Terjemah Al-Isnad inda Ulama al-Qira'at (Sanad Menurut Ulama Quran)

Kitab "Al-Isnad 'inda 'Ulama al-Qira'at" (الإسناد عند علماء القراءات) merupakan salah satu karya kontemporer yang sangat krusial dalam bidang ilmu taj

Terjemah Al-Isnad inda Ulama al-Qira'at

Nama kitab: Terjemah Al-Isnad inda Ulamail Qira'at (Sanad Menurut Ulama Quran)
Judul kitab asal: Al-Isnad inda Ulama al-Qira'at ( الإسناد عند علماء القراءات )
Nama penulis: Dr. Muhammad Al-Amin
Penerbit: Universitas Islamiyah Madinah (الجامعة الإسلامية بالمدينة المنورة)
Cetakan: 1425 H
Nama lengkap: Dr. Muhammad bin Sidi Muhammad Muhammad Al-Amin ( د. محمد بن سيدي محمد محمد الأمين)
Lahir: Mesir, 3 Oktober 1445 M / 1 Rajab 849 H; 
Wafat: Mesir, 18 Oktober 1505 M / 19 Jumadil Ula 911 H)
Penerjemah ke Bahasa Indonesia: alkhoirot.org | Al-Khoirot Research and Publication
Bidang studi: Ulum Al-Quran, Ilmu Tafsir

الكتاب: الإسناد عند علماء القراءات
المؤلف: د. محمد بن سيدي محمد محمد الأمين
الناشر: الجامعة الإسلامية بالمدينة المنورة
الطبعة: العدد ١٢٩ - السنة ٣٧ - ١٤٢٥ هـ
عدد الصفحات: ٢١١
[ترقيم الكتاب موافق للمطبوع]
صفحة المؤلف: [محمد بن سيدي محمد الأمين]


Daftar Isi

  1. Biografi Penulis
  2. Profil Kitab
  3. Download Kitab
  4. Bab Pertama
    1. Pembahasan 1: Definisi Sanad Secara Bahasa dan Istilah
    2. Pembahasan 2: Perhatian Ulama Muslim terhadap Sanad
    3. Pembahasan 3:Perhatian Ulama Qira'at terhadap Sanad 
  5. Bab 2:: Kedudukan Sanad Menurut Ulama Qirā’āt
    1. Pembahasan Pertama:Tawatur Sanad dan Keabsahannya sebagai Syarat Penerimaan Qira'at
    2. Pembahasan Kedua:Perjalanan Ulama Qirā’āt dalam Mencari Sanad
    3. Pembahasan Ketiga:Penjelasan Ulama Qirā’āt tentang Sanad Dhaif dan Wahi
  6. Kesimpulan
  7. Sumber dan Referensi 
  8. Kitab Ulumul Quran lain 
    1. Terjemah Al-Itqan fi Ulumil Quran 
    2. Terjemah Ilmu Tafsir al-Dzahabi
    3. Terjemah Tibyan Nawawi
    4. Terjemah Al-Isnad 'inda Ulama al-Qira'at 
  9. Kembali ke: Tafsir dan Ilmu al-Quran

    Biografi Penulis: Dr. Muhammad bin Sidi Muhammad Muhammad Al-Amin

    Dr. Muhammad bin Sidi Muhammad Muhammad al-Amin (atau sering dikenal dengan nama Muhammad bin Sidi Muhammad al-Syinqithi) adalah seorang ulama, akademisi, dan pakar ushul fiqh terkemuka asal Mauritania yang berkiprah besar di Arab Saudi. Beliau merupakan putra dari ulama legendaris penulis Tafsir Adhwa'ul Bayan, yaitu Syaikh Muhammad al-Amin al-Syinqithi.

     1. Latar Belakang dan Nasab

    Beliau lahir di tengah keluarga keilmuan yang sangat terpandang dari etnis Syinqith (Mauritania), yang dikenal sebagai gudang penghafal Al-Qur'an dan teks-teks bahasa Arab. Ayahnya adalah rujukan utama tafsir dan ushul fiqh di Masjid Nabawi pada masanya.

     2. Pendidikan

    •  Pendidikan Awal: Beliau menimba ilmu langsung dari ayahnya sejak kecil, menghafal Al-Qur'an, serta matan-matan dasar dalam ilmu syariat dan bahasa Arab.
    •  Pendidikan Akademik: Beliau menempuh jalur formal di Arab Saudi hingga meraih gelar Doktor (Ph.D) di bidang Ushul Fiqh dari Universitas Islam Madinah (UIM).
    •  Sanad Keilmuan: Selain dari jalur akademik, beliau memiliki sanad keilmuan yang kuat melalui jalur pendidikan tradisional (halaqah) di Masjid Nabawi.

     3. Karier Akademis dan Dakwah

    •  Dosen: Beliau menjabat sebagai profesor di Fakultas Syariah, Universitas Islam Madinah. Beliau dikenal sebagai guru dari ribuan mahasiswa yang datang dari seluruh penjuru dunia.
    •  Anggota Dewan Ulama: Beliau sering terlibat dalam berbagai komite ilmiah dan dewan penasihat di institusi-institusi keagamaan di Arab Saudi.
    •  Pengajar di Masjid Nabawi: Melanjutkan tradisi ayahnya, beliau juga aktif memberikan pelajaran (dars) di Masjid Nabawi, Madinah, terutama dalam bidang tafsir dan ushul fiqh.

    4. Karya Tulis Monumental

    Dr. Muhammad bin Sidi Muhammad dikenal karena tulisannya yang sangat sistematis, kuat secara pendalilan, dan moderat. Salah satu karyanya yang paling terkenal di dunia akademik adalah:

    1.  Al-Mahshul fi Syarhi al-Ushul: Sebuah penjelasan mendalam mengenai kaidah-kaidah hukum.
    2.  Al-Ijtihad al-Tanziili: Pembahasan mengenai bagaimana menerapkan teks hukum pada realitas kontemporer.
    3.  Tahqiq (Penyuntingan) Karya Ayahnya: Beliau banyak berperan dalam mengedit, mencetak, dan menyebarkan karya-karya raksasa peninggalan ayahnya agar tetap terjaga keasliannya.

     5. Karakteristik Pemikiran

    Beliau mewarisi manhaj ayahnya yang berfokus pada kekuatan dalil (Tarjih). Meskipun tumbuh dalam lingkungan madzhab Maliki (asal Mauritania) dan berinteraksi erat dengan madzhab Hanbali (di Arab Saudi), beliau dikenal sebagai ulama yang sangat objektif dan tidak fanatik pada satu madzhab tertentu, melainkan selalu condong pada pendapat yang memiliki argumen Al-Qur'an dan Sunnah paling kuat.

    Kedudukannya Saat Ini

    Beliau dianggap sebagai salah satu representasi utama dari "Madrasah Syinqithiyah" (Sekolah Pemikiran Syinqith) yang memadukan kekuatan hafalan teks klasik dengan ketajaman analisis ushuliyah modern. Namanya sering dirujuk dalam diskusi-diskusi tingkat tinggi mengenai metodologi hukum Islam (Manhajiyah al-Istinbath).

    Apakah Anda ingin saya mencarikan daftar kitab spesifik lainnya yang beliau tulis atau kutipan pendapat beliau mengenai masalah hukum tertentu? 

    Profil Kitab Al-Isnad 'inda 'Ulama al-Qira'at (الإسناد عند علماء القراءات)

    Kitab "Al-Isnad 'inda 'Ulama al-Qira'at" (الإسناد عند علماء القراءات) merupakan salah satu karya kontemporer yang sangat krusial dalam bidang ilmu tajwid dan qira'at. Kitab ini ditulis oleh Dr. Muhammad bin Sidi Muhammad Muhammad al-Amin, seorang ulama pakar asal Mauritania yang mengajar di Universitas Islam Madinah.

    Secara garis besar, kitab ini merupakan studi mendalam mengenai sistem transmisi (sanad) Al-Qur'an dari zaman Nabi ﷺ hingga sampai ke tangan kita sekarang melalui para imam qira'at.

     1. Latar Belakang Penulisan

    Penulis menyusun kitab ini untuk menjawab tantangan dan keraguan sebagian pihak mengenai otentisitas bacaan Al-Qur'an. Dalam ilmu qira'at, sebuah bacaan dianggap sah jika memenuhi tiga rukun:

    1.  Sesuai dengan kaidah bahasa Arab.
    2.  Sesuai dengan rasm (tulisan) Mushaf Utsmani.
    3.  Memiliki sanad yang mutawatir (bersambung dan terpercaya). Kitab ini fokus pada rukun ketiga, yaitu bagaimana para ulama menjaga rantai transmisi tersebut.

     2. Materi Utama yang Dibahas

    Buku ini mengupas tuntas teknis dan sejarah sanad, di antaranya:

    •  Definisi Isnad: Pentingnya sanad sebagai bagian dari agama (Al-Isnad minad din).
    •  Metode Penerimaan Bacaan: Menjelaskan metode al-Ardh (murid membaca di depan guru) dan as-Sama' (guru membaca murid mendengarkan).
    •  Sejarah Para Perawi: Biografi para imam qira'at sepuluh (Qira'at 'Asyrah) serta jalur-jalur (thuruq) periwayatannya.
    •  Syarat Ijazah: Bagaimana kriteria seorang guru qira'at memberikan lisensi (ijazah) kepada muridnya untuk mengajar kembali.
    •  Takhrij Al-Qira'at: Cara membuktikan bahwa suatu bacaan benar-benar bersambung jalurnya ke Rasulullah ﷺ.

     3. Karakteristik dan Keunggulan

    • Sistematis: Ditulis dengan gaya bahasa akademis yang rapi, sehingga sering menjadi rujukan di fakultas-fakultas Al-Qur'an.
    •  Analitis: Penulis tidak hanya mencantumkan daftar nama, tetapi menganalisis bagaimana para ulama qira'at melakukan verifikasi terhadap para perawi bacaan.
    •  Pembelaan Terhadap Otentisitas: Kitab ini memberikan argumen kuat bahwa Al-Qur'an dijaga bukan hanya lewat tulisan, tapi lewat hafalan yang tersambung secara lisan (talaqqi).

     4. Kedudukan Kitab dalam Ilmu Al-Qur'an

    Bagi penuntut ilmu qira'at, kitab ini berfungsi sebagai "peta" untuk memahami jaring-jaring sanad yang sangat kompleks (seperti jalur Syu'bah, Hafsh, Warsh, dan lain-lain). Ia membantu pembaca membedakan mana bacaan yang mutawatir, masyhur, atau syadz (ganjil/tidak sah).

    Intisari:

    Kitab ini adalah panduan bagi siapa saja yang ingin mendalami sisi historis dan metodologis bagaimana Al-Qur'an diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dengan tingkat akurasi yang absolut melalui sistem sanad.

    Apakah Anda sedang mempelajari silsilah sanad qira'at tertentu, atau ingin tahu lebih lanjut mengenai biografi penulisnya dalam konteks ilmu Al-Qur'an? 

     المقدمة

    الحمد لله الذي أنزل على عبده كتاباً محفوظاً في الصدور لا يخلق ولا يبلى على مر الدهور، وأثاب على قراءة كل حرف منه بأعظم الأجور والله يضاعف لمن يشاء وهو العليم بذات الصدور، وأصلي وأسلم على محمد سيد ولد آدم الذي نعته ونعت أمته في كتبه المتقدمة مذكور، وعلى آله وصحبه الذين حملوا القرآن وسعوا في تعليمه فسعيهم مشكور، والتابعين لهم بإحسان ممن تلاه حق تلاوته ما تعاقب الظلام والنور.

    وبعد؛ منذ نزل القرآن العظيم وهو محاط برعاية الله وعنايته حتى أكمله الله لهذه الأمة ورضيه لها دينا {الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْأِسْلامَ دِيناً} (1)

    وشاءت عناية الله عز وجل أن لا يكل حفظ هذا الكتاب إلى عباده حتى لا يضيع، كما أضاع أهل التوراة كتابهم حينما وكل حفظه إليهم كما في قوله تعالى: {بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ} (2) وهذا الحفظ باق إلى أن يرث الله الأرض ومن عليها، فلا تزال طائفة من هذه الأمة حاملة للواء الحق ظاهرة به لا يضرهم من خالفهم حتى يأتي أمر الله.

    وإن من وسائل حفظ الله لهذا الكتاب ما سخره له في كل عصر ومصر من علماء عاملين، وقراء مجودين - وحفظة مسندين، وطلبة مجدّين جعلوا القرآن مسلاتهم بالغدو والآصال فهم وإياه دائماً في حل وترحال.

    (1) سورة المائدة آية: 3.

    (2) سورة المائدة آية: 44. 

      عصابة منتخبة وفقهم الله لطلاب كتابه، وقواهم على رعايته وحراسته، وحبب إليهم قراءاته ومدارسته، وهون عليهم الدأب والكلال، وبذل النفس مع الأموال، وركوب الخوف مع الأهوال، فهم يرحلون من البلاد إلى البلاد خائضين في تحصيل قراءاته وأسانيده كل واد.

    لا يقطعهم عنه جوع ولا ظمأ، ولا يملهم منه صيف ولا شتاء، مائزين لصحيح القراءات من السقيم، والشاذ من الفاذ وإن المرء ليعجب أشد العجب حين يطالع أسانيد رجال القراءات، ويعلم الجهد الذي بذلوه في تحصيلها، وتمييزهم صحيحها من سقيمها، ومتواترها من شاذها، وتخليصها من كل الشوائب والضعف حتى غدت منتظمة في سلسلة هي أعز من الذهب متماسكة آخذ بعضها بحجز بعض حتى تصل بصاحبها إلى رسول الله صلى الله عيه وسلم عن جبريل عن الله عز وجل، فهنيئاً لمن حازه، وهنيئاً لأهل القرآن بالقرآن يوم عرضهم على الملك الديان

    قال ابن الجزري (1) :

    وبعد فالإنسان ليس يشرف

    إلا بما يحفظه ويعرف

    لذاك كان حاملو القرآن

    أشراف الأمة أولى الإحسان

    وإنهم في الناس أهل الله

    وإن ربنا بهم يباهي

    وقال في القرآن عنهم وكفى

    بأنه أورثه من اصطفى

    وهو في الأخرى شافع مشفع

    فيه وقوله عليه يسمع

    يعطى به الملك مع الخلد إذا

    توجه تاج الكرامة كذا

    يقرا ويرقى درج الجنان

    وأبواه منه يكسيان

    (1) طيبة النشر: 2.

    فليحرص السعيد في تحصيله ... ولا يمل قط من ترتيله

    وليجتهد فيه وفي تصحيحه ... على الذي نقل من صحيحه

    عن هذا الجهد الذي بذل في تحصيل هذه الأسانيد والعناية الفائقة التي ميّزت صحيحها من ضعيفها، وعاليها من نازلها وقع اختياري على الكتابة في هذا البحث الذي لم تتناوله الأقلام بعد فلا أعلم فيه مؤلفا، وليعلم المطالع من خلاله مدى عناية القراء بالسند وصحته وتواتره والحفاظ عليه، كما عني به علماء الحديث.

    فالله أسأل أن يعين على التمام وأن ينفعنا بما علمنا وأن يجعلنا من أهل القرآن أهل الله وخاصته، وهو حسبنا ونعم الوكيل، وهو مولانا ونعم النصير.

    خطة البحث:

    المقدمة.

    الفصل الأول: السند عند المسلمين، وفيه ثلاثة مباحث:

    المبحث الأول: تعريف السند لغة واصطلاحا

    المبحث الثاني: عناية علماء المسلمين بالإسناد

    المبحث الثالث: عناية علماء القراءات بالأسانيد

    الفصل الثاني: مكانة السند عند علماء القراءات، وفيه ثلاثة مباحث:

    المبحث الأول: تواتر السند وصحته شرط في قبول القراءة

    المبحث الثاني: رحلة علماء القراءات في طلب الأسانيد

    المبحث الثالث: بيان علماء القراءات لبعض الأسانيد الضعيفة والواهية.

    الخاتمة.

    Download

    LihatTutupKomentar