وَأُمِّنَا حَوَّاءَ وَالْخِضْرِ وَاِلْيَاسِ وَحَبْرِ هٰذِهِ الْأُمَّةِ سَيِّدِنَا عَبْدِ اللّٰهِ ابْنِ الْعَبَّاسِ وَأَصُوْلِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ وَأَهْلِ سِلْسِلَتِهِمْ وَالْاٰخِذِيْنَ عَنْهُمْ شَيْءٌ لِلّٰهِ وَلَهُمُ الْفَاتِحَة

Surat Al-Fatihah (aku hadiahkan) kepada Nabi ﷺ, keluarga, para sahabat, istri-istrinya, para dzuriyahnya, ahlulbait, serta seluruh nabi dan rasul, para syuhada, dan orang-orang salih. Juga kepada bapak kami Adam, ibu kami Hawa', Nabi Khidir, Nabi Ilyas, serta cendikiawan umat ini, yakni Abdullah bin Abbas berikut leluhurnya, keturunannya, hingga ahli silsilahnya, juga para penganut mereka. Semuanya dilakukan untuk Allah. Bagi mereka semua hadiah bacaan al-Fatihah.

الْفَاتِحَةَ إِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ مُحَــمَّدٍ ࣙبْنِ عَلِيٍّ بَاعَلَوِيْ وَعَلَى جَمِيْعِ سَادَاتِنَا الصُّوْفِيَّةِ فِيْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا، خُصُوْصًا سَيِّدِي الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِي وَسَيِّدِي الشَّيْخِ أَحْمَدَ الْبَدَوِي وَسَيِّدِيْ أَحْمَدَ الرِّفَاعِي وَسَيِّدِي إِبْرَاهِيْمَ الدَّسُوْقِي وَ سَيِّدِي حُجَّةِ الْإِسْلَامِ وَسَيِّدِي أَحْمَدَ بْنِ عِيْسَى بْنِ عُجَيْلٍ وَالشَّيْخِ إِسْمَاعِيْلَ جَبَرْتِي وَ سَيَّدِي مُحْيِ الدِّيْنِ ابْنِ عَرَبِي وَ سَيِّدِي الشَّيْخِ جُنَيْدٍ ࣙالْبَغْدَادِي، وَإِلَى رُوْحِ سَادَتِنَا الْقَادِرِيَّةِ وَسَادَتِنَا النَّقْشَبَنْدِيَّةِ وَسَادَتِنَا الْخَلَوَتِيَّةِ وَسَادَتِنَا الْعَيْدَرُوْسِيَّةِ وَسَادَتِنَا الْعَلَوِيَّةِ وَالسَّادَاتِ الْحَدَادِيَّةِ وَالسَّادَاتِ السَّقَافِيَّةِ وَسَائِرِ ذُرِّيَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِلَى أَزْوَاجِ الْأَئِمَّةِ الْأَرْبَعَةِ وَأَصُوْلِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ وَأَهْلِ سِلْسِلَتِهِمْ وَالْاٰخِذِيْنَ عَنْهُمْ شَيْءٌ لِلّٰهِ وَلَهُمْ الْفَاتِحَة

Surat Al-Fatihah (aku hadiahkan) kepada ulama terkemuka Sayyid Muhammad bin ‘Ali Ba‘lawi, dan seluruh junjungan kami para ahli tasawuf di belahan timur maupun barat. Secara khusus, kepada Sayyid Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, Sayyid Syaikh Ahmad Al-Badawi, Sayyid Ahmad Al-Rifa'i, Sayyid Ibrahim Al-Dasuqi, Sayyid Hujjatul Islam (Al- Ghazali), Sayyid Ahmad bin 'Isa bin 'Ujail, Syaikh Isma‘il Jabarti, Sayyid Muhyiddin Ibnul 'Arabi, Sayyid Syaikh Junaidi AlBaghdadi, serta kepada junjungan kami dari kalangan Al-Qadiriyyah, Al-Naqsabandiyyah, Al-Halwatiyyah, Al-'Idrusiyyah, Al-'Alawiyyah, Al- Haddadiyyah, As-Saqafiyyah, seluruh dzurriyyah Nabi Muhammad SAW, Imam Empat, dari leluhur, keturunan, dan ahli silsilah mereka, juga para penganut mereka. Semuanya dilakukan untuk Allah. Bagi mereka semua hadiah bacaan al-Fatihah.

الْفَاتِحَةَ إِلَى رُوْحِ قُطْبِ الأَكْوَانِ الْمَحْبُوبِ الرَّحْمٰنِ شَيْخِنَا الشَّيْخِ مُحَمَّدٍ سَمَّانِ وَمُصْطَفَى الْبَكْرِي وَاِمَامِ الْغَزَالِي وَإِمَامِ السَّنُوْسِي وَابْنِ حَجَرْ وَاِمَامِ الرَّمْلِي وَإِمَامِ الرَّافِعِي وَأَبِي الْحَسَنِ الْأَشْعَرِيّ وَأَبِي مَنْصُوْرِ اَلْمَاتُرِيْدِيّ وَخَطِيْبِ شَرْبِيْنِي وَأُصُوْلِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ وَأَهْلِ سِلْسِلَتِهِمْ وَالْاٰخِذِيْنَ عَنْهُمْ شَيْءٌ لِلّٰهِ وَلَهُمُ الْفَاتِحَة

Surat Al-Fatihah (aku hadiahkan) kepada wali quthub yang dicintai Zat Maha Pengasih Syekh Muhammad Samman, Musthafa Al-Bakri, Imam Al-Ghazali, Imam As- Sanusi, Ibnu Hajar, Imam Ar-Ramli, Imam Ar-Rafi'i, Abul Hasan Al- Asy'ari, Abu Manshur Al-Maturidzi, dan Khathib Syarbini,serta leluhur, keturunan, dan ahli silsilah mereka, juga para penganut mereka. Semuanya dilakukan untuk Allah. Bagi mereka semua hadiah bacaan al-Fatihah.

اَلْفَاتِحَةَ إِلَى رُوْحِ وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا خُصُوْصًا إِلَى حَضْرَةِ الشَّيْخِ مُحَمَّدْ زَيْن شُكْرِي بِنْ حَسَنْ شُكُرْ وَالشَّيْخِ مُحَمَّدْ أَزْهَرِي بِنْ عَبْدِ اللّٰهِ وَشَيْخِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ اللّٰهِ بِنْ مَعْرُوْفِ وَشَيْخِنَا مُحَمَّد عَقِيْبِ بِنْ حَسَنُ الدِّيْنِ وَشَيْخِنَا الشَّيْخِ عَبْدُ الصَّمَدْ الْفَلِمْبَانِي وَشَيْخِنَا الشَّيْخِ صِدِّيْق وَشَيْخِنَا الشَّيْخِ عَبْدُ اللَّطِيْف مُشَرِّعْ وَشَيْخِنَا الشَّيْخِ عَبْدُ الرَّحْمٰنِ مُشَرِّع وَشَيْخِنَا الشَّيْخِ عبْدُ اللهِ اٰمِيْن وَشَيْخِنَا الْحَاجِّ بَسْتَامِ وَإِلَى أَرْوَاحِ أَجْدَادِنَا وَجَدَاتِنَا وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ وَالْحَاضِرِيْنَ وَالْغَائِبِيْنَ وَالْمُسَافِرِيْنَ وَالْمُقِيْمِيْنَ فِي بَرِّكَ وَبَحْرِكَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ وَنَتَشَفَّعُ وَنَخْتِمُ بِهَا إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ سَادَاتِ الدُّنْيَا وَمُلُوْكِ الاٰخِرَةِ شَيْءٌ لِلّٰهِ وَلَهُمُ الْفَاتِحَة 

