4/11/2018

Terjemah Sunan Abu Dawud

Tags

Terjemah Sunan Abu Dawud
Kitab terjemah Sunan Abu Dawud salah satu dari kitab hadits yang enam (kutubus sittah). Kitab Sunan Abu Daud adalah kumpulan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud salah satu dari perawi hadits utama. Sunan Abu Dawud berada pada peringkat ketiga dari Kitab Hadits yang enam setelah Bukhari dan Muslim berdasarkan urutan Ibnu Hajar Asqolani.

Nama kitab: Terjemah Sunan Abu Dawud
Judul asal: Sunan Abu Dawud (سنن أبي داود)
Penyusun: Imam Abu Daud Sulaiman bin Al-Asy'ats Al-Sajistani) (أبو داود سليمان بن الأشعث بن إسحاق بن بشير بن شداد بن عمرو الأزدي السَِّجِسْتاني)
Lahir: 202 H/ 817 M
Tempat lahir: Sigistan
Etnis: Persia
Wafat: 275 H / 889 M
Bidang studi: Hadits Nabi (Al Sunnah)
Penerjemah:

Daftar Isi



Download Terjemah Sunan Abu Dawud

- Terjemah Sunan Abu Dawud 1
- Terjemah Sunan Abu Dawud 2
- Terjemah Sunan Abu Dawud 3

Download versi Arab Lengkap

- Muqaddimah
- Juz 1: Taharah - Shalat
- Juz 2: Shalat
- Juz 3: Zakat - Talak
- Juz 4: Shaum - Kharaj - Fai' - Imarah
- Juz 5: Janaiz - At'imah
- Juz 6: Al-Tib - Al-Diyat
- Juz 7: Al-Sunnah - Al-Adab
- Cover

Download Sunan Abu Dawud in English and Arabic
in Five Volumes

- Vol. 1
- Vol. 2
- Vol. 3
- Vol. 4
- Vol. 5

1. Kitab: Thaharah

سم الله الرحمن الرحيم

كِتَابُ الطَّهَارَةِ

1.01- Bab: Menyendiri saat buang hajat

بَابُ التَّخَلِّي عِنْدَ قَضَاءِ الْحَاجَةِ

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ الْقَعْنَبِيُّ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ -يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ-، عَنْ مُحَمَّدٍ -يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو-، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا ذَهَبَ الْمَذْهَبَ أَبْعَدَ
1- Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab al Qa’nabi telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz yakni bin Muhammad dari Muhammad yakni bin Amru dari Abu Salamah dari Al Mughirah bin Syu’bah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila hendak pergi untuk buang hajat, maka beliau menjauh. [Hasan Shahih]

حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ ، نَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، ثنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَرَادَ الْبَرَازَ انْطَلَقَ حَتَّى لَا يَرَاهُ أَحَدٌ

2- Telah menceritakan kepada kami Musaddad bin Musarhad telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus telah mengabarkan kepada kami Isma’il bin Abdul Malik dari Abu az Zubair dari Jabir bin Abdullah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila hendak buang hajat, maka beliau pergi hingga tidak ada seorang pun yang melihatnya. [Shahih]

1.02 Bab: Seseorang Mencari tempat untuk kencing

بَابُ الرَّجُلِ يَتَبَوَّأُ لِبَوْلِهِ

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ ، نَا حَمَّادٌ، أَنَا أَبُو التَّيَّاحِ، [قَالَ]: حَدَّثَنِي شَيْخٌ قَالَ: لَمَّا قَدِمَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبَّاسٍ الْبَصْرَةَ ، فَكَانَ يُحَدَّثُ عَنْ أَبِي مُوسَى ، فَكَتَبَ عَبْدُ اللَّهِ إِلَى أَبِي مُوسَى يَسْأَلُهُ عَنْ أَشْيَاءَ ، فَكَتَبَ إِلَيْهِ أَبُو مُوسَى : إِنِّي كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ ، فَأَرَادَ أَنْ يَبُولَ فَأَتَى دَمِثًا فِي أَصْلِ جِدَارٍ ، فَبَالَ ، ثُمَّ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يَبُولَ فَلْيَرْتَدْ لِبَوْلِهِ مَوْضِعًا

3- Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Hammad telah mengabarkan kepada kami Abu At Tayyah dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Seorang Syaikh dia berkata; ketika Abdullah bin Abbas datang ke Bashrah, dia mendapatkan hadits dari Abu Musa, lalu Abdullah menulis surat kepada Abu Musa untuk menanyakan kepadanya tentang beberapa hal. Maka Abu Musa menulis surat kepadanya (sebagai jawaban), sesungguhnya saya pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari, lalu beliau ingin buang air kecil, maka beliau mendatangi tempat yang bertanah lunak di bagian bawah dinding, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian hendak buang air kecil, maka hendaklah dia mencari tempat yang bertanah lunak untuk kencingnya.”
[Dla’if, karena ada rawi yang majhul, tidak dikenal]

1.03. Bab: Apa yang diucapkan seseorang saat masuk WC

بَابُ مَا يَقُوْلُ الرَّجُلُ إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ

حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ ، ثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ وَعَبْدُ الْوَارِثِ ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ -قَالَ عَنْ حَمَّادٍ- قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ- وَقَالَ : عَنْ عَبْدِ الْوَارِثِ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ – مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
قَالَ أَبُو دَاوُد : رَوَاهُ شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ
وَقَالَ مَرَّةً : أَعُوذُ بِاللَّهِ
و قَالَ وُهَيْبٌ : فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ

4. Telah menceritakan kepada kami Musaddad bin Musarhad telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dan Abdul Warits dari Abdul Aziz bin Shuhaib dari Anas dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila hendak masuk WC -dia (Musaddad) meriwayatkan dari Hammad- beliau mengucapkan: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu” -sedangkan yang dia riwayatkan dari Abdul Warits- beliau mengucapkan: “Aku berlindung kepada Allah dari setan jantan dan setan betina.” [Shahih]
Abu Dawud mengatakan; Syu’bah meriwayatkan dari Abdul Aziz (dengan lafazh); “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu”, [Shahih] dalam kesempatan lain dia meriwayatkan (dengan lafazh); “Aku berlindung kepada Allah”, dan Wuhaib menyebutkan; “Hendaklah dia berlindung kepada Allah.” [Riwayat ini syadz]

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَمْرٍو -يَعْنِي السَّدُوسِيَّ-، قال: ثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ -هُوَ ابْنُ صُهَيْبٍ-، عَنْ أَنَسٍ، بِهَذَا الْحَدِيثِ، قَالَ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ
وَقَالَ شُعْبَةُ : وَقَالَ مَرَّةً : أَعُوذُ بِاللَّهِ

5. Telah menceritakan kepada kami al-Hasan bin Amru, yakni As Sadusi telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Syu’bah dari Abdul Aziz, yaitu Ibnu Shuhaib dari Anas dengan lafazh hadits ini, dia berkata; “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu.”
Syu’bah mengatakan; suatu kali (Abdul Aziz) berkata; “Aku berlindung kepada Allah.”

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مَرْزُوقٍ، أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ النَّضِرِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ الْخَلَاءَ فَلْيَقُلْ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

6. Telah menceritakan kepada kami Amru bin Marzuq telah mengabarkan kepada kami Syu’bah dari Qatadah dari an Nadhr bin Anas dari Zaid bin Arqam dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya tempat buang hajat itu dihadiri oleh setan-setan, maka apabila salah seorang dari kalian mendatangi WC, hendaklah dia mengucapkan; ‘Aku berlindung kepada Allah dari setan laki-laki dan setan wanita.” [Shahih]

1.04 Bab: Makruhnya menghadap kiblat saat buang hajat

بَابُ كَرَاهِيَةِ اسْتِقْبَالِ الْقِبْلَةِ عِنْدَ قَضَاءِ الْحَاجَةِ

حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ، ثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ الْأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ سَلْمَانَ، قَالَ: قِيلَ لَهُ: لَقَدْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ كُلَّ شَيْءٍ حَتَّى الْخِرَاءَةَ! قَالَ: أَجَلْ لَقَدْ نَهَانَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ، وَأَنْ لَا نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِينِ، وَأَنْ لَا يَسْتَنْجِيَ أَحَدُنَا بِأَقَلَّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ، أَوْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيعٍ أَوْ عَظْمٍ

7. Telah menceritakan kepada kami Musaddad bin Musarhad telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari al A’masy dari Ibrahim dari Abdurrahman bin Yazid dari Salman dia berkata; dikatakan kepadanya; “Sungguh Nabi kalian telah mengajarkan kepada kalian segala sesuatu hingga urusan buang hajat?” Salman menjawab; “Benar, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang kami menghadap kiblat pada saat buang air besar atau buang air kecil, agar kami tidak beristinja dengan tangan kanan, agar salah seorang dari kami tidak beristinja dengan kurang dari tiga buah batu, atau beristinja dengan kotoran binatang atau tulang.” [Shahih]

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ النُّفَيْلِيُّ، قَالَ : ثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ، عَنْ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا أَنَا لَكُمْ بِمَنْزِلَةِ الْوَالِدِ أُعَلِّمُكُمْ فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ الْغَائِطَ فَلَا يَسْتَقْبِلْ الْقِبْلَةَ وَلَا يَسْتَدْبِرْهَا وَلَا يَسْتَطِبْ بِيَمِينِهِ، وَكَانَ يَأْمُرُ بِثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ وَيَنْهَى عَنْ الرَّوْثِ وَالرِّمَّةِ

8- Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad an Nufaili telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak dari Muhammad bin Ajlan dari al-Qa’qa’ bin Hakim dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku bagi kalian hanyalah seperti kedudukan orang tua, aku ajarkan kepada kalian; apabila salah seorang dari kalian mendatangi tempat buang air (untuk buang air), janganlah dia menghadap kiblat, jangan pula membelakanginya, dan jangan beristinja dengan tangan kanannya.” Dan beliau juga menyuruh untuk beristinja dengan tiga batu, serta melarang beristinja dengan kotoran binatang dan tulang basah. [Hasan] [alkhoirot.org]

Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini.. Konsultasi agama, kirim via email: alkhoirot@gmail.com

Untuk Konsultasi Agama kirim ke: alkhoirot@gmail.com atau info@alkhoirot.net
Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini!

EmoticonEmoticon