Terjemah Sirah Ibnu Ishaq

Terjemah Sirah Ibnu Ishaq Biografi Ibnu Ishaq Profil Kitab Sirah Ibnu Ishaq (Kitab as-Siyar wa al-Maghazi) Penggalian sumur Zamzam Perlindungan anak

Terjemah Sirah Ibnu Ishaq


Nama kitab: Terjemah Sirah Ibnu Ishaq 
Judul lengkap: Sirah Ibnu Ishaq (Kitab as-Siyar wa al-Maghazi) (سيرة ابن اسحاق = السير والمغازي)
Penulis: Ibnu Ishaq (ابن إسحاق)
Nama lengkap: Muhammad bin Ishaq al-Muthallibi ( محمد بن إسحاق بن يسار المطلبي بالولاء، المدني)
Lahir: Madinah, 85 H (704 M)
Wafat:  Baghdad, Irak, 150 H (767 M)
Penerjemah:
Era: Zaman keemasan Islam, Islamic golden age; (khilafah Abbasiyah)
Bidang studi: Sejarah Nabi Muhammad, sirah Rasulullah, induk kisah hidup Nabi dan sejarah Islam 
Tahqiq (penelitian dan penyuntingan): Suhail Zakkar
Penerbit: Dar al-Fikr, Beirut - Lebanon
Edisi: Cetakan pertama, 1398 H - 1978 M
Jumlah halaman: 381


Daftar Isi

  1. Biografi Ibnu Ishaq
  2. Profil Kitab Sirah Ibnu Ishaq (Kitab as-Siyar wa al-Maghazi)
  3. Download Kitab Sirah Ibn Ishaq (pdf)  
  4. Pendahuluan Peneliti (Muhaqqiq)  
  5. Bagian Pertama dari Kitab al-Maghazi – Riwayat Yunus bin Bukair dari Muhammad bin Ishaq  
    1. Penggalian sumur Zamzam oleh Abdul Muthalib bin Hasyim.  
    2. Perlindungan anak kecil yang masih menyusu di Ka'bah.  
    3. Kisah ash-Shiddiq bersama seorang lelaki yang digigit ular berbisa.  
    4. Kisah Umar bin al-Khaththab bersama seorang syekh tua yang buta.  
    5. Abu Taqashif al-Khuna'i dan saudara-saudaranya.  
    6. Bani Mu'ammal dan sepupu mereka.  
    7. Nadzar Abdul Muthalib.  
    8. Pengundian dengan anak panah di dekat Ka'bah.  
    9. Pernikahan Abdullah bin Abdul Muthalib.  
    10. Kelahiran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.  
    11. Pembedahan perut Rasulullah.  
    12. Hadits tentang Tubba' al-Himyari.  
    13. Pembunuhan Tubba'.  
    14. Kisah Gajah (Peristiwa Tahun Gajah).  
    15. Perjalanan ibu Rasulullah membawanya ke Madinah dan wafatnya.  
    16. Wafatnya Abdul Muthalib bin Hasyim.  
    17. Penemuan makam Abdullah bin ats-Tsamir.  
    18. Penemuan jenazah Nabi Daniyal.  
    19. Kepemimpinan Makkah setelah wafatnya Abdul Muthalib.  
  6. Bagian Kedua dari Kitab al-Maghazi – Riwayat Yunus bin Bukair dari Muhammad bin Ishaq dan lainnya  
    1. Kisah Bahira ar-Rahib (pendeta Bahira).  
    2. Kisah Khadijah binti Khuwailid.  
    3. Cerita para ahli kitab (al-ahbar).  
    4. Masuk Islamnya Salman al-Farisi rahimahullah.  
    5. Jejak Ka'bah.  
    6. Kisah pembangunan Ka'bah [hal. 22].  
    7. Kisah para ahli kitab, rahib, dan dukun tentang Nabi.  
    8. Berita tentang jin.  
    9. Kisah al-Hanifiyah (agama hanif).  
    10. Awal dimulainya kenabian bagi Rasulullah.  
  7. Bagian Ketiga dari Kitab al-Maghazi – Riwayat Yunus bin Bukair dari Muhammad bin Ishaq  
    1. Diutusnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.  
    2. Hari terjadinya Perang Badar.  
    3. Masuk Islamnya Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu.  
    4. Masuk Islamnya Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu.  
    5. Masuk Islamnya Abu Dzar radhiyallahu 'anhu.  
    6. Masuk Islamnya para Muhajirin radhiyallahu 'anhum.  
    7. Firman-Nya Yang Maha Mulia: "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat" [QS. asy-Syu'ara: 214] [hal. 54].  
    8. Gambaran turunnya wahyu kepada Nabi.  
    9. Al-Walid bin al-Mughirah dan apa yang diturunkan tentangnya.  
    10. Bab apa yang menimpa para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berupa cobaan dan kesulitan.  
    11. Kisah lembaran perjanjian boikot (shahifah al-muqatha'ah).  
    12. Utusan Quraisy ke Habasyah.  
    13. Masuk Islamnya Hamzah bin Abdul Muthalib radhiyallahu 'anhu.  
    14. Apa yang datang mengenai hijrah para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ke negeri Habasyah.  
    15. Penamaan orang-orang yang hijrah ke negeri Habasyah dari Makkah.  
    16. Masuk Islamnya Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu.  
    17. Apa yang datang mengenai orang pertama yang menampakkan bacaan Al-Qur'an di Makkah.  
  8. Bagian Keempat dari Kitab al-Maghazi – Riwayat Yunus bin Bukair dari Muhammad bin Ishaq  
    1. Siapa saja yang disiksa karena Allah di Makkah dari kalangan orang beriman.  
    2. Kisah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika kaum musyrikin menentangnya.  
    3. Bab hadits-hadits para ahli kitab tentang sifat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.  
    4. Kisah hijrah pertama ke Habasyah.  
    5. Penamaan orang-orang yang hijrah ke negeri Habasyah.  
    6. Kisah apa yang diterima Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berupa gangguan dari kaumnya.  
    7. Kisah Nabi ketika menawarkan dirinya kepada bangsa Arab.  
    8. Wafatnya Abu Thalib dan apa yang datang mengenainya.  
  9. Bagian Kelima dari Kitab al-Maghazi – Riwayat Yunus bin Bukair dari Muhammad bin Ishaq  
    1. Wafatnya Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu 'anha.  
    2. Pernikahan Nabi dengan Khadijah dan anak-anaknya darinya.  
    3. Pernikahan Fatimah radhiyallahu 'anha.  
    4. Pernikahan Umar bin al-Khaththab dengan Ummu Kultsum binti Ali radhiyallahu 'anhum.  
    5. Pernikahan Ummu Kultsum dengan Aun bin Ja'far bin Abi Thalib.  
    6. Pernikahan Zainab binti Ali dan ibunya Fatimah binti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.  
    7. Apa yang datang mengenai pernikahan Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu.  
    8. Pernikahan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan Saudah binti Zam'ah.  
    9. Pernikahan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan Aisyah binti Abi Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhuma.  
    10. Pernikahan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan Hafshah binti Umar radhiyallahu 'anhuma.  
    11. Pernikahan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan Zainab binti Khuzaimah radhiyallahu 'anha.  
    12. Pernikahan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan Ummu Habibah radhiyallahu 'anha.  
    13. Pernikahan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan Ummu Salamah radhiyallahu 'anha.  
    14. Pernikahan Zainab binti Jahsy radhiyallahu 'anha.  
    15. Pernikahan Juwairiyah binti al-Harits radhiyallahu 'anha.  
    16. Pernikahan Shafiyyah binti Huyay radhiyallahu 'anha.  
    17. Pernikahan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan Maimunah binti al-Harits al-Hilaliyah radhiyallahu 'anha.  
    18. Pernikahan Asma' binti Ka'ab al-Jawniyah dan Amrah binti Yazid.  
    19. Seorang wanita dari Ghifar.  
    20. Jumlah wanita yang menghibahkan diri mereka (kepada Nabi).  
    21. Apa yang diambil Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berupa para selir.  
    22. Apa yang diberikan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai ganti dari anaknya.  
    23. Kisah para pengolok-olok dan ayat-ayat terkait.  
    24. Kisah Rukanah bin Abdul Yazid.  
    25. Tanda-tanda kenabian.  
    26. Masuk Islamnya Ummu Syarik ad-Dausiyah.  
    27. Masuk Islamnya Abu Hurairah dari Daus.  
    28. Masuk Islamnya Adi bin Hatim.  
    29. Surat Nabi kepada Bani Zuhair bin Aqish.  
    30. Masuk Islamnya Jarir bin Abdullah.  
    31. Kisah Isra' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ke Baitul Maqdis pada malam Isra' Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.  
    32. Kisah adzan.  
  10. Kembali ke: Terjemah Kitab Sirah dan Sejarah Islam 

Biografi Pengarang: Ibnu Ishaq

Ibnu Ishaq adalah tokoh sentral dalam sejarah Islam, terutama sebagai bapak sejarawan Muslim. Karya terbesarnya, Sirah Nabawiyah, menjadi rujukan utama bagi hampir seluruh buku biografi Nabi Muhammad ﷺ yang ada hingga hari ini.

 1. Nama dan Kelahiran

Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Ishaq bin Yasar. Beliau lahir di Madinah sekitar tahun 85 H (704 M).

 Latar Belakang: Kakeknya, Yasar, adalah seorang tawanan perang dari wilayah Irak yang kemudian menjadi mawla (pendamping) dari keluarga Qays bin Makhramah di Madinah.
 Lingkungan: Ibnu Ishaq tumbuh di Madinah, kota yang saat itu merupakan pusat berkumpulnya para sahabat Nabi dan keturunan mereka (Tabi'in), sehingga beliau berada di sumber pertama informasi sejarah Islam.

 2. Pendidikan dan Perjalanan Intelektual


Ibnu Ishaq belajar dari banyak ulama besar di Madinah. Salah satu gurunya yang paling terkemuka adalah Az-Zuhri, yang memuji ketajaman ingatan Ibnu Ishaq dalam mengumpulkan riwayat.

 Pengembaraan: Demi melengkapi riwayat sejarahnya, beliau melakukan perjalanan ke berbagai wilayah seperti Mesir dan akhirnya menetap di Baghdad (Irak), yang saat itu merupakan ibu kota kekhalifahan Abbasiyah yang baru berdiri.

 3. Karya Monumental: Al-Maghazi wa Al-Siyar

Karya terbesarnya dikenal dengan judul Kitab al-Maghazi (Buku Peperangan) atau yang lebih populer disebut Sirah Ibnu Ishaq.

 Struktur Kitab: Beliau membagi sejarah menjadi tiga bagian:
1. Al-Mubtada’: Sejarah dari penciptaan dunia hingga zaman Nabi Ismail.
2. Al-Mab’ats: Kehidupan Nabi Muhammad ﷺ di Makkah hingga wahyu turun.
3. Al-Maghazi: Periode Madinah, termasuk peperangan dan pembentukan negara Islam.

Peran Ibnu Hisyam: Naskah asli Ibnu Ishaq saat ini tidak ditemukan secara utuh sebagai satu buku, namun isinya terselamatkan dan sampai kepada kita melalui ringkasan dan penyuntingan oleh Ibnu Hisyam (Tafsir Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam).

4. Metodologi dan Kritik Ulama

Ibnu Ishaq adalah orang pertama yang membukukan riwayat lisan tentang Nabi ke dalam struktur yang kronologis dan sistematis. Namun, posisinya dalam ilmu hadis sempat menjadi perdebatan:

 Pujian: Mayoritas ulama sejarah menganggapnya sebagai "Amirul Mukminin" dalam bidang sejarah. Imam Syafi'i pernah berkata, "Siapa yang ingin mendalami sejarah peperangan Nabi, maka ia berutang budi kepada Ibnu Ishaq."
 Kritik: Tokoh seperti Imam Malik sempat mengkritiknya karena Ibnu Ishaq memasukkan riwayat dari keturunan Yahudi dan Nasrani (Israiliyat) untuk melengkapi kisah para nabi terdahulu dalam bagian Al-Mubtada'. Oleh karena itu, dalam hal hukum (Fikih), para ulama hadis bersikap lebih berhati-hati terhadap riwayatnya.

5. Kedekatan dengan Kekhalifahan Abbasiyah

Di Baghdad, beliau mendapat dukungan besar dari Khalifah Al-Mansur. Sang Khalifah meminta Ibnu Ishaq untuk menuliskan buku sejarah dunia sejak Nabi Adam hingga masa itu untuk pendidikan putranya, Al-Mahdi. Dukungan politik inilah yang membantu penyebaran karya-karyanya ke seluruh dunia Islam.

 6. Wafat

Ibnu Ishaq wafat di Baghdad pada tahun 150 H (767 M), tahun yang sama dengan wafatnya Imam Abu Hanifah. Beliau dimakamkan di pemakaman Al-Khayzuran.

Relevansi bagi Pembaca Modern

Karya Ibnu Ishaq mengajarkan kita pentingnya literasi sejarah. Tanpa usaha beliau mengumpulkan kepingan cerita dari para saksi mata di Madinah, kita mungkin kehilangan detail-detail emosional dan strategis dari perjalanan hidup Rasulullah ﷺ. Semangat mendokumentasikan ilmu ini sejalan dengan apa yang sering ditekankan oleh A. Fatih Syuhud, bahwa menulis adalah cara untuk mengabadikan peradaban. 

Profil Kitab Sirah Ibnu Ishaq

Kitab Sirah Ibnu Ishaq (yang judul aslinya adalah Al-Maghazi wa al-Siyar) merupakan monumen literatur sejarah Islam. Inilah buku biografi Nabi Muhammad ﷺ pertama yang disusun secara sistematis, kronologis, dan komprehensif. Hampir semua buku sejarah Nabi yang ditulis setelahnya, termasuk Sirah Ibnu Hisyam, menjadikan kitab ini sebagai fondasi utama.

 1. Struktur dan Sistematika Kitab

Ibnu Ishaq tidak hanya menulis tentang kehidupan Nabi, tetapi menyusun sejarah dunia dalam satu garis waktu yang terbagi menjadi tiga bagian utama:

1. Kitab al-Mubtada’ (Permulaan): Berisi sejarah penciptaan alam semesta, kisah nabi-nabi terdahulu (sejak Nabi Adam), dan sejarah bangsa Arab di masa Jahiliyah.
2. Kitab al-Mab’ats (Pengutusan): Fokus pada kehidupan Rasulullah ﷺ di Makkah, mulai dari kelahiran, masa muda, hingga turunnya wahyu dan periode dakwah sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.
3. Kitab al-Maghazi (Peperangan): Mengulas periode Madinah, pembentukan negara Islam, ekspedisi militer, diplomasi, hingga wafatnya Nabi ﷺ.

2. Karakteristik dan Metodologi Penulisan

Ibnu Ishaq menggunakan teknik yang revolusioner pada zamannya:

 Kronologis: Beliau adalah orang pertama yang menyusun peristiwa sejarah berdasarkan urutan waktu yang rapi.
 Penggabungan Riwayat (Kombinasi): Berbeda dengan ahli hadis yang menulis riwayat satu per satu, Ibnu Ishaq sering menggabungkan beberapa sumber (isnad) untuk membentuk satu narasi cerita yang utuh dan mengalir.
 Inklusi Sastra: Kitab ini kaya akan kutipan syair-syair Arab kontemporer yang dibuat pada saat peristiwa tersebut terjadi, yang berfungsi sebagai bukti autentisitas budaya pada masa itu.

3. Nasib Naskah Asli dan Peran Ibnu Hisyam

Naskah asli tulisan Ibnu Ishaq secara utuh sebenarnya telah hilang dari peredaran fisik. Namun, isinya tetap abadi karena dua cara:

 Transmisi Murid: Dicatat oleh murid-muridnya seperti Ziyad al-Baka'i.
 Penyuntingan Ibnu Hisyam: Sekitar 50 tahun setelah Ibnu Ishaq wafat, Ibnu Hisyam menyunting kitab ini. Ia membuang bagian Al-Mubtada' (sejarah nabi terdahulu) yang dianggap terlalu panjang dan kurang relevan dengan biografi Nabi, serta menghilangkan syair-syair yang sulit dibuktikan keasliannya. Hasil suntingan inilah yang dikenal sebagai Sirah Ibnu Hisyam, yang kita baca hari ini.

4. Nilai Historis dan Keunikan

 Sumber Primer: Karena Ibnu Ishaq hidup di masa Tabi'in, ia mewawancarai putra-putra sahabat Nabi langsung di Madinah, menjadikannya sumber yang sangat dekat dengan kejadian asli.
 Detail Emosional: Kitab ini memberikan detail manusiawi tentang kehidupan Nabi, seperti interaksi beliau dengan keluarga dan para sahabat, yang sering kali tidak sedetail itu ditemukan dalam kitab hadis hukum.
 Pendekatan Sosio-Politik: Beliau tidak hanya mencatat mukjizat, tetapi juga strategi perang, perjanjian politik (seperti Piagam Madinah), dan dinamika antar-suku.

5. Kritik dari Kritikus Hadis

Meskipun dianggap sebagai "Bapak Sejarah", para ahli hadis (seperti Imam Malik) memberikan catatan kritis:

 Penggunaan Isnad: Ibnu Ishaq terkadang menggunakan riwayat yang dianggap dhaif (lemah) oleh standar ilmu hadis yang ketat untuk kepentingan kelengkapan cerita.
 Israiliyat: Beliau banyak mengambil sumber dari ahli kitab (Yahudi dan Nasrani yang masuk Islam) untuk bagian sejarah nabi-nabi kuno.

Kesimpulan

Kitab Sirah Ibnu Ishaq adalah "ruh" dari sejarah Islam. Tanpa karya ini, kita mungkin tidak akan memiliki gambaran naratif yang utuh tentang bagaimana sebuah peradaban besar dibangun oleh Rasulullah ﷺ. Mempelajari kitab ini memberikan perspektif yang lebih luas daripada sekadar hukum fikih, yakni pemahaman tentang konteks perjuangan. 

Download Kitab Sirah Ibnu Ishaq


LihatTutupKomentar