12/07/2017

Download Terjemah Kitab Kuning

Download Terjemah Kitab Kuning
Download Terjemah Kitab Kuning klasik berbagai bidang studi islam seperti Tafsir, hadits akidah fiqih tarikh ilmu hisab falak bahasa Arab dan lain-lain. Untuk tingkat dasar dan tingkat lanjut.

Seorang santri tidak pantas disebut santri salaf apabila tidak mampu membaca kitab kuning (kutub turats). Mampu membaca kitab kuning bukan hanya sebatas bisa membaca sesuai dengan kaidah gramatika bahasa Arab yang benar. Namun jauh lebih luas dari itu yakni mampu menguasai kandungan kitab-kitab klasik dari berbagai bidang studi meliputi tafsir, hadits, fiqih, tarikh, akhlaq, tauhid / aqidah, nahwu & sharaf, tajwid, ilmu falak & ilmu hisab, dll. Berikut beberapa kitab kuning yang sudah diterjemah ke dalam bahasa Indonesia atau Melayu.

Download Kitab Kuning Terjemah Tingkat Dasar dan Menengah

TERJEMAH KITAB KUNING DASAR

Kitab kuning dasar adalah kitab yang biasa dikaji untuk santri pesantren salaf tingkat dasar yaitu Madrasah Diniyah Ibtidaiyah atau tingkat I'dad, Ula dan Wustho.

Quran, Tafsir, Ilmu Tafsir

- Terjemah Al-Quran Indonesia
- Quran in English
- Quran in French
- Quran in German
- Quran in Spanish
- Tafsir Jalalain
- Terjemah Matan Tajwid Tuhfatul Atfal

Hadits dan Ilmu Hadits

- Bulughul Maram Ibnu Hajar Asqolani
- Hadits Arbain Nawawi
- Ilmu Mustholah Hadits

Tasawuf dan Akhlak

- Terjemah Minhajul Abidin
- Terjemah Al-Hikam
- Nashoihul Ibad
- Terjemah Talimul Muta'allim Az-Zarnuji
- Manhajus Salikin
- Al Ghazali: Pembebas dari Kesesatan (Terjemah Al-Munqidz min Al-Dholal

Fiqih

- Terjemah Fathul Qorib (Makna Gandul Jawa)
- Terjemah Matan Taqrib (Fiqih)
- Terjemah Safinatun Naja (Fiqih) (Arabnya tanpa harkat) | Teks Arabnya Berharkat
- Terjemah Sullam Taufiq
- Hukum Waris Islam
- Tabel Hukum Waris Islam
- Hukum Seputar Doa Setelah Shalat Fardhu

Gramatika Bahasa Arab

- Terjemah Matan Jurmiyah (Nahwu)
- Terjemah Nazham Imrithi Jilid 1
- Terjemah Nazham Imrithi Jilid 2
- Terjemah Nazham Maqsud
- Alfiyah Ibn Malik ( Ringkasan, 60 Chart / Tabel)
- Alfiyah Ibnu Malik dalam MP3 (Arab)
- Alfiah Ibnu Malik (Listen MP3 Online)
- Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia

Aqidah

- Terjemah Jawahirul Kalamiyah (Tauhid)
- Terjemah Aqidatul Awam (Tauhid)
- Terjemah Aqidah Sanusiyah Ummul Barahin
- Imam Asy'ari: Ajaran-Ajaran Asy'ari
- Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja)
- Buku Pintar Berdebat dengan Wahabi - Idrus Romli
- Terjemah Risalah Ahlussunah Wal Jamaah oleh KH. Hasyim Asy'ari
- Kesalahan Konsep Tauhid Trinititas Wahabi Salafi
- Perbandingan Aliran Wahabi dan Ahlussunnah
- Kesesatan Tauhid Wahabi

Sejarah

- Terjemah Nurul Yaqin
- Terjemah Maulid Husnul Maqshid Al-Suyuthi
- Qasidah Al-Burdah

Biografi Ulama

- Biografi Imam Syafi'i | Versi Online
- Fiqhul Akbar Imam Hanafi & Imam Syafi'i

TERJEMAH KITAB TINGKAT LANJUT (ADVANCED)

Berikut kitab-kitab kuning tingkat lanjut (mabsutot, mutowwalat) yang dapat didownload. Format berkas adalah pdf dan djvu.

TERJEMAH TAFSIR IBNU KATSIR

Berdasarkan Jilid Kitab (Lengkap)

- 1 Tafsir Ibnu Katsir 1 a
- 2 Tafsir Ibnu Katsir 1 b
- 3 Tafsir Ibnu Katsir 1 c
- 4 Tafsir Ibnu Katsir 1 d
- 5 Tafsir Ibnu Katsir 2.1
- 6 Tafsir Ibnu Katsir 2.2
- 7 Tafsir Ibnu Katsir 2.3
- 8 Tafsir Ibnu Katsir 2.4
- 9 Tafsir Ibnu Katsir 3.1
- 10 Tafsir Ibnu Katsir 3.2
- 11 Tafsir Ibnu Katsir 3.3
- 12 Tafsir Ibnu Katsir 3.4
- 13 Tafsir Ibnu Katsir 4.1
- 14 Tafsir Ibnu Katsir 4.2
- 15 Tafsir Ibnu Katsir 4.3
- 16 Tafsir Ibnu Katsir 4.4
- 17 Tafsir Ibnu Katsir 5.1
- 18 Tafsir Ibnu Katsir 5.2
- 19 Tafsir Ibnu Katsir 5.3
- 20 Tafsir Ibnu Katsir 5.4
- 21 Tafsir Ibnu Katsir 6.1
- 22 Tafsir Ibnu Katsir 6.2
- 23 Tafsir Ibnu Katsir 6.3
- 24 Tafsir Ibnu Katsir 6.4
- 25 Tafsir Ibnu Katsir 6.5
- 26 Tafsir Ibnu Katsir 7.1
- 27 Tafsir Ibnu Katsir 7.2
- 28 Tafsir Ibnu Katsir 7.3
- 29 Tafsir Ibnu Katsir 7.4
- 30 Tafsir Ibnu Katsir 7.5
- 31 Tafsir Ibnu Katsir 8.1
- 32 Tafsir Ibnu Katsir 8.2
- 33 Tafsir Ibnu Katsir 8.3
- 34 Tafsir Ibnu Katsir 8.4
- 35 Tafsir Ibnu Katsir 8.5
- 36 Tafsir Ibnu Katsir 8.6 (Keutamaan2 al-Qur'an)

Berdasarkan Juz Al-Quran (Tidak lengkap)

- Tafsir Ibnu Katsir Juz 3 [Al-Baqarah 253 s.d. Ali Imran 91]
- Tafsir Ibnu Katsir Juz 4 [Ali Imran 92 s.d. An-Nisa 23]
- Tafsir Ibnu Katsir Juz 5 [An-Nisa 24 s.d. An-Nisa 147]
- Tafsir Ibnu Katsir Juz 6 [Surat An-Nisa 148 s.d. Al-Maidah 82]
- Tafsir Ibnu Katsir Juz 7 [Surat Al-Maidah 83 s.d. Al-An'am 110]
- Tafsir Ibnu Katsir Juz 8 [Surat Al-An'am 111 s.d. Al-A'raf 87]
-
- Tafsir Ibnu Katsir Juz 9 [Surat Al-A'raf 88 s.d Al-Anfal 40]
- Tafsir Ibnu Katsir Juz 10
- Tafsir Ibnu Katsir Juz 13 [Surat Yusuf 53 s.d Al-Hijr 1]
- Tafsir Ibnu Katsir Juz 14 [Surat Al-Hijr 2 s.d. An-Nahl 128]
- Tafsir Ibnu Katsir Juz 15
- Tafsir Ibnu Katsir Juz 28


TERJEMAH KITAB SAHIH BUKHARI (PDF)

- Jilid 1
- Jilid 2
- Jilid 3
- Jilid 4
- Jilid 5
- Jilid 6
- Jilid 7

TERJEMAH KITAB SAHIH MUSLIM (DJVU)

Nama kitab: Terjemah Sahih Muslim
Jilid: 6 (lengkap)
Penyusun: Imam Muslim
Penerjemah: Fachruddin HS
Penerbit: Bulan Bintang Jakarta
Format file: Djvu

- Jilid 1
- Jilid 2
- Jilid 3
- Jilid 4
- Jilid 5
- Jilid 6


Kitab Al-Umm Imam Syafi'i

Terjemah Al-Umm ini ada dua versi. Versi lengkap dan versi ringkasan. Terjemah lengkap dialihkan ke dalam format digital langsung dari versi cetaknya dengan scanning.

