Sejarah Ilmu Tafsir: Sejarah Kemunculan dan Perkembangannya

Nama kitab/buku: Terjemah Ilm al-Tafsir Kaifa Nasya'a wa Tatawwara hatta Intaha ila Ashrina al-Hadir / Ilmu Tafsir Bagaimana ia bermula (sejarah kemun

Sejarah Ilmu Tafsir: Sejarah Kemunculan dan Perkembangannya


Nama kitab/buku: Terjemah Ilm al-Tafsir Kaifa Nasya'a wa Tatawwara hatta Intaha ila Ashrina al-Hadir / Ilmu Tafsir Bagaimana ia bermula (sejarah kemunculannya) dan perkembangannya hingga sampai ke zaman kita sekarang.)
Judul kitab asal: Ilm al-Tafsir Kaifa Nasya'a wa Tatawwara hatta Intaha ila Ashrina al-Hadir (علم التفسير كيف نشأ وتطور حتى انتهى إلى عصرنا الحاضر )
Nama penulis: Prof. Dr. Abdel Moneim Al-Nimr / Abd al-Mun'im al-Nimr / Abdul Mun'in An-Nimr (عبد المنعم النمر)
Penerjemah: alkhoirot.org | Al-Khoirot Research and Publication, Malang
Lahir: Mesir, 1913 M
Wafat: Mesir, 1991 M
Bidang studi: Ulum Al-Quran, Ilmu Tafsir
Penerbit: Dar al-Kutub al-Islamiyyah – Kairo Cetakan: Pertama, 1405 H – 1985 M Jumlah Halaman: 168 Halaman Catatan: [Penomoran halaman dalam versi digital ini sesuai dengan versi cetak]

Daftar Isi 

  1. Biografi Pengarang: Abdel Moneim Al-Nimr
  2. Pengantar Buku
  3. Pendahuluan:
    1. Islam dan Ilmu Pengetahuan
    2. Kebangkitan Ilmiah Kaum Muslimin
  4. Ilmu Tafsir
    1. Diskresi (Penjelasan Tambahan) yang Penting:
    2. Apakah Rasulullah ﷺ Meninggalkan Tafsir Al-Qur'an yang Lengkap?
  5. Ibnu Abbas dan Riwayat-riwayat Darinya:
    1. Ibnu Abbas dan Israiliyat
    2. Kritik terhadap Pengambilan Riwayat dari Mereka (Ahli Kitab)
    3. Hadis Lain
    4. Invasi/Pengaruh Israiliyat
    5. Bukan Tafsir Beliau (Kritik terhadap keaslian atribusi tafsir tertentu kepada Ibnu Abbas)
  6. Sahabat dan Pemahaman Mereka terhadap Al-Qur'an: Hal-hal yang Harus Diperhatikan
    1. Namun, Pemahaman Seperti Apa Itu?
    2. Membangun Akidah Terlebih Dahulu:
  7. Managemen Pola Pikir dalam Kehidupan Baru dan Kaitannya dengan Pemahaman Al-Qur'an
  8. Janganlah Kamu Menanyakan Hal-hal... (Larangan Bertanya yang Berlebihan)
  9. Di dalam Hati Mereka Ada Penyakit
    1. Contoh Lain
  10. Dalam Batas Kebudayaan Sahabat, Mereka Memahami Al-Qur'an
    1. Tingkat Intelektual/Budaya
    2. "Aku Diutus kepada Umat yang Buta Huruf"
    3. Kekosongan yang Diisi dengan Israiliyat
    4. Ayat-Ayat Kauniyah (Fenomena Alam)
    5. Pertanyaan tentang Hilal (Bulan Sabit)
    6. Hasil dan Kesimpulan
  11. Tafsir Setelah Era Rasulullah ﷺ
    1. Era Sahabat
    2. Kemudian Kondisi Mulai Berubah:
    3. Kaidah yang Perlu Didiskusikan
    4. Satu Hal Lain yang Perlu Dibahas
    5. Penyebaran para Sahabat ke Berbagai Negeri dan Madrasah-Madrasah Tafsir
    6. Era Kodifikasi (Pembukuan)
    7. Asal-usul Pembagian Era Ini
    8. Kitab-Kitab Tafsir:
    9. Tafsir Bil-Ma'tsur (Berdasarkan Riwayat)
    10. Tafsir Bir-Ra'yi (Berdasarkan Ijtihad/Nalar)
    11. Pandangan terhadap Tafsir-Tafsir Kaum Mu'tazilah
    12. Tafsir pada Milenium Kedua Hijriah
    13. Catatan Umum
    14. Kitab-Kitab Tafsir Milik Berbagai Sekte Islam
    15. Ibnu Jarir At-Thabari dan Tafsirnya
    16. Pendahuluan yang Mendahuluinya
    17. Sikap At-Thabari dan Sikap Kita terhadap Riwayat-Riwayat:
    18. Tugas Kita Sekarang adalah Purifikasi (Tajarid)
    19. Pembelaan atau Permohonan Uzur
    20. Apa yang Dimaksud dengan "Pohon" Tersebut?
    21. Metode Beliau dalam Menangani Hal-hal yang Samar (Mubhamat)
    22. Sesuatu yang Harus Diperingatkan
    23. Pendapat yang Tercela (Ar-Ra'yu al-Madzmum)
    24. Imam Fakhruddin Ar-Razi dan Tafsirnya
    25. Zaman di mana Beliau Hidup dan Menulis Bukunya
    26. Pendapat Ulama Zamannya dan Ulama Lain tentang Beliau, serta Pendapat Beliau tentang Mereka
    27. Apakah Beliau Menyelesaikan Tafsirnya?
    28. Apakah Kita Bisa Menyebutnya sebagai Tafsir Ilmiah?
    29. Kebangkitan Modern dalam Ilmu Tafsir
    30. Peran Sayyid Rasyid Ridha dalam Tafsir Ini (Tafsir Al-Manar)
    31. Mukadimah Imam (Muhammad Abduh) untuk Tafsirnya
    32. Di Aljazair
    33. Di India:
    34. Abul Kalam Azad
    35. Kecenderungannya untuk Menulis Tafsir
    36. Bagaimana Metodologinya
    37. Masa Setelah Sang Imam (Muhammad Abduh)
    38. Syaikh Muhammad Mushthafa Al-Maraghi (Syaikhul Azhar)
    39. Metode Pengajaran Tafsir
    40. Buku Saya mengenai Tafsir
    41. Tafsir Syaikh Thanthawi Jauhari dan Penafsiran Ilmiah
    42. Fakhruddin Ar-Razi dan Syaikh Thanthawi Jauhari (Perbandingan)
  12. Al-Qur'an dan Sains
    1. "Al-Qur'an: Sebuah Upaya Pemahaman Kontemporer"
    2. Taurat, Injil, Al-Qur'an, dan Sains
  13. Ulumul Qur'an atau Ushul Tafsir
    1. Purifikasi/Pembersihan Tafsir-Tafsir Klasik
    2. Dan Ini adalah Pendapat Saya
  14. Terjemahan Al-Qur'an atau Tafsir dalam Bahasa Non-Arab
    1. Di India
    2. Di Eropa dan Amerika
    3. Proyek Saya di Kementerian Wakaf
  15. Ulumul Quran Lain 

BIOGRAFI PENGARANG

 Profil Penulis: Prof. Dr. Abdel Moneim Al-Nimr (1913 – 1991 M)

Seorang pemikir Islam, ulama Al-Azhar, dan anggota Akademi Riset Islam (Majma' al-Buhuts al-Islamiyyah).

Lahir di desa Al-Kharzani, Pusat Desouk, Mesir pada tahun 1913 M.

Lulus dari Fakultas Ushuluddin pada tahun 1939, kemudian memperoleh gelar ‘Alimiyyah dan diangkat sebagai dosen di Fakultas Bahasa Arab. Beliau meraih gelar Doktor pada tahun 1972 M.

 Syaikh Abdel Moneim Al-Nimr rahimahullah meniti karier di berbagai jabatan ilmiah dan keagamaan; beliau mengajar di institut-institut Al-Azhar dan fakultas-fakultas Universitas Al-Azhar. Beliau juga pernah mengajar di India, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, hingga menjabat sebagai Wakil Rektor Al-Azhar dan Menteri Wakaf.

 Beliau ditugaskan untuk mengawasi pelatihan bagi para imam dan pendakwah di negara-negara Teluk, serta diberi mandat untuk menerbitkan majalah Al-Wa'yul Islami di Kuwait dan Manarul Islam di Uni Emirat Arab, menjadikannya mimbar pemikiran Islam dan pers keagamaan yang modern dalam penyajian namun padat dalam isi kontennya.

Beliau juga memegang jabatan politik (diangkat sebagai Menteri Wakaf pada tahun 1979 M) dan legislatif (menjabat selama beberapa tahun sebagai Ketua Komisi Agama di Parlemen Mesir).
 Kesibukan jabatan tersebut tidak menghalanginya untuk terus memberikan kontribusi ilmiah yang serius di berbagai bidang budaya Islam. Beliau menulis tentang pokok-pokok Islam (Al-Qur'an dan Sunnah), serta menulis tentang mazhab dan teori yang datang dari budaya luar. Beliau juga menulis tentang Syiah dan menolak banyak pemikiran mereka.

 Pada tahun-tahun terakhir hidupnya, Syaikh Abdel Moneim Al-Nimr menaruh perhatian besar pada masalah ijtihad. Dalam penelitian dan studinya, beliau menyerukan pentingnya membuka pintu ijtihad dan meninggalkan taklid. Beliau rahimahullah turut memberikan sumbangsih pemikiran dalam berbagai isu pelik, seperti transaksi perbankan, pembatasan kelahiran (KB), hingga perlunya mengandalkan metode hisab dalam menentukan awal bulan Qamariyah, serta isu kontemporer lainnya.

 Beberapa sikap berani dan lantang dari Syaikh Abdel Moneim Al-Nimr sempat memicu serangan pers yang tajam dari pihak-pihak yang berbeda pandangan dengannya.

 Beliau menulis tentang kebudayaan dan sejarah dalam Islam, serta membela orisinalitas budaya Islam dalam menghadapi invasi pemikiran (al-ghazwul fikri) Barat.

Karya-karya beliau antara lain:

  1.  Al-Islam wa al-Shuyu'iyyah (Islam dan Komunisme)
  2.  Al-Islam wa al-Gharb (Islam dan Barat)
  3.  Wajhan li Wajhin (Tatap Muka)
  4.  Al-Syiah
  5.  Al-Mahdi
  6.  Al-Duruz (Sekte Druze)
  7.  Al-Ijtihad

Beliau juga memiliki kolom rutin di berbagai surat kabar Mesir, terutama di harian Al-Ahram.

Wafat:

Beliau wafat — semoga Allah merahmatinya — pada hari Senin, 21 Dzulqa'dah 1411 H (3 Juni 1991 M) dalam usia 78 tahun.
 

LihatTutupKomentar