Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Maani Alquran
Nama kitab/buku: Kitab Tafsir dan Ulama Tafsir
Judul kitab asal: TAFSIR WAL MUFASSIRUN
Nama penulis: Dr. Muhammad Sofyan, MA
Editor: Syamsul Amri Sir,egar, S Th l
Lahir: Pulau banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat pada 3 November 1969
Wafat: Medan, Sumatera Utara, Maret 2018
Penerjemah ke Bahasa Indonesia: M Nur Prabowo S
Bidang studi: Ulum Al-Quran, Ilmu Tafsir
Daftar Isi
- BAB VII TAFSIR lBNU KATSIR
- A. Biografi Ibnu Katsir
- B. Karya-Karya Ibnu Katsir
- C. Metodologi Penafsiran Ibnu Katsir
- D. Corak Penafsiran Ibnu Katsir
- E. Keistimewahan TafsiI Ibnu Katsir
- F. Kelemahan Tafsir Ibnu Katsir
- BAB VI TAFSIR MAANI ALQURAN
- A. Biografi Tafsir Maani Alquran
- B. Sejarah Penulisan
- C. Corak Penafsiran Matani Alquran
- D. Sumber Penafsiran Maani Afquran
- E. Objek Penafsiran
- Kembali ke: Tafsir wal Mufassirun (Kitab Tafsir dan Ulama Tafsir)
BAB VII
TAFSIR KATSIR
A. OGRAFIIB KATSIR
ama Ibnu kastir adalah Imaduddin Ismail bin Umar bin katsir Al-Bashri Al-Dimisqi Al-Faqih As Syafi'i. Ibnu Katsir lahir pada tahun 705 di
timur Bashri yang merupakan wilayah b.agian damaskus. Ketika berusia dini, Ibnu Kastir sudah memulai mengembara dalainmancaripengetahuan.Di usiatujuh tahl.Illiamengwtjrungi Damaskus bersama sudaranya pada tahun.706.
Ayabnya meninggal pada tahn 703saat Ibnu Kasirmafilh belia. Kehidupannya dibantu olehsaudaranya Sehmili wahunya dihabiskan untuk ihnu pengetahuan. Ia menkaji, mempelajari dan meugenal herbagai disip.Jin imu pengetahuan.
IbnuKatsir mempunyai banyakkemampuan, diataranya memori yang kuat clan kemampuan memahami. Di samping
menguasai bahasa dan me:rangkai syair. ]bnu Katsir juga
menghafaJ dan menulis banyak buku.
Setelah berguru kepada banyak ulama, semisal Syaikh BurhanuddinAl-fazari dan Kamaluddin bin Qodhy suhbah, lbnu Katsir mengokohkanDmunya. Kemudiania menyunting putri Al-Hafidz Abu Al-Hajjaj Al-Muzzi. Ia membiasakan men idengannya.Dalambidanghadits,lbnuKatsirmen_gambi] banyak dart lhnuTu.imiyyah. Membaca Ushul Had.its dengan Al Ashfabani. Disamping itu iajuga menyimak banyak ilmu dari berbagai ulama. Menghafal banyak matan, meng,enali sanat, cacat, bfografi tokoh. dan sejarah di usia muda.
Dalam.AlMujamimam dzahabi megungkapkan tentang Ibnu Katsh;, "adalah seorangimam, muft:L pakar hadits. SpesiaJjs fiqih, ahli hadistyang cennat dan mufassir yang kritis". Lain hahzyadenganlbnuhubaibyangmenyebumyasebagat "pemimpin para ahli tafsir; menyimak, menghimptlll dan menulis buku.. Fatwa-fatwa dan ucapmmya banyak didengar hampirdiseluruh pelosok. Ibnu katsir banyak tersohor karena kecermatan dan rulisannya. Ia merupakan pakar dalain bidang sejarah, hadist dan tafsir.
Para ulama sepakat akan keluhuran ilmu Ebnu katsir, terutama dalam bidang Al-quran. Seorang murid ibnu katsir mengatakan. "dari ulama yang ada di zaman.ini, ilbnu katsir mempakan orang yang terbaik dalam menghafal had.its dan yang paling mahir dalam meneliti tingkat kebenaran dan kapasitas rowi suatu hadits.
Ibnu karsir menghembuskan nafas terakhimya pada hari kamis bulan syaban 774 H d.i kota Darna.skus. Sebeium
meninggal, Jbnu Karsir kehilangan penglihatan matanya. Jasadnya dimakamkan.disamping makam gunmya, taqiyyudin Ibnu Ta:imiyyah. Selama masa hldupnya1 ia dikenal sebagai orang yang memiliki ketinggian ilmu, dan karya-karyanya banyak memberi manfaat yang besar bagi masyarakat.
B.. KARYA-KARYANYA
Thnu Hajar dalam Ad-Duror menyebutkan bahwa Itmu katsir banya!k menghasilkan ka:cya padabanyak disiplin Dmu,. diantaranya:
1. Al-bidayah Wal Nihayah dalam bidan.g sejarah
2. At-tabaqat a.s syafi'iJ')tah
3. Takhrij hadist-hadist mukhta.shar Ib·nu Al-hajib
Mann.a' KhalilAl-Qothanmenambahkan kitab-kitab at.au
karya yang di hasilkan Ibnu Katsir diantaranya:
1. Al-kawakih A.d-darori, cuplikan pilihan dari Al-bi.dayah
Wal Nihayah.
2 JamiulMusandi SunanAl-hadi .liAqwanAs-sunan.
3. Tafsi.T Quran; AI-Ijihadfii tholab Al-jihad.
4. FadhailAl-quran.
5. Ak.-.takmilfti Jarhi wa a; Ta;dil wa Ma'rifahAs- tsiqatwa Almujahil.
6. Al-baitsulAl-haditsfii Ikhtishari ulumAl-hadits.
7. Al-fushulfi SirahAr-rasuL
8. QoidahAl-ibni katsir fiAl-qira1ah.
9.. Muqaddimahft Q.iraah Ibni kat.sir.
10. Al-haditsAttauhid waAr-raddi 'ala.Al-syirk.
C METODOLOGI IBNU KATSIR.
Metode ibnu katsir da.lam menafsirkan Alquran adalah merupakan sekian dari metodologi deal yang banyak digunakan dalam bidang tafm Menurutnya, metodologi yang!lain tepat dalam menafsirkan Al-quran adalah:
1. Tafsir Al-quran tarhadap tafsir Al-quran itu sendiri.
2. Menggunakan smmahyangmerupakanpenjelasAl . bilamana ddak ditemukan ayat lain yang menjelaskan. Ibnu katsirmenjelaskanbahwa imamSyafi'i pemahmenga takan," setiap hukmn yangditetapkanrasalullahmerupakan basil pemahaman terhadap Al-qman.
3. Qoul As-shahabah, bila dalam AJ-quran dan sunnahtidak
ditemnkmpembahasannya.Karenaparasahabarmengetalmi
banyak sebab-sebab ayatitu diturunkan dan kondfui pada
t
waktuitu.
4. Referensi tabiin bila dalam.Al-quran, sunnah dan qoul
sahabat tidak ditemukan tafsimya.
Ketika menyoal tafsir brr-ra)'i {bersumber dari pendapait) lbnu katsir meyebutkanl "tentang bir-ra'yi, kalangan salaf cenderung melaran:g mereka yangtidakmemelikibasil<penge tahuan tantang tafsir untukmenafsirkan Al-quran. Berbeda dengan merekayang memeiliki basik clisiplin ilmu bahasa dan syariat yan,g mendapat legalitas da.ri kalangan salaf untuk melakukan penafsiran1'. Pendapat mi merupakan pendapa.t
yanasangat tepat Bahwa mereka yang:menguasai perangkat bahasa dan syariat sah-sah saja unt:uk berbincang tentang tafsir birra'yi.
Metodoiogi ini diterapkan Ibnu Kat:sir daJam tafsi:mya. Hi:ngga kemwjian memposisikan tafsir lbnu Katsir sebagai salah satu di antara sekian tafsfryang menjad.i rujuan para pakar. Generasi setelahnya banyak yang mengadopsi ide
idenya. Sebutlah semisal penulis mahasinAl-t-wit Al-manar
dan.banyak lagi yang lainnya.
D. CORAK DANALIRAN TAFSIR IBNU
KA.TSIR.
Ibnu Katsit terkadang memaparkan beberapa aturan aruran linguistik l'rab, nahwu1 dan aspek ba}aghah, maka bal itu sangatjarang dan semata"".mata ditujukan untukmem bantu dan memudahkan para pembaca untuk memahami
ayat secara luas.
r
Tafsir ini dalam pembahasannya pada dasamya men-
jelaskan sekedamya saja. Kemudi.an para ulama yang Lain mempe:rdalam topik..topik ayatyang ditamrkan selaras dengan secara terperind dan hms.'Tujuannya adalah untlilk memperdalam polrok-pokok ilmu tafsiryang sesua:i keilmuan dan pemaha:man yang dimiliki oleh mama. Sehlngga dapat
menj di te ai dan gamblang.
KEISTIMEWAHAN TAFS.IR IBNU
KATSIR.
1. Adalah tafsir yang paling masyhur yang memberikan
perhan·an. te· 1r.-,i..11p·
3;p· a·.·yan1 gtelah-·. di.tU.t-:J-.=.LNhW-- olehmufa. ssi-r
salaf dan menjelaskan makna-mak:na clan hukumnya..
2. Perhatian yang sangat besar d.engan penafsiran antara Al-qur.an dengan Al-quran.
3. Merupakan tafsi.ryangpalingbanyakmemuat atau mema parkan ayat ayatyang bersesuaian maknanya, kemudian diikuti dengan penafsiran ayat dengan hadist marfu' yang ada relevansinya dengan ayat yang sedang ditafsirkan serta menjelaskan apa yang dijadikan hu]ah dari ayat tersebut. Kemudian diikutipula dengan atsar para sahabat dan pendapat tabiin dan ulama' salaf.
4. Disertakan selalu peringatan akan cerita·cerita lsrailliyat yang tertolak (mtmgkar) yang banyak tersebar didalam tafsir-tafsir bil ma'tsut Baik peringatan.itu secara global atau niendetail.
5. Ber.sandar pada riwayat-riwayat dari sabda Nabi S..A.W
para sahaba:t dan tabiin
6. Keluasan sanad.-sanad clan sabda·sabda yang diriwayatkan
serta tarjilmya akan riwayat-riwayat tersebut.
7. Penguasaan terhadap ayat·ayat nasikh mansukh serta serta.pengusaannya terhadap shahih dan sakimnyajalan jalan riwayat.
8. Penjelasannya dalam segi i1rab, clan istimbamya tentang hulann hukttm syati dan ayat-ayat Al-quran.
9. Menjadi literatur mufussir setelahnya, telah dicetak dan
disebarkan esegala penjuru dunia.
10. Tidak menzandllllg permusuhan diskusi, golongan dan mazdhah. Mengajakpada persaruandanmenc:arikebenaran bersama.
F.. KELEMAHAN TAFSIR IBNU KATSIR
a) Masih terdapat hadits doifdan pengulangan hadits shahlh
b) Terdapatnya sejumlah lsroilliyat, sekalipun ia mengingat
kanya. namun tanpa penegasan dan penyelidikan.
c) Di dalamnya diSebutkanjugakhabar-khabaryangsanadnya t:idak shahih kemudian tiodak dijelaskan bahwa ia tidak shabih.
d) Bercampumya yang shahih dan yang tidak shahih, dan penuk:ilan perkataan daripara sahabat dan tabiin tanpa
1
isnad dan tidak.konfirmasi.
BAB VIII
TAFSIR MA'ANI ALQURAN
A BIOGRAFI TAFSIR MA2rnI.ALQURAN
bu Zakaii.ya Yahya Ibn Ziyadllm Jbn Manzur
al-Dailami adalah nama penulis kitab Ma'ani al
Qur:an. Dia adafah tokoh yang dini.sbahkan :pada kota al-Da.ifam, salah satn provinsi di 'Persia. Ayah al-Farra adalah anggota pasukan perang al-Husain Ibn Ibn Abi Talib Ra.hingga tangannya terpu.tus dalatnsebnah
bersama al-Husain. Km'ena irulahkemudian sang ayah digelari
dengan al-Aqta' (si bunrung mngan). Sedang menurut Ibn
Khallikan yang putus tangannya ada]ah sang kakek, melihat jarak yang terlampaujauh antara pe.r:ang al-Husein dengan
1
kefahitan al-Faraa'. Al-Farra' sendirl dilahirkan pada tahun
lATA'1' ff. i''m',"'y•.·".a:J"...'.u, .•l
1 IbnKalikan, Wcifa;yatal-A)tan, (Mesir: Maktaba al-Nada, 1949),
juz. h. 225.
Kekuatan daya hafal yang sangat memadai nampaknya sehllu melekat pada diri al-Farra' sepanjang hidupnya. Setiap kali dia mendiktekan karya-karyanya konon tak satupun yang dicliktekan dari naskab. Hal ini menunjukkan bahwa sebagaimana lazimnya trasisional oral bukan.tradisi tulis, al-Farra' mampu menunjukkan kelebihannya sebagaiseorang analis yang tidak berorientasi pada pemindahan bunyi teks sem.ata.Karena ketidakt.erikatmternadapnaskahmenunjukkan dia lebihleluasa mengekspre.sikan gagasan-gagasan pribadinya keberanian semacam initentu hanya. dimiliki oleh orangyang memiliki kapasitas penalaran seka1igus ha:fulan yangmemadai, terutama sebagai spesialis bahasa murid pujangga besar al
Kissa'i.
BulttiIain tentang kepiawaian al-Farra' dalam berbagai disiplinilmu bahasa, adalah berbag hasil karyanya yang mampu keseluruhannya memiliki hubungan erat dengan studi bahasa Ibn al-Nadim meng.inventarisir karya karya al Farra' kurang lebiih sejumJah tujuhbelasjudul c.ermasuk.Ma'ani al- an didalamn Judul-judul tersebut antara lain:Al.ah al-Kitab, al-Ayfam walLeyalt al-Jumwal Tasniahfi al-Quran, al-Hum.rd, Hun.if al-Mujcm\ Fa'alawaA/'ala_.al-lugaJ;..alMl.t'lClkknr
wa1-Mu'annas, alMMasadirfi al-Qur an. Ma1ani al-Qur'an, al
Maqsur wal Mam.dud, dan sejumlahjudul lainnya.2
Akhimya, setelah menja:Iani kehidupannya kurang lebih
63 ta.bun dengan segudan,gpengalaman intelektualnya,.Yahya
2 Ibn al-Na.dim, al·Firis. (Leipzing: Leipzing, 1891), h. 66-70.
Ibn Ziyad al-Fanay meninggal dalam perjalanan pulang dari
Makkah pada tahun 207 Hijriah.3
B. SEJARAH PENUUSAN
Menurut catatan al.·Zahabi, pada tahun 1956 penerbit Dar alpKitab al-Misriyah sudah mencetak kitab im tetapi hanyajuzperrama yangberakhirdengansmat\\mus, sementara juz lainnya belum tercetak.4 Akan tetapi infomrasi yangbisa diperoleh dihalarnan pengantar oleh direktur bidang sastra. kantorpenerbitan tersebut, Muhammad Abu al-Fadl Ibrahim, padaDesern:ber195SpenerbitinisudahmencetakkitabMa'ani al-Qu.r'an hingga selesai dalam tigajuz dan ketigajuz inilah yang dibaca dan menjadi rujukan nilisan ini. Edisi ini adalah basil tahqiq dari dua orang lain yalrn.i Muhammad al Na]ar dan Ahmad YusufNajati me!alui penelusuranfilologis dariJim.a naskab atau variansatu dengan karaktemya masing masing yang berbeda antara satu dengan lainnya. Semua sumber atau naskah dksar ini sudah dideskripsikan secara lengkap di halaman pengant:ar juz pertama.
Di antara sebanyak yanghadir dan mencatat kupasan makna YBQg didekatkan al-Farra' adasatu orangy:ang memiliki minat lebih dan tingkatintentitas yang lebih untuk mencatat al-Farra'.Orang itu bemima Muhammad. Ibn al-Jahm,al-Simarri
3 Muammad Ali al- a.ijar dan Amad Yusuf_ ajati, ''Muqaddima",
da:lam Ma'a.rri al Qur'an, (t.p.: t.t.p., t.t) jiz ], h.. 10.
4 Mu. usein al-Zaabi, al-Tafsir wal Mufasirun, (t.p.: t.tp, 1976),
juz !, h. 149..
yang berhasil kodifikasinya atas ceramah al FarraJsendiri semasa hidupnya karena itulah maka al-Samarri menjadi sa1ahsatu peravri yangpaling populer di antara perawi-perawi kitabMa1ani al-Qw-'an lainnya. Menurut .al-Simarri seperti dikutip langsung oleh editor kitab ini, kitabManni al-Quran mi didiktekan al-:Fana' darihafalannya langsungtanpa cata.tan dalamsuatu majlis (forum yangdijadwaJkan setiarp hari Sela:sa dan Jum'at pa,gi sejak bulan Ramadan tahun 202 Hijriyah hingga beberapa bullan di tahun 204 Hijriyah.5
Aspek-aspek kesejarahan al-Farra''sendiri serta aspek
aspek kesejarahan kitab Ma'ani al-Qur'an. seperti yang ter·
,ekspresiJcadnalam kisahlatar belakang penyusun kitab inilah
)1B1lg dapatcliasumsikaIIsebagaibentukbangunanpenafsirnnnya nanti. Bangunan penafsirannya tersebut dapat diinduksikan darisampel-sampel penafsiran seperti terlihat dalam ba,gian berikut.
C. CORAKPENAFS'IRANMJfANIAL-QUR'AN Untukmembukt:ilmn detenninasi kesejarahan penttlisan danrumgwakrunyaataskitab tafsirini perlu kinmyB dijabarkan
beberapakomponendalanibangumm peruisirannya Komponen komponen filtu walau tidak disebutkan secara eksplisit dalain bentuk kerangka teori yang terpisah, umpamanya dalam pendahuluan arau muqodimah penafsirannya}tetapi dapat diabstraksikaridarlpraktikperumirannya Bagian pendahuluan
s [bid, h. 14.
darikimhini karenasangatsingkatnyasehlnggahanyaberbentuk satu kalimat atas pemyataan umum tentang nama yang· menggambarkan hakekat dari kitab tafsir ini. Perawi.level kedua darinaskahkitabini meriwayatkan.dariperawipenama yakni Muhammad Ibn al-Jahmi bahwa pertama sekali, al Farra' menyatakan bahwa ka:ryanya ini adalah Tafsir Musykil I'rab al-Qur'an wa.Ma'anih6 (Penafsiran atas problem i'rab dan semantika al-Qufan). Sebuab ungkapan yang sangat simpel yangmungkin lebih tepat kalau ungkapan ini menjadi nama dari karya yang akan dia kemukakan.
Perlu dipahami kalauyang menarik perhatian al-Farra' nantinya adalah bukan pesan d.asar al-Quran secaraholistik tetapi.hanya unit-unit terkecil al-Quran pada bagian-bagian tenentu saja. Misalnya, kupasannya pada surat al-Fatihah banya terkonsentrasikan pada alif dalam kata ism dalam lafadz bismillah, frabnya lafadz ghair dan makna la daJam potongan ayatterakhlr Qs. Af fatihah (wala.al-dallin.).7
nrc..L-.1'1.....11. ,.\'".°Ln.iJiifAu11"u'!ll.n•npuQ2a sS. lJ1.'at al-fa.tihah '.-.1:.Cl.lWJ:X.i'.L..:f"gda.fU-..131,;\1dU--
indikatortentangaplikasivi&danmisi.al-Farra'dalam menafsi:rkan al-Quran .seperti yang dirancaD.g melalui pemberian nama kazyanya ini. Untukmerealisirtujuan.ini sudah barang ten.tu al-Farra' dituntutunwkmemenuhlpersyaratan tert.entu sebagai konsekwensi darltujuannya.Pe:rsyarata:n tersebutmenyangkut sumberbahwa darirnana diamengado}Ebaban-bahanpenafsiran
yan_g dibutuhkannya,kemudianidentifika.9obyekpenafsirannya
6 Al-farra, Ma'ani al-Qur'a.n.i,...., I, h. 1.
7 Ibid, I, h. 1 8.
clan bagian-bagian mana dari al-Qutan yang dapatdijadikan
obyek dalam merealisir metodologi yang dirancangnya.
D. SUMBER PE AFSI
Al-Farra' juga tetap mengacu kepada sumber-sumber lain yang lazlln di kalangan mufasirpada wnumnya. Hanya saja sumber sumber lain ini hanya dirujuk sekali saja, karena tidak d.iunggullran olehnya.
Persoalannya kemudian adafah sumber apa yang di unggulkan oieh al Farra' sebaga.i acuan tempat mengambil bahan-bahan yang d!ipakai dalam bangunan penafsirannya. Unruk menjawab persoalan ini perlu d:ilakukan pencennatan terhadap ungkapan-ungkapan al-Fatta' dalam memuJaiaktivias penafs:irannya.
Setelah al-Farra' memberi nama ataskaryanya iniJ dia mengatakan:
''Persoalan pertama t penafiiiranat:aukupasanten.tang frabal Qur'an adalah kesepakatan para Qurra' clanpenulis mushaf untuk membuang alif dari kata ism dalam lafaz bismillahfr ra.hmanir rahim.Para Qurra' tidak membuang alif dallam lafazfasabbih bi.smi rabbikal 'azim (Qs. Al Waqi'ah {56}: 74) "8
Ungkapan yangtegas tentangpara ahli qjra'ahdanpemilis
mu.shat apalagi ditempatkan pada permu1aan penafsirannya
8 Ibid, I, h. 2-3.
dan diulang beberapa kali, menunjukkan bahwa posisi para ahliqira'at sebagai.smnber daribaha:n penafiman bagi al-Farra' sedemikian tinggi. Dalamhal dia tidakmengprek bagaimana penafsiran Nabi atau mufasir generasi pertama seperti yang dilalrukan oleh al-Tabari m:isalnya. Artinya diaddakmenamh perhatian padasumber-sumberpenafsirandarlmufasirterdahulu karenaberbeda orientasi dankepentingandengannya..Mlsahiya, dia tidak berm:inat untuk memperdebatkan posi.si b millah dalam swat al-Fatihah, arau mengapa bismillah d:itulis diawa! smat1 atau apa ma.kna clan pesan teofogjs dari1afaz ini.
E, OBJEKPENAFSIRAN
Objek fonnal yang diinaksud di sini adalah titik bidik penafsirannya. Karena pada kenyataannya tldak seluruh ayatdalamsetiapsurntal-Qutan menjadi sasaran penafsiraneya Dalamhailmi mmpaknya al-Fru:1a'herupaya unrukternp1wnsisten dengan desain yang diranca.ngnya dalam pemyataannya yang pertama yaknipemyataan yang lebih tepat dianggap sebagai pemberlan nama atas karyanyaini. Dalam pemyataan tersebut tersirat tujuan al Farra' dengan karyanya ini dalam rangkamemberikanuraianpemecahan problemi'rab al-Qur'an di samping pemaknaannya.
Dalamsurat al-Baqarah ayat 81 al Farra' hanya tertarik un.tuk berkomentar tentang perbedaan fungsi kata jawab baZa dengan fungsi katajawab namn. Unrukini al-Farra menya takan
'btabola hanyaspesial sebagai katajawahbagipemyataan atau pertanyaan yang mengandung penyangkalan atau penolakan. Sedang kata na'am ditempatkan sebagai kata jawab bagiperriinyaan yangtidakmengandungpenolakan. Kata balamemangmemilii'kikedudukanyang sama dengan na1am, hanya saja yang pertama tidak akan digunakan kecuali ada pengingkaran di awalnya."9
Disini terlibat sekali betapa al-Farra' hanya memiliki objek kajian pada satu kata saja dalam sebuah ayat Bahkan untukkasus surat surar awal seperti al-Fad.bah dlan al-Baqarah ini nampalrnya dia tidak merasa perlu untuk menuliskan bunyi ayat-ayamya: secara lengkap danberurutan. Akan tletapi pada uraiannya meb.gen.ai ayat-ayat dal'am surat-surat akhir dalam mushaf ta.mpaknya iaperlu menuliskan_keseluruhan aiyat secara leng)cap dalam satu surat seperti dalam kasus al.:'.Ad,iyat.[]