Al-Fatihah (aku hadiahkan) kepada arwah orang tua dan guru-guru kami, khususnya kepada Hadratus Syaikh Muhammad Zen Syukri bin Hasan Syukur, Syaikh Muhammad Azhari bin Abdullah, Syaikh Abdullah bin Ma'ruf, Syaikh Muhammad Aqib bin Hasanuddin, Syaikh Abdus Shamad Palembang, Syaikh Shiddiq, Syaikh Abdul Lathif Musyarri', Syaikh Abdurrahman Musyarri‘, Syaikh Abdullah Amin, Syaikh Haji Bastam, serta arwah para kakek-nenek kami, seluruh kaum muslim dan muslimat, mu’min dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Juga kepada orang-orang yang hadir maupun gaib, orang-orang yang dalam perjalanan maupun mukim di daratan maupun lautan-Mu dari kalangan muslim. Wahai Tuhan semesta alam, kami mohon syafaat dengan penutupan Al-Fatihah ini kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga dan sahabatnya, selaku pemuka dunia dan penguasa akhirat. Semuanya dilakukan untuk Allah. Bagi mereka semua hadiah bacaan al-Fatihah.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ الْمُعَظَّمَةِ وَسَبْعِ الْمَثَانِي وَالْقُرَاٰنِ الْعَظِيْمِ أَنْ تَفْتَحَ لَنَا بِكُلِّ خَيْرٍ وَأَنْ تَتَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ خَيْرٍ وَأَنْ تُعَامِلَنَا يَا مَوْلَانَا مُعَامَلَتَكَ بِكُلِّ خَيْرٍ وَأَنْ تَحْفَظَنَا فِيْ أَدْيَانِنَا وَأَنْفُسِنَا وَأَوْلَادِنَا وَأَصْحَابِنَا مِنْ كُلِّ مِحْنَةٍ وَفِتْنَةٍ وَبُؤْسٍ وَضَيْرٍ إِنَّكَ وَلِيُّ كُلِّ خَيْرٍ وَمُعْطٍ لِكُلِّ خَيْرٍ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Ya Allah, kami mohon demi kebenaran surat Al-Fatihah atau as-sab‘ul matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang) dan Al-Quran yang agung agar Engkau senantiasa membuka segala kebaikan kepada kami, menganugerahkan kami dengan segala kebaikan, berinteraksi bersama kami dengan segala kebaikan, serta selalu menjaga kami dalam agama, jiwa, anak-anak, dan sahabat-sahabat kami dari segala malapetaka, cobaan, kesengsaraan dan bahaya. Sungguh Engkau maha menguasai setiap kebaikan, dan maha memberi kebaikan. Wahai yang paling besar rahmat-Nya, Wahai Sang Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ بِفَضْلِكَ اِسْتَجِبْ دُعَاءَنَا وَاشْفِ أَمْرَاضَنَا وَفَرِّجْ هَمَّنَا وَوَسِّعْ أَرْزَاقَنَا وَيَسِّرْ أُمُوْرَنَا وَاقْضِ بِفَضْلِكَ حَوَائِجَنَا وَارْحَمْ أَمْوَاتَنَا وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى جَمِيْعِ الأَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Ya Allah, dengan keutamaan-Mu, kabulkanlah doa kami, sembuhkanlah penyakit-penyakit kami, bahagiakanlah kesusahan kami, lapangkanlah rezeki kami, mudahkanlah urusan kami, penuhilah dengan keutamaan-Mu kebutuhan-kebutuhan kami, dan rahmatilah kematian kami. Limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada seluruh nabi dan rasul. Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.

وَاجْعَلْ لَّنَا مِنْ كُلِّ ضَيْقٍ فَرَجًــا ۞ وَ كُلِّ هَمٍّ وَ بَلَاءٍ مَخْرَجًا ×۳

(Kumohon) jadikan untuk kami kelapangan dari setiap kesusahan, dan jalan keluar dari setiap ujian.

وَاكْمِدْ بِنَارِ اللْغَيْظِ وَالْخُسْرَانِ ۞ كُلَّ عَدُوٍّ مُفْتَرٍ وَجَانٍ

Buatlah sedih dengan amarah dan kerugian pada setiap musuh yang gemar berdusta dan menyembunyikan.

وَاجْعَــــلْ لَنَــــا مِنْ لُطْفِكَ الْخَفِيِّ ۞ حِجَابَ سِتْرٍ شَامِلٍ سَنِّيِّ

Jadikanlah untuk kami hijab yang selalu menyelimuti seluruh usiaku dari kelembutan-Mu yang samar.

يَـــــا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَـــــــا قَــهَّـــــارُ ۞ عَلِيُّ يَا عَظِيْمُ يَا جَبَّـــارُ

Wahai Yang Mahahidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, Wahai Yang Maha Pemaksa. Wahai Yang Mahaluhur, Wahai Yang Mahaagung, Wahai Yang Mahaperkasa

يَا رَبِّ وَاحْفَظْنَا إِلَى الْمَمَاتِ ۞ مِنْ فِتَنِ الزَّمَانِ وَالْاٰفَاتِ

Wahai Tuhan, jagalah kami dari cobaan zaman dan malapetaka hingga akhir hayat.

وَاخْتِمْ لَنَــــا يَا رَبِّ بِالْإِيْمَــــانِ ۞ وَخُصَّنَا بِالْفَوْزِ فِي الْجِنَانِ ×۳

Wahai Tuhan, tutuplah (usia) kami dengan iman dan khususkanlah kami dengan keberuntungan surga.

يَـــا بَرُّ يَـــــا كَرِيْمُ يَـــــا وُصُوْلُ ۞ يَا مَنْ لَنَا إِحْسَانُهُ مَبْذُوْلُ

Wahai Yang Maha Penderma, wahai Yang Mahamulia, Wahai Yang Maha Penyambung Wahai Dzat yang selalu memberikan kebaikan kepada kami.

يَا رَبِّ وَاغْفِرْ لِلْعُبَيْدِ الْجَانِي ۞ مُحَــمَّدٍ ࣙالشَّهِيْرِ بِالسَّمَانِ ×۳

Ya Rabb, berilah ampunan kepada seorang hamba kecil yang pendosa, Muhammad atau populer dengan sebutan Samman.

وَوَالِدَيْــــهِ وَكَذَا الْأَشْيَــــاخِ ۞ وَكُلَّ مَنْ أَضْحَى لَهُ مَوَاخِي

Dan kepada kedua orang tuanya, juga guru-gurunya dan setiap orang yang memiliki tujuan (baik).
 

وَمَنْ لَهُ فِي سِلْكِهِ قَدِ انْتَظَـــمْ ۞ بِحَقِّ مَنْ فِيْكَ لَهُ أَضْحَى قَدَمْ

Setiap orang yang tertib dalam perjalanannya dengan kebenaran orang yang telah memiliki tempat di sisi-Mu

ثُـــمَّ الصَّــلَاةُ وَالسَّـــلَامُ أَبَدًا ۞ عَلَى النَّبِيِّ الْهَاشِمِيِّ أَحْمَدَا ×٢

Kemudian shalawat dan salam semoga selamanya tercurahkan kepada Nabi ﷺ, keturunan Bani Hasyim yang amat terpuji.

ثُمَّ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ سَرْمَدًا ۞ عَلَى الرَّسُوْلِ الْمُصْطَفَى نُوْرِ الْهُدَ

Kemudian shalawat dan salam tak terputus kepada Utusan Terpilih yang menjadi cahaya petunjuk.

وَالْاٰلِ وَالْأَصْحَابِ وَالْأَتْبَاعِ ۞ وَكُلِّ صَبٍّ لِحِمَاكَ دَاعِ

Dan kepada keluarganya, para sahabatnya, para pengikutnya dan orang yang mengajak pada curahan perlindungan-Mu

سَيِّدُنَا مُحَـمَّدٌ بَشَرٌ لَا كَالْبَشَرِ ۞ بَلْ هُوَ كَالْيَقُوْتِ بَيْنَ الْحَجَرِ ×۷

Dialah Muhammad, sosok manusia yang tidak seperti manusia. Dia bagaikan batu mulia di tengah bebatuan.

إِلٰهِيْ يَا كَرِيْمُ فَاغْفِــرْ ذُنُوْبَنَا ۞ بِجَاهِ الْمُصْطَفَى فَرِّجْ عَلَيْنَا

Wahai Tuhanku Yang Mahamulia, ampunilah dosa-dosaku. Dengan wasilah kemuliaan Sang Terpilih ﷺ, berilah kelapangan kepada kami.

عَلَى أَحَـــدٍ وَّلَا سَبَبٍ وَّلٰكِنْ ۞ إِذَا ضَاقَتْ وَكُنْتَ لَهَا كَمِيْنَا

Kepada seseorang dan tidak (pula) akan minta tolong pada sebab akan tetapi ketika kami berada dalam kesulitan, maka Engkaulah yang pantas bagi kami.

وَصَلِّ عَلَى رَسُوْلِكَ كُلَّ حِيْنٍ ۞ مُحَــمَّدٍ ࣙالنَّبِيِّ الزَّاكِي الأَمِيْنَا

Dan berikan rahmat kepada utusan-Mu di setiap waktu Yaitu seorang nabi yang suci dan terpercaya.

صَلَّى اللّٰهُ رَبُّنَا عَلَى النَّوْرِ الْمُبِيْنِ ۞ أَحْمَدَ الْمُصْطَفَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ ×۳

Semoga rahmat Allah, wahai Tuhanku, tercurahkan kepada cahaya yang nyata Ahmad Sang Terpilih ﷺ junjungan para rasul, keluarganya, sahabatnya, semuanya.

دَعْوَا هُمْ فِيْهَا سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَ تَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلَامٌ وَ اٰخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنِ

Doa mereka di dalamnya adalah “Subḫânakallâhumma” (Mahasuci Engkau, ya Tuhan kami) penghormatan mereka di dalamnya adalah (ucapan) salam, dan doa penutup mereka adalah “Alḫamdu lillâhi rabbil ‘âlamîn” (‘segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam’).[]

LihatTutupKomentar