Tafsir Isyari, Tafsir Tahlili, Tafsir Sufi
Nama kitab/buku: Kitab Tafsir dan Ulama Tafsir
Judul kitab asal: TAFSIR WAL MUFASSIRUN
Nama penulis: Dr. Muhammad Sofyan, MA
Editor: Syamsul Amri Sir,egar, S Th l
Lahir: Pulau banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat pada 3 November 1969
Wafat: Medan, Sumatera Utara, Maret 2018
Penerjemah ke Bahasa Indonesia: M Nur Prabowo S
Bidang studi: Ulum Al-Quran, Ilmu Tafsir
Daftar Isi
- BAB IX TAFIR ISYARI
- A Pengertian Tafsir Isyari
- B Contoh-Contoh Tafsir lsyari
- C Beberapa Syarat Tafsir Isyari
- D CorakTafsir Isyari
- E Perdebatan Ulama Tentang Tafsir Isyari
- F Kelebihan dan Kekurangan Tafsir Esyari
- BAB X TAFIR TAHLILI
- A Pendahuluan
- B Ciri-ciri Metode Tafsir Tahlili
- C Kesimpulan
- BAB XI TAFSIR SUFI
- A Latar Belakang Pembahasan al Khazin
- B Tafsir Alquran alazim Karya Sahl bin Abdillah at-Tustari
- C Kelebihan
- DAFTAR PUSTAKA
- D Kesimpuan Kembali ke: Tafsir wal Mufassirun (Kitab Tafsir dan Ulama Tafsir)
BAB IX
TAFSIR ISYARI
A. PENGERTIANTAFS RAL- 1SYARI
i antara.·k. eol.mpo.ksufi·.. (ta...saut) ada ya.ng.m·. en.-.. dakwakan bahwa ri;yadhah (Iatihan) ruhmti yang dilakukan seoran_gsufi bagidirinya akanmen}'mlpai kanke suatu tin,gkatan di mana iai d.apat menyikapkanisyarat isyarat qudus yang terdapat di balik ungkapan-ungkapan Qur'an, danakan tercurah pula ke dalam hatinya darillinpahan ghaib, pengetahuan subhani yang dibawa ayar-ayat itulah yang disebut Tafsir al-Isyari.
Untuk lebih jelas, dilru.tip beberapa pengertian tafsirisyari yang diungkapkan oleh pHra ulama, yaitu sebagai berikut:
1. Shubbi al-Shalih sebaga:imana dlkutip daJmn bukuPengmitar Ilmu al-Qur'an dan 'fafsir mendefinisikan tafsir al-Isyari adalah:
Artinya: "Tafsir Isyari ,adalah tafsir yang menta' wt1kan a;yat tidak menurut zahi.mya namun disertai usaha menggabungkan antarayang zahir danyang tersembunyi."
Manna Khalil al-Qa.mm menyatakan bahwa setiap ayat
mempunyai makna zahirmmmakna batin (tersembunyi).
Maknazahirialahsega]asesuatuyang .mudahdipahami aka1pikiran sebelum lainnya, sedangkan makna batin adalah isyarat-isyarat tersembunyi dibalikitu yang hanya nampak dan cliketahui maknanya oieh para ahli tertentu (ah1i suluk).
2 Muhammad AlyAsh Shabuny dalam kitabnya Al-Tibyan fi Utum al-Qur'an terj. Aminuddin mendefinisikan Tafsir al-Isyari sebagai:1 'Penafsinm al-Qutanyang bexlainan menurut zahir ayat karena adanya petunjuk·petunjuk yang tersirat dan banya diketahui oleh sebagian ufamaJ atau hanya diketahui oleh orang yang mengenal Allah yaituorangyangbetp.ribadi b.thur dantel.ah terlatihjiwanya (mujahadahY' dan mereka yang diberl sinar oleh Allah sehingga dapat menjangkau rahasia-rahasia al-Qurian, pikirannya penuh dengan arti-arti yang dalam dengan perantaraan ilham ilahi atau pertolongan Allah, sehlngga mereka hisa menggabungkan antara pengertian yang tersirat dengan maksud yang tersurat dari ayat al-Qutan.7'
3. Dalam buku "Speknum Saintifika al.-Qur' an'' karya 'Falhas
dan Hasan Basri didefinisikan Tafs:ir al-Isyarl disebutjuga
\ Muanunad Aly As,-sabuny, studi .ilmu al-Qur'an. (Bandung : Pustaka Setia, 1999),
tafsir Shlrli, yaitupenafSiran al-Qur' an dengan melibatkan kapasitas sufistikatau tasauf, mencobamemahami ayat ayat den.gan mengungkapkanmakna atau at diba:lik makna zahir ayat.2
4 Ulama.Aliran tasauf praktis mengartikan Tasfir al-Isyarat sebagru tafsiryangmenakwilkanal an denganpenjelasan yangberberla dengan kandungan tekstualnya, yakni berupa isyarat-isyaratyang hanya dapat ditangkap oleh mereka yang sed:ang menjalankan suluk (perjaJanan menuju Allah) Narn.Ull, terdapat kemungkinan untuk mengga bungkan antarapenafsiran tekstual dan penafsiran isyarat itu.3
Dengan kata lain·taf'Sir al-Isyari adalah suatu tafsir di nrana mufassir berpendapat dengan maknalain tidaksebagai - yang tersurat dalam al-Qutan, tetapi penafsiran tersebut tidak diketahui oleh setiap iruan kecualimereka yan,g batinya telah dibukakan dan disinari olehAllah,.yakni orang orang yang saleh yaitu mereka yang telah dika.runiai pemahaman danpengertiandatlAllah(al.-Rasikhun).,Sebagaimandiafinnankan oleh Allah sehubungan.dengan kisah Nabi Khidhir dengan Nabi Musa AS:
1 Talas, asan Basri. Spektru.m. Sainfikasi al·Qur'an, (Jakarta:
Bale I<ajian. Tafsir al-Quran Pase,2001), h. 15..
·3 Taawuf Praktis adala cara hi.dup yang sederanan,. zuhud. dan sifat meleburkan diri da1am ketaatan kepada Allah, mama aliran iJti menemai karya tafsimya dengan Tafs.ir Isyarat. Llat. Rosihan Anwar, Ilm.u Tafsir, (Bandung: Pustaka Serla, 2000), h. 166.
Artinya : '1alu mereka. bertemu dengan seorang hamba di antmahamba-hamba kam yang tel.ah Kami berikan padanya Rahmat dari sisi !Gaml dan telah IGami ajarkan padcuzya ilmu dari Kami." Q.S. Al-Ka.hfi (1S):r65)
Allah telah menganugerahkan ilmu-Nya kepada Khidhir tanpa melalui proses belajar sebagaimana yang dilakukan o1eh orang-orang brasa Ia memperoieh ilmu karena lretaatan rum kesalihannya. ]a jauh da:ri maksiat dan dosa.Ia senantiasa mendekatkan dirikepada Allah. Dalam kesuciannya, Khldfilr diberikan ilmu dari sisi-Nya yang dmamakan ilmu ladunni
menggunakan pendekatan qalbi. (ha-ti) atau rasa.
Tam al-Isyatijika bercampm denganh:al-halyangsamar- samar (tasyabbuh) ia akan menjadi pemahaman yang salah dan sesat. Tetapi siela.ma merupakan kajian dan penelitian (istinhat) yang benar dansesuai dengan kaedah-kaedah keba hasaan atau yang ditunjuk oleh zahir ayat serta didukung olehbukti.kesahihmmyatanpaadanyapertentmgan(rrrukhalofah): maka ia dapat diterima.
Tafsir semacam ini tidak term.asuk dalam kategori ilmu ba5il usaba/ peoemuan (kasabi arau namn) yangdapat dicapai denganpemildrandan penelitianyruigmen.dalam tetap• tennasuk ilmu ladunni yaitu pemberlan sebagai akibat dari ketaqwaan.,
keistiqamahan dan kebaikan seseorang, sebagaimana finnan
Allah.:
.,. J ,." .. 'Je-:i"'" f1, J. ,,, _,-;,J1 ,,,
& � ..I.ii
.. f :. .i.»lj 1, G=II ·:!) ..tUI _,ijlj ...
Artinya :u_••Dan bertaqwalah kepado.All.ah, A11.ah mengajar
kanmu., dtmAHahyangm.engetohuisegalasesuatu.11
(Q.S. Al-Baqarahr(2): 282)
B. CONTOH-CONTOH TAFSIR AL-ISYARI
Ada beberapa contoh 'fafsir .PJ-Isyari yang disebutkan para ahli tafsir, 1di antaranya :
1. Manna Khalil Qattan mengemukakan contoh untuk ini adalah riwayat lbnu Abbas di mana ia berkata : 1'Umar RA mengajakku bergabung bersam.a tokoh-tokoh pertern puran Badar..Di an:tara mereka ada yang keberatan dana berkata, ''men pa engkau mengajakana:k kecilini bersama kami padahal kantlmempunyaibeberapa anak yangseusia dengannya?' 1(Umar menjawab, "la adalah orang yang kaukena:l kepandaiannya Paida suatu ketika aku dipanggil
untuk bergabung dalain kelompok mereka. Ibnu ... Abbas berkata, '?\ku berkeyakinan bahwa Umarmemanggilku semam"'sernataunrukdiperkenalkan kepada mereka Utnar berkata, ••Apakah pendapat kalian tentang finnan Allah:
' t i ...;; G.-1;1
Artinya: ''Apahila telah datang pertolongan Allah dan
kemenangan." (Q.S. Al- Nashr (lIO):1)
Di antara mereka yang menjawab, "Kami diperintahkan untukmernuji dan meminta kepadaAllah ketikamendapat pertolon dankemerumgan. "Sahabatyang Jam bungkam dan mengatakan apa..apa. Umarmelemparkan pertanyaan kepadaJ.ruJ "Begitukah pendapatmu Ibnu 'Abbas 7 Aku menjawab,
Artinya : '.'A.yat itu memmjukkan tentang ajal Rnsulullah
SAWyangdiberitahukanAilah SVVTkepadwzya".
Artinya : ''Apab,ila te.lah datang pertolongan Allah dan kemenangan."ltu adalah tanda-tanda tentang Cdekatnya) ajabnu (Muhammad).
I.r... ,,,..; .ti* .J , _,. J -' "JI• '2 ,.-
• 4l):iu J.VJ ojj•·" \j .) 6-'
Artinya : "Maka b.erta5bihlah de.ngan memuji Tuharonu dan mohon ampun kepadaNy;a. S.esungguhnya Dia adalah.MahaPenerimatobat." (Q.S. Al-Nashr (110):3)
Artinya : Umarmenjawab, tidak tahu pengertian cu.rat tfl'.sebut, kecualiyang engkau jelrukan" (Hadist Riwayat Bukhari).
Berdasarkan riwayat di atas jeJ.as menunjukkan bahwa pemahaminlbnu !-\bbas initidak bisa clikuasai oleh sahabat sahabat yang lain.Yan,g memahaminya hanyalah Umar RA dan Ibnu 1\bbassendiri. Inilah bentuk Tafsir Al-Isyari
yangdillbamkanAilahkepadamakhlukNyay.mgdikehendaki unrukcliperl.ihatlcankepada hamba-hamba Iainn yakni surat Al-Nashr tersebut rnenyatakan berita wafat Nabi SAW dan menunjukkan dekamya ajal beliau.
2. Misalnya sebuah Haclist yang menyebu.tka.n bahwa pada ketika Nabi.SAW berkhutbah di hadapan orang ramai. Di antara khutbahnya tersebut beliau mengemukakan: nBahwasannya Allah menyuruh seorang hamban-Nya untuk memilih seluruh isi dunia ini atau apa yang ada disisi-Nya. Kemudian la memilihnya memilihnya yang ad.a dekat-Nya. Abu Bakar menangis (dalam satu. riwayat ia mengatakanJ c'Kami menebusmu ya R.asulullah dengan nenek moyang kami). Kami merasa heran terhadap Abu Bakar yang menangis. Setelah wafatnya Rasulullah SAW, kami mengetahui bahwa Abu Bakar adalab orang yang terpilih. dan kenyataan m.emangAbu Bakaryangterpandai di antarakami." Dalam kasus diatas sangatjelas terlihat bahvva sahabatAbu Bakar RA telah dapat memahami arti sabda Nabi SAW secara tersirat atau isyarat yang ti.dale. bisa dijangkau pemahaman tersebut oleh para sahabat lainnya.
C EEBER..t\PA PERSYA.RA: · TENTANG '.AFSIR Al-ISYARI
Penafsiran terhadap AlKQutan tencang dilakukan oleh
parapenafsir berkisarpada tiga.halpokot, yakni: Tafsirmengenai
tentang makna, yaitu yang d.itempuh oleh kaum salaf dan tafsir mengenai isyarat (Tafsir Al-Isyar.i) yaitu yang ditempuh oleh mayoritas ahli sufi dan lain-Lain.
Tafsir yang terakhir ini dapat diterima bila memenuhi
persyaratan-persyaratan sebagai berikut :_.
1. Tidak bertentangan (ta arudh atau mukhalafah) dengan makna lahir (pengetahuan tekstual) Al-Qutan.
2. Penafsirannya diperkuat oleh dalil syara1 yang lain.
3. Penafsirannya tidak bertentangan deng,an dalil syara'
atau rasio.
4. Penafsirannya tidakmengakui bahwa hanya penafsiramlya (batin) itulah yang dikehendaki Allah, bukan pengertian. tekstual ayat terlebih dahulu.
5. Penafairan tersebut ddakterlalu jauh sehingga ti.daleada h den;ganlafal, sebagaimana panaCsiran tasawuf praktis mengenai firman Allah:
b. '·1
J ..,,. ...
.•. .lJ-' ' l!J jj
Arti.nya: 'DanSulaimanAS telah mewari.siDaudAS.....
(Q.S. Af.:Naml (27):16)
Menurutmereka bahwaAli BinAbi Thalib adalah pewmis Ilmu Nabi. SAW. ApabHa sya.rat-syarat ini terpenuhi maka pen.afsfnmsecaralsyaridapatditerimadanmerupakan ist:itibath
"Rosian Anwru; JJm.1.1 Tafsll;... h.167. Llat Muamm.ad wen al Dzaabi, Af-Tafsir w.al-Mufassirin, (Mesir : Dar al-Maktub al aditsa, 1991), h. 377.
yang baik.Tanpa syarat-syarat tersebut di atas1 tafsir Isyari tidaldah dapatditerima yangberartiterm.asuk tafsir berdasarkan hawa nafsu dan ra'yu semata, yang dilarang. Allahlah yang memberlkan taufik dan hidayah menurutjalan yang benar.
D. CORAK-CORAK TAFSIRAL-ISYARI
Corak penafsi:ran inibukan1ah merupakan sesuatu yang baru karena telah dikenal sejak turunnya Al-Quran kepada Rasulullah SAW. Hal ini.dilsyaratkan olehAl-Qutan. Finn.an Allah SWT dalam surat Al-Nisa' ayat :'78
Artinya: " Katakanlah:"Semuanya (datang) dari sisi
Allah': .Makamengapaorang-crangitu(orangmunojik) hampir-hampirtidak memahamipembicaroansedikit pun?. (Q.S. Al-Nisa' (4): 78).
Dan diberitahukan Nabi.SAWkepada para sahabat Beliau
bersabda:
Artinyai : 'Setiap a;yat memiliki.makna lahir dan batin. Sedap huruf memiliki batasan-batasan.tertentu. Dan setiap
. batasan memiliki tempat untuk melihatnya.;;
Dari sini dapat diketahui bahwa tafsir corak Tasauf Praktis
ini, sebagaimana halnya dengan tafsirbi al-Maltsur sudah
asdejak daulu,, di Zaman Rasulullah. Penafsiran semacam ini dapat cliterima selama memenuhi kriteria atau syarat syarat sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
Di antara .kitab-kitab tafsir al-Isyari atau Tusauf Praktis
iniadalah!
l.. Tafeir al-Tastwy atau tafsir Al-Qur'an al-. k.arya Abu Muhammad Sabal ibnu Abdullah al-Tastury (W283H).. Tafsir ini tidak Ien,gkap mengupas seluruh ayat-ayat.Al Qur'an meskipun lengkap menyebutkan surat-surat Al
Qutan,tafsir ini telahmenempuhjalansufi dandisesuaikan
den_gan ahli zahir.
.2. Ghara'ib Al-Qu'an wa Ragha'ib al-Furqan atau tafsir al
Naisaburi.
Kmya Nizhamudclin al-Hasan Muhammad al-Naisaburi CW.728 H). Tafsir ini memperoleh keistimewaan dengan mudah ungkapan (Bahasa)nya dan mentahkikkan sesuatu yangperlu ditahldk..Tafsir ini mash;yur dan takditepian tafsir ibnu Jarir..
3. Tafsir al-Alu.si (fafsir Ruhul Ma anl)
Karya Syihabuddin al-SayidMuhammada1-A1usial-Baghdadi (w:1270H) .. Tafsir ini termasuk tafsir yangbesai; luas dan lengka.pj disitu disebutkan riwayat-riwayatsalaf disampmg pendapat-pendapat u1ama khalaf yang diterima.
4. Tafsir Ibnu'Arabi karyaAbdullah Mtihammad.IbnuAhmad IbnuAbdullahMuhyiddin IbnufuahL (w.238HI1240 M).
Dijuluki d.engan Syeikh Akbar.;
Haqaiqut Tafsir karya Abu Abdir Rahman Muhammad bin.Husain bin Musa, al-Azdi aJ-Silmi (w.412 H).
Tafsir ini tertulis dalam satu jilid besai: Dan mengupas seluruh surat dalam al-Qm an, tetapi tidak mengupas seluruh ayat-aya01ya. Tafsir ini mendasarkan pasaiSyarab,. meskipun ia sendiri tidak mene:ntang dhahir al-Qur'an. Hanya saja ia membatasi tafsimya pada isyarah sehmgga mengandung celaan dari para ulama tafsil:
6. TcJ[siral.-Raisul.Bayanfi.HaqaiquJ.Qur'an, karyaAbuMubammad
Ruzbihan binAbi al1Nashal-Syaira.zL(w.606 H).
Tafsir ini selurulmya dengan isyarah dan tidakditampilkan tafsir menurut dhahir ayat, meskipun penafsir ini bex keyakinan bahwa dhamfr ayat itu wajib dipergunakan terlebih dahulu. Kitabini terdiri dari dua juz yang d:ihimpun menjadi satujilid besar.
7. Al-Ta'wilatunNajimiah,karyaNajmuddmDayahdan.Ahmad Daul.ah al-Samnawi. Tafsir ini disusWl oleh Najmuddin Dayahdania meninggal sebehm1tafsirituselesaiKemudian diteruskan oleh Alau al-Daulah al-Samna"Ni. Tafsir ·ini ter tulis dala:m lima jilid besar. Jilid keempat berakhir pada ayat 17 dan 18 surat al-Zariyat dan itulah akhir penafsiran Najmuddin. SedaugkanJili.d kelimanyamerupakanpenyem pumaan tafsir in:il.
Antara penafsir I dan penerusnya terdapat perbedaan dimana penafsir I kadang-kadang mengemukakan tafsir
berda.sar.zahir ay:at, baru setelah ittuditeruskan denganisyarat Sedangkan penerusnya tidak rnengungkap zahir ayat.
E. PERDEBATAN ULAMA MENGEN.AI TAFSIR .AL-ISYARI
Para llama berbeda pendapat mengena:i Tafsir al-Isyari, di antaranya adayangmembena:rkan.danmem,ganggapsebagai rafsir maqbul, clan ada yang tidak membenarkankannya dlan menganggap sebagai tafsir mardud. Ada yang beranggapan sebagai kesempurnaan iman dan kebersihan kema'rifatan, ada pula yang berasums:i sebagai suatu penryelewengan dan penyesatan dari ajaran Allah SWT.
Pern.bahasan inisangatrumit dan memerlukan penelitian dan penyelidikan yang sungguh-sungguh teratur dan me merlukan penyelaman yang sangat mendalam. Seandadnya tujuan dari tafsir iniadalah mengilruti hawa nafsu dan ban.ya mempermainkan ayat-ayatAllahsebagallnana yang dilakukan.
o]eh aman kebatinan maka t:afsir semacam ini termasukzindik
dan anti Tuhan (atheis). Sebaliknya, apabila tujuan tafsrr untuk menunjukkan bahwakalam.Allah tidak dapat dilruasai oleh manusia karena merupakan ucapan dari Sang Pencipta segala kekuatan danke:mampua.n.sert.amen_gmidung beberapa pengertian dan rahasia1 ha1itu termasuk pemum.ian ma'rifat dan kesempumaan iman,sebagaimana dikatakan oleh Ibnu J:..bbas/'Al-Qur an mengandung berbagai budaya dan ilmu yang lahir mauptm batin, keajaiban tidak. akan habis clan puncak tujuannya tidak akan terjangkau.''Barang siapa yang
menyeJ.aminya denganpenuhkelembutanniscaya akanselama cl.an barang siapa yang menyelaminya dengan cara radikal niscaya akan terjerumus. Al-Qu.'anmengandung berita dan perumpamaan, balaldan nasikhdan mubkam dan mutasyabbih yang lahir danbatin..Secara lalrlr berupa bacaan dan secara batin berupa takwil. Belajarlah dariu1ama dan jauhilab orang..orang bodoh."5
F. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TAFSIR AL ISYARI
1. Kelebihan atau Keunggulan Tafsir Al-Isyari
Mempelajari beberapa pokok bahasan di atas terutama terhadap ula:ma yang mendukung dan memperbol.ehkan penafsiran secara Isyari terlihat beberapa kelebihan yang dimiliki tafsir al-Isyari yaitu:
a. Tafsir Isyari mempunyai kekuatan hukum dari Syara' sebagaimana telah dijelaskan mengenai beberapa contoh penafsiran secara lsyari, seperti penafsiran Ibnu bbas terhadapfirmanAllah Q.S. Al-'Nashr ·:1.Sehingga hamp]r semuasahabatdalam ter5ebuttidakadayangmemahami maknanya melainkan makna secara zahir atau tekstual.
b. Apabila. Tafai.r Isyari ini memenuhi syarat syarat tafsir sebagajrnana yang telah disepakati para ulama tafsll;maka akan bertambah wawasan dan pengetahuan terhadap isi kandungan AleQur'an dan Hadis.
s Lihait.Mua:mmad Ali As-Sabuni, Studi Omu Al-Qur'an,.. h. 286.
cP.enafsiran secara Isyari tidaklah menjadi aneh kalau Allah mefunpabkan ilinu pengetahuan kepada orang yang ia kehendaki se:rta memberikan pemahaman kepada orang orang pllihan, seperd Abu Bakat; Umru; Ibnu '.Abbas dan Nabi Khldhir AS.
d. Fenafsiran hyIDi mempunyai pengertian-pengertianyang tidak mudah dijangkau sembaran.gan ahli tafsir kecuali bagi mereka yang memiliki sifat kesempurnaan Iman clan kemumian manfat.
e. Tafsir Isyari atau tafsir golongan yang ma'rifat kepada Allah jelas telah memahami makna tek.mtal atau makna lahir drui al-Qutan, sebeium menuju kepada makna secara isyatat. Halini mereka memiliki dua kelebihan. Pertama, menguasai makna lahir ayat ataubadis. Kedua1 memabami makna isyaratnya.
2•. Kelemahan-ke:lemahan 'Fafsir At..;lsyari..
Menelaah kembali perbedaan pandangan u1ama tafsir terhadap tafsir.al-Isyariterutama pendapat yangmenganggap tafsir al-Isyari tergolong ke da1am tafsir mardud atau tertolak penuh dengan rekaya.sa dan khayalan para penafsir. Dishl.il terlihat beberapa kelemahan yang dimiliki tafs:ir al-lsyari, yaitu sebagai berilrut :
a. ApabUa Tafsir Isyari ini tidak memenuhi syarat-syarat sebagaiman.a telah di sebutkan di ata.s, maka tafsir ini dapat dikatakan cafsir dengan hawa nafsu atau rasio ber tentangan dengan ]ahir ayat yang dilarang oleh Allah..
b. Tafsir lsyariyang telah kemasnkan pena'wilan yangrusak sebagaimana dipergunakan oleh aliran k.ebatinan.Tidak memperhatikan bebe:rapa pernyaratan.yangtelahditernpkan Ulama sehingga berjalan bagaikan untayang bu ,yang akhimya orang yang aw.am berani mencec.erkan.kitab Allah) menakwilkan menurut bisikan hawa nafsunya ataumenurut bisikansetan. Orang-orangtersebutmenduga bahwa hal itu t·ermasuk tafsir Isyari akibat kebodohan dan kesesatan mereka karena telah menyelewengkan
kitab Allahdan berjalan diaw pengaruh a1iran kebatinan
dan ate.is. Halsemacam itn kalaupwi bukan merupakan penyelewengan t.erhadap arti.
c.. Penafsiran secara Isyari kadang-kadan,g maknanya sangat jauh dari ketentuan-ketentuan agama yangsudah qath'i atau pasti keharamannya. Seperti anggapan lbnu ahi terhadap orang-orang musyrikyang menyembah patung.. Menurutn.ya mereka pada hakikatnya menyembahAll:ah bukan.menyembah parung dan patung adalah sebagai pengganti Allah.
d. Penafsiran secara Isyarl ddak dapat dijangkau atau sulit dipahami oleh kawn awam yangberakibat pada rusaknya agama orang-orang awam.Sebaga:imana ungkapan Ibnu Mas'udrB; 1'Seseorangyangmengattlkankata-katadibadapan oranglain tidak dimengerti hal itu akan menjadi timah buat mereka.1'
BABX
TAFSIR TAHLIU
A. PENDAHULUAN
1-Qur'an cliturunkan kepada Nabi. Muhammad SAW melalU!imalaikat Jibrilas dalam bahasaArab dengan segala macam kekayaan bahasanya. Di dalamnya
terdapatpenjelasan mengenai dasar-dasar aqidah, kaidah kW.dah syariat, asas-asas perilaku1 menuntun rnanusia ke jalan yang paling lurus dalam pemilciran dan amal Namun,
ALLAH swr tidak menjamin perincian perinc:ian dalam
masalah-masalah i.tu sehingga banyak lafal Al-Qur'an yang memburuhkan taish;.apa[agi sering diguna:kan susunankalimat yang singkat namun luas pengertiannya. Dalam lafazh yang sedildt saja dapat terhlmpun sekian banyak makna. Untuk itulah dipeiluka.n penjelasan yang berupa tafsir Al-Qur'an. Mempelajari tafsir Al-Qur'an merupakan suatu yang urgen
untuk:mengetahui maksudALLAH swr (dalam Al-Qur.an)
tentu ja denganbatas kemampuan yangdimilikimenyangkut perlntah danlarangan yang telah disyari'atkankepada hamba hamba-Nya,.a,gar menjalani kehldlupan dunia yang lurus dan dapat mempersiapkan bekalyang cukup unni.k akhirat. Juga
untuk menyentuh petunjuk.ALLAHswr, yangmenyangkut
akidah, ibadah, dan akhlak dengan harapan memperoleh kebahagiaanclidumadan akbirat. MengingatAl-Qutanbagaikan lautan yang keajaiban-keajaibannya tidak pemah habis dan kecintaan kepadanya tidak pemah lapuk dart zaman, adalah sesuatu. yang dapat dipahamijika terdapat ragam metode untuk menafsirkannya. Kitab kitab tafsirya.n;g ada sekarang merupakan indikasi kuat yang memperlihatkan perhatian para ulama untuk menjelaskan un.gkapan-ungkapan Al Qur'an dan menerjemah misi-mismya.1
Studi atas hasil karya penafsiran para ulama sekarang ini.secara umwn, menunjukkan bahwa merekamenggunakan metode-metode penafsiran yang diantaranya adalah metode
tahlili: ijmali, muqaran, dan metode maudhu'i atas seizin ALLAH swr, penulis akan menjelaskan metode tafsir tahlili mengingar pentingnya metodeini unrok diketahui oleh siapa
saja yang hendak menafsirkan Al-Qur'an.
Metode Tahlil:i (Analitis)
Yang dimaksud dengan metode analisis ialah:menafsirkan
ayat-ayat al-Qutan dengan memaparkan segala aspek yang
1 DR. Ama.d As-Sayyid Al-Kumi. At-Tafsir Af-Maudu'I, h. 5
terkandW1g di dalam ayat-ayat yang ditafsirkan itu serta menerangkan makna-makna. yang tercakup di dalanmya sesuai denga:n keahlian dan kecenderungan mufassir yang menafsirkan ayat-ayat tersebut Jadi, "pendekatan analitis'' yaitu mufussir membahas al-Quran ayat demi ayat,,sesuai dengan rangkaian ayat yang tersusun di dalam al-Quran. Maka, tafsir yang memakai pendekatan ini mengikuti naskah al-Qur'an danmenjela.skannyadengan carasedikitdemisedikit, deng.an menggunakan alat-alat penafsiran yang ia yakini efektif (seperti mengandalkan pada arti-arti harti.ah; hadis atau ayat-ayat lain yang mempunyai beberapa kata atau pengertian yang sama dengan ayat yangsedang clikaji), sebatas kemampuannya di dalam membantu menerangkan makna bagianyang sedangsambilmernperhatikanko:nteks naskah tersebut.2
Metode tahlili, adalah metode yang berusaha unruk menerangkan arti ayat-ayat al-Qur'an dari herbagai seginyaJ berdasarkan urutan-urutan ayat atau surah dalam mushaf, dengan menonjolkan kandungan lafadz-lafadznya, hummgan ayat-ayatnya, hubungansurah-suralmya,,sebalFsebab turunnya, badi&hadisyangberhubungan den,gannya, pendapat-pendapat para mufassir terdahulu dan mufassir itu sendiri diwamai oleh latar belakang pendidikan dan keahliannya..
2 DR. Muhammad Husein Adz-Dzhabi, At-Tufeir w,aAl-Mufas.sirun,
jilid I, h. 125
B. CIRI-CIRIMETODE TAHLILI
Penafsmm yang mengikuti. metodeini dapat mengambil
bentuk ma1tsur [riwayat] atau ra'y [pemildran]:
a Di antara kitab tafsir tahlili yang m.engambil bentuk al Ma'tsur adalah kitab tafsir Jami al-Bayan'an TaW11Ayi al-Qur'an kara.ngan LbnJarir al-Tbabari [w.310H],Ma'alim al-Tazi.l karangan al Baghawi [w.516H], Tofsiral-Qur'an al-'.Azhim [terkenal dengan tafsir Ibn Katsir] karangan
IlmKatsir [w.774HL dan al-Durr al-Mantsurft al-tafsir
bi al-Ma't.sur karangan al-Suyuthi [w.91 lH].
b Tafs:ir Tahlili yang mengambil bentuk al-Ra'y banyak
sekali, antara lain: Tafsir al-Khazin karangan.al-Khazin [w.74lH]. Anwar al-Tanzil wa Asrar al-TaWil karangan al-Baydhawi [w.691Hl)al- afkaranganal- [w..538H], 'Arais al-Bayanfi.Haqaia al-Qur'an karangan al-Syirazi [w606H], al Tafsir ,aJ.-Kabirwa Mafatih al:-Ghaib karangan al-Fakhr al-Razi [w.606H], tafsi.r ,al-Jawahir
fi Tafsir al-Qur'an karangan Thanthawi Jauhari, Tafsir
al-Manar karangan Muhammad Rasyid Ridha [w.1935]
dan lain-lain.3
Jadi, polapenafsiran yangditerapbnoiehpara pengarang kitab-kitab tafsir yangdinuki.lkan di atas terlihat jelas, bahwa mereka berusaha menjelaskan makna yang terkandnng di dalamayat-ayatal-Quransemrakomprehensif danmenyelurub,
3 DR. Abdul Hayy Al-Farmawi, Metode Tafstr Maudu'i Dan Cara Penerapannya, (CV. Pustaka Setia ; Bandung), cet.2., h. 24.
baik.yang berbentukal-ma'tsur maupun al-ray Maka untuk lebihmudahmengenalmetode tafsiranalitis, berikutini dikemu kakan beberapa corak tafsiryang tercakup d.alam tafsir tahlil, sebagai contoh, yaitu:
Tafsir al-Ma'tstu; yaitu caxa menafsirkan ayat-ayat al Qur'an berd.asarkan nash-nash,.baik dengan ayat-ayat al Quran sendiri, dengan hadis-hadis Nabi, ciengan pendapat sahabat, maupun dengan pendapat tabiin. Pendapat [aqwal] tabiin masib kontraversi dirnasukkan dalam taf-sir bil ma'tsur sebab para tabiin dalam memberikan penafsiran ayat ayat al-Qur'an tidak hanya berdasarkan riwayat yang mereka kutip dari Nabi, tetapi jugamernasukkanide-ide clan pemildran mereka [melalrnkan ijtihad].. Tafsir ma'tsur yang paling tinggi perlngkatnya adalah tafsir yang berdasarkan ayat al-Qur'an yang ditunjuk oleh Rasulullah. Peringkat kedua adalah tafsir dengan hadis. Di bawahnya adalah tafsi.r ayat dengan aqwal [pendapat] sahabat dan peringkat terakhir adalah tafsir ayat dengan aqwal tabiin.
Tafsir al-Ra'y, yaitu tafsir ayat-ayat al-Quran yang di dasarkan padaijtibad mufasllnya danmenjadikan akalfikiran sebagaipendekatan utamanya "ta:fsir i al-ray yang mengguna kan metode analitis ini, para mufass:ir memperoleh kebebasan, sehingga mereka agaklebih otonom 1[mandiri] berkreasi dalam memiberikan interpretasi terhadap ayat-ayat al-Qur'an selama masih d.alam. b tas-batas yang diizinkan oleh5Y<lta dankaidah kaidah penafsiran yang muttabar". Itulah salah satu sebab yang membuat tafsir dalam bentuk al-ra'y dengan metode analitis dapat melahirkan corak penafsiran yang bera.gam
sekali seperti tafsir fiqih, fa.lsafi, sufi, 'ilmil adabi i.jrtima1i, clan lain sebagainya. Kebebasan serupa itu sulit sekali cliterapkan didalamtafsiryang memakai metode global [ijmali] sekalipun benruknya al-ra'y. Dika:renakan adanya kebebasan serupa irulah, maka tafsir bi al-ra1y berkembangjauh lebih pesat rnerunggalkan tafsir bi al-ma'tsm; sebagaimana diakui oleh
u1ama tafsir semisal Manna' al-Qhathatban.
TetapimenurutAdz-Dzahab% paraulama telahmenetapkan
syarat-syaratditerimanyatafsirra'yyaitu, bahwa penafsimya:4
1) benar-benar menguasai bahasaArab dengan segala seluk
beluknya.
2) mengetahui asbabun nuzul, nasikh mansukh, ilmu qiraat dan syarat-syarat keihnuan lain,
3J tldakmenginterpretasikan hal-halyang merupakan otoritas
Tuhan untuk mengetahuinya,
4) tidak menafsirkan ayat-ayat berdasarkan hawa nafsu
dan intres pribadi,
5) tidak menafsirkan ayat berdasarkan aliran atau paham yangjelas barildengan maksud justifikasi terhadap paham tersebut,
6) tidak menganggap bahwa tafsimya yang paling benar dan yangd:ikehendaki olehTuhan tanpa argumentasi y:ang pasti. Maka; sebagairnana metode tafsir yang lain, metode tablili [analitis] juga rnemiliki kelem.ahan dan kelebihan, diantamya:
4 Ibid
Kelebihan:
Kelebilian me:t:ode ini antara lain:
1. R.Uang lingkup yang luas: Metode anaHsis mempWlyai ruang ilingkup yang tennasuk Iuas. Metode ini dapat digunakan olehmufas.mdalamdua bentuknya; rna'tsur
clan raydapatclikembangkandalam berbagaipenafsiran
sesuaidengankeahllimrnasing-masingmufassit Sebagai contoh: ahlibahasa, misalnya_. mendapat pe1uang yang luas untuk manfsirkan al-Qur'an dari pemahaman kebahasaan1 seperti Tafsir al-Nasafi, karanganAbu al-Su'ud, abli qiraat seperti Abu Hayyan menjadikan qiraatsebagai titik tolakdalam penafsirannya. Demikian puia ahlifisara kitab tafsiryang dorninasi olehpemildran pemikiran filosofis seperti Kitab Tafstt al-Fakhr al-Razi. Mereka yang cenderung dengan sains dan teknologi menafsirkan al-Qur'an dari sudut teori-teori ilmiah atau sains seperti Ki.tab Tafsir al-Jawahir karangan al-Tanthawi al-Jauhari, dan seterusnya.
2. Memuat berbagaiide: metode analitis relatif memberikan kesempatanyangluaskepadamufasmnmrukmencurah kan ide-ide dan gagasannya dalam menafsirkan al Qur'an. Iru berarti, pola penafs:iran metode ini dapat ungberbagai "de yangterpendam da1am bentuk mufassir term.asuk yan,g ekstrim dapat dirampungnya. D terbukanya pinru selebmr-lebamya bagimufassir untukmengernukakan pemikiran-pemlldrannyada1am
menafsirkan al-Qur'an maka lahlrlah kitab tafsir ber jilid-jilidseperti kirab Tafsir al-Thabari [15 jilid], Tafsir
Ruh al-Ma1ani [16 jilid], Tafsir al-Fakhr al-Razi [17
jilid],.Tafsir al-Maraghi [10 jilid], clan lain-lam.
Kelemahan:
Kelemahan dari metode tafsir analitis:adalah:
1) Menjadikan petunjukal-Qui.an parsial: metode analitis juga dapat membuatpetunjukal-Quran be.rsifa.tparsial atau terpecah-pecah, seh.ingga terasa seakan-akml: al-Qur'an memberikan pedoman se.cara tidak utuh dan ti.dak konsisten karena penafsiran yang diberikan pada suatu ayat berbeda daripenafsiranyang dtberikan pada ayat-ayat lain yang sama dengannya. Terjadinya perbedaan, karena kw-ang memperhatikan ayat-ayat lain yang :mirip atau sama dengannya. Ibn Katsfr menafsirkan dengan Adam as. Konsekuensin ketika dia menafsirkan lanjutan ayat itu, ia menulis: "yaitu Siti Hawa didptakan dari tulang rusuk.Adam yang
kiri.Berarti, di dalam ayat itu menurur IhnKatsir tidak
Iain maksudnya dari Adam.
2) Melabirkan penafsir subyekti:f. Metode anailtis ini mem beripeluang yang luas kepada mufassir untuk meng umukakanide-idedan pemiki:rannya.Sehingga, kadang kadangmu.fam tidaksadar bahwadia tidakmenafsirkan al-Qur1an secara s:ubyektif, dan tidak mustahil pula acla di antaramereka yang menafsirkan al-Qur'an sesuai
dengankemauan bahwa nafsunya tanpa men.g:indahkan
kaidah-kaidah atau norma-norma yang berlaku.
3) Masukpemikiran Israiliat Metode tahlilitidakmembatasi mufassir dalam mengemukakan pemikiran-pemikiran tafsirnya, maka berbagai pemikiran dapat masuk ke dalamnya, tidak tercuali pemikiran Israiliat Sepintas lalu, kisah-kisah Israiliat tidak ada persoalan, selama tidak dikaitkan dengan pemahaman al-Qutan. Tetapi bila clihubungkan dengan pemahaman kitab suci, timbul problem karena.akan terbentuk opini bahwa apa yang dikisahkan d··dalam cerita itu merupakan maksud dari finnan Allah) atau petunjukAllah, padahal belum tentu cocok dengan yang dimaksud Allah di dalam finnan-Nya te:rsebut. Di sini letak negatifnya kisah kisah Israiliat. EGsah-kisah it:u dapat masuk ke dalarn tafsi.r tahlili karena metodenya memang mernbuka pintu untuk itu..Sebagi contoh, seperti dalam penafsiran al-Qurthubi tentang penciptaan manusia pertama, termaktub didaiam ayat 30 surah al-Baqarah, sebagai dikatakannya: '1\1.lahmencipt:akanAdam dengan tangan Nya sendiri langswig dari tanahselama 40 hari. Setelah kerangka itu siap lewa.tlah para malaikat di depannya. Mereka terperanjat karena amat kagum melihat indahnya ciptaan Allah iru dan yang paling kagum
ialah iblis, lalu dipukul-pukulnya kerangka Adam tersebut lantas terdengar bunyi seperti periuk be.langa dipukuI: seraya ia berucap: "Untuk apa kau diciptakan".
Maka; apabila clicerrnati penafsiran al-Qunhubi ltu, ada benamya penilaian yang diberikan kepada aJ..Khatbib bahwa penafsinm ter,sebut masuk dalam kelompok tafsir Israiliat.
C. KESIMPUI.AN
Keberadaan metode ini telah memberikan sumhangan yangsaiwitbesar dalam melaestarikan clan mengembangkan khazanah intclektual Islam1 khususnya dalam bidang tafsir Al-Qur'an_ Jika menginginkan pemahaman yang luas dari suatu ayat dengan melihatnya dari berbagai aspe maka tiada jalan lain kecualimenempuhatau menggunakan metode analitis. Di sinilah terletak salah satu urgensi pokok bagi metode ini bila dibandingkan dengan metode ]ainnya.5
Bahwa ruang lingkup dari penafsiran dengan metode tahlili terdiri.dart tujuh pendekatan yaitu, tafsir dengan pen dekatan bi al-pendektan bi al:-ra'yi,pendekaran dengan metode shufi, pendekatan dengan metode falsafi, pendekatan dengan metode fiqhi, pendekatan den,gan metode ilmi dan pendekatan dengan metode adabi. Dariketujuh pendekatan tersebut,,seorang mufassirin membuktikan suani upaya yang sungg:uh-sungguh dalam menelaah setiap ayat al-Quran sesuai dengan kapasitas kemampuan dan rujuan dari suatu fungsi penelaahan yang dituju.
Tidak adakata lain bahwa tafsirtahlili akan dapatditerima apabila dalam melaksanakan penafsiran, mufasir harus me
s DR. Abdul Hayy Al-Fannawi, Metode Tafsir Maudu'i Dan Cara Perepannya, (CV. !Pusraka Setia : Bandung), cet.2., h. 24.