Terjemah versi lengkap

Nama: Al-Umm Kitab Induk
Karangan: Al-Imam Asy-Syafi'i
Terjamahan: Prof. TK. H. Ismail Yakub, Sh., MA.
Penerbit: Victory Agence, Kuala Lumpur, Malaysia

Terjemah versi Ringkasan

Judul: Ringkasan Kitab Al-Umm
Penerjemah: Husain Abdul Hamid Abu Nashir Nail

- Kitab Al-Umm Jilid 1 Ringkasan | Versi Lengkap
- Kitab Al-Umm Jilid 2 Ringkasan | Versi Lengkap
- Kitab Al-Umm Jilid 3 Ringkasan | Versi Lengkap (tidak tersedia)
- Kitab Al-Umm Jilid 4 Versi Lengkap
- Kitab Al-Umm Jilid 5 Versi Lengkap
- Kitab Al-Umm Jilid 6 Versi Lengkap
- Kitab Al-Umm Jilid 7 Versi Lengkap
- Kitab Al-Umm Jilid 8 Versi Lengkap
- Kitab Al-Umm Jilid 9 Versi Lengkap
- Kitab Al-Umm Jilid 10 (tidak tersedia)
- Kitab Al-Umm Jilid 11 Versi Lengkap

2. Terjemah Kitab Fathul Bari Ibnu Hajar Al-Asqolani

Format file: (a) Jilid 1, 2 dan 3 format PDF; (b) Jilid 4, 5, 6, 7, dan 8 format DJVU.

- Fathul Bari Jilid 1
- Fathul Bari Jilid 2
- Fathul Bari Jilid 3
- Fathul Bari Jilid 4
- Fathul Bari Jilid 5
- Fathul Bari Jilid 6
- Fathul Bari Jilid 7
- Fathul Bari Jilid 8


Terjemah Kitab Ibanah Al-Ahkam Syarah Buluthul

Format file: pdf

- Ibanah Al-Ahkam Juz 1
- Ibanah Al-Ahkam Juz 2
- Ibanah Al-Ahkam Juz 3
- Ibanah Al-Ahkam Juz 4


TERJEMAH RIYADUSH SHOLIHIN IMAM NAWAWI

- Jilid 1
- Jilid 2


TERJEMAH KITAB FATHUL QORIB

Terjemah Makna Jawa Gandul (Utawi Iku)

- Terjemah Fathul Qorib Makna Jawa Gandul

Terjemah Bahasa Indonesia

- Fathul Qorib Syarah Taqrib Jilid 1
- Fathul Qorib Syarah Taqrib Jilid 2

- Terjemah Fathul Qorib Edisi Online

TERJEMAH KITAB FATHUL MUIN

Nama kitab: Terjemah Fathul Muin
Jilid: 12 jilid (tamat)
Penyusun: Al-Malibari
Bidang Studi: Fiqih
Penerjemah: Abul Hiyadh
Penerbit: Al-Hidayah Surabaya
Format file: Djvu
- Jilid 1
- Jilid 2:
- Jilid 3:
- Jilid 4:
- Jilid 5:
- Jilid 6:
- Jilid 7:
- Jilid 8:
- Jilid 9:
- Jilid 10:
- Jilid 11:
- Jilid 12:

3. Terjemah Fiqih Sirah oleh Said Ramadan Al-Buti

- Fiqih Sirah


Terjemah Kitab-kitab karya Syekh Yusuf Qardhawi

- Halal Haram dalam Islam
- Fiqih Prioritas
- Islam Dakwah Menyeluruh (Syumul)
- Fiqih Zakat


BUKU TENTANG WAHABI SALAFI

- Kesalahan Konsep Tauhid Trinititas Wahabi Salafi
- Buku Pintar Berdebat dengan Wahabi oleh Idrus Romli
- Wahabisme: Sebuah Tinjauan Kritis
- Puluhan kitab ulama Salaf yang dipalsukan Wahabi
- Sejarah Dakwah Salafiyah di Indonesia
- Kesesatan Akidah Tauhid
- Kritik terhadap Konsep Tauhid Ibnu Taimiyah
- Perbandingan Aliran Wahabi dan Ahlussunnah

12/06/2017

Terjemah Akhlaq Lil Banin Juz 2

Terjemah Akhlaq Lil Banin Juz 2
Terjemah Akhlaq Lil Banin Juz 2
Penulis: Al – Ustadz Umar Baradja
Judul asli: Al-Akhlaq lil Banin Al-Juz 2
Judul lengkap: الأخلاق للبنين لطلاب المدارس الإسلامية بإندونيسيا الجزء الثاني
Judul versi terjemah: Bimbingan Akhlak Bagi Anak Jilid 2


Daftar Isi

Kata sambutan

Segala puji bagi allah yang menghiasi jenis manusia dengan akhlak mulia, dan sholawat serta salam semoga tercurahkan atas sebaik - baik manusia yang berakhlak luhur dan keluarga serta para sahabatnya dan setiap orang yang mengikuti jalan mereka yang lurus

Selanjutnya, jelaslah bahwa akhlak mempunyai pengaruh terbesar atas kehidupan individu bangsa-bangsa, atas tingkat kemajuan atau kemudurannya. Bahkan atas kekelan keberadaannya atau kehancurannya.

“sesungguhnya bangsa itu hidup selama ia berakhlak jika akhlak mereka lenyap maka hancurlah mereka”

Oleh sebab itu perhatian agama samawi trutama islam terhadap akhlak sungguh besar. Begitu pula bangsa – bangsa yang maju sangat memperhatikannya. maka tidaklah mengherankan ketika Nabi SAW bersabda : “aku di utus untuk menyempurnakan budi pekerti yang mulia”.

Dan beliau bersabda : “tidaklah beriman bagi siapa yang tidak menepati janji”
Namun sangat di sayangkan kehidupan sipil dengan segala sarana kemewahannya dan kesejahtraan serta berbagai penemuan ilmiah yang sebagiannya bertujuan kenikmatan jasmani dan pemuasan nafsu hewani tetap merupakan factor yang kuat untuk merobohkan bangunan akhlak dan meruntuhkan bangunan kemanusiaan yang tinggi. Disamping itu sambil pertikaian tercela diantara sesame manusia sedangkan perang-perang ini telah menimbulkan bencana dan akibat buruk yang merusak akhlak segala bangsa dengan berbagai tingkatan.

Akan tetapi pemeliharaan ilahi yang mengawasi alam semesta tetap melunakkan dan meringankan serta memperbaiki banyak kerusakan itu. Orang yang mengadakan perbaikan di setiap tempat dan zaman yang mempersiapkan jiwa mereka untuk mengabdi pada agama dan menasehati umat belumlah habis. Mereka tidak takut untuk melaksanakan kewajiban mereka betapapun sulit keadaanya dan besar bahayanya, untuk menerangi jalan bagi manusia menuju keselamatan dan keamanan, semoga allah mengekalkan keadaan mereka.
Diantar cara-cara perbaikan akhlak yang terbalik adalah perhatian untuk mendidik ahklak para remaja dan pemuda guna menjamin kebahagiaan mereka di masa depan. Tidaklah mengherankan, karena merekan akan menjadi generasi penerus dan menerima peralihan tugas, maka perhatian untuk melurukan mereka adalah kewajiban suci agama, moril dan social atas para bapak, pendidik dan pengajar. Dengan demikian kemunculan buku “al-akhlak lil banin” (bimbingan bagi putra-putri anda ) karangan saudara al-ustadz umar bin ahmad baradja, adalah sangat kita butuhkan dan amat sesuai untuk masa sekarang ini, dimana pengalaman agama dan akhlak tetap goyah dan lenyap sebagiannya.

Kepada al-ustadz umar kami haturkan banyak terima kasih dan kami harapkan darinya tambahan perhatian terhadap ahklak bagi remaja yang menjadi tumpuan harapan kita. Kami harapkan pula agar buku ini laris dan diterima serta berpengaruh baik, trutama dari kalangan pendidik dan pengurus sekolah-sekolah.

Kepada kalian para bapak dan penajar saya serukan agar mendidik anak-anak dan murid-muridmu dengan baik serta membiasakan mereka berahklak mulia, dalam perkataan dan perbuatan serta berusaha memelihara pusaka berharga yang ditinggalkan bagi kita oleh salaf yang sahahih, berupa akhlak terpuji seperti : kemurahan hati, keberanian, suka meolong, suka menepati janji dan lainnya, serta menjadi suri tauladan terbaik bagi mereka.

Allahlah yang menunjukkan kebenaran dan dia jua yang member petunjuk kejalan yang lurus.
Sambutan dari pemohon maaf tuhannya

Muhammad bin husein bin ali ba’abud
Lawang 1 dzul qaidah 1373 H.

1 AKHLAK

1. Wahai anak yang tercinta sesungguhnya akhlak yang baik itu menyebabkan kebahagiaan bagimu didunia dan akhirat. Tuhanmu ridha kepadamu. Engkau dicintai oleh keluargamu dan semua orang, sedang engkau hidup antara mereka secara terhormat. Kebalikannya adalah akhlak yang buruk . ia adalah sumber (penyebab) kesengsaraanmu di dunia dan akhirat. Allah membencimu, engkau benci keluargamu dan semua orang dan engkau hidup di antara mereka dalam keadaan hina.

2. Maka hendaklah engkau memiliki akhlak mulia dan adab yang baik semenjak kecilmu agar engkau dibesarkan dan terbiasa dalam keadaan itu pada waktu besar. Engkau harus lebih dulu memaksakan dirimu atas hal itu hingga ia menjadi watak pada akhirnya. Allah ta’ala berfirman : “telah beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan telah merugilah orang yang mengotorinya”. (asy syams – 9). Nabi SAW bersabda yang terbanyak memasukkan manusia ke dalam syurga adalah ketakwaan kepada allah dan akhlak yang baik. Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya. Sungguh orang mukmin bisa mencapai derajat seperti orang yang berpuasa dan bersholat dengan akhlaknya yang baik”.

3. Sesungguhnya orang-orang tidak melihat kepada ketampanan wajahmu maupun kebaruan bajumu, tetapi mereka melihat kepada akhlakmu. Sebagaimana kata syair : “janganlah kamu melihat baju seseorang, jika kamu ingin mengenalnya, lihatlah adabmu, jika kayu garu tidak semerbak baunya, tidaklah orang bisa membedakan antara garu dan kayu”. Penyair lain berkata : “tidaklah bermanfaat bagi pemuda wajahnya yang tampan, apabila akhlaknya tidak baik”. Begitu pula ilmu tidak bermanfaat bila disertai akhlak yang buruk. Orang berilmu yang buruk akhlaknya lebih dibenci oleh masyarakat dari pada orang bodoh. Hendaklah engkau memperhatikan pendidikan akhlakmu sebagaimana engkau memperhatikan menuntut ilmu-ilmu dan pengetahuan.

4. Apabila anak sudah dewasa dan terbiasa dengan akhlak yang buruk, maka sulit sekali untuk mendidik dan memperbaikinya. Kadangkala hal itu tidak mungkin terwujud sama sekali. Sebagaimana kata penyair : “kadangkala adab itu bermanfaat bagi anak-anak pada waktu kecil, tetapi sesudah itu tidaklah bermanfaat adab itu baginya, sesungguhnya ranting yang lunak akan lurus jika meluruskannya, dan tidaklah kayu menjadi lunak walaupun engkau meluruskannya.

5. wahai murid tercinta ! engkau telah membaca jilid pertama dari buku ini dan mendapat manfaat baginya. Dihadapanmu ini adalah jilid dua, maka pahamilah baik-baik dan amalkan isinya agar engkau menjadi orang yang beruntung dan baik akhlakmu serta terdidik jiwamu sehingga engkau peroleh kebaikan didalam dunia dan agama.[alkhoirot.org]

12/03/2017

Terjemah Kitab Fathul Qorib

Terjemah Kitab Fathul Qorib
Nama kitab: Terjemah Kitab Fathul Qorib (Fath Al-Qarib)
Syarh dari: Kitab Matan Taqrib Abu Syujak
Judul kitab asal: Fathul Qarib Al-Mujib fi Syarhi Alfazh Al-Taqrib atau Al-Qawl Al-Mukhtar fi Syarh Ghayatil Ikhtishar (فتح القريب المجيب في شرح ألفاظ التقريب أو القول المختار في شرح غاية الإختصا)
Pengarang: Muhammad bin Qasim bin Muhammad Al-Ghazi ibn Al-Gharabili Abu Abdillah Syamsuddin (محمد بن قاسم بن محمد الغزي ابن الغرابيلي أبو عبد الله شمس الدين)
Download versi Arab: di sini
Download terjemah makna Jawa : di sini.
Download terjemah Indonesia: Jilid 1 dan Jilid 2
Bidang studi: Fiqih madzhab Syafi'i

Daftar Isi

Muqaddimah

مقدمة الكتاب

بسم الله الرحمن الرحيم

قال الشيخ الإمام العالم العلامة شمس الدين أبو عبد اللّه محمد بن قاسم الشافعيّ تغمده الله برحمته ورضوانه آمين:
الحمد لله تبركاً بفاتحة الكتاب لأنها ابتداء كل أمرٍ ذي بال، وخاتمة كل دعاء مجاب، وآخر دعوى المؤمنين في الجنة دار الثواب، أحمده أن وفق من أراد من عباده للتفقه في الدين على وفق مراده، وأصلي وأسلم على أفضل خلقه محمد سيد المرسلين، القائل: 'مَنْ يُرِدِ اللّهُ بهِ خَيْراً يُفَقِّهْهُ فِي الدِّين' وعلى آله وصحبه مدة ذكر الذّاكرين وَسَهْوِ الغافلين.

(وبعد): هذا كتاب في غاية الاختصار والتهذيب، وضعته على الكتاب المسمى بالتقريب لينتفع به المحتاج من المبتدئين لفروع الشريعة والدين، وليكون وسيلة لنجاتي يوم الدين، ونفعاً لعباده المسلمين إنه سميع دعاء عباده، وقريب مجيب، ومن قصده لا يخيب {وَإذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإنِّي قَرِيبٌ} (سورة البقرة: الآية 186).

واعلم أنه يوجد في بعض نسخ هذا الكتاب في غير خطبته تسميته تارة بالتقريب، وتارة بغاية الاختصار، فلذلك سميته باسمين أحدهما: (فتح القريب المجيب) في شرح ألفاظ التقريب، والثاني: 'القول المختار في شرح غاية الاختصار'.
قال الشيخ الإمام أبو الطيب: ويشتهر أيضاً بأبي شجاع شهاب الملة والدين أحمد بن الحسين بن أحمد الأصفهاني سقى الله ثراه صبيب الرحمة والرضوان، وأسكنه أعلى فراديس الجنان.

بسم اللّه الرحمن الرحيم) أبتدىء كتابي هذا، والله اسمٌ للذات الواجب الوجود، والرّحمن أبلغ من الرحيم. (الحمد لله) هو الثناء على الله تعالى بالجميل على جهة التعظيم (ربِّ) أي مالك (العالمين) بفتح اللام، وهو كما قال ابن مالك اسم جمع خاصّ بمن يعقل لا جمع، ومفرده عالم بفتح اللام، لأنه اسم عام لما سوى الله تعالى والجمع خاصّ بمن يعقل. (وصلى الله) وسلم (على سيدنا محمد النبيّ) هو بالهمز وتركه إنسان أوحيَ إليه بشرع يعمل به، وإن لم يؤمر بتبليغه فإن أمر بتبليغه فنبيّ ورسول أيضاً. والمعنى ينشىء الصلاة والسلام عليه، ومحمد علم منقول من اسم مفعول المضعف العين، والنبيّ بدل منه أو عطف بيان عليه. (و) على (آله الطاهرين) هم كما قال الشافعي أقاربه المؤمنون من بني هاشم، وبني المطلب، وقيل واختاره النووي: إنهم كلّ مسلم. ولعلّ قوله الطاهرين منتزع من قوله تعالى: {وَيُطَهِّرُكُمْ تَطْهِيراً} (و) على (صحابته) جمع صاحب النبيّ وقوله (أجمعين) تأكيد لصحابته.

Syaikh Al Imam Al ‘Alim Al ‘Alamah Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Qosim As Syafi’i -Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keridlhoannya amin- berkata :
Seluruh pujian hanya hak Allah, memulainya dengan hamdalah karena berharap berkah, karena merupakan permulaan setiap urusan yang penting, penutup setiap puji yang diijabah, dan akhir ungkapan orang-orang mu’min di surga, kampung pahala. Aku memujiNya yang telah memberikan taufiq kepada setiap yang Dia kehendaki dari kalangan para hambanya, untuk tafaquh di dalam Agama sesuai dengan yang dikehendakiNya. Aku bersholawat dan memohonkan keselamatan bagi makhluk termulia, Muhammad penghulu para utusan, yang bersabda :

مَنْ يُرِدِ اللّهُ بهِ خَيْراً يُفَقِّهْهُ فِي الدِّين

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikannya maka Dia Ta’ala akan memahamkannya pada agama” (HR. Bukhori[71], Muslim[1037]), demikian pula sholawat dan salam bagi seluruh pengikut dan sahabatnya, selama ada orang-orang yang berdzikir dan adanya orang-orang yang lalai.

Kemudian, kitab ini sangatlah ringkas dan runtut, kitab ini saya berinama At Taqrib, dengan harapan para pemula bisa mengambil manfa’at dalam masalah cabang syari’at dan agama, dan supaya menjadi media bagi kebahagiaanku pada hari pembalasan, serta bermanfa’at bagi para hambanya dari orang-orang Islam. Sesungguhnya Dia maha Mendengar permintaan hambanya, Maha Dekat lagi Maha Mengabulkan, orang yang memaksudkanNya tidak akan sia-sia “Jika hambaku bertanya kepada mu, maka sesungguhnya Aku sangatlah Dekat”. (QS. Al Baqoroh : 186).

Ketahuilah!, dalam sebagian naskah kitab pada muqoddimahnya terkadang penamaanya dengan At Taqrib dan terkadang pula dengan Ghoyatul Ikhtishor, oleh karena itu saya pun manamainya dengan dua nama, pertama Fathul Qorib Al Mujib Fi Syarhi Alfadzi At Taqrib, kedua Al Qaul Al Mukhtar Fi Syarhi Ghoyatil Ikhtishor.

As Syaikh Al Imam Abu Thoyyib, dan terkenal pula dengan nama Abi Suja’ Syihabul millah wad dien Ahmad bin Al Husain bin Ahmad Al Ashfahaniy –semoga Allah memperbanyak curahan rahmat dan keridlhoan kepadanya, dan menempatkannya di surga tertinggi– berkata:

[Bismillahirrohmaanirrohim] Aku memulai tulisan ini Allah merupakan nama bagi Dzat Yang Wajib Adanya ‘wajibul wujud’ Ar Rohman lebih menyampaikan daripada Ar Rohim.

[Al Hamdu] merupakan pujian kepada Allah Ta’ala dengan keindahan/kebaikan disertai pengagungan. [Robbi] yaitu Yang Maha Menguasai. [Al ‘Aalamin] dengan difatahkan, ia sebagimana pendapat Ibnu Malik : Kata benda jamak yang khusus digunakan bagi yang berakal, bukan seluruhnya. Kata tunggalnya ‘aalam dengan difathahkan huruf lam, ia merupakan nama bagi selain Allah Ta’ala dan jamaknya khusus bagi yang berakal.

[Dan sholawat Allah] serta salam [atas pengulu kita, Muhammad sang Nabi] ia dengan hamzah dan tidak dengan hamzah adalah manusia yang diberikan wahyu kepadanya dengan syari’at yang dia beramal dengannya walaupun tidak diperintahkan menyampaikannya, maka jika diperintahkan menyampaikan maka dia Nabi dan Rosul. Maknanya curahkanlah sholawat dan salam kepadanya. Muhammad adalah nama yang diambil dari isim maf’ul al mudlho’af al ‘ain. Dan Nabi merupakan badal dari nya atau ‘athof bayan. [Dan] bagi [keluarganya yang suci], mereka sebagaimana diungkapkan As Syafi’i : Keluarganya yang beriman dari Bani Hasyim dan Bani Al Mutholib, dikatakan dan An Nawawi memilihnya : Mereka adalah seluruh orang muslim. Mudah-mudahan perkataanya ath thohirin diambil dari firmanNya Ta’ala : “dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya” (QS. Al Ahzab : 33). [Dan] bagi [para sahabatnya], ia jamak dari shohibun nabi . Dan perkataanya [seluruhnya] merupakan takid ‘penegas’ dari Sahabat.

12/02/2017

Akhlak pada Teman Kelas dan Sekolah

Akhlak pada Teman Kelas dan Sekolah
Akhlak pada teman sekelas dan sekolah. Wajib memperhatikan sopan santun persahabatan terhadap murid-murid yang belajar bersamamu di sekolah yang sama, terutama murid-murid sekelasmu, karena ikatan pengajaran yang menyatukan antara kamu dan mereka. Maka mereka mempunyai hak-hak yang melebihi hak-hak orang lain diantara teman-temanmu yang lain.

Terjemah Akhlaq Lil Banin Juz 2
Penulis: Al – Ustadz Umar Baradja
Judul asli: Al-Akhlaq lil Banin Al-Juz 2
Judul lengkap: الأخلاق للبنين لطلاب المدارس الإسلامية بإندونيسيا
Judul versi terjemah: Bimbingan Akhlak Bagi Anak Jilid 2
Penerjemah:

Daftar Isi

19 Kisah-kisah nyata

1. Imam asy-syafii adalah seorang yang sangat beradab dihadapan gurunya yaitu imam malik, semoga allah merahmati keduanya. Beliau berkata, “aku membuka kertas dihadapan imam malik denga perlahan-lahan karena aku segan kepadanya supaya beliu tidak mendengar bunyinya.”

2. Ar-rabi’ bin sulaiman adalah seorang yang sangat mengagungkan gurunya yaitu imam as-syafii. Ia berkata, “demi allah aku tidak berani minum air sementara imam as-syafii melihat kepadaku, karena aku segan kepadanya.” Gurunya sangat mencintainya dan berkata kepadanya, “ hai rabi’, seandainya aku mampu memberimu makanan ilmu, tentulah aku memberikannya kepadamu.”

3. Harun ar-rasyid menyerahkan kedua anaknya, yaitu al-amin dan al-makmun pada seorang guru yang sangat pandai bernama al-kisa’iy. Pada suatu hari sang guru berdiri untuk keluar dari tempat mereka. Maka kedua anak itu berlomba-lomba untuk mengambilkan kedua sandalnya dan saling bergegas untuk memberikannya kepada guru mereka kemudian keduanya bersepakat untuk memberikan sandal itu, masing-masing sebuah sandal. Ar-rasid mendengar hal itu, lalu menyuruhnya datang. Kemudian ia berkata kepadanya, “siapa orang yang paling mulia?” al kisaaiy menjawab “ amirul mukminin” ar-rasid berkata, “ tidak, orang yang paling mulia adalah orang yang anak-anak amirul mukminin berlomba untuk mengambilkan sandalnya.” Sang guru risi dan kurang tak enak dan mengira (tak enak) ia bersalah serta ingin melarang mereka melakukannya sekali lagi. Maka ar-rasid berkata “ adaikata anda melarang mereka, tentu aku akan menegurmu dengan keras. Kedua anak itu tidak melakukan sesuatu yang menjatuhkan derajat mereka. Bahkan hal itu menambah kemuliaan mereka. Aku telah memberi imbalan kepada mereka 20 ribu dinar atas sopan santun mereka, dan bagimu 10 ribu dirham atas pendidikanmu yang baik terhadap mereka.”

4. Diceritakan bahwa harun ar-rasid mngirim salah seorang putranya kepada al ashamaiy agar ia mengajarinya ilmu dan adab. Pada suatu hari ia melihatnya berwuduk dan mencuci kakinya sementara putra khalifah menuangkan air di atas kakinya maka ia menegur al-ashamiy atas hal itu dengan perkataan, “ sesungguhnya aku mengirimnya kepadamu agar supaya engkau mengajari dan mendidiknya. Mengapa anda tidak menyuruhnya menuangkan air dengan tangannya yang satu dan mencuci kakimu dengan tangannya yang lain?”[alkhoirot.org]

20 Apa kewajibanmu Terhadap teman-temanmu?

Engkau wajib memperhatikan sopan santun persahabatan terhadap murid-murid yang belajar bersamamu disekolah yang sama, terutama murid-murid sekelasmu, karena ikatan pengajaran yang menyatukan antara kamu dan mereka. Maka mereka mempunyai hak-hak yang melebihi hak-hak orang lain diantara teman-temanmu yang lain. Maka laksanakanlah sopan santun yang berikut ini :

1. Hendaklah engkau hormati mereka yang lebih tua darimu dan sayangi mereka yang lebih muda darimu. Engkau bekerja sama dengan mereka dalam memelihara peraturan dan ketenangan serta waktu belajar atau pada waktu istirahat dan untuk menyenangkan guru-guru sedapat mungkin. Hal itu dilakukan dengan menunaikan kewajiban-kewajiban seperti menghafal pelajaran dan giat dalam menuntut ilmu, menyediakan kitab-kitab buku tulis serta alat-alat belajar dan memelihara keselamatan dari kerusakan dan kebersihan dari kotoran, serta hadir dengan teratur setiap hari sekolah sebelum waktu pelajaran. Hendaklah engkau atau salah seorang temanmu bisa menggantikan guru yang tidak hadir bilamana hal itu memungkinkan, agar supaya pelajarannya tidak berhenti dan tidak terjadi kekacauan didalam kelas. Tentu saja gurumu sangat gembira karena engkau memelihara peraturan.

2. Termasuk sopan santun pula adalah bila engkau menyukai kebaikan bagi teman-temanmu sebagaimana engkau menyukai bagi dirimu. Sebagaimana dalam hadits : “ tidaklah seorang dari kamu beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” Hendaklah engkau berlapang dada denngan mereka dalam semua urusan dan memperlakukan mereka dengan ramah dan senyum. Engkau bantu mereka memperoleh kebutuhan mereka dan hindari hal-hal yang dapat menimbulkan pertengkaran dan kebencian. Maka jangan kikir terhadap mereka apabila mereka meminjam sesuatu darimu. Jangan pula bersikap sombong terhadap mereka atau mendengki mereka atau berdusta terhadap mereka ataupun mengadu domba di antara mereka. Jangan menyempitkan mereka di tempat-tempat duduk mereka atau merusak alat-alat tempat duduk mereka atau menyembunyikan sebagiannya atau berburuk sangka kepada mereka ataupun mendebat mereka tanpa sopan santun atau sering bergurau dengan mereka bukan pada waktunya. Karena hal itu menyebabkan permusuhan dan kedengkian.

3. Hendaklah engkau doakan mereka pada waktu mereka tidak hadir. Dalam hadits : “ doa seorang muslim bagi saudaranya yang tidak hadir adalah mustajab. Di dekat kepalanya berada malaikat yang bertugas. Setiap kali ia mendoakan kebaikan bagi saudaranya , barkatalah malaikat yang ditugasi itu: amin, bagimu seperti itu:”. Hendaklah engkau menerima maaf mereka, apabila mereka minta maaf kepadamuatas kesalahan mereka. Dan mendamaikan mereka bilamana terjadi perselisihan di antara mereka. Allah SWT berfirman : “ sesungguhnya orang-orang mukmin bersaudara, maka itu damaikalah antara kedua saudaramu” (al hujarat: 10). Hendaklah engkau berlomba dengan teman-temanmu untuk menghafal pelajaran dan memahami masalah-masalah demi mengamalkan firman allah SWT : “ dan untuk yang demimikian hendaknya orang berlomba-lomba” ( al muthaffifiin : 26). Hendaklah engkau membantu orang-orang yang lemah dari mereka untuk belajar dan tidak membanggakan diri terhadap mereka, karena hafal pelajaran dan cepat mengerti. Hendaklah engkau mengadakan pembahasan ilmiah pada waktu luang (senggang), karena hal itu mengembirakan hati gurumu. Termasuk sopan santun pula adalah bila ada kerumitan pada salah seorang temanmu tentang suatu maslah, lalu ia bertanya kepada guru tentang hal itu, maka janganlah engkau marah kepadanya atau mengejeknya, tetapi engkau engarkan jawaban guru agar bertambah pengertianmu tentang masalah itu dan temanmu gembira terhadapmu.

4. Apabila engkau laksanakan sopan santun ini terhadap teman-temanmu, maka tidaklah diragukan bahwa mereka akan menghormati dan mencintaimu serta berusaha membelamu dan menghindarkan bahaya darimu serta mengaggapmu benar-benar teman yang setia bagi mereka. Mereka senang berteman denganmu dan engkaupun senang berteman dengan mereka. Sebaliknya apabila engkau tingalkan sopan santun ini, maka mereka menjadi musuhmu dan tidak suka berjumpa denganmu. Maka engkaupun menjadi sendirian dan kesepian seperti burung yang patah sayapnya.

5. Wahai murid yang beradab ! apabila engkau mendapati seorang murid yang naka di antara teman-temanmu, suka membangkang terhadap guru-gurunya dan tidak menunaikan kewajibanya, maka hendaklah engkau menjauhi dari berteman dengannya agar tabiatnya yang jahat tidak menular kepadamu. Benarlah ketika penyair berkata :
Sesungguhnya tabiat itu mencuri tabiat
Dan barang siapa menemani orang jahat, ia
Pun tertular

6. Apabila engkau berhenti dari sekolah, maka termasuk hak persahabatan adalah jangan melupakan teman-temanmu, tetapi engkau pelihara masa-masa persahabatan dan hari-hari menjadi murid. Engkau khususkan mereka diantara para sahabatmu yang lain dengan penghormatan dan kebaikan yang melebihi lainnya. Demikianlah kesetiaan di antara sesame saudara.[alkhoirot.org]

Tammat

12/01/2017

Akhlak Murid Pada Guru

Akhlak Murid Pada Guru
Akhlak dan budi pekerti murid pada guru. Kepada guru murid harus patuh kepada nasihat-nasihatnya dan tunduk kepada perintah-perintahnya, bukan karena takut hukuman, tetapi menjalankan kewajiban dengan ikhlas dari dalam hati.

Terjemah Akhlaq Lil Banin Juz 2
Penulis: Al – Ustadz Umar Baradja
Judul asli: Al-Akhlaq lil Banin Al-Juz 2
Judul lengkap: الأخلاق للبنين لطلاب المدارس الإسلامية بإندونيسيا
Judul versi terjemah: Bimbingan Akhlak Bagi Anak Jilid 2
Penerjemah:

Daftar Isi

17 Kisah-kisah nyata

1. Berkata mujahid, “aku sedang berada di tempat Abdullah bin umar. Ketika itu seorang sahayanya sedang menguliti kambing.”kemudian abdullah berkata kepadanya “ hai anak, jika engkau menguliti, mulailah dengan memberi tetangga kita orang yahudi.” Ia ucapkan itu berkali-kali maka aku berkata kepadanya “ berapa kali anda ucapkan itu?” Abdullah menjawa “ rasulullah saw. Selalu mewasiati kami mengenai tetangga hingga kami khawatir beliau menjadikannya mewarisi kami.”

2. Seorang laki-laki mengeluh atas banyaknya tikus dirumahnya. Maka dikatakan kepadanya, “ bagaimana seandainya engkau pelihara kucing?” orang itu menjawab, “aku khawatir tikus mendengar suara kucing, lalu lari kerumah para tetangga. Maka akupun tidak menyukai bagi mereka apa yang ku tidak sukai bagi diriku sendiri.”

3. Adalah imam abu hanifah ra mempunyai seorang tetangga yang dengki yang menggangunya dan mengunjingnya. Akan tetapi beliau bersabar terhadapnya. Apabila beliau melewatinya dan memberi salam kepadanya, Orang itu tiak membalas salamnya. Maka sebagian orang menengurnya atas ketabahan dan kesabarannya yang sangat terhadap tetangganya. Maka beliau berkata “ sesungguhnya tetangga itu mempunyai hak.”[alkhoirot.org]

18 Apa kewajiban terhadap gurumu?

Wahai anak yang beradab ! sebagaimana ayahmu yang telah memelihara tubuhmu mempeunyai hak besar padamu, maka begitu pula gurumu yang telah memelihara rohaniahmu dan mendidik akhlakmu serta menerangi pikiranmu dan mengajari ilmu yang berguna, ia mempunyai hak yang besar padamu, maka engkau wajib mencintai dan memuliakannya serta memperlakukannya dengan adab-adab ini :

1. Hendaklah engkau patuh kepada nasihat-nasihatnya dan tunduk kepada perintah-perintahnya, bukan karena takut hukuman, tetapi menjalankan kewajiban dengan ikhlas dari dalam hatimu. Sebagaimana seorang sakit yang patuh kepada dokter yang berbelas kasih. Maka hendaklah engkau menerima segala yang diberikannya kepadamu dengan pengertian yang baik, ucapan terima kasih dan kegembiraan. Hendaklah engkau bersikap rendah hati terhadapnya dan mencari pahala serta kemuliaan dengan mengabdi kepadanya. Hendaklah engkau menyadari bahwa engkau mendapat pemberian dari gurumu dan tidak dapat membalasnya, betapapun engkau berbuat baik kepadanya. Hendaklah engkau sangat berhati-hati agar tidak menentangnya atau membangkang kepadanya atau bersikap sombong terhadapnya. Dalam hadits : “ mencari muka (pujian) bukanlah termasuk akhlak seorang mukmin, kecuali dalam menuntut ilmu.” Berkata sayyidina ali Kw “aku adalah budak dari orang yang mengajariku satu huruf. Jika ia mau dijualnya dan jika ia mau dibebaskannya dan jika ia mau diperbudaknya.” Adapun kesombongan dan pembangkangan, keduanya menyebabkan manusia tidak mendapat ilmu.

Penyair berkata :
Ilmu itu menerangi seorang pemuda
Yang sombong
Seperti banjir membinasakan
tanah yang tinggi

murid yang beradab dan rendah hati, ia mendapat ilmu dan memanfaatkannya. Kebalikannya adalah murid yang kurang ajar dan sombong. Miskipun ia mendapat sedikit ilmu, namun ia tidak bisa memanfaatkannya bagi dirinya dan tidak pula memberi syafaat kepada orang lain. Bahkan ilmu itu membahayakannya dan menambah baginya kesombongan dan akhlak yang buruk.

2. Diantara nasihat-nasihat guru : hendaklah engkau berniat untuk menuntut imu demi mendapat ridha allah dan negri akhirat, menghidupkan agama dan memberi manfaat bagi kaum muslim serta bersyukur atas nikmat akal dan kesehatan badan. Janganlah engkau bermaksud mencari pujian dan kedudukan di antara orang banyak atau mengumpulkan kesenangan duniawi.

Diantara nasihat-nasihatnya ialah hendaklah engkau berjuang dengan keras dalam mencari ilmu. Maka hafalkanlah semua pelajaranmu dan hendaklah mempelajarinya dirumah. Janganlah menyia-nyiakan waktumu dengan percuma, karena ia lebih mahal daripada permata yang berharga. Apabila luput, maka ia tidak pernah kembali. Hendaklah engkau perhatikan kebersihan buku-buku dan alat-alatmu serta pengaturannya pada tempatnya hendaklah engaku selalu hadir setiap hari pada waktu yang telah ditentukan dan jangan terlambat,, kecuali dengan alasan yang benar. Hendaklah engkau mendengarkan pelajaran-pelajaran yang diberikannya dengan penuh perhatian hingga engkau memahaminya dengan cepat dan tidak memayahkan gurumu dengan banyak mengulang. Maka kerjakanlah nasihat-nasihat yang berguna itu.

3. Termasuk sopan santun terhadap guru adalah engkau berdiri menyambutnya jika engkau duduk demi menghormati dan mengagungkannya. Janganlah duduk hingga ia mengizinkan engkau duduk. Kemudian engkau duduk didepannya dengan sopan dan jangan mendahuluinya berbicara atau memutus pembicaraannya atau menyuruh dan melarang seorang didepannya. Jika engkau tidak mengerti suatu masalah, maka hendaknya engkau ajukan pertanyaan kepadanya dengan lembut dan penghormatan. Yaitu engkau angkat jarimu lebih dulu dan jangan berbicara hingga ia mengizinkanmu bicara. Apabila ia bertanya kepadamu tentang sesuatu, maka hendaklah engkau bangkit berdiri dan menjawab pertanyaannya dengan baik. Janganlah mendahuluinya menjawab, jika ia mengajukan pertanyaan kepada orang lain.

4. Hendaklah engkau memberi salam kepadanya dan menjabat tangannya setiap hari disekolah dan menghadapinya dengan wajah tersenyum. Engkau lakukan itu pula jika menjumpainya dijalan dan menjenguknya dirumahnya, terutama pada waktu hari raya atau jika ia sakit. Engkau tanyakan kepadanya tentang kesehatannya dan hendaklah mendakan kesembuhannya. Engkau bantu dia dalam memnuhi kebutuhannya dan bermusyawarahlah dengannya dalam urusan-urusanmu serta mengerjakan apa yang diperintahnya janganlah memanggilnya dengan namanya tetapi dengan kata guru. Janan berjalan didepannya atau membelakanginya dengan punggungmu. Janganlah duduk ditempatnya atau mengambil bukunya tanpa izinya. Janganlah banyak bicara kepadanya dan jangan menyebarkan rahasianya. Janganlah menggujingkan seseorang dihadapannya. Janganlah berkata kepadanya, “si fulan mengata: kebalikan dari perkataannya.”

5. Janganlah malu menegaskan yang sebenarnya jika ia bertanya kepadamu tentang pengertian suatu masalah yang mana engkau tidak memahaminya agar supaya engkau tidak berdosa karena berdusta dan agar bisa memahami masalah itu. Janganlah engkau marah jika ia menegurmu, tetapi hendaklah engkau diam dan gembira atas hal itu karena, ia tidak menegurmu kecuali karena cinta kepadamu agar engkau menunaikan kewajibanmu. Kelak engkau akan berterima kasih atas teguran itu bila engkau sudah besar termasuk kesalahan besar adalah bila engkau menyangka bahwa gurumu membencimu karena ia menegurmu. Tidaklah berburuk sangka kepada gurunya kecuali murid yang kurang ajar dan tidak berilmu.

6. Termasuk kesetiaan kepada gurumu adalah engkau tidak melupakan kebaikannya sepanjang hidupmu, walaupun engkau telah keluar dari sekolah atau gurumu telah berhenti dari sana atau bepergian kenegri lain misalnya. Maka hendaklah engkau hubungi ia dengan surar menyurat trutama pada pristiwa-pristiwa menentu. Begitu pula jika ia berpindah kealam kekal, hendaklah engkau mendoakannya agar mendapat rahmat dan ampunan serta bersedekah untuknya.[alkhoirot.org]

11/30/2017

Kewajiban pada Tetangga dan Pelayan

Kewajiban pada Tetangga dan Pelayan
Kemuliaan akhlak Islam termasuk harus memperhatikan kewajiban kepada para pelayan dan tetangga di sekitar kita. wajib memperlakukan pelayan secara baik dengan berbicara kepadanya dengan lemah lembut apabila engkau menginginkan sesuatu darinya. Kepada tetangga: dikatakan dalam hadits : “berbuat baiklah kepada tetanggamu maka engkau akan menjadi muslim sejati.” Dalam hadits lain : “ barang siapa beriman kepada allah dan hari akhir hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya

Terjemah Akhlaq Lil Banin Juz 2
Penulis: Al – Ustadz Umar Baradja
Judul asli: Al-Akhlaq lil Banin Al-Juz 2
Judul lengkap: الأخلاق للبنين لطلاب المدارس الإسلامية بإندونيسيا
Judul versi terjemah: Bimbingan Akhlak Bagi Anak Jilid 2
Penerjemah:

Daftar Isi

14 Apa kewajibanmu terhadap pelayanmu?

1. Engkau wajib memperlakukan pelayanmu secara baik dengan berbicara kepadanya dengan lemah lembut apabila engkau menginginkan sesuatu darinya. Dan janganlah engkau menyakitinya dengan kata-kata kasar dan jangan pula membentaknya atau bersiakp sombong terhadapnya. Hendaklah engkau menunjukkan kesalahannya jika ia bersalah dengan lemah lembut dan lunak, kemudian memaafkannya. Seorang laki-laki bertanya kepada rasulullah saw “berapa kali kita memberi maaf kepada pelayan ya rasulullah ?” beliau menjawab “ maafkanlah dia setiap hari 70 kali.”

2. Apabila engkau memanggil pelayanmu sedangkan ia tidak segera menjawabmu, engkau menyuruhnya melakukan sesuatu, lalu ia berlambat-lambat, maka jangan terburu-buru mnegurnya, mungkin saja ia tidak mendengar suaramu atau sibuk. Hendaklah engkau suka memaafkan dan bersabar atas kesalahan-kesalahannya yang dilakukan para pelayan, karena mereka biasanya tidak terdidik.apabila mereka melayanimu dengan baik, maka jangan lupa berterima kasih kepada mereka atas kebaikan mereka dan memberi mereka imbalan atas hal itu. Allah SWT berfirman “ tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan” (ar-rahman: 60).

3. Janganlah menunjukkan kepada pelayan rahasia-rahasia ayahmu agar tidak ada keinginan padanya untuk mencuri dan jangan mengandalkannya dalam setiap keadaan. Hendaklah engkau berhati-hati terhadapnya. Jangan duduk bersamanya untuk bergurau dan berbicara yang tak berguna agar engkau tidak mengkuti tabiatnya dan tidak jatuh derajatmu disisinya, dan agar ia tidak berani terhadapmu serta tidak berkurang adabnya terhadap dirimu. Janganlah menganiaya pelayan dengan membebaninya pekerjaan yang melebihi tenaganya atau tidak memberikan upahnya atau menunda-nundanya atau mengurangi upah yang berhak diperolehnya. Dalam hadits : “ menzhalimi (berbuat aniaya) pelayan mengenai upahnya termasuk dosa besar.” Janganlah memukulnya tanpa hak. Dalam hadits : “ barang siapa memukul dengan cambuk secara aniaya, ia akan dibalas atas perbuatan itu pada hari kiamat.”

15 Demikian cara memaafkan pelayan

1. Adalah rasulullah saw tidak pernah membentak seorang pelayanpun. Sahabat anas ra berkata “aku melayani Nabi SAW. Selama 10 tahun namun beliau tidak pernah mengatakan kepadaku, “off” (cih)” sama sekali. Dan beliau tidak pernah berkata atas segala sesuatu yang aku lakukan : kanapa engkau lakukan itu? Dan tidaklah beliau berkata atas segala sesuatu yang aku tinggalkan : “kanapa engkau meninggalkannya?” tidaklah istri-istrinya mencela aku, melainkan beliau berkata biarakan dia. Sesungguhnya hal ini terjadi karena telah ditetapkan oleh takdir allah.”

2. Diceritakan bahwa imam ali kw, memanggil seorang sahayanya, namun ya tidak menjawabnya. Maka imam ali memanggilnya untuk kedua dan ketiga kalinya namun ia tidak menjawabnya. Kemudian beliau mendatanginya. Dilihatnya sahaya itu sedang berbaring. Maka imam ali berkata, “hai anak’ tidaklah engkau mendengar?” anak itu menjawab : “ ya” imam ali berkata : “mengapa engkau tidak menjawab aku, ketika aku memanggimu?” anak itu menjawab “ karena aku merasa aman dari hukumanmu. Maka akupun bermalas-malasan.” Maka imam ali berkata, “pergilah, engkau bebas merdeka demi allah.”

3. Diceritakan dari kais bin asim bahwa disaat ia sedang duduk pada suatu hari dirumahnya tiba-tiba datang kepadanya seorang sahaya perempuan membawa alat pemanggang danging yang ada dagingnya. Tiba-tiba alat itu terjatuh dari tangannya hingga menimpa seorang anaknya, lalu meninggal dunia. Sahaya itu terkejut. Kemudian qais berkata kepadanya “tidak perlu engkau merasa takut.” Qais memaafkannya dan membebaskannya karena allah ta’ala

16 Apa kewajibanmu terhadap tetanggamu?

1. Para tetanggamu mencintaimu dan mencintai ibu bapakmu, kedua orang tuamu menyuruhmu mencintai mereka dan berbuat baik kepada mereka, karena mereka mempunyai hak yang besar. Hingga dikatakan dalam hadits : “berbuat baiklah kepada tetanggamu maka engkau akan menjadi muslim sejati.” Dalam hadits lain : “ barang siapa beriman kepada allah dan hari akhir hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya.”
Disebutkan pula : “ tetangga itu ada tiga macam, tetangga yang mempunyai satu hak, dua hak dan tiga hak. Tetangga yang mempunyai tiga hak adalah tetangga muslim yang mempunyai ikatan kerabat. Maka ia mempunyai hak sebagai tetangga, hak islam dan hak kerabat. Adapun tetangga yang mempunyai dua hak adalah tetangga muslim. Ia mempunyai hak tetangga dan hak islam. Adapun tetangga yang mempunyai satu hak adalah tetangga musyrik yang hanya mempunyai hak tetangga.”

2. Tetangga-tetangga itu saling membantu satu sama lain. Apabila seseorang membutuhkan alat-alat dan barang-barang misalnya, maka ia meminjamnya dari tetangganya. Maka merekapun meminjamnya dengan senang dan gembira. Terkadang ia meminjam uang atau makanan dari mereka. Merekapun bisa meminjam darinya jika membutuhkannya. Apabila seorang pencuri masuk kerumahnya atau terjadi kebakaran di tempat itu, datanglah para tetangganya untuk membantunya menangkap pencuri dan memadamkan api. Begitu pula apabila datang dari perjalanan atau lahir seorang anaknya datanglah para tetangganya kerumahnya untuk ikut bergembira atas kelahiran itu apabila ia sakit, mereka turut bersedih dan datang kerumahnya menanyakan keadaannya. Mereka medo’akannya agar sehat kembali. Bilamana ada yang meninggal di antara keluarganya, mereka datang kerumahnya untuk membantu dan berduka cita serta mengantarkan jenazah orang yang meninggal itu.

3. Kau harus bersikap sopan santun terhadap tetanggamu dengan mendahului dalam memberi salam kepada mereka dan tersenyum dihadapan mereka, membantu mereka bila mereka memerlukan bantuanmu dan sangat berhati-hati untuk tidak menganggu mereka. Apabila engkau membeli buah-buahan atau sesuatu lainnya, berilah mereka. Jika engkau tidak melakukannya, maka masukkan kedala rumahmu secara diam-diam dan jangan membuat mereka marah. Jangan menganggu mereka dengan bau masakan dari pancimu kecuali engkau memberi mereka dari makanan itu. Dalam hadits : “ tidaklah beriman denganku barang siapa yang tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya lapar disampingnya sedangkan ia mengetahuinya.” Hendaklah engkau berhati-hati agar jangan bertengkar dengan mereka atau bersikap sombong terhadap mereka dengan hartmu atau harta ayahmu, atau mengejek mereka, ataupun mengeraskan suaramu pada waktu mereka tidur, atau melempari rumah-rumah mereka ataupun mengotorinya atau memata-matai mereka dari atas atap, dari lubang dinding atau dari pintu-pintu. Allah SWT berfirman : “janganlah kamu memata-matai” (al-hujarat: 12). Menganggu tetangga adalah dosa besar dalam hadits : “ tidak masuk syurga orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya.”

4. Jika engkau terganggu oleh tetangga yang jahat maka bersabarlah atas gangguan mereka. Waspadalah, jangan mngikuti perilaku mereka yang buruk agar engaku selamat dari kejahatan mereka. Jauhilah pergaulan dengan anak-anak mereka agar tidak meniru watak mereka yang buruk, sehingga engkau menjadi jahat seperti mereka.[alkhoirot.org]

11/29/2017

Kewajiban Anak Muslim Pada Kerabat

Kewajiban Anak Muslim Pada Kerabat
Kewajiban anak muslim pada kerabatnya seperti : saudara-saudara ayah yang laki-laki dan perempuan, saudara-saudara ibu yang laki-laki dan perempuan, anak-anak mereka dan anak dari saudara-saudara laki-laki dan perempuan.

Terjemah Akhlaq Lil Banin Juz 2
Penulis: Al – Ustadz Umar Baradja
Judul asli: Al-Akhlaq lil Banin Al-Juz 2
Judul lengkap: الأخلاق للبنين لطلاب المدارس الإسلامية بإندونيسيا
Judul versi terjemah: Bimbingan Akhlak Bagi Anak Jilid 2
Penerjemah:

Daftar Isi

11 Persatuan menimbulkan kekuatan

Di ceritakan bahwa seorang laki-laki mempunyai banyak anak. Ketika hamper datang ajalnya, ia memanggil mereka dan memberi kepada masing-masing seikat tombak dan menyuruh mereka mematahkannya. Merekapun berusaha mematahkannya sekuat tenaga, namun mereka tidak mampu. Kemudian orang itu melepaskan ikatan tombak dan memberi masing-masing mereka sebatang tombak. Maka mereka mematahkan dengan mudah. Kemudian ia berkata kepada mereka “ perumpamaan kalian adalah seperti ikatan, jika kalian bersatu dan berkumpul , maka musuhmu tidak mampu mengalahkanmu seperti ikatan tombak yang telah dilepas dan dapat kalian patahkan tanpa susah payah” kemudian ia melagukan syair :
Bersatulah hai anak-anakku pada waktu Musibah menimpa ***
Dan jangan berpecah belah sendiri-sendiri

Tombak-tombak itu tidak bisa patah jika *** Dikumpulkan jadi satu
Apabila dipisah-pisah, dapatlah di patahkan *** Satu demi satu [alkhoirot.org]

12 Apa kewajibanmu terhadap Para kerabatmu?

1. Sesungguhnya orang terdekat setelah ibu bapakmu dan saudara-saudaramu adalah para kerabatmu seperti : saudara-saudara ayahmu yang laki-laki dan perempuan, saudara-saudara ibumu yang laki-laki dan perempuan, anak-anak mereka dan anak dari saudara-saudaramu laki-laki dan perempuan. Dalam hadits : “bibi (saudara perempuan ibu ) itu sederajat dengan ibu. Paman (saudara laki-laki ayah) seseorang adalah sederajat dengan ayahnya. Putra saudara perempuan dari suatu kaum adalah termasuk golongan mereka.” Para kerabatmu mencintaimu dan mencintai ibu bapakmu. Maka apakah yang harus engkau lakukan terhadap mereka?

2. Engkau harus memperlakukan mereka seperti memperlakukan saudara-saudaramu. Maka hormatilah orang-orang tua diantara mereka dan hendaklah menyayangi anak kecil mereka. Engkau bantu mereka dalam pekerjaan mereka dan hendaklah menolong yang membutuhkan di antara mereka serta mengujungi mereka dalam dalam waktu-waktu tertentu, khususnya hari-hari raya, hari-hari gembira dan waktu-waktu musibah dan kesedihan. Apabila kerabatmu sakit, segeralah pergi kerumahnya untuk menjeguknya dan mendoakan bagi kesehatannya. Apabila ia berpulang ke rahmat allah, maka segeralah berta’ziah ( menyatakan bela sungkawa/duka cita) kepada anak-anak dan keluarganya serta membantu mereka. Janganlah engkau sampai ketinggalan dalam menghadiri shalat atas kerabatmu yang meninggal dan mengantarkan janazahnya. Dengan itu para kerabatmu gembira, karena engkau gembira bila mereka gembira dan bersedih bila mereka bersedih. Mereka mengetahui bahwa engkau seorang anak terdidik yang menunaikan kewajiban terhadap para kerabat.

3. Bersatulah dengan para kerabatmu dan jauhilah segala sesuatu yang menyebabkan pemutus hubungan atau pertengkaran dengan mereka. Jangan mendengarkan pembicaraan pengadu domba dan maafkanlah mereka jika mereka bersalah kepadamu. Jangan mendendam kepada mereka karena kesalahan mereka dan jangan pula mendengki atas kenikmatan yang diberikan allah kepada mereka. Apabila engkau menjalankan adab-adab ini maka tentulah engkau hidup bersama kerabatmu dengan rukun dan damai, aman, dan senang. Kebahagiaan manusia tergantung pada kebahagiaan keluarga. Mereka seperti sayap bagi burung.
Penyair berkata :
Ketahuilah wahai putra paman,
Manusia adalah sayap
Bisakah burung elang terbang tanpa sayap?

4. Allah telah memerintahkan agar berbuat baik kepada para kerabat dan mangaitkan mereka dengan ibu bapak. Allah SWT berfirman : “dan sembahlah allah dan jangan mempersekutukan sesuatu dangan-Nya dan berbuat baiklah kepada ibu bapak serta anak kerabat” (an-nisa’ : 36). Dalam hadits “barang siapa beriman dengan allah dan hari akhir hendaklah ia menyambung hubungan kekeluargaan.” Orang yang berbuat baik kepada para kerabatnya, maka allah melapangkan rizkinya dan memanjangkan umurnya. Dalam hadits “ berhubungan baik dengan kerabat, memperbanyak harta, dan silaturrahmi, menambah umur dan allah mengampuni dosa-dosanya.” Datang kepada Nabi SAW seorang laki-laki lalu ia berkata “ sesungguhnya aku berdosa besar, apakah aku bisa bertaubat?” Nabi SAW bersabda : “ apakaha engkau mempunyai seorang ibu ? orang itu menjawab “tidak.” Nabi SAW bersabda lagi “ apakah engkau memunyai seorang bibi?” orang itu menjawab “ya” Nabi SAW bersabda “ berbaktilah kepadanya.” Adapun orang yang berbuat burut kepada para kerabatnya dan mengganggu mereka, maka akibatnya kebalikan dari itu. Ia terhalang untuk masuk syurga. Dalam hadits : “ tidak masuk syurga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan.” allah menyegerakan hukuman baginya didunia dalam hadits : “tiada dosa yang lebi pantas untuk disegerakan allah hukuman bagi pelakunya didunia di samping hukuman yang disimpan allah baginya diakhirat dari pada kezhaliman dan pemutusan ubungan kekeuargaan.”

5. Jika kerabatmu berbuat jahat kepadamu misalnya, maka sabarlah. Balaslah kejahatan dengan kebaikan. Dalam hadits : “ seorang laki-laki berkata, “ya rasulullah, aku mempunyai kerabat yang aku hubungi sedangkan mereka memutuskan hubungan denganku. Aku berbuat baik kepada mereka sedangkan mereka berbuat jahat kepadaku. Aku berbuat sabar kepada mereka, tetapi mereka tidak menghiraukan aku. “ maka Nabi SAW berkata “ jika benar seperti yang engkau ceritakan, maka seakan-akan engkau memberikan mereka makanan abu panas. Dan allah tetap menolongmu terhadap mereka selama engkau dalam keadaan demikian.”[alkhoirot.org]

13 Abu Talhah al-Anshary dan para Kerabatnya

Disebutkan dalam hadis sahih bahwa abu thalhah al anshary ra. Adalah seorang anshar yang paling banyak hartanya yaitu berupa pohon kurma di madinah. Hartayang paling di cintainya adalah biruha (sebidang kebu kurma) dan menghadap masjid. Adalah rasulullah saw. Memasukinya dan minum dari air yang segar tatkala turun ayat: “kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian yang sempurna sebelum kamu menapkahkan sebagian harta yang kamu cintai” (ali imran: 92). Datang abu thalhah kepada rasulullah saw. Lalu berkata, “ya rasulullah, allah taala telah menurunkan kepadamu: “kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu menapkahkan sebagian harta yan kamu cintai” dan sesungguhnya harta yang paling aku cintai adalah biruha’ dan ia adalah sedekah karna allah taala yang aku harapkan sebagai kebaktian dan simpanan disisi allah taala. Maka pergunakanlah ya rasululah, sesuai yang ditunjukan allah kepadamu. “maka rasulullah saw. Berkata bagus, itulah harta yang beruntung. Aku telah mendengar apa yang engkau katakan. Aku berpendapat agar engkau membagikannya bagi para kerabat” maka abu thalhah berkata “aku lakukan ya rasulullah” kemudian au thalhah membagikannya kepada para kerabatnya dan putra putra pamannya.

Cerita lain

Disaat para sahabat ra duduk didekat Nabi SAW tiba-tiba beliau bersabda, “janganlah duduk bersama kami seseorang yang memutus hubungan kekeluargaan.” Kemudian seoran pemuda berdiri dari majlis itu dan mendatangi bibinya. Sebelumnya kedua orang itu berselisih. Maka iapun meminta maaf kepadanya, kemudian kembali ke majlis. Maka rasulullah saw bersabda “ sesunguhnya rahmat itu tidak turun kepada kaum dimana terdapat seorang pemutus hubungan kekeluargaan.”[alkhoirot.org]