Tafsir Al-Maraghi
Nama kitab: Tafsir Al-Maraghi
Judul kitab asal: Tafsir al-Maraghi ( تفسير المراغي)
Nama penulis: Ahmad Mushthafa Al-Maraghi
Nama lengkap: Syekh Ahmad Mushthafa Al-Maraghi (bahasa Arab: أحمد بن مصطفى المراغي).
Lahir: Maraghah, Mesir 22 Agustus 1935 M (23 Jumadil Ula 1354 H),
Wafat: Mesir, 1952 M (1371 H) dalam usia sekitar 69 tahun
Penerjemah ke
Bahasa Indonesia:
Bidang studi: Tafsir al Quran
Daftar Isi
- Biografi Pengarang
- Profil Tafsir Al-Maraghi
- Download Kitab
- Kitab Tafsir lain
-
Terjemah Tafsir Ibnu Abbas
- Terjemah Tafsir Tabari
-
Terjemah Tafsir al-Qurtubi
- Terjemah Tafsir Jalalain
- Terjemah Tafsir Ibnu Katsir
- Terjemah Tafsir al-Munir Wahbah Zuhaili
-
Terjemah Tafsir Fathul Qadir al-Syaukani
- Terjemah Tafsir Fi Zhilalil Quran Sayid Qutub
- Tafsir Al-Manar
- Tafsir Al-Maraghi
- Tafsir Al-Jawahir
- Tafsir Bahasa Indonesia dan Jawa
- Tafsir al-Mishbah Quraish Shihab
-
Tafsir Al-Azhar Hamka
- Tafsir An-Nur Hasbi Ash-Shiddieqy
- Tafsir Al-Furqan A. Hassan
- Tafsir al-Ibriz Bisri Mustofa (Jawa)
- Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsir al-Quran
- Tafsir al-Quran Kemenag
- Tafsir Quran Karim Mahmud Yunus
-
Terjemah Al-Quran Lengkap dalam Satu Halaman
- Terjemah Al-Quran berdasar Juz
- Terjemah Al-Quran dalam bahasa Inggris
-
Terjemah Tafsir Ibnu Abbas
-
Kitab Ulumul Quran
- Kitab Tajwid al-Quran
Biografi Pengarang Syekh Ahmad Mushthafa Al-Maraghi
Syekh Ahmad Mushthafa Al-Maraghi merupakan salah satu tokoh pembaru pemikiran
Islam asal Mesir yang karya-karyanya sangat akrab di telinga masyarakat
Indonesia. Beliau dikenal bukan hanya sebagai ahli tafsir, tetapi juga sebagai
pakar bahasa dan pendidik yang visioner.
Berikut adalah biografi
ringkas beliau:
1. Kelahiran dan Latar Belakang Keluarga
Syekh
Ahmad Mushthafa Al-Maraghi lahir di Maraghah, sebuah kota di tepi sungai Nil,
Mesir, pada tahun 1883 M (1300 H).
Beliau berasal dari
keluarga yang sangat menjaga tradisi keilmuan dan agama.
Adiknya,
Syekh Muhammad Mushthafa Al-Maraghi, adalah sosok legendaris yang pernah
menjabat sebagai Rektor (Syaikhul Azhar) Universitas Al-Azhar, Kairo.
2. Riwayat Pendidikan
Pendidikan beliau dimulai dari lingkungan
keluarga yang religius:
Hafal Al-Qur'an: Di usia muda, beliau
sudah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an di desanya.
Al-Azhar: Beliau
melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, pusat keilmuan Islam dunia. Di
sana, beliau mendalami berbagai fan ilmu seperti bahasa Arab, fikih, hadis,
dan tafsir.
Darul Ulum: Beliau juga menempuh pendidikan di Darul
Ulum Kairo, sebuah lembaga yang saat itu menggabungkan ilmu agama tradisional
dengan metodologi pendidikan modern. Di sinilah cakrawala berpikirnya mulai
terbuka terhadap moderasi dan pembaharuan.
3. Karier dan Perjalanan Intelektual
Syekh Al-Maraghi menghabiskan sebagian besar
hidupnya di dunia pendidikan dan dakwah:
Dosen di Sudan:
Beliau sempat mengajar di Gordon Memorial College di Khartoum, Sudan.
Pengalaman ini memperkaya perspektifnya tentang kondisi umat Islam di luar
Mesir.
Guru Besar di Al-Azhar: Setelah kembali ke Mesir, beliau
mengajar di berbagai fakultas di Al-Azhar, khususnya di bidang Bahasa Arab dan
Syariah.
Penulis Produktif: Beliau aktif menulis di berbagai
majalah ilmiah dan keagamaan, yang kemudian menjadi cikal bakal penyusunan
kitab tafsirnya yang fenomenal.
4. Karya Monumental: Tafsir Al-Maraghi
Karya yang melambungkan namanya adalah Tafsir
Al-Maraghi. Kitab ini ditulis selama kurang lebih 10 tahun.
Tujuan:
Beliau ingin menyediakan tafsir yang bisa dipahami oleh semua kalangan, mulai
dari akademisi hingga masyarakat awam, tanpa kehilangan bobot ilmiahnya.
Pengaruh
Guru: Pemikiran beliau banyak dipengaruhi oleh gerakan pembaharuan Muhammad
Abduh. Beliau ingin Al-Qur'an tidak hanya dibaca sebagai teks langit, tapi
sebagai kompas solusi problematika sosial.
5. Karakter dan Pemikiran
Moderat: Beliau dikenal sebagai ulama yang
moderat (wasathiyah). Beliau tidak fanatik pada satu madzhab dan selalu
berusaha mencari pendapat yang paling maslahat bagi umat.
Penyederhana
Ilmu: Kelebihan utamanya adalah kemampuan menyederhanakan materi yang rumit
(seperti balaghah atau hukum fikih yang pelik) menjadi bahasa yang jernih dan
sistematis.
Integrasi Ilmu: Beliau sangat mendukung integrasi
antara ilmu agama dan ilmu sains/pengetahuan umum.
6. Wafat
Syekh Ahmad Mushthafa Al-Maraghi wafat pada tahun 1952 M
(1371 H) dalam usia sekitar 69 tahun. Beliau meninggalkan warisan intelektual
yang hingga kini masih menjadi rujukan wajib di berbagai universitas Islam di
seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Profil Tafsir Al-Maraghi
Tafsir Al-Maraghi (judul asli: Tafsir al-Maraghi) adalah salah satu karya
tafsir Al-Qur'an modern yang paling populer di dunia Islam, termasuk di
Indonesia. Kitab ini ditulis oleh Syekh Ahmad Mushthafa Al-Maraghi, seorang
ulama besar Al-Azhar yang juga merupakan adik dari Syekh Muhammad Mushthafa
Al-Maraghi (Mantan Rektor Al-Azhar).
Tafsir ini dikenal karena
kemudahannya dalam dipahami oleh masyarakat awam maupun kalangan akademisi
karena sistematikanya yang sangat teratur.
1. Latar Belakang dan Karakteristik
Syekh Al-Maraghi menulis tafsir ini dengan
semangat pembaharuan (modernis), mengikuti jejak Muhammad Abduh dan Rasyid
Ridha (penulis Tafsir Al-Manar). Namun, Al-Maraghi mengemasnya dengan gaya
yang lebih sederhana, sistematis, dan tidak terlalu terjebak dalam perdebatan
filosofis yang panjang.
Corak Tafsir: Adabi Ijtima’i:
Menitikberatkan pada penjelasan sastra bahasa yang indah serta solusi atas
problematika sosial kemasyarakatan.
Ilmiah: Berupaya
menyelaraskan ayat-ayat Al-Qur'an dengan penemuan sains modern.
2. Sistematika Penulisan (Metode)
Salah satu alasan mengapa Tafsir
Al-Maraghi sangat disukai adalah metodologinya yang konsisten di setiap
babnya:
1. Kelompok Ayat: Al-Maraghi membagi satu surah menjadi
beberapa kelompok ayat berdasarkan kesamaan tema.
2. Kosa Kata
(Al-Mufradat): Penjelasan mendalam mengenai arti kata-kata yang sulit dari
segi bahasa.
3. Makna Global (Al-Ma'na al-Ijmali): Penjelasan umum
tentang apa yang dibicarakan dalam kelompok ayat tersebut.
4. Sebab
Turunnya Ayat (Asbabun Nuzul): Jika ada, beliau mencantumkan riwayat mengapa
ayat tersebut turun.
5. Penjelasan Detail (Al-Idhah): Penafsiran mendalam
per penggalan ayat.
6. Kesimpulan (Apa yang dapat diambil dari ayat):
Ringkasan praktis untuk diamalkan pembaca.
3. Keunggulan Tafsir Al-Maraghi
Bahasa yang Terang: Menghindari penggunaan
istilah-istilah balaghah atau mantiq yang terlalu rumit bagi orang awam.
Relevansi
Sosial: Beliau sering mengaitkan ayat Al-Qur'an dengan kondisi umat Islam saat
itu, seperti masalah kemunduran ekonomi, pendidikan, dan moral.
Objektivitas
Madzhab: Meskipun beliau berlatar belakang Sunni, beliau cenderung moderat dan
tidak fanatik pada satu madzhab hukum tertentu dalam menafsirkan ayat-ayat
hukum (ayatul ahkam).
4. Pengaruh di Indonesia
Di
Indonesia, Tafsir Al-Maraghi sempat menjadi "primadona" di kalangan mahasiswa
IAIN/UIN dan pesantren modern.
Banyak dijadikan referensi
utama dalam penulisan skripsi atau tesis karena kemudahannya untuk dikutip per
tema.
Gaya penafsirannya yang moderat sangat cocok dengan karakter
Islam di Indonesia yang menghargai harmoni antara agama dan ilmu
pengetahuan.
